NovelToon NovelToon
The Finisher

The Finisher

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dendam Kesumat / Misteri / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vardan alzumi

Budi, seorang CEO yang dikenal ramah dan sopan, harus menghadapi kenyataan pahit ketika putri kecilnya menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh seorang predator anak. Tragedi ini mengubah Budi sepenuhnya. Di tengah keputusasaannya, muncul seseorang yang menyebut dirinya Jack the Finisher menawarkan bantuan untuk menculik pelaku kejahatan yang telah merenggut nyawa putrinya. Meskipun diliputi keraguan, Budi akhirnya menyetujui tawaran tersebut. Sejak saat itu, Budi memulai perjalanan kelamnya, berubah dari seorang ayah yang berduka menjadi predator bagi para psikopat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vardan alzumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sebuah letusan kembali mengguncang ruangan, memuntahkan sebutir peluru yang membelah udara. Beberapa pasang mata hanya bisa terpaku mengikuti arah peluru itu melesat.

Raut wajah Budi yang dipenuhi amarah dan keputusasaan seolah tak lagi peduli jika peluru itu akan menembus kepala seseorang. Ia sudah muak, lelah, dan ingin mengakhiri semua ini secepatnya.

Peluru itu terus melaju hingga akhirnya menembus dahi Ratna, dan darah pun menyembur membasahi tembok di belakangnya.

"Tidaaaakkk....." teriak Ryan histeris, syok melihat kepala adiknya terkulai lemas dalam genangan darah. "Kalian memang bajingan! Aku tak terima keadaan ini...!!" raung Ryan kembali, suaranya pecah oleh amarah dan kepedihan.

Budi tersadar. Tangannya gemetar hebat. Tatapannya tiba-tiba kosong, wajahnya pucat pasi. "A..a..aku telah membunuh..." ucap Budi lemah dan terbata-bata. Tanpa sadar, tubuhnya jatuh terkulai dan bersandar di tembok.

Matanya yang sayu dan penuh kesedihan menatap tangannya sendiri yang masih menggenggam pistol. Lalu, karena jari-jarinya melemas, pistol itu terjatuh ke lantai dengan bunyi yang memekakkan telinga. Tak lama, air mata Budi mengalir deras. Ia menelungkupkan wajahnya, menyembunyikan kepedihan yang tak tertahankan.

Jack mendekati Budi dan meraih pistol itu. Dalam hatinya, ia berkata, "Saat metamorfosismu telah tiba, Tuan Haryanto. Aku sudah tua, sudah waktunya estafet The Finisher akan jatuh ke tanganmu. Bersiaplah...!!"

Lalu, Jack menghampiri Ryan. Sepasang mata Ryan yang menyala-nyala karena tak terima atas kematian adiknya menyambut kedatangan The Finisher.

"Kau telah membunuh ibuku! Aku sudah memberitahu lokasi sebenarnya! Tapi kalian masih membunuh adikku! Bajingan kau... cuihhh...!!" bentak Ryan sambil meludahi wajah Jack yang tertutup topeng wayang.

Jack menyeka ludah itu dengan tenang, lalu berkata, "Adikmu pantas mendapatkannya. Lalu, ibumu memang tidak mengetahui ini semua. Tapi seharusnya kau berterima kasih padaku, Ryan. Bayangkan bila ibumu mengetahui siapa kau, lalu juga apa yang sudah diperbuat adik yang juga istrimu, dan jelas juga hubungan terlarangmu itu. Kira-kira apa yang terjadi bila ibumu masih hidup sekarang?"

Ryan terdiam, tak mampu menjawab.

"Hmm... katakanlah, Ryan... kau tidak bisa menjawab? Aku hanya memperingan penderitaannya. Ia tak perlu mengetahui ini semua. Benar kan, Ryan?" tanya Jack dengan nada sinis.

Lagi-lagi Ryan terdiam, kemudian menundukkan kepalanya. Sejenak kemudian, ia kembali mendongak. "Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Ryan dengan suara lemah.

"Ya, Ryan. Apa yang terjadi di sini sudah selesai," jawab Jack singkat.

"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Sekarang giliranku, bukan?" tanya Ryan pasrah.

"Ya, Ryan. Sekarang giliranmu. Apa kau sudah siap?" tanya Jack.

"Ya... aku sudah siap," jawab Ryan lirih.

"Selamat tinggal, Ryan..." ucap Jack dingin.

DORRRR.....

Tubuh Budi yang masih menelungkup bergetar kaget mendengar suara tembakan terakhir, lalu kembali diam membisu. Sementara Ryan telah mengakhiri penderitaannya dengan peluru di kepala dan tubuh yang mengenaskan.

The Finisher menyarungkan pistolnya, lalu kembali menghampiri Budi. "Bangunlah, Tuan Haryanto. Kasus ini belum selesai. Ikutlah aku ke kuburan anak-anak itu. Di sana kita akan mendapatkan informasi yang banyak. Dan informasi itu bisa kau gunakan untuk membalas dendam..."

"CUKUP.....!!" Tiba-tiba Budi bangkit dan membentak Jack dengan nada penuh amarah dan keputusasaan. "Aku tak akan mengikutimu lagi, Jack! Urusanku denganmu sudah selesai! Sekarang, silakan angkat kaki dari sini! Aku sudah muak dengan ini semua...!!"

The Finisher menghela napas panjang. Rencananya tampaknya tidak berjalan sesuai keinginannya. Namun, ia yakin suatu saat Budi pasti akan mencari dirinya.

"Baiklah, Tuan Haryanto. Aku akan pergi. Tapi ingat ini baik-baik. Kau bukanlah satu-satunya korban dari kebiadaban sindikat ini. Camkan itu di hatimu, Tuan Haryanto. Sampai jumpa lagi..." ucap Jack dengan nada dingin sebelum berbalik pergi.

Walaupun ada rasa kecewa dalam hatinya, The Finisher yakin hal ini adalah bagian dari metamorfosis yang ia harapkan. Tugasnya sekarang adalah mengumpulkan bukti-bukti yang ada di kuburan massal anak-anak.

Sementara Budi masih terduduk menelungkup, diliputi kesedihan dan syok atas apa yang telah terjadi. Ia tak habis pikir, istrinya sendiri telah menjual anaknya. "Bodoh sekali... mengapa kau lakukan itu, Sayang? Mengapa? Kau sangat tega... Demi dunia, kau jual anakmu...?" Budi berbicara sendiri di antara mayat-mayat yang tergeletak di ruangan itu.

Entah bagaimana ia akan menghadapi hari esok. Rasa sedih, kecewa, dan amarah bercampur aduk dalam hatinya. Ia juga berpikir tentang apa yang akan ia lakukan setelah ini. Ia sudah tak ingin mengurus perusahaannya lagi. Biarlah perusahaannya bangkrut atau mungkin diakuisisi oleh para pemegang saham. Ia sudah tak peduli lagi.

"Aku harus pergi jauh dari sini... Aku tak mau mengingat lagi kejadian ini... Aku harus mempunyai kehidupan baru... dan identitas baru..." gumam Budi dalam hati.

Lalu, ia pun bangkit dan mulai membereskan barang-barang yang perlu dibawa ke dalam koper. Ia juga menyiapkan koper lain untuk menampung uang tunai yang akan ia tarik dari bank, karena ia yakin suatu saat rekeningnya akan diblokir. Tak lama kemudian, suara mobil meraung meninggalkan kediaman Budi. Ia tak akan kembali lagi ke sana. Ia tinggalkan semua bersama kenangannya yang pahit.

Namun, ternyata The Finisher masih berada di sekitar rumah Budi, memantau semuanya. Ia juga akan membereskan apa yang ada di basement bersama anak buahnya. "Mau sejauh apa pun kau pergi, Tuan Haryanto... Aku akan mengetahuinya," gumam Jack dengan senyum misterius di balik topengnya.

1
Rahma Amma
next
Hendri Yani
kapankah karma tuk Juda datang...serem amat
®️ed 🔱hite: makasih B 5 nya. 🙏🙏🙏. sebentar lagi 😊
total 1 replies
Anyelir
Semangat kak, jangan lupa mampir ya
®️ed 🔱hite: thanks
total 1 replies
Sia A
Gilakkkkk/Toasted/
Sia A: Sama-sama, Thor/Sneer//Smile/
total 2 replies
Sia A
Bunuh saja Ryan. Memang pantes
Sia A
Aduh gimana nasib Lastri ya
Sia A
Pedvil yaaaa kau/Skull/
Sia A
Hayo lohhhh, dah di bilang lari/Sweat//Panic/
Sia A
Ohh Ryan namanya/Left Bah!//Skull/
Sia A
waduhh, masuk ke kebun orang nihhh. Run Lastri Runnn/Toasted/
Sia A
Jangan mau lastri/Gosh/
Sia A
Cepet banget dah, udah dianggap adek ajaa/Chuckle/
Sia A
Kasihan... Pasti dia merasa sangat kecewa/Cry/
Sia A
Tipe recording, ya Thor

maaf koreksi dikit
Teteh Lia
karena per bab na, tidak terlalu panjang. maaf kalau saya baca na terlalu cepat. 🙏
Teteh Lia: ya memang, nda tau, Red.
total 8 replies
IHS🇲🇨🇲🇨
lanjut red
IHS🇲🇨🇲🇨
ko jadi novel romance red?
DeZigur
culas amat ni cewe
DeZigur
bner emang musang rawa🤣
DeZigur
ah mentang2 chief 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!