NovelToon NovelToon
Izinkan Mama Kembali

Izinkan Mama Kembali

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Anak Genius / CEO / Selingkuh / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Tidak pernah menyangka pernikahan ketiga Naya Aurelia (32th) mendapatkan ujian yang penuh dramatis.

Ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit antara memilih suami atau anak kandungnya.

Berawal dari suaminya Juan Bagaskara (27th) yang tidak mau menerima Shaka sebagai anak sambungnya sehingga Naya dengan terpaksa harus berpisah dengan putri kesayangannya. Ia menitipkan Shaka pada bi Irah asisten rumah tangganya yang diberhentikan dari rumah tersebut.

Bertahun-tahun Naya tersiksa batinnya karena ulah suami yang usianya lebih muda darinya. Apalagi suaminya pun memiliki pekerjaan di luar dugaannya yang membuatnya sangat terpukul. Pekerjaan apa kira-kira?

Disisi lain ia sangat ingin kembali hidup bersama anaknya. "Nak, izinkan mama kembali meraih cintamu..." ucap Naya lirih.

Akankah kebahagiaan berpihak pada hidup Naya selanjutnya?

Ikuti kisahnya!💕

Follow author ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 Harus Mengalah

Pada kenyataannya Naya hanya diam tanpa ekspresi. Ia dengan terpaksa menerima keputusan dari suaminya.

Dengan rasa kecewa yang mendalam bi Irah akhirnya mengambil sebuah keputusan demi masa depan majikan kecilnya.

"Baik Tuan, Nyonya, saya akan ambil alih perawatan non Shaka tapi dengan syarat!"

"Syarat? Syarat apa? Bi Irah jangan mengada-ada deh,"

"Maaf Tuan. Ini bukan mengada-ada. Yang saya tahu, jika ada orang tua yang tidak mau merawat anaknya lagi dan menyerahkannya pada orang lain, ini harus ada sebuah perjanjian secara tertulis. Agar dikemudian hari orang tua tidak seenaknya mengambil kembali anak yang sudah mereka campakkan!" jelas bi Irah cukup menohok.

"Lancang sekali kamu, Bi! Shaka bukan dicampakkan dia hanya dititipkan sementara. Kalau saatnya tiba aku yang akan mengambilnya! Lagi pula kami sudah membayar 100 juta untuk perawatan Shaka. Bukan mencampakkan apalagi menelantarkannya. Aku sebenarnya masih bisa merawatnya."

"Ambil uang itu Nyonya, saya tidak butuh. Saya lebih memilih seorang anak dari pada uang besar dari hasil pemberian yang nantinya bisa diungkit kapan saja. Saya hanya minta hak saya bulan ini. Itu saja tidak lebih. Biar nanti saya merawat Shaka seperti merawat anak kandungku sendiri tanpa embel-embel uang pemberian. Anggap saja kehadiran Shaka sebagai rezeki tidak terduga,"

"Kau!"

Naya tidak terima dengan ucapan bi Irah yang menohok, apalagi sampai mengajukan persyaratan.

"Stttt sudah tidak apa-apa, kita turuti saja kemauan bi Irah,"

"Mas!"

"Naya Sayang kalau pun kita kehilangan Shaka, tapi kita bisa memiliki anak yang lebih baik dari pada Shaka dan lebih banyak. Mau anak berapa? Dua tiga bahkan sepuluh pun aku sanggup kasih."

Ucapan Juan bagaikan pisau belati yang menghunus jantungnya, terasa sangat pedih. Naya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Bi Irah menatap nanar kedua majikannya. Air matanya menggenangi kelopak matanya namun ia berusaha agar air matanya tidak jatuh di hadapan majikannya yang sama sekali tidak memiliki hati terhadap anak sambungnya.

"Dengar Bi. Kami hanya menitipkan Shaka padamu setelah itu kamu berikan pada Pak Dikara,"

"Iya saya paham Nyonya. Untuk itu saya mengantisipasi adanya permintaan dari tuan Dikara, karena tuan Dikara juga orang yang cerdas. Nyonya lupa tuan Dikara itu seorang dokter lho, beliau tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Apalagi yang saya akan titipi bukan anak kandungnya. Saya harap nyonya jauh lebih paham akan hal ini!" jelas bi Irah lebih menohok lagi.

"Masih ada waktu untuk kalian berpikir. Ingat Tuan surat perjanjiannya harus di atas materai agar sah di mata masyarakat bahwa non Shaka mulai hari ini diangkat sebagai anak tuan Dikara, saya sebagai saksi,dengan begitu Nyonya maupun Tuan tidak diperkenankan menemui Shaka lagi. Saya harap Tuan dan Nyonya bisa mengerti!" tegas bi Irah.

"Maaf saya dan Non Shaka mau beres-beres dulu. Panggil saya kalau surat perjanjiannya sudah dibuat dan tinggal ditanda tangani. Permisi!" lanjutnya kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu menarik lengan Shaka dengan pelan.

Juan melongo mendengar ucapan bi Irah yang luar biasa berani padanya.

Sementara Naya menatap geram dengan kelakuan bi Irah saat ini. Dia merasa heran dengan perubahan sikap bi Irah yang biasanya manut terhadap perintah, namun saat ini bi Irah berbicara dengan tegas tanpa rasa takut sedikit pun.

Bagi bi Irah mereka bukan lagi majikannya. Karena saat itu Juan secara langsung sudah memecatnya sebagai asisten rumah tangganya.

Tanpa bicara lagi, Juan langsung masuk ke ruang kerjanya untuk memenuhi permintaan bi Irah. Dia benar-benar tidak menyangka kalau bi Irah tidak sebodoh yang ia kira.

Naya yang melihatnya langsung mengikutinya dari belakang. Ketika Naya hendak masuk ternyata Juan melarangnya.

"Kamu tidak perlu masuk. Dampingi saja putrimu yang sebentar lagi akan pergi."

"Mas tolong jangan kau buatkan surat perjanjian itu. Aku tidak sanggup kehilangan Shaka selamanya. Aku tidak rela Mas," mohonnya dengan berlinang air mata.

Juan menghela nafasnya dengan pelan.

"Sayang, kalau kamu seperti ini terus kita akan kehilangan segalanya. Orang tuaku akan tahu semuanya kalau Shaka tetap di rumah ini. Jabatan, aset perusahaan dan rumah yang kita miliki sekarang semuanya bisa diambil oleh papa."

"Aku tidak mau tahu dan aku tidak peduli, Mas. Yang penting Shaka tetap bersamaku!"

Naya menatap tajam suaminya lalu berlalu dari hadapannya, namun langkahnya terhenti manakala mendengar suara Juan yang lantang.

"Kalau kau masih bersikukuh pada pendirianmu, aku tidak akan segan-segan mengakhiri pernikahan ini!"

Selalu seperti ini, seolah tahu kelemahan Naya yang ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia bertekad tidak akan menikah lagi. Seperti biasa Naya selalu yang harus mengalah.

Naya membalikkan badannya lalu menghampiri suaminya dengan mata berkaca.

"Baik kalau begitu izinkan aku untuk mengantar Shaka ke bandara!"

"Oke silakan kalau kamu bisa. Keberangkatan besok pagi. Aku sudah atur sejak jauh-jauh hari," jelas Juan tersenyum penuh kemenangan.

"Mas, kenapa tidak kau atur keberangkatan hari sabtu atau minggu saja. Tak bisakah ditunda saja keberangkatannya,"

"Ya engga bisa dong. Kan sudah dibayar. Bisa rugi kalau sampai ditunda keberangkatannya."

Naya menatap geram suaminya yang menetapkan keputusan tanpa diskusi sebelumnya.

"Baik aku akan tetap mengantar Shaka. Aku akan ambil cuti satu hari demi Shaka."

Baru saja Naya selesai berucap, ponselnya berdering.

Dreeeet

Dreeeet

Nama atasannya memekik minta segera dijawab. Naya menekan tombol hijau,

"Assalamualaikum, hallo pak!"

"Naya malam ini kamu harus segera temani saya ke Bali. Ada peletakan batu pertama perusahaan cabang. Besok pagi harus sampai ke Bali!"

"Tapi pak!"

"Tidak ada tapi-tapian. Ini wajib datang. Termasuk beberapa kepala bagian akan ikut serta. Malam ini pukul 20.00 jangan lupa ditunggu di kantor, kita berangkat bareng ke bandara!"

"Kenapa harus mendadak sih pak?" protes Naya dengan kecewa.

"Ini tidak mendadak. Saat rapat saya sudah umumkan hal ini. Mungkin kamu lupa."

Aaaarrrgh

1
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
selesai juga akhirnya.
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
pacarku kini jadi suami kakakku"kumenagiss membayangkan
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
cuma Arisa dong yang jomblo /Facepalm/
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
tambahin ayam, bawang goreng,kaldu dan yang lainnya, enak kok😂
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
klo jadi ibu yang baik, biarkan Shaka idup enak,km kn gak punya apa2, Naya /Facepalm/
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
klo bener itu ,bisa merusak mental anak
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
kebanyakan begitu ulah tentangga Thor😂
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
c Naya pun sama durhakim.. kerumah orang tua sewaktu ada masalah aja
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
yang blm nikah,kasih nasihat pernikahan /Facepalm/
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
segampang itu menemukan jodoh
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
orang GK bersukur dan kurang kerjaan.udah punya kerjaan, sibuk dengan hal gitu
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
apakah itu petugas dari kepolisian??
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
walaupun pun cacat,toh udah terjadi buat apa jadi permasalahan lagi
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
ih Juan aneh , tidak mungkin seorang dokter tidak bilang kepada kedua orang tua c bayi KLO pun ada masalah.Lah ini masa surat2 nya baru tau
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
emang SUdah bisa ketahuan yaa.. padahal kan mata anak memang belum respon KLO blm beberapa bulan.Apalagi ini kan prematur
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
ihh gk suka sama sikap Dikara.Waalupun kamu tidak suka dengan mara , jangan sakiti dia dengan melamar kakaknya.Lagian punya hati gampang banget pindah haluan.semuanya pimplan ih.kecuali pertama kenal n dekat dengan kakaknya duluan, setidaknya mereka temenan kek.
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
KLO didunia nyata ini terjadi, setelah bikin adeknya sakit hati , kemudian datang kerumah kasih kejutan untuk kakaknya bisa2 perang, dan otomatis di usir.Dika lebih baik tunggu keadaan baik dulu..
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
cara ngomong km kurang tepat deh , apalagi posisinya km yang jadi pilihan kara selanjutnya.Harusnya ku jujur dulu sama ibu km,KLO -klo kara itu pilih km.
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
siapa pun dibohongi GK mau lah.gk menyalahkan Amara juga,pura² miskin gapapa,lahh ini duda
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋𝚠 𝐀⃝🥀
enggak 008 aja thor,biar langsung terbang 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!