NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Perasaan apa ini?

Leon keluar dari gedung apartemen milik Adrian dengan perasaan kalut dan kecewa, pria itu tetap berjalan dengan angkuh, ia menghampiri mobil dengan tergesa gesa, diikuti Tama yang juga sudah siap untuk membukakan pintu untuk sang majikan.

Namun kali ini Leon justru berjalan ke arah pintu depan mobil, membukanya lalu duduk di belakang kemudi. Buru buru Tama menghampiri dan mengetuk kaca mobil Leon, karena suara mesin yang dinyalakan sudah terdengar.

"Eh Tuan, anda mau kemana? Biar saya saja yang mengemudi." Tama amat kawatir melihat keadaan majikannya. Ia tahu persis apa yang tengah dirasakan oleh pria itu saat ini dan kalau membiarkan Leon pergi sendiri adalah sebuah pilihan yang sangat berbahaya.

"Pulanglah! aku ingin pergi sendiri," jawab Leon ketus, tanpa melirik sedikitpun.

"Tidak baik mengemudi dalam keadaan seperti ini Tuan, tolong katakan saja kemana Tuan ingin pergi, akan saya antar dan ____"

Tama masih bersikukuh untuk tidak membiarkan Leon mengendarai kendaraan sendiri tetapi belum sempat Tama selesai berbicara Leon sudah melesat, meninggalkan Tama.

Lima belas detik kemudian Leon sudah meninggalkan komplek apartemen. Ia menginjak pedal gas lebih dalam dan menyalip beberapa kendaraan dengan brutal. Leon mengemudi dengan kecepatan dan ugal-ugalan, jalanan pun yang mulai sepi karena sudah larut malam, lelaki itu semakin gila dengan aksi ngebutnya dan menjadi penguasa jalanan. Siapapun tidak akan tahu bahwa si pengemudi tengah di landa pilu. Seperti peluru yang di tembakan, mobil yang dikemudikan Leon melesat, membelah jalanan.

*****

Sebuah mobil datang dan lampu mobil itu menyorot Leon yang kini sedang memandang ke arah laut lepas di tengah kegelapan malam, sebelah tangannya berpegangan pada pagar pembatas dan sebelah lagi digunakannya untuk menghisap sebatang rokok.

Jadi setelah bertemu Ivanka tadi, Leon mengarahkan mobilnya pada salah satu dermaga sepi, yang memang kerap menjadi pelariannya dikala jenuh. Berbeda dengan biasanya, ia tak ingin melepas penat di club atau tempat bising lainnya. Ia hanya ingin merasakan ketenangan yang sejujurnya hampir tak mungkin ia dapatkan selagi Ivanka masih belum mau kembali dengannya. Dan lagi lagi batinnya ingin memberontak, mengingat ia telah gagal membawa kembali Ivanka.

Adam hanya bisa geleng geleng kepala saat menyaksikan seorang Leon Maleva yang kini nampak frustasi dan berantakan.

Ia menghampiri Leon, lalu menepuk pundak pria itu. Leon menoleh dan mendapati Adam yang kini ikut berdiri di samping nya.

Adam mungkin satu satunya orang yang bisa ia ajak untuk bertukar pikiran. Leon sempat menelepon pria itu saat mengemudi, dan alhasil dua orang pria itu kini berbincang garing ditemani deburan ombak.

"Hei bro, kau terlihat buruk," seru Adam. Leon tak menjawab perkataan sahabatnya itu. Tapi tanpa perlu basa basi pun Adam sudah tahu apa yang terjadi. Tapi tak lama kemudian Leon akhirnya mau bicara juga.

"Hey, kau temanku bukan?" tanya Leon, dengan nada yg terdengar mengejek.

"Apa?" Adam bertanya balik, tak mengerti.

"Bisakah kau memukulku sekarang juga? Aku ingin memastikan apa aku sedang bermimpi sekarang." Adam memutar pandangan, merasa apa yang dikatakan Leon sangat konyol.

"Jadi, kau ingin membuat seolah kita bertengkar, dan kau bunuh diri. Baik dengan senang hati kawan," ujar Adam, dengan nada yang datar. Leon tertawa sinis, tertawa yang sangat dipaksakan. Adam menarik tangannya ke belakang, lalu dengan sekuat tenaga di hentakannya tangan itu tepat ke arah wajah Leon, lalu ...

*Bugh*

Leon hampir saja tersungkur, lalu memegangi rahangnya yang sakit terkena pukulan.

"Bagaimana bro, masih ingin lagi?" Adam mengangkat kedua alisnya, sambil menunjukan kepalan tinju lagi.

"Sudah cukup, sepertinya kau sangat antusias untuk menghajarku. Arkkhhh." Leon meringis.

Leon kembali bersandar pada pagar pembatas, lalu menatap langit yang gelap.

"Apa aku sudah terlihat seperti orang frustasi sekarang?" tanya Leon.

"Sangat! Aku bisa memastikan semua orang di club akan menertawakan keadaanmu saat ini. Mengingat betapa baji*ngannya kau disana," tegas Adam.

Sebuah kejujuran yang membuat Leon merasa lucu dan miris. Adam benar, betapa baji*ngannya ia jika mengingat apa yang telah dilakukannya pada Ivanka.

"Tapi kau seorang Leon, Leon Maleva. Semua orang tahu siapa dirimu. Jadi berhentilah meratapi nasib, breng*sek! Kembalilah jadi baji*ngan jika kau ingin mendapatkan gadismu kembali," tambah Adam lagi.

Leon nampak diam sejenak dan mulai berfikir. Adam benar, kenapa harus mengalah. Cinta adalah sebuah perjuangan, pepatah mengatakan semua adil dalam cinta dan perang. Yang artinya, apapun bisa dilakukannya.

"Kau benar, ini hanya soal waktu. Aku bersumpah akan membawanya kembali dengan caraku sendiri." sahut Leon semangat.

Malam panjang untuk sepasang pria keren yang kini mengepulkan asap rokok bersamaan. Setidaknya semangat Leon untuk membawa Ivanka pulang mulai tersulut.

*****

Ivanka menarik nafas panjang dan merebahkan tubuhnya di sofa. Matanya terpejam tapi raganya masih sadar. Ia membenci pria itu, tapi juga merasa senang bisa melihatnya setelah beberapa hari tak bertemu. Batinnya beradu antara rindu dan benci.

Adrian mengikuti Ivanka dan duduk di samping gadis itu. Ia meraih tangan gadisnya, dan membuat Ivanka membuka mata, ia menoleh dan pandangan mereka saling beradu. Ada getaran yang saling terkait diantara mereka, namun sayangnya getaran itu tak lagi sebesar dulu.

Ivanka harus mengakui bahwa Adrian adalah pria yang baik dari segi manapun, selalu bisa diandalkan dan bisa menjaganya. Tapi kini hubungan mereka begitu rapuh. Ia sendiri tak bisa menemukan alasan, kenapa ia mencintai seseorang yang juga dibencinya.

"Terima kasih cinta," seru Adrian, sembari mengecup punggung tangan Ivanka. Ia bisa merasakan aroma kulitnya yang memikat dan lembut, memabukan. Sebuah godaan yang lumayan besar.

"Terima kasih untuk apa kak?" tanya Ivanka nampak tak mengerti.

"Terima kasih karena sudah memilihku, terima kasih karena sudah memilih berada disini. Aku begitu takut kehilanganmu lagi cinta." ucap Adrian sambil tersenyum.

Ivanka memalingkan wajah namun Adrian malah memegangi pipi Ivanka dengan satu tangan, memaksanya untuk kembali menatap serpihan rindu diantara sepasang bola matanya.

Ivanka menunduk, merasa salah tingkah, namun Adrian justru mengangkat dagu gadis itu, membuatnya mendongak dan bisa melihat setiap detail garis wajah si cinta, yang kini kian dewasa dan semakin cantik.

Jantungnya kian berdegup kencang tatkala ia memejamkan mata dan mulai mendekat, sudah lama mereka tak berada dalam posisi seperti ini, nafasnya mulai memburu dan tak beraturan, Adrian berusaha memutus jarak diantara keduanya, hidung mereka saling bersentuhan dan keduanya saling bertemu dalam satu ciuman yang sepersekian detik lagi harusnya terwujud, tapi sayangnya ...

"Kak, kak," Ivanka menepuk bahu Adrian yang duduk di sampingnya.

Adrian mendadak tersadar dan melihat Ivanka yang menatapnya dengan rasa aneh.

"Kamu kenapa kak?" Ivanka bertanya namun Adrian, jadi linglung.

"Apa apaan ini? jadi ... aku hanya berkhayal. Dan cinta malah membuyarkan lamunanku saat nyaris bibir kami saling bertemu. Sial!" batin Adrian.

"Kak, apa kamu melamun karena aku membuat masalah?" tanya Ivanka.

Adrian hanya tersenyum dan mengacak rambut gadis itu.

"Maafin aku kak, karena aku kakak harus terlibat dengan semua ini. Tapi aku takut, dengan siapa lagi aku harus bergantung sekarang." seru Ivanka dengan muka sedih dan akhirnya tertunduk.

"Sudahlah, jangan lagi berpikir hal yang tidak penting.

Dengar! aku akan melindungimu. Bagaimanapun caranya si brengsek itu tidak akan pernah bisa membawamu pergi." ucap Adrian dengan penekanan.

Ingin sekali Adrian berkata bahwa ia mencintainya, ingin memilikinya, dan menghabiskan sisa seumur hidup dengannya.

Tapi mendadak nyalinya ciut mengingat perkataan Ivanka yang mencintai Leon. Biarlah untuk kali ini saja Adrian memendam semua ini. Paling tidak selama Ivanka masih berada di sampingnya masih ada kesempatan Adrian masih bisa membuatnya jatuh cinta sekali lagi.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa untuk memberikan like, komentar dan vote setelah selesai membaca.

Bagi kamu yang belum menekan tombol favorit ❤️ di tekan dulu supaya pembaca dapat pemberitahuan mengenai jadwal up novel ini.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!