Jasmine Chen, seorang IT Analyst berbakat. Demi mimpinya, dia meninggalkan tanah kelahiran dan keluarganya dan tinggal sendiri di Amerika.
Tanpa diduga, suatu hari Jasmine mengalami kecelakaan dan saat terbangun dia sedang berada di lantai dengan tubuh lemah. Terbaring dihadapan seorang pembunuh yang menyebut dirinya utusan permaisuri.
Jasmine menyadari dia berada di lingkungan yang sangat berbeda. Kemudian dia mengalami sakit kepala hebat. Kilasan ingatan muncul layaknya film. Dari ingatan itu, Jasmine dapat menyimpulkan bahwa dia terkirim ke masa lalu.
Ke tubuh Zhu Qi Qi, putri tertua dari Kaisar Zhu Fengying dari Nan Fang.
Petualangannya dimulai dari sini. Darah untuk darah! Semua dendam harus dituntaskan! Semua yang salah harus menerima hukuman! Seribu kali lebih menyakitkan dari yang pernah mereka berikan.
Kemudiam pertemuannya dengan pria tak tahu malu membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda. Dia merasa hidup...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axelle Axa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
Nan Fang diterangi ribuan lentera malam itu Suasananya sangat cerah meskipun rakyat masih dihantui rasa takut akibat pembantaian kediaman jendral. Zhu Qi Qi berjalan menyusuri kios-kios penjual di pusat ibukota. Kemudian saat matanya menatap danau besar tak jauh dari sana, dia segera melangkah ke tepat itu. Zhu Qi Qi menatap danau kecil yang kini diliputi cahaya keemasan, seolah sedang melihat hamparan bintang di dalam danau.
Senyum tipis tercetak di sudut bibir Zhu Qi Qi. Dia hampir berusia empat belas tahun, tetapi pengalaman ini adalah hal baru baginya. Di dalam hati gadis muda itu berjanji, di masa mendatang dia akan menikmati hidup dan melakukan apapun yang dia suka.
Tatapan mata Zhu Qi Qi memandang lurus ke depan, memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang. Ada yang pergi bersama pasangannya, ada yang merupakan keluarga kecil dan sederhana, dan ada pula yang berpergian bersama teman-temannya.
Namun satu hal yang sama yang dapat Zhu Qi Qi lihat dari mereka. Mereka...bahagia. Senyum di wajah mereka sangat tulus dan ceria. Mungkin hanya dia saja seseorang dengan wajah dingin di tempat ini.
Entah kenapa, di tengah ratusan orang ini, Zhu Qi Qi merasakan kesepian yang begitu besar. Dia merasa merindukan sesuatu, hanya saja tak tahu apa itu. Mungkin dia rindu rumahnya?
"Apa kau menangis?" Suara lembut menyapa dari samping Zhu Qi Qi, tatapan dinginnya berubah menjadi kesal. Bahkan tanpa melihat dia tahu siapa orang itu. Tentu saja itu adalah Wenxiao yang selalu muncul di saat tidak dibutuhkan.
Wenxiao terkekeh pelan saat melihat wajah kesal Zhu Qi Qi. Dia sepertinya sangat senang bila bisa membuat gadis itu kesal. Namun tatapan Wenxiao sepertinya agak berbeda malam ini, dia sepertinya bisa melihat sirat sedih dan kesepian di dalam tatapan dingin gadis itu. Hal ini yang entah mengapa membuatnya merasa bahwa mereka berdua sebenarnya sama. Kesedihan dan kesepian Zhu Qi Qi telah mengingatkannya akan dirinya sendiri.
Zhu Qi Qi tak terlalu mempedulikan Wenxiao. Dia berjalan dengan tenang mengitari danau, menikmati semua pemandangan dan keramaian itu dalam diam. Zhu Qi Qi sebenarnya tidak terlalu suka berada di keramaian, tapi saat ini entah mengapa dia ingin terus berada di sini.
Kebahagian yang menyelimuti tempat ini sama sekali tak terlihat palsu, menyalurkan setitik kehangatan pada hati-hati dingin mereka. Wenxiao pun sepertinya memikirkan hal yang sama dengan Zhu Qi Qi, jadi dia ikut berjalan di belakang gadis itu dalam diam.
Tiba-tiba Zhu Qi Qi berhenti mendadak saat mendengar sesuatu, membuat Wenxiao yang berjalan tanpa fokus langsung menabraknya. Tubuh kecil dan kurus Zhu Qi Qi ditabrak oleh tubuh Wenxiao yang kuat. Alhasil hal itu hampir membuat Zhu Qi Qi terjungkal.
Gadis itu berbalik dengan raut penuh amarah, tak peduli seberapa kecil pun tubuhnya, tetap saja, dia tuan dalam kehidupan ini. Dan itu mutlak!
Wenxiao menunjukkan cengirannya dan mengucap kata maaf. Sayangnya itu tak cukup untuk meredakan emosi Zhu Qi Qi. Akhirnya karena masih menyayangi nyawanya Wenxiao lebih memutuskan untuk melarikan diri. Dia pergi dengan cepat--secepat kedatangannya.
Zhu Qi Qi masih menatapnya penuh kekesalan, tapi dia terlalu malas untuk mengejar Wenxiao. Namun ketika Zhu Qi Qi berbalik untuk melanjutkan perjalanan, dia menabrak sesuatu yang keras. Gadis itu menutup matanya,--berusaha sekuat mungkin menahan emosi.
Saat mata gadis itu terbuka, dia melihat sebuah zirah di depan wajahnya. Kini di hadapannya berdiri seorang pria besar dengan wajah penuh luka. Pria itu menatapnya garang seolah siap melempar Zhu Qi Qi kapan saja. Kemarahan yang disebabkan oleh Wenxiao masih belum mereda, ini membuat Zhu Qi Qi tetap memasang wajah dinginnya. Sementara itu orang-orang di jalanan sudah menyingkir karena takut menyinggung keduanya.
Mereka melihat si pria besar memiliki ukiran harimau pada baju zirahnya. Tanda bahwa dia adalah anggota pasukan khusus Kekaisaran Nan Fang. Selain itu hanya ada satu orang yang memenuhi kriteria untuk menggunakan zirah seperti itu secara terang-terangan di tengah jalanan ibukota. Orang itu tak lain adalah Jendral Besar Zhou yang terkenal kejam di medan perang--orang yang memimpin pasukan khusus Kekaisaran Nan Fang.
Jendral Zhou menatap gadis kecil di depannya dengan mata dingin penuh aura membunuh. Dia baru saja pulang dari kediaman Jendral Tian yang dibantai oleh Raja Iblis tadi siang. Amarah Sang Jendral masih di ubun-ubun karena sikap kurang ajar Raja Iblis, dia dengan berani menyerang kediaman jendral Kekaisaran Nan Fang di siang hari bolong. Bahkan sampai tak menyisakan satu orangpun yang selamat.
Zhu Qi Qi melihat tatapan kejam jendral Zhou yang seolah berkata ,"Minggir!"
Namun dia tak mempedulikan hal itu. Seorang jendral sama sekali tak sebanding dengan seoramg putri. Biar bagaimanapun kedudukan Zhu Qi Qi tetap lebih tinggi darinya. Hanya saja masalahnya adalah Jendral Zhou sama sekali tak mengenali Zhu Qi Qi sebagai putri kekaisaran Nan Fang sekarang.
Zhu Qi Qi dengan kekesalannya pada Wenxiao menolak untuk menyingkir dari jalan. Bila pria itu ingin lewat, dia bisa lewat dari samping! Zhu Qi Qi mengangkat kepalanya menantang, tatapannya menyapu mata Jendral Zhou dingin. Sikapnya yang tetap tenang di tengah tatapan mengancam Jendral Zhou memberi kesan bahwa dia adalah wanita bangsawan dengan kedudukan tinggi.
Jendral Zhou sedikit tersentak saat menatap mata Zhu Qi Qi. Mata itu memancarkan ketenangan tanpa batas, tapi di saat yang sama juga memancarkan peringatan. Mata itu juga entah kenapa mengingatkannya pada Kaisar Zhu Wang Lei, kaisar sebelumnya yang telah wafat.
Beliau adalah kaisar yang sangat dicintai rakyatnya, bahkan setelah kematiannya pun banyak rakyat yang masih sangat mengakuinya. Satu-satunya kaisar yang hanya memiliki satu istri seumur hidupnya.
Kisah antara Kaisar Zhu Wang Lei dan istrinya bahkan menjadi kisah cinta paling populer di ibukota. Mereka yang hidup pada zamannya menceritakan kisah itu pada anak cucu mereka yang kemudian menyebar menjadi sebuah lagenda.
Ya, yang Jendral Zhou tak tahu adalah gadis kecil dihadapannya memang cucu dari Kaisar Zhu Wang Lei.
Zhu Qi Qi yang merasa kesal karena Jendral Zhou tak kunjung menyingkir dari jalannya dan malah melamun langsung mengambil inisiatif untuk melewatinya. Dia berjalan dengan begitu tenang, mengabaikan tatapan kagum setiap orang karena sikap beraninya pada jendral besar.
Jendral Zhou berbalik untuk melihat Zhu Qi Qi karena baru kali ini dia melihat seorang gadis yang tanpa rasa takut. Alih-alih menjadi takut, dia malah menyebarkan ketakutan itu. Namun saat Jendral Zhou berbalik, dia sudah kehilangan jejak gadis itu dan hanya melihat beberapa orang berlalu lalang.
Sementara itu tak jauh dari tempat kejadian, seorang lelaki menatap Zhu Qi Qi dengan tatapan tertarik. Dia bisa dengan mudah menemukan Zhu Qi Qi di tengah keramaian orang, meskipun saat ini Zhu Qi Qi telah mencoba menghapus hawa keberadaannya.
Ya, tadi Zhu Qi Qi menghapus hawa keberadaannya sejenak sehingga saat Jendral Zhou berbalik untuk mencarinya, dia tak menemukan apapun. Sepertinya gadis itu terlalu malas mendapat masalah.
"Bisakah kau menjadi milikku?" tanya lelaki itu masih sambil menatap Zhu Qi Qi.
--oOo--
semoga disini bisa konsisten ya min, cerita di wp masih nanggung bgt looh
langsung cus donwload apk nya🤩