Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerumah ibu.
Zahra kembali ke meja makan.
suasana menjadi canggung. Zein makan dalam diam.
Setelah selesai makan Zahra membereskan meja dan mencuci piring,
Setelah selesai dia menyusul Zein keruang tamu. Dia melihat Zein yang telah rapi, nampak akan pergi.
Melihat Zahra datang Zein langsung memanggil nya.
"hei kau,,,cepat bersiap kita berangkat sekarang," ucap Zein
"kita????
"mau kemana??" tanya Zahra kaget.
Karena dari tadi Zein tidak mengatakan apapun padanya.
"kau terlalu banyak bertanya, cepat bersiap atau kita tidak jadi berangkat ke rumah ayah dan ibumu," ucap Zein ketus
Zahra sangat senang tanpa sadar dia memegang tangan Zein,
" terimakasih.. Zein" ucapnya tersenyum lebar.
"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran"
"Baik, tunggu lima menit". ucap Zahra antusias. Dia sangat bahagia akan segera bertemu ibunya.
Zahra berlari ke dalam mengambil dompet dan handponenya. Lalu turun kebawah menemui Zein.
"Ayo.." ucapnya penuh semangat
melihat Zahra yang senang dan bersemangat, Zein menarik bibirnya, dia juga merasa senang melihat istrinya bahagia.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka akhirnya sampai. Untung jalanan tidak begitu macet, padahal ini weekend.
Sebelum sampai kesana mereka singgah untuk makan siang di perjalanan.
Zahra dan Zein tiba siang hari,
"assalamualaikum....." ucap Zahra antusias
"waalaikum salam,.... "ucap ayah dan ibu dari dalam rumah, mereka lalu keluar meyambut anak dan menantunya.
"ibu... ayah... pa kabar?" tanya Zahra
sambil mencium tangan ayah dan ibunya, begitu juga dengan Zein, dia ikut bersalaman.
"Alhamdulilah,,,,, seperti yang kamu lihat, kami baik baik saja, nak!" jawab ibu.
"Bu.... Zahra kangeeen!!" ucap Zahra manja dan memeluk ibunya.
" kamu ini.., sudah punya suami pun masih manja, nggak malu sama suami kamu', ucap ayah.
"Ih... ayah.... " ucap Zahra merajuk dan mengerucutkan bibirnya.
Zein yang melihat nya merasa lucu, dia gemas dan bahagia melihat kehangatan keluarga Zahra.
"Walau mereka hidup sederhana tapi mereka bahagia, karena penuh cinta dalam keluarga nya, "pikir Zein.
"Zahra... ambilkan minum untuk suamimu
dia pasti lelah. Perjalanan kesini cukup jauh." ucap ibunya.
"oh iya... sampai lupa, bentar ya...." ucap Zahra sambil berlalu ke belakang. Zahra membuat minuman untuk mereka semua. Dia membawanya kedepan.
mereka semua tertawa melihat tingkah lucu Zahra.
dia seperti anak kecil di depan kedua orangtuanya.
"kalian sudah makan, nak??" tanya ibu pada Zein.
"Sudah Bu, kami tadi singgah buat makan siang dijalan." jawab Zein.
"apa kalian akan menginap??" tanya ayah
"tidak yah, besok Zein harus kerja. Kami kesini hanya ingin menjenguk ayah dan ibu. Zahra kqngen katanya. Dan lagi banyak pekerjaan Zein yang belum terselesaikan. lain waktu kami pasti akan menginap." ucap Zein panjang lebar.
Zahra kembali membawa 4 cangkir teh..
mereka minum teh dan berbincang bincang.
Tak lama ayah keluar dan mengajak Zein berkeliling melihat kebun dan kolam ikan milik ayah.
Menjelang sore, mereka pamit.
ayah dan ibu melepaskan kepergian mereka.
Zahra merasa senang, walau cuma sebentar dia bisa melepaskan rindu pada ayah dan ibunya.
Mereka pulang pada sore hari. Dan sampai di rumah malam hari.
Zahra masuk dan langsung menuju kamarnya. Begitu juga dengan Zein. Dia merasa sangat lelah karena perjalanan panjang mereka hari ini.
setelah mandi, Zahra langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan tertidur.
Zein keluar kamar mandi, dia melirik ke arah Zahra.
"Cepat sekali dia tertidur, kalau diperhatikan dia cantik juga", bathinnya
dia tersadar,...
"apa pa an aku ini, kenapa jadi mikirin dia," bathinnya
Zein menggunakan piyama tidurnya dan membaringkan tubuhnya di kasur, tak lama dia pun ikut tertidur.
Pagi hari....
zahra bangun seperti biasanya. dia mandi lalu bersiap untuk berada ke kantor. hari ini dia tidak sholat, lalu dia membangunkan Zein,
Zein bangun dan segera kekamar mandi. setelah Beberapa menit dia keluar dengan rambut basah dan piyama mandinya.
Zein melihat Zahra yang sedang merapikan tempat tidur.
" kau tak perlu melakukan itu, nanti mbok inem yang akan merapikannya, " ucap Zein.
"tidak apa apa. aku bisa. Dan lagi ini adalah tugasku, karena aku istrimu". Ucap Zahra
"terserah padamu, dasar keras kepala!" ucap Zein ketus.
'zahraa....... " panggil Zein
"apa kau yang menyiapkan ini?"
Ucap zein dan menunjukkan baju yang dipilih zahra.
"iya!!!
"apa tidak cocok???"; ucapnya
tanpa menjawab Zein berjalan ke ruang ganti.
Zein berjalan keluar sambil mengancingkan kemejanya.
"sini, aku bantu'" ucap Zahra
Zahra mengancingkan kemeja dan memakaikan dasi Zein.
tanpa mereka sadari posisi mereka sangat dekat.
Zein dapat melihat wajah Zahra secara jelas. Dia kembali tertegun.
" sudah selesai, ucap Zahra
Zein tersadar dari lamunannya.
" Sini berikan tanganmu", ucap Zahra
Zein memberikan tangan kirinya.
"bukan itu, yang kanan" ucap Zahra lagi
Zein memberikan tangannya. Zahra mencium tangan Zein seperti mencium tangan orangtua nya.
hati Zein hangat mendapat perhatian Zahra, dia tersenyum tipis. Entah mengapa hatinya senang Zahra berbuat seperti itu padanya.
Kemudian mereka turun , sarapan dan berangkat ke kantor.
Hari ini Zein mengantarkan Zahra bke kantornya. Zahra merasa senang. Samapi didepan kantornya, Zahra turun dan pamit pada Zein tak lupa dia mencium tanagn suaminya.
Zein kembali merasa hangat...
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari