Kisah dari imajinasi Author sendiri tidak ada sangkut paut nya dengan kisah hidup author kecuali nama2 pemeran dari tiap individu.
Karya ini asli buatan Ayu Apriyani, dan bukan plagiat atau pun hasil ciplak.
Jika ada kesamaan tempat dan nama murni hanya kebetulan saja.
Jika bersedia baca silahkan
terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan Apa
Bel pulang sekolah pun akhir nya berbunyi juga, aku sangat lelah hari ini semua kelas terisi, sungguh menguras otak.
"Sayang aku antar pulang ya! "ajak Ayub.
"Ayub jangan pake sayang di sekolah dong kan malu kalau kedengeran, "sahut ku berbisik pada nya.
"Kenapa harus malu sih, tapi okelah ayo kita pulang, "ajak nya lagi.
"Ya sabar kan masih beresin buku dulu, "sahut ku.
"Sini ku bantu, "kata nya lagi sambil membantu ku membereskan buku-buku ku.
"Terimakasih, "sahut ku lagi dengan di iringi senyum manis dari ku.
****
Kami menyempatkan diri untuk mengelilingi taman, dan tak lupa aku yang mengendarai motor nya.
Sebelum nya ada rasa tidak nyaman saat dia memeluk ku, tapi kali ini tidak masalah bagiku, dia memeluk ku dari belakang sambil mengarah kan step by step cara mengemudi motor.
Aku bahagia hari ini, ya mereka berbeda Ishak selalu membuat ku emosi dan kehilangan selera, berbeda dengan Ayub yang selalu membuat ku tersenyum dengan tingkah konyol nya.
Saat kami merasa puas berkeliling, Ayub pun mengantar ku pulang ke rumah.
"Terimakasih sudah mengantar ku pulang, "kata ku.
"Kau tak perlu berterima kasih Yu, aku pacar mu, kekasih mu sekarang jadi aku wajib mengantar mu sampai ke tujuan nona ku, "sahut Ayub dengan senyum nya.
"Emm baiklah aku lupa tentang itu, tapi aku mau berterima kasih untuk hari ini, "kata ku lagi.
"Tunggu, lupa! lupa apa maksud mu, lupa kalau aku ini sudah jadi kekasih mu begitu? "tanya Ayub dengan wajah serius nya.
"I itu ma maaf aku benar-benar lupa hehe, tapi janji besok tidak akan lupa lagi, suer, "sahut ku sambil menunjukkan dua jari ku di hadapan nya.
"Kau ini sungguh gadis unik, baiklah aku akan ingat kata-kata mu jika kau lupa siapa aku lagi maka aku akan mencium mu, tak peduli di mana pun mengerti, "kata nya sedikit tersenyum.
"Okey, sudah sana pergi, "sahut ku meminta nya pergi.
"Kau mengusir ku, apa kau tidak ingin mengajak ku masuk ya, "kata nya lagi.
"Apa yang ingin kau lakukan di dalam, sudah sana pulang gih kita bertemu di sekolah saja, sana pergi, "kata ku sambil mendorong tubuh nya ke arah motor nya.
"Iya-iya baru juga jadian sudah di usir saja, sayang kiss dulu,"sahut Ayub saat dia kembali berbalik.
"Kiss-kiss pala mu, sudah sana pergi, mau aku teriakin satpam kau, "kata ku mengancam.
"Iih bawel nya, Cup, yey dapet, see you baby, "kata nya setelah mengecup bibirku lalu melajukan kendaraan nya dengan senyum nakal nya.
"Awas kau ya, tunggu saja besok aku akan membalas mu, "sahut ku dengan kesal.
Aku pun memasuki rumah ku dengan langkah kaki ku yang penuh dengan rasa bahagia entah lah aku akan selalu merasa bahagia jika menghabiskan waktu bersama Ayub.
"Eh non Ayu, kayak nya lagi bahagia ya? "tanya bik Lia.
"Bibi bisa saja, iya bik aku lagi seneng bibi oh ya bik, lagi masak apa wangi sekali? "tanya ku.
"Oh ini non, tuan minta bibi masak banyak kata nya akan ada tamu yang mau makan malam bersama non, "sahut bik Lia.
"Oh ada tamu lagi ya, ya sudah aku ke atas dulu ya bik, "sahut ku.
"Iya non, "balas bik Lia.
*****
Tepat pukul 7 malam tamu yang di maksud ternyata sudah datang, Aku menuruni anak tangga menuju ke ruang makan, tamu Papa masih berada di ruang tamu, aku tak mau ambil pusing siapa tamu nya kan tidak ada hubungan nya dengan ku, pikir ku saat itu.
Dorr___"Lompat lompat lompat eh lompat, "latah ku kambuh saat seseorang menggetkan ku dari belakang.
Aku berbalik melihat orang yang berani mengagetkan ku.
"Kakakkkkk, kalau aku jantungan gimana hah, "teriak ku ke kak Cin yang mengagetkan ku.
"Adek sejak kapan kau latah hah, buahahahaha, lucu adek, "sahut kak Cin sengan gelak tawa nya.
"Kakakkkk, aku membenci mu, "kata ku lagi.
"Ekhemm, kalian berdua berisik sekali, Papa lagi ada tamu, "sahut kak Ali yang baru pulang entah dari mana.
"Eh iya aku lupa, ini nih kak Cin yang berisik, "sahut ku membela diri.
"Idih yang teriak kan adek, bukan kakak, "sahut kak Cin.
"Ya tuhan apa salah dan dosa ku memiliki adek seperti mereka, "guman kak Ali namun masih bisa kami dengar.
"APA!! Sahut kami berdua.
"Kakak tega mengatai adek nya, "sahut kak Cin.
"Kakakk aku adek yang baik kok kak, kak Cin saja yg usil, "sahut ku lagi.
"Iya-iya kakak mau mandi dulu, tamu Papa kayak nya ada cewe tuh, "sahut kak Ali.
Seketika kak Cin pergi mengintip tamu Papa yang di maksud oleh kak Ali.
"Eh kak Cin ngapain? "tanya ku.
"Mau lihat cewe nya cantik apa enggak, "sahut kak Cin samb celingak celinguk.
"Halah cewe saja cepat tanggap, kak Cin aku cewe loh jangan sering mainin cewe nanti karma nya ke aku kakak, "sahut ku agak kesal.
"Iiih Adek kok ngomong nya gitu sih, kakak tidak pernah mainin cewe, kamu tuh ya ngomong asal jeplak saja, "balas kak Cin tak kalah kesal.
"Kamu tau tidak omongan itu adalah do'a, jangan ngomong sembarangan lagi adek kakak tidak akan kena karma kakak ngerti,"sahut kak Cin sambil memeluk ku.
"Iya kakak maafin Ayu, Ayu kan cuma bercanda Ayu tau kakak sering di porotin sama cewek-cewek di luar sana, hehe, "sahut ku lagi.
"Ya dia ngeledek, sini kamu kakak tarik hidung mu, "kata nya sambil mengejar ku karen aku sudah lebih dulu berlari meninggalkan kak Cin di sana.
Buuakkk... Karena ke asikan berlari aku menabrak seorang gadis yang seumuran dengan kedua kakak ku.
Aku melihat nya, "Wah cantik siapa ya, "batin ku berucap.
"Ayu minta maaf ke Mira, "sahut Papa.
"Oh kak Mira maaf Ayu tidak sengaja, Ayu minta maaf, "sahut ku.
"Ayu ya, kita kenalan dengan resmi dulu, "sahut nya sambil menjulurkan tangan nya.
Aku pun membalas uluran tangan nya.
"Ayu, "kata ku.
"Mira, "balas nya.
"Opss, "Kak Cin langsung menghentikan langkah nya saat itu ketika melihat kak Mira.
"Mira apa yang di lakukan di sini, "Tursin membatin.
"Cin kenapa dia di sini, "Mira pun membatin.
Aku melihat arah pandangan mereka, mereka saling menatap, seperti sudah saling mengenal, namun seperti nya ada tembok pemisah di antara mereka.
"Kakak!! Kakak!! "panggil ku ke kak Tursin.
Bersambung...
Hayyo ada apa dengan Tursin dan Mira dan apa tujuan kedatangan Mira dan keluarga nya ke kediaman Ahmad.
Ga kirim surat ijin
salam PPM ☺
jaga kesehatan ya thor
mari saling dukung dari CEO EDAN TAPI TAMPAN☺️
saling dukung y
Oh iya jangan lupa mampir juga dikaryaku yaa, udh up nihh wkwkwk 🤗🌻
Sukses selalu buat thornyaa! Semangat! 💖💖💖
like blk karyaku
cinta rasa covid-19
the Thunder's love