=Chosen youth and destined love=
Seorang anak terlantar yg memakai kalung misterius bertuliskan ANDERSON. Terbuangnya bayi berumur 2 th ini disebabkan pemberontakkan internal keluarga.
Frans anderson adalah anak misterius. Anak bandel dan suka berkelahi yg diasuh oleh sepasang suami istri paruh baya, ketika ditemukan disebuah pinggir sungai desa mata angin kota C'.
Tumbuh dewasa adalah sesuatu yg sangat mempengaruhi takdirnya dimasa depan.
Dengan berbagai cara yg telah Frans lakukan untuk menerima setiap berbagai kiriman pembunuh dalam keluarganya. Beberapa teman dekatnya juga mengalami pembalasan yg panjang dari orang yg menginginkannya mati.
Siapa orang misterius yg menginginkannya mati? Dan bagaimana kelanjutannya? pantau terus cerita kelanjutannya.!
btw ini PENGALAMAN PERTAMA BUAT NOVEL,! HARAP DIMAKLUMIN YAH🙌😁selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang kate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.15 Murid Yang Merindukan Seorang Guru
Aduuh..
Aduh..sial..minggir!!
2 Pengawal yang tertabrak temannya sendiri seketika bergegas berdiri, sisanya menyerang Dengan ganas.
Frans melihat 5 orang menyerang bersamaan, ada yang tinju, tendangan, menangkap, dari samping, belakang, dikepung 5 orang
Seketika dia berlari ke depan, lalu melompat melakukan gerakan seperti loncatan, menendang dada lawan sebagai tumpuan,
BUGH!
Lalu salto berputar mengarahkan tendangan ke pengawal yang di belakang secara tiba tiba dengan keras.
BRAK!!
Setelah mendarat, Dengan cepat melakukan tendangan berputar mengeluarkan angin, serangan mengenai kepala Wuzzhhh....
Brak Brak!
2 Orang lagi terlempar jauh 3 meter
Tiba tiba
Hap!! Kena kau bocah!
Pengawal terakhir menangkap tubuhnya dari belakang, dengan erat, seperti mau melakukan bantingan, tapi gerakannya terhenti.
Dengan sekuat tenaga dan teknik, Frans menghentakkan 2 siku ke perut pengawal.
BRUGH!
Lalu membalikan badan dengan cepat diikuti serangan uppercut secara keras di dagu, pengawal yang terakhir melotot kesakitan,
sosoknya terangkat terbang menghadap ke atas, lalu dengan serangan terakhir diiringi tendangan arah perut, seketika terlempar jauh.
Brak!
Sosoknya berguling guling
"Waah hebat!"
"Sayang, pemuda tampan itu hebat sekali." Ucap wanita disampingnya berteriak girang.
Jeky yang melihat itu hanya mendengus masam, seketika takut, kakinya bergetar hebat.
"Sial, bocah ini kuat sekali!"
4 Pengawal yang masih bisa bertarung pun hanya berjalan mengelilingi Frans dengan waspada, "Bocah ini sangat terampil!" Gumamnya
"Apa hanya ini kekuatan tuan muda Jeky, jika masih ingin bermain ayo sini maju!" Jawab Frans nya santai.
" Sobat, kali ini, aku yg salah, sudah menyinggungmu." Ucapnya takut tetapi dalam hatinya sangat membenci Frans,
tidak mau mengakui kekalahan karena dirinya seorang tuan muda.
"Ooh cuma segini saja sudah menyerah??Hah mengecewakan!" Jawab mengejek.
"Aku salah sobat, maafkan aku kali ini, biarkan aku pergi oke?"
Jeky merasa tertekan, jika bukan karena foto itu, sudah dipastikan, pembalasan selanjutnya akan segera tiba, jadi situasi ini sangat tidak menguntungkan Jeky.
"Tidak bisa!!" Tolak Frans tegas.
"Kumohon saudara!?" Ucap Jeky memelas.
"Sujud 3x, lalu panggil aku kakak, cepat!" Perintahnya sambil tersenyum misterius.
"Beraninyaa!!" Geram Jeky.
"Ya sudah patahkan 1 kakimu, lalu lupakan masalah ini. Ayo pilih!"
"Kamu!!"
"Ingat!! Foto ini...."
"Baik baik, aku kalah." Jeky menjawab dengan kesal, bercampur malu, lalu segera mendekat, bersujud.
Kakak!
Kakak!
Kakak aku salah!
Setelah bersujud mukanya merah padam, ekspresinya sangat jelek, wanita disampingnya pun tersenyum sinis.
"Hm!! Dasar lemah! Tuan Jeky, mulai besok jangan hubungi aku lagi!" Ucap wanita itu berlari menjauh. Memalukan!
"Dasar p*****! Gara gara bocah ini, harga diriku hancur, s*****!" Geram jeki dalam hati.
"Aku sudah melakukan apa yg kamu mau, jadi..."
"Aku peringatkan!! Aku memberimu kesempatan kali ini! Pergilah."
"Tapi... itu...bisakah hapus foto itu??" Pintanya Jeky khawatir.
"Tidak bisa!! Ini sebagai jaminan kamu tidak akan mencari masalah denganku kedepannya. Mengerti!?" Tegas Frans.
"Saudara, bukankah itu berlebihan?!" Ucap Jeky tidak puas.
"Enyah!!! Teriak Frans marah.
"Baik, baik, aku pergi.!! Jawab cepat Jeky, berlari terbirit birit, tanpa memperdulikan semua pengawal yang terluka. Lalu memasuki mobil dan menjauh.
Pengawal yang melihat hanya bengong, terpaku, bingung apa yg mereka lakukan sekarang?
"Apa kalian masih ingin bermain?!" Frans bertanya dengan tenang.
Oh Tidak, tidak
Kabur!
Semua pengawal bergegas kabur.
Huh...
Lumayan hari ini, setidaknya aku punya bukti untuk mengancam Jeky sialan itu hehee.
Setelah itu Frans pergi menjauh, sebelum telephone disaku berdering. Menandakan seseorang memanggilnya.
Ding ding ding....
"Halo dion, ada apa??"
"Frans, sibuk tidak?" Ucap Dion telephone.
"Hahaa aku selalu santai bradeeerr, katakan?"
"Oke segera kirim lokasimu."
"Baik." Tuttt!
.
Stelah 20 menit, terlihat mobil nisan modifikasi 350z berhenti didepannya, jendela pun terbuka menampakan kepala seseorang.
"Ayo masuk."
"Oke!"
Brummm!
Mobil dengan segera melaju kencang.
.
.
Didalam mobil :
.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya dion singkat.
"Bukan apa apa, hanya masalah kecil." Jawab santai.
"Oh, ayo ke rumahku sebentar." Ucap Dion.
"Hah, selama ini aku belum pernah berkunjung ke rumahmu, rumah yang mana itu??"
Hanya Frans karena mengingat dion terlihat misterius, seperti anak konglomerat yang rendah hati, tetapi pendiam.
"Aku yakin kamu akan puas setelah melihat sesuatu nanti." Tersenyum penuh arti.
"Baiklah." Frans menjawabnya dengan pasrah.
.
30menit kemudian.
.
Hari pun mulai gelap.
Di suatu tempat dimana kawasan yang cukup tenang, terdapat beberapa komplek rumah megah, seperti rumah rumah konglomerat, pejabat, artis, pebisnis DLL.
Mobil mereka pun memasuki kawasan, Terdapat 1 Rumah yang sangat megah menyerupai istana, bercorak krem perpaduan putih dilapisi keemasan di setiap sudut ukiran,
sangat mewah dan enak dipandang, ada kolam air mancur di tengah jalan masuk, cukup luas berbentuk melingkar, banyak ikan koi yang terlihat sangat cantik.
"Sialan, kaya juga ini bocah!?" Gumamnya masam.
"Ini rumah mu?"
"Lebih tepatnya, punya ayahku!" Jawab singkat.
"Cihh! Apa bedanya!?" Frans Mendengus.
"Beda, karena bukan uang aku pribadi yang membuat rumah ini." Jelas Dion.
"Haha terserah kau saja, orang kaya bebas." Jawab Frans tertawa masam.
"Bukan aku yang kaya, tapi ayahku!" Bantah Dion dengan keras kepala.
"Baik baik! Aku kalah." Jawab pasrah.
Lalu mereka berdua berjalan.
"Ikut aku."
Frans hanya mengangguk. Berjalan menuju tempat seperti garasi tapi lebih luas 3x dari garasi biasanya, lalu membukanya.
Geggg!
Wow!
"Sialan kamu dion?!! Ternyata kamu sekaya ini!?!" Berkata dalam hati.
"Wah wahh, itu mobil andalanku, tau saja kamu Dion!" Ucapnya seraya berlari mendekati mobil merk lama.
tetapi terlihat keren, Eclipse, modifikasi, warna Abu abu Pearlescent, Velg ungu mengkilap. "Benar benar keren! Ucapnya.
" Jam 1 dini hari, kita berangkat ke kaki gunung selatan Highest Cliff, banyak orang mempertaruhkan kekayaannya di sana, aku yakin kamu mampu menampar mereka dengan keras." Ucap percaya dion.
Karena Frans sangat jago bermain mobil, Dia yang lumayan penggemar mobil pun punya ide mengajak Frans untuk meraup kekayaan beberapa tuan muda.
"Haha orang kaya memang bebass!!"
"Hahahaahaa baik baik, lihat nanti bagaimana aku beraksi, sudah lama skali tidak melakukan drift, menarik."
"Baiklah aku sudah menjelaskan kepadamu, sekarang kita masuk ke rumahku, sekalian menunggu sampai dini hari."
"Baiklah." Frans mengangguk mengerti.
Mereka pun bergegas masuk rumah istana itu.
.
.
Didalam rumah.
"Kenapa sepi sekali?" Ucapnya heran.
"Ayahku masih di amerika, setiap bulan hanya pulang sekali."
"Kenapa begitu?" Bertanya Bingung
"Di Sana sudah membangun bisnis baru, jadi semua bisnis di sini hanya dikelola kakak pertama sama kakak kedua, dan orang kepercayaan ayahku." Jawab nya menjelaskan.
"Ooh begitu. Disini hanya kamu sendiri?"
"Tidak, ada tukang kebun, 3 satpam, 4 pembantu. Semua tinggal diujung sana." Jawab seraya menunjuk disebuah samping bangunan lumayan kecil.
"Aku paham." Frans menganggukkan kepalanya.
"Kita bersantai disini sampai nanti tiba."
"Oke."
Lalu dion memasuki kamar diatas lantai 2, Frans tetap berada dilantai pertama, sambil merenung, "Apa yang kulakukan supaya membuang kebosanan ini??" Gumamnya jenuh.
Ahh
Ingat!!
"Sepertinya berbicara dengan seorang menyenangkan, hehee."
Merogoh handphone disaku, lalu mencari nomor yang tertanda simbol hati disamping bertuliskan nama Dewiku , "Hhahaa menggelikan sekali!!"
Tuutt...
Tuutt...
"Halo? Dengan siapa?"
Suara datar terdengar diujung sana..
"Selamat malam, apa benar dengan ibu erika??" Tanya dengan gaya sok formal
"Iya benar, dengan siapa aku bicara??" Balasnya dengan heran, "suaranya mirip orang?"
"Dengan muridmu yang telah merindukanmu, hehee." Jawab Frans dengan main main.
"Ehh siapa ini??"
"Ibu dosen yang manis! Muridmu ini merindukanmu."
"Frans!! Sopan sedikit! Oke?!" Seru org di sana.
"Ada kepentingan apa malam malam begini?"
"Sudah saya katakan bu dosen manisku, hanya rindu saja memang tidak boleh?" Ucapnya konyol.
"HMp!! Dasar kurang kerjaan!! Cepat matikan, saya sibuk!"
"Eh eh...jang...."
Tutttt.....
Telephone dimatikan sepihak!
"Hah, kamu terlalu jahat dewiku!"
Dion yang melihat dari atas pun hanya menggeleng, "Menggelikan sekali!"
.
.
Dan....
BERSAMBUNG....NEXT.🙌