NovelToon NovelToon
Pacar Kontrak Tuan Muda

Pacar Kontrak Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:334.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

"Jadi pacarku dan kau langsung tandatangani kontrak ini"

Tubuh Freya benar-benar membeku ketika mendengar suara Tuan Muda yang terdengar dingin dan pemarah ini. Tuan Muda arogan yang tiba-tiba melemparkan surat kontrak untuk menjadi pacarnya. Entah apa maksudnya, namun Freya juga tidak bisa menolaknya. Karena memang dia sudah melakukan kesalahan yang besar yang tidak mungkin bisa mengganti rugi dengan uangnya.

Biarlah dia ganti rugi dengan hidupnya.

Arven yang mempunyai penilaian sendiri terhadap semua wanita, mulai di patahkan oleh Freya. Selama gadis itu menjadi pacar kontraknya, banyak hal yang ditemukan Arven dalam kehidupannya. Pemikiran dia tentang wanita, yang tidak semuanya benar.

Entah bagaimana kisah mereka selanjutnya..? Mungkinkah akan saling jatuh cinta hingga akhirnya menikah? Kisah dengan perbedaan status sosial yang tinggi juga akan menjadi penghalang utama hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15# Apalagi Kalau Aku Cium!

Arven selesai dengan makannya, lalu dia bersandar di sandaran sofa dan menatap ke arah Freya dengan senyuman tipis. Entah kenapa dia senang saja melihat wajah tegang dan ketakutan Freya saat berada di depannya seperti ini.

"Kalau mereka melakukan hal yang tidak baik lagi sama kamu, bilang padaku" ucap Arven.

Tidak! Aku tidak mau bilang padamu, karena pastinya akan membuat hal yang besar. Kejadian tadi malam saja sudah cukup membuat terkejut banyak orang.

Meski pikirannya berkata seperti itu, tapi gerak tubuhnya tidak bisa membantah ucapan Arven, hingga dia hanya mengangguk saja.

Deg,, tubuh Freya yang langsung membeku saat tangan Arven merangkul bahunya. Sungguh sikap pria ini semakin kesini semakin membuat Freya bingung.

"Aku tahu kalau kau tidak nyaman tinggal disana. Mau tinggal di Apartemenku?"

Tubuh Freya semakin tegang mendengar ucapan Arven itu. Melirik wajah Arven yang berada terlalu dekat dengannya. Bahkan dagu Arven berada di bahunya, membuat Freya semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak berdebar.

"Ah tidak perlu Sayang. Aku nyaman kok tinggal bersama dengan Bibi. Mereka memang sedikit keras, tapi mereka begitu baik kok. Kalau tidak, kenapa juga mereka mau menampung aku di rumahnya" ucap Freya sambil tersenyum.

Arven menoleh dan menatap wajah Freya yang sedikit memerah. Rasanya dia sangat senang melihat gadis itu yang selalu positif dalam berpikir. "Kau memang terlalu baik, dan nanti malah akan dimanfaatkan oleh orang lain kalau kau terlalu baik seperti ini"

Iya, buktinya aku dimanfaatkan sama kamu, sekarang harus terjebak jadi pacar kontrak. Tapi sungguh tidak seperti pacar kontrak yang sebenarnya. Kenapa dia selalu mengganggap aku ini adalah pacarnya beneran.

"Em, Sayang, aku pulang dulu ya sekarang. Kan sudah selesai makan siangnya" ucap Freya dengan sedikit gugup dan gemetar.

Arven langsung melepaskan rangkulan tangannya, menatap Freya dengan lekat membuat gadis itu langsung menunduk karena takut. "Apa mau pergi sebentar denganku? Kita harus semakin mendekatkan diri agar nanti akting kita di depan orang tuaku semakin meyakinkan"

Apasi dia ini? Aku hanya ingin segera pulang. Terus bersama dengannya malah membuat aku tegang.

Tapi mau menolak pun tidak mungkin, jadi Freya hanya menuruti saja. Mungkin memang ini adalah sebagian dari tugasnya sebagai pacar kontrak. Lagian dalam perjanjian juga dirinya tidak boleh membantah apapun yang diucapkan oleh Arven.

Keluar dari Restaurant ini dengan Arven yang menggandeng tangan Freya. Sungguh hanya membuat Freya merasa tidak nyaman dan malu. Takut sekali jika ada yang melihatnya. Bukan dia yang akan menjadi masalahnya, tapi Arven yang pergi dengan gadis biasa seperti dirinya.

Lagian dia ini kenapa pake menggandeng tanganku sendiri. Padahal bukan mau nyebrang juga.

Hendrick yang sudah menunggu di depan Restaurant dengan membukakan pintu mobil untuk Arven dan Freya. Hendrick tersenyum saja ketika melihat sikap Arven pada Freya yang begitu manis. Meski dia juga merasa heran dan bingung kenapa bisa Tuannya bersikap semanis itu pada seorang gadis.

Saat di dalam mobil, ketika Freya yang sengaja duduk di jarak yang aman. Namun Arven malah menarik tangannya hingga dia terjatuh tepat di pangkuan Arven. Menatap wajah Arven dari bawah seperti ini malah semakin terlihat begitu tampan.

Apasi Frey kamu ini, bukan saatnya untuk berpikir seperti itu.

"Sayang ih" Freya ingin bangun dan menjauh dari Arven, tapi malah tangan pria itu menahannya dan mengelus kepalanya. Sebenarnya sedikit bermain dengan rambutnya.

"Diamlah, aku melihat kau sangat lelah, jadi istirahatlah. Nanti kalau sudah sampai, aku beri tahu" ucap Arven.

Lagi, jantung Freya dibuat berdetak kencang. Apa yang dilakukan oleh Arven ini benar-benar cukup membuatnya terkejut. Tidak pernah menyangka pria yang dikenal dingin dan arogan ini, bisa bersikap sangat lembut seperti ini.

"Sebaiknya jangan seperti ini, aku benar-benar tidak lelah kok. Kita mengobrol saja ya" ucap Freya yang langsung bangun dari pangkuan Arven.

Jantungku tidak akan aman jika terus berada di dekatnya.

Sebuah danau dengan nuansa alam yang menyejukan hati dan mata yang memandang. Freya menatap Arven yang berjalan disampingnya dengan menggandeng tanganya. Masih terlalu sulit di tebak keinginan pria itu. Padahal awalnya Freya kira Arven akan membawanya ke sebuah mal, biasanya orang kaya pergi jalan-jalan. Tapi ternyata malah pergi ke sebuah danau dengan nuansa alam yang menyejukan.

"Kau senang?" tanya Arven.

"Eh, i-iya" ucap Freya sedikit gugup, dia sedang menikmati alam ini dan memandang sekelilingnya.

Arven terkekeh pelan, selalu merasa lucu melihat Freya yang kalau berbicara dengannya selalu saja terlihat ketakutan. Padahal Arven hanya bicara secara biasa saja. Namun entah kenapa tatapan penuh ketakutan itu selalu membuatnya merasa gemas dan lucu.

Entah apa yang aku rasakan, tapi memang dia selalu terlihat menggemaskan sejak dulu.

Pertemuan pertamanya dengan Freya masih membekas dalam ingatanya. Meski sebenarnya Freya pasti tidak ingat. Namun Arven begitu sulit melupakan tentang pertemuan itu. Freya yang menurutnya berbeda dengan wanita lain.

Ketika banyak wanita yang sengaja berbuat kesalahan untuk dihukum oleh Arven saat masa itu. Namun Freya malah terlihat sangat patuh karena dia tidak mau di hukum olehnya. Membuat Arven merasa bingung karena masih ada perempuan yang tidak cari kesempatan agar bisa dekat dengannya.

Duduk di sebuah bangku yang menghadap langsung ke arah danau. Freya menghirup udara segar disana, rasanya sudah lama sekali dia tidak merasakan ketenangan seperti ini. Hidupnya yang hanya sibuk untuk bekerja dan kuliah, hingga tidak pernah ada waktu untuk memikirkan hal-hal seperti ini.

"Kau menyukainya? Aku juga senang berada disini, karena merasa lebih tenang" ucap Arven.

Freya menoleh, dia tersenyum pada Arven. Baru kali ini dia tersenyum tanpa paksaan dan tidak dengan menahan kekesalan. Freya tersenyum begitu tulus. "Terima kasih Sayang karena sudah membawa aku kesini. Ya, aku suka sekali berada disini"

Arven mengelus pipi Freya dengan lembut, membuat Freya terdiam dengan rasa panas di pipinya. "Kalau kau bersikap manis dan penurut seperti ini, aku akan sering membawa kamu ke tempat yang lebih indah dari ini"

Freya tersenyum, matanya langsung berbinar. Tentu saja senang jika memang ada orang yang mau mengajaknya jalan-jalan gratis. "Iya Sayang, terima kasih ya. Aku kesana dulu ya, mau beli eskrim. Apa kamu mau?"

Arven hanya tersenyum saja, dia tahu jika Freya pergi hanya untuk menghindarinya. Terlihat sekali wajahnya yang gugup barusan. Membuat Arven sangat gemas sekali.

"Baru aku pegang pipinya saja sudah begitu gugup. Apalagi kalau aku cium bibirnya"

Arven terkekeh sendiri dengan ucapannya itu. Dia memejamkan matanya dengan menikmati hembusan angin yang menyejukan. Hatinya berdebar senang hanya karena hal sederhana seperti ini.

"Mau eskrim"

Arven langsung membuka matanya saat sesuatu yang dingin menempel di pipinya. Dia langsung tersenyum saat melihat Freya yang menempelkan cup eskrim itu di pipinya.

"Aku tidak tahu kamu suka rasa apa, jadi aku beli rasa coklat saja, biar sama denganku" ucap Freya sambil tersenyum.

Arven mengambil cup eskrim di tangan kekasihnya itu. Lalu membukanya dan mulai memakannya. Lumer dan dingin langsung membuat mulut ketagihan untuk terus memakannya.

Bersambung

1
Pretty Ferrel
ah mellow /Sob/
Diana Taslim
Luar biasa
oma lina katarina
akhirnya bahagia
Indah Alifah
ceritanya seru lho
Indah Alifah
ngambek2kan yah?
Indah Alifah
jngn2 ibunya lupa ingatan
Indah Alifah
kondangan yukkk
Indah Alifah
bibi g' A,i,u,e,o yah
Indah Alifah
aku nangis lho Thor kok sepi yah
Indah Alifah
ayyeee babang arveb ❤️
Indah Alifah
eng ing eng klop ini siktub sama sibar2 kalau jadi pasangan🥰
Indah Alifah
kasihan
Indah Alifah
sweeetttt
Indah Alifah
ihhhhh cellu ,🥰🥰🥰cinta ini gemesin juga yah🤗🤗
Indah Alifah
mengaduk2 hatiku arveb Freya😭
Indah Alifah
ingat my heart Acha yah
Indah Alifah
apakah Freya yg jdi pendonornya
Indah Alifah
😭😭😭😭😭😭😭
Indah Alifah
lagi lagi terhalang restu
Indah Alifah
oh si Sinta dijadikan baik yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!