NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.

Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.

Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Istri King Cobra

Pagi ini Rival sibuk mengarahkan anggota nya untuk demo kegiatan.

"Abang demo Taekwondo atau Tarung Derajat?" tanya Zein.

"Apa saja lah" ucap Rival malas.

"Azizah mulai lagi kah bang?" tanya Zein melihat raut wajah jengkel di wajah Rival.

"Hmm..dia mulai cari perhatian. Nggak ada kapoknya dia"

"Shila cemburuan nggak bang??" selidik Zein.

"Sama saja, sewajarnya kecemburuan istri. Dulu Yara langsung frontal, kalau Shila diam.. tapi sekalinya marah hancur lah Abang" jawab Rival dengan senyum gentle nya.

---------

Azizah tersenyum licik di dalam ruang rapat karena ia tidak melihat batang hidung Rival sama sekali. Ia ingat betul saat bapak dua anak itu 'menganiaya' dirinya di rumah sakit.

"Sayang kelakuanmu tidak sebanding dengan wajah cantikmu" sapa Oka mengagetkan Azizah.

"Pak Oka!! Apa maksud Pak Oka?"

"Cerita tentang mu sudah sampai di telinga saya. Jangan harap kamu bisa mengganggu rumah tangga Pak Rival lagi!!" tegas Oka.

"Pak Rival sudah menikah lagi????" tanya Azizah tak percaya.

"Kenapa?? Kamu mau jadi pelakor??" sinis Oka.

"Om Oka.. bisa ikut saya sebentar!" Shila membuyarkan ketegangan di antara Oka dan Azizah.

Shila menatap tajam wajah Azizah. Agaknya tadi Shila mendengar pembicaraan Azizah dan Oka di ruangan.

"Siap Bu Danki" Oka membuka jalan mempersilahkan istri seniornya berjalan lebih dulu.

---------

"Sayang.. kamu bawa pesanan Abang?" tanya Rival yang menoleh mengira yang masuk ke ruangan nya adalah Shila istrinya.

"Kamu??????" Rival kesal melihat yang masuk ke dalam ruangannya adalah Azizah.

"Pak Rival tidak mau ikut rapat, terpaksa saya yang antar kesini" kata Azizah melangkah maju ke hadapan Rival. Jarak mereka sangat dekat.

"Jaga etika mu!!!!"

"Kenapa? Pak Rival takut ibu Danki yang baru akan marah?" ledek Azizah semakin mendekati Rival.

Tak lama pintu ruangan terbuka, Azizah yang berdiri membelakangi Shila membuat istri Rival itu salah paham. Ia kaget melihat suaminya dekat dengan wanita lain di dalam satu ruangan.

"Abaaangg!!!!" pekik Shila kesal. Ia membanting makan siang yang di minta Rival tadi dan berlari pulang dengan cepat.

"Dek!!!!" Rival menyusul Shila secepatnya.

"Tangani wanita yang ada di ruangan saya!!!!" perintah Rival pada Oka.

"Siap bang" jawabnya meskipun bingung siapa wanita yang di maksud Rival. Oka berjalan ke ruangan Danki A melihat Azizah duduk di kursi Rival dengan santai.

Oka jengkel sekali melihat wanita yang sangat membuatnya penasaran dalam cerita dan kali ini ia melihatnya secara langsung.

"Gadis yang pemberani" Oka bertepuk tangan lalu mengunci rapat pintu ruangan itu.

"Masuk sarang harimau berarti harus mau luka karena gigitan harimau" seringai Oka.

--------

"Dek..buka pintunya sayang!! Itu nggak seperti yang kamu lihat" Rival membujuk Shila yang mengunci diri dalam kamar.

Tidak ada jawaban dari Shila karena memang istrinya itu tidak sebrutal Yara kalau marah, tapi pasti kemarahan wanita pendiam akan lebih ganas untuk di rasakan.

Rival merosot di dinding kamar. Ponsel Rival bergetar, Rival melihat kondisi cctv yang di kirim Oka ke ponsel Rival.

Ingin rasanya kubunuh Azizah itu agar tidak ada wanita rusak seperti dia di dunia ini. Dulu Yara kacau balau karena Azizah. Sekarang jangan harap dia bisa menjangkau Shila dariku.

Sampai malam tiba, Shila tetap tidak keluar dari dalam kamar.

--------

Selama beberapa hari Shila tidak berbicara dengan Rival, tapi Shila melakukan semua pekerjaan rumah tangga dengan rapi, namun setiap Rival pulang.. Shila akan memilih masuk ke dalam kamar.

"Dek, mau sampai kapan marah sama Abang?" tanya Rival yang mulai tidak tahan, hampir satu minggu Shila betah menghukum Rival dan itu rasanya sangat berat untuk nya.

"Ya Allah.. Abang harus apa biar kamu nggak marah lagi. Abang dobrak pintunya kalau kamu nggak buka pintu" kesal Rival yang mulai hilang kesabaran.

"Dobrak saja bang, Abang yang akan susah sendiri kalau kamar ini tanpa pintu" jawab Shila.

"Astaga..." kesal Rival menjadi-jadi. Ia pun kembali ke Batalyon.

***

Para anggota bersiap untuk demo keahlian Tarung Derajat, Taekwondo dan Karate. Rival memilih kelompok Taekwondo.

Pikiran Rival tidak fokus karena ia memikirkan Shila. Kesal, bingung, cemas, rindu tak tertahan bercampur menjadi satu.

Demo pun di mulai, Rival meluapkan perasaan nya pada tiap gerakan dan demo melawan beberapa anggota. Decak kagum anggota melihat Danki mereka yang gagah.

Tak lama untuk melihat 'pertarungan' tentara wanita. Azizah keluar mewakili demo itu. Rival malas melihatnya hingga pertarungan itu pun selesai. Saat Rival akan meninggalkan tempat, panitia menghentikan langkah Rival.

"Kapten Rivaldi.. tunggu dulu" ucap panitia di tengah lapangan. Rival menoleh heran mendengar namanya di sebut.

"Jika ada yang menantang seorang Kapten, apakah di terima atau di tolak?" Sifat Rival yang pantang menyerah tentu saja akan membuatnya menerima tantangan itu.

"Saya terima" ucapnya tegas.

Para anggota dan keluarga pun riuh bersorak. Mereka mengira lawan Danki adalah seorang anggota, bahkan Rival sempat bersuudzon bahwa Gandhi menantang nya, tak di sangka yang muncul di hadapan Rival adalah Shila istrinya.

"Apa-apaan ini dek. Kalau kamu marah sama Abang nanti kita selesaikan. Jangan begini caranya" Ucap Rival lirih dalam keterkejutan nya.

Panitia sudah mengarahkan aba-aba agar 'duel suami istri' itu segera di mulai.

Rival tak berkutik ternyata Shila bisa taekwondo. Ia menghajar Rival habis-habisan tapi suaminya itu tidak melawan sedikit pun. Tongkat kayu yang menghantam lengan Rival pun tidak Danki A itu hindari. Biarpun Shila membantingnya hingga punggungnya terkilir.

"Sakit tidak bang?" tanya Shila sinis dan dingin.

"Kalau yang banting kamu, Abang pasrah donk sayang. Ujung ujungnya juga Abang yang selesaikan" Riuh para anggota melihat Danki masih terkapar tidak melawan. Bagaimana mau melawan kalau musuhnya adalah istri tercinta Danki.

"Tidak ada toleransi. Shila jengkel sama Abang" kesal Shila yang langsung mengeluarkan jurus merajuk. Rival gelagapan melihat Shila menangis di lapangan. Rival berusaha menenangkan Shila. Oka segera meledeknya untuk mencairkan suasana.

"Waaahhh.. Danki kelewatan. Sampai nangis ibu Dankinya" Para anggota pun tertawa.

"Dek.. please..mau di taruh mana muka Abang. Mereka pasti mengira Abang menyakitimu" bujuk Rival.

"Memang khan Abang menyakiti Shila" kesal Shila.

"Sudah...Abang yang salah..maaf ya sayang" ucapnya mengalah. Rival memeluk Shila agar istri nya tenang.

-------

Shila duduk bersandar di ruang pengurus. Rival mengambilkan minum untuk Shila.

"Kenapa kamu? Tadi bisa nyerang Abang seperti singa lapar, sekarang lemas begini seperti kalah perang" gerutu Rival tapi tangannya membelai kepala Shila. Shila terus meremas perutnya.

"Aduuuhh bang, rasanya sakit.. sepertinya Shila mau haid"

"Mau mas carikan apa biar reda sakitnya?" tanya Rival yang mengira Shila marah belakangan ini karena PMS.

.

.

1
Hanna Han
maaf Thor,mungkin perasaan saya aja,knp dari awal menikah saya kurang suka dg sikap shila,sebelum menikah dia tau gimana keadaan hati rival,sharusnya stelah menikah dia bantu rival ksih semangat ksih pengertian gimana caranya move on pelan2 dari Yara, bukannya mlah lngsung egois sendiri meminta untuk jd satu2nya,sma aja menabur sendiri garam di atas lukanya..hadeehh
NaraY_Kamanatha: maaf ya kak. Nara hanya menyampaikan isi hati manusia tidak ingin di duakan.
total 1 replies
Diah ayu yudisthira❤
Sama kayak aku dulu waktu masih umur 4 bulan udah di tinggal papa satgas ke lebanon huhuhu semangat terus buat anak kolong😭
Diah ayu yudisthira❤
Timika wahhh tempat calon suami aku satgas dong😭
Al Fatih
karyamu tidak pernah gagal bikin qta mewek,, qta tertawa...,, keren slalu...
Al Fatih
aq tak tenang setelah mama Yara meninggal,, langsung lanjut kesini....
Novi Jahan
sangat"bgus ceritanya
Ony Syahroni
aduh thor sedih banget akubacanya seolah2 nyata thor, trmksh mudah2 author sll dlm lindungan Allah, sehat sll utkmu dan kel, aku tunggu karya berikutmu thor dan semangat
Ony Syahroni
sedih banget thor, kasih kebahagian thor, lanjut
Ony Syahroni
banyak banget cobaannya thor yg penting hapy ending ya thor
Ony Syahroni
kasian Rivan da Silla, mudah2an Silla bisa melihat lg thor dan kasih kebahagian utk kelnya thor
Ony Syahroni
Biasa
Ony Syahroni
Lumayan
cocoms
bagus
an
bagus
Nitha Nya Oedin
👍
BeQty
Luar biasa
@yra
gesrek" numbuk padi
Aquamarin
dadaku sakit
Diah Darmawati
nyeseg mbk Naraaaaa😭😭😭
||shaza||{*💮*}
untuk author terkasih terimakasih atas segala kerja kerasnya telah membuat karya yang begitu membuka mata hati pembaca tentang apa arti dari pernikahan untuk saling menerima apapun keadaan pasangan masing-masing dan slalu menuntun dlm ketakwaannya 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!