NovelToon NovelToon
MEMAKSA JODOH

MEMAKSA JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:585.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakar

Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!

Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAKUTAN

"Rendi" kata Mila terkejut melihat Rendi yang sudah berhenti tengah malam datang ke cafe.

Saat itu penampilan Rendi terlihat sangat kacau, matanya merah dengan rambut dan baju berantakan berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Ada aura kemarahan, dan putus asa terpancar dalam sorot matanya.

Rendi tertawa "Bagus lu disini Mil" kata Rendi yang terlihat mengetik sesuatu di Handphone miliknya. Seperti mengirim pesan pada seseorang. Tak lama berselang Handphone milik Rendi berbunyi tanda panggilan masuk entah dari siapa, tapi Rendi memilih mengabaikannya.

"Lu mau apa?" kata Mila merasa ketakutan melihat Rendi berjalan perlahan mendekatinya. Langkahnya tak terarah sempoyongan sepertinya dia memang benar-benar mabuk.

"Gue mau merusak sesuatu yang Gilang anggap berharga" Rendi menyeringai menambah kesan mengerikan bagi Mila.

"Maksud lu? Gilang gak ada disini"

"Gue tau" Rendi tersenyum sinis.

"Kalo gitu ngapain lu kesini? Kalo lu ada masalah sama Gilang harusnya lu omongin sama orangnya" ucap Mila, suaranya terdengar bergetar.

Rendi tertawa kembali suaranya menggema diruangan itu membuat bulu kuduk berdiri.

Pikiran Mila berkecamuk, memikirkan kemungkinan apa yang hendak Rendi inginkan dan lakukan. Semoga saja bukan sesuatu yang menjijikan yang sempat terlintas dibenak Mila, ia berusaha bersikap tenang walau jantungnya berdegub kencang karena ketakutan.

"Gilang?" Rendi diam sejenak kemudian melanjutkan, "siapa orang yang buat cafe ini jadi seperti sekarang? itu gue kan, tapi dia dengan dinginnya mecat gue, " katanya sambil menendang kaki meja yang ada disampingnya.

"Itu karna lu salah"

"Salah? " ucap Rendi dengan setengah berteriak.

"Apa karna gue pake uang yang gak seberapa itu? padahal gue dah jelasin kalo gue bakal ganti" ucap Rendi lagi kali ini dia menyapu barang-barang yang ada di meja dengan tangannya sehingga berserakan dilantai.

Rendi Berjalan semakin dekat membuat Mila otomatis berjalan mundur berusaha menjauh hingga badannya menyentuh dinding. Dia menjadi terpojokkan.

"Lu dah gak bisa kemana-mana Mil" Rendi berusaha menyentuh namun Mila berhasil menghindar. Membuat Gilang semakin marah.

Mila berusaha menggapai apapun yang ada didekatnya untuk menghalau Rendi. "Lu mau apa? Jangan macam-macam Ren, Gua bisa laporin lu le polisi biar lu dipenjara sekalian!!" tangan Mila saat ini memegang pulpen dan mengacungkannya layaknya dia memegang sebuah pisau. Mila bukan sedang melawak hanya saja dia terlalu gugup. Tak bisa memikirkan bahwa benda yang ditangannya itu tidak mengancam nyawa.

"Gue gak peduli, gue dah gak punya apa-apa lebih baik gue dipenjara tapi sebelum itu gue pengen Gilang frustasi karna gue bakal ngerusak 2 hal yang berharga baginya, satu Cafe ini dan kedua itu lu "

"Apa maksud lu? kenapa gue"

Mila merasa ketakutan yang luar biasa ketika Rendi menangkap kedua pergelangan tangannya lalu berusaha membaringkannya di lantai. Dia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan genggaman lelaki yang sedang kesetanan itu.

"Ren, lepasin gue, gue mohon" saat itu hanya sebuah permohonan yang keluar dari bibirnya Mila berharap Rendi merasa iba padanya.

"Gue gak akan lepasin lu" tapi bukannya iba dia malah semakin menjadi. Ketika Rendi mendekatkan wajahnya hendak mencium, Mila dengan sekuat tenaganya mengangkat lutut kakinya sehingga mengenai selangkangan Rendi membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.

Genggaman tangan Rendi yang melemah membuat Mila dengan mudah melepaskan diri, berusaha untuk bangkit, namun baru saja hendak berdiri Rendi menjambak rambutnya kemudian menarik sehingga badannya ikut terseret. Lalu rendi dengan begitu kejamnya malah melemparkan tubuh Mila hingga kepala Mila terpentok ujung meja, dan membuat dahinya memar.

"Gilang udah gak mau bantuin gue lagi, dia gak peduli sama gue, usaha gue bangkrut, gue ditipu gue gak punya apa-apa lagi, sekarang dia malah mecat gue, dia udah meremehkan gue" racau Rendi yang berusaha untuk terus menyentuh Mila menarik kemeja yang Mila pakai hingga beberapa kancing terlepas.

Mila menangis, namun dia tak kehilangan harapan, dia masih berusaha untuk menjauh dari Rendi. Tetapi karena ruangannya begitu sempit sehingga dia masih bisa tertangkap.

Ketik hendak menghindar Rendi menarik kemeja Mila dari belakang hingga bajunya terkoyak dan memperlihatkan punggung mulusnya.

"Ya Allah tolong, Gilang lu dimana?" ucap Mila dalam hatinya. Tubuh Mila bergetar karena ketakutan, tenaganya sudah melemah.

Rendi memegang kedua bahu Mila dan membalikkan tubuhnya, sehingga mereka berhadapan saat ini, kemudian Mila meludahi wajah Rendi " Menjijikan" ucap Mila sambil membuang muka.

Rendi yang terbakar amarahnya kemudian menampar pipi Mila hingga tersungkur. Mengangkatnya lagi kemudian menampar dan mendorong tubuhnya kembali. Mila berusaha keras untuk tak kehilangan kesadaran.

Rendi kemudian **** badan Mila dan menguncinya. Tubuh kecil Mila kini melemah, tetapi dia masih berusaha untuk berontak, ketika Rendi hendak mendaratkan ciuman di bibir Mila, dia berhasil memalingkan wajahnya. Dan tiba-tiba saja "BUGG".

Rendi jatuh karena sebuah tendangan dan badannya membentur dinding.

"Joko" rintih Mila. Lalu dia berusaha untuk duduk kemudian bergerak mundur memojokkan diri disudut dinding dengan menyilangkan tangannya ke dada untuk memutupi tubuh depannya. Mila menangis disana menahan sakit disekujur tubuhnya, didalam hati dia sangat bersyukur dan merasa lega seseorang telah datang menolongnya.

Joko melihat keadaan Mila yang begitu memprihatinkan, tubuhnya memperlihatkan bagaimana mengerikannya perlakuan Rendi. Membuatnya begitu marah.

"***" Joko menarik kerah baju Rendi

membuatnya berdiri kemudian menonjok pipinya. Joko terlihat sangat emosi dan baru kali ini Mila melihat ekspresi marah sahabatnya itu.

"Sialan lu, tega banget, mati aja lu" Joko memukulnya dengan membabi buta, membuat Rendi tak bisa berkutik. " Brengsek, bajingan lu sialan" ucapnya lagi disela-sela pukulannya.

Joko berhenti sejenak lalu dia melihat wajah Mila yang penuh lebam kemudian menoleh pada Rendi yang terkulai lemah "Waaaaah lu bener-bener bajingan" lalu ia menendang tubuh Rendi. Dia tidak habis fikir bagaimana Rendi tega melakukan hal itu pada Mila.

Tak lama kemudian Gilang datang, dia melihat sekeliling keadaan ruangan itu begitu kacau, dia sudah bisa menebak apa yang terjadi. Ada Joko yang sedang memukul Rendi yang tergeletak dilantai.

Kemudian Gilang melihat sosok yang dia cari yang kini menatapnya juga. Mila sedang berada di sudut dinding, duduk dengan menekuk kedua lututnya. Tak menunggu lama dia langsung menghampiri Mila, melepas jasnya kemudian memakaikannya untuk menutupi tubuh Mila.

Dia tak sanggup menatap wajah Mila hatinya begitu terpukul melihat wanita yang bertubuh mungil itu penuh dengan luka.

"Brengsek" ucap Gilang ketika dia melihat Rendi, amarahnya langsung memuncak, dia hendak berdiri menghampiri Rendi namun urung dilakukan ketika dia menyadari tangan lemah Mila menarik kemejanya. Menahannya untuk pergi. Sepertinya Mila ketakutan tak ingin ditinggal pergi.

Gilang menoleh, dilihatnya mata wanita itu membendung air mata yang sebentar lagi akan tumpah membasahi pipinya. Gilang menarik tubuh Mila kedalam pelukannya. "Maaf" lirih Gilang, hanya itu yang dapat dia katakan.

Tak lama polisi datang bersamaan dengan Hans yang langsung masuk dan melihat kekacauan itu.

Joko menjelaskan kejadian itu dengan detail kepada polisi, dan meminta segera membawa laki-laki brengsek itu. "Gue pastikan lu membusuk di penjara" ucap Joko penuh dengan kekesalan.

1
Lizty Amarantia
👍🫰
Lizty Amarantia
🌟🌟🌟🌟🌟
Nabil Az Zahra
ribet klo apa" cuma ngandelin asumsi sendiri,,,🤦‍♀️
Nabil Az Zahra
cemburu bang gil elah,,ga peka
Nabil Az Zahra
itu suami mila yg mna thoor??🤔
Abel Yasmin
good
Iin Ciprut
lucu,menarik....sukses selalu untuk penulisnya🤲🙏🌹
Lia Bhineka
bikin ngakak thor😁😁😁😁
Karti
ole
Tatik R
keren ceritanya❤
Tatik R
sejauh marathon baca ini suka bangets😍
Nasywa souvenir
awalnya aq males tp lama*kok bagus bikin penasaran dan kata* yg d tulis sopan endingnya lucu bikin gemus dan yg baca pasti ketawa
Nasywa souvenir
iii aq suka episode yg ini,saat bercinta kata*yg d tulis g terlalu transparan tp mengasikkan,g bikin risih tp lucu bikin ketawa, sukses author
Karti
bagus Thor 💪
Syaihul
lanjut
julyantilucy julyanti
bagus usia remaja 13 Tahun -29 Tahun
hanna
baru kemarin tak suruh sabar krn blum bisa merawanin mbak mila, sekarang dah bikin ulah aja ni
hanna
lagi mau unboxing juga ada aja halangan dan rintanganya sabar yaa mas gil
hanna
maamah bikin gemess dah culik aja apah bentaran
hanna
tau ah duo sablengg ni emang gabisaa marahan yg ada kudu ngakak trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!