Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 15
Dukun itu merasa kesal karena ada yang menganggu ritualnya, hantu mencoba melawan walau sesungguhnya dia tidak yakin bakal bisa mengalahkan dukun itu.
"Tetaplah di belakangku Tiara! Jangan pernah muncul ke hadapannya" kata hantu itu.
Mengingat kebaikan Tiara yang mau meminjamkan tubuhnya untuk balas dendam banyak hantu yang mencoba ingin membantu gadis itu, malam itu menjadi malam yang sangat langkah di daerah ini.
Angin berhembus kencang bagaikan ****** beliung namun hanya diam di tempat apabila di lihat manusia biasa, namun tidak Dimata Tiara dan dukun itu, perkelahian hebat antara dukun dan para hantu dan juga penyatuan hawa murni Tiara membuat malam ini semakin mencekam.
Dimas tiba di tempat itu langsung terperangah melihat fenomena alam yang langka di lihatnya, pria itu mencoba menembus angin itu dengan kemampuannya dan akhirnya bisa memasuki halaman rumah itu.
Dimas terkejut melihat Tiara dan para hantu sedang melawan dukun sakti itu, pria itu segera membantu gadis itu untuk melawan sang dukun, perkelahian pun semakin seimbang saat Dimas mencoba menghadang jurus dukun itu. Dan membuat tubuh Dimas melayang keatas membuat Tiara yang melihatnya merasa khawatir dan ingin mengejar pria itu namun di tahan hantu di dekatnya.
"Jangan gegabah Tiara! Jika kau keluar maka dukun itu pasti mengincarmu dan apabila kau kalah dia akan bertambah sakti," kata hantu itu.
"Ka Dimas dalam bahaya dan aku takut dia celaka" kata Tiara panik.
"Tetap bantu dengan hawa murnimu kita akan mencoba membantu Dimas" kata hantu yang lainnya dan mereka langsung bersatu untuk mencoba membantu Dimas melawan dukun itu.
Dimas yang memiliki pelindung dalam darahnya mendapat kekuatan besar dan mengeluarkannya untuk melawan dukun itu, tetapi berbeda dengan sang dukun yang semakin terlihat lemas karena kekuatannya semakin diserap dengan kekuatan Dimas hingga akhirnya terdengar suara ledakan keras di tempat itu membuat semua penduduk mendengarnya dan mencari sumber suara itu.
Dukun itu terlempar jauh kebelakang namun Dimas juga terlempar, Tiara segera berlari menghampiri pria itu dan langsung mencoba membangunkan Dimas.
Para hantu mendekati dukun yang hampir sekarat itu, melihat pria itu masih hidup hantu wanita cantik itu mencoba kembali menyerangnya dan di bantu hantu yang lainnya.
"Kau tak pantas hidup dukun keparat, kau harus mati malam ini juga" kata hantu itu sambil terus menyerang pria itu.
Kilasan masa lalu hantu itu kembali mengingatkan saat dirinya menjadi korban dukun itu bahkan bukan hanya dirinya yang jadi korbannya namun janin dalam rahimnya ikut di serap dan membuat kesaktian pria itu bertambah.
Dan akhirnya dukun itu tewas mengenaskan, warga yang datang ketempat itu hanya melihat sisa-sisa peperangan antar dua alam itu, Dimas yang masih tersadar meminta minum air kelapa gading yang sempat di bawanya dan meminta Tiara untuk mengambilnya.
Setelah meminum air kelapa itu Dimas langsung pingsan dan membuat Tiara menangis juga meminta pertolongan warga untuk membawanya kerumah sakit terdekat, Berbeda dengan Melani wanita yang baru sadar dari pengaruh ilmu hitam itu merasa heran kenapa dirinya berada di sebuah kamar mewah tanpa memakai sehelai benangpun.
Dengan kepala yang masih terasa sakit Melani mencoba bangun dan memakai pakaian yang ada di lemari pakaian dan mencoba keluar dari kamar itu, dan melihat guntur tergeletak di ruang tengah dalam kondisi kritis.
Melani tidak mengingat apapun dan mencoba membawa guntur kerumah sakit di bantu warga setempat, kejadian itu membuat banyak pertanyaan dari orang banyak membuat Melani sendiri binggung harus menjawab apa karena dirinya pun tidak mengingat apapun.
Seminggu kemudian
Guntur mulai sadar dan melihat dirinya berada di sebuah rumah sakit, Melani yang melihat pria itu sadar segera menekan tombol nurse dan dalam waktu singkat dokter dan para perawat memasuki ruangan itu.
Melihat pasiennya sudah semakin membaik dokter itu menyarankan guntur untuk banyak istirahat dan meninggalkan pasien itu bersama Melani, dan Melani menanyakan ada kejadian apa dan mengapa dirinya berada di kota yang sama sekali tidak pernah mengunjunginya.
Mendengar pertanyaan Melani guntur merasa bingung menjawabnya karena dia takut kalau wanita yang selama ini dicintainya pergi meninggalkan dirinya, karena merasa kesal akhirnya Melani memutuskan pergi meninggalkan guntur karena pria itu tidak mau menceritakan kejadian sesungguhnya membuat guntur teriak memanggil wanita itu.
Melani kembali kerumah mewah itu mencari kebenaran sendiri, wanita itu mencoba bertahan di saat guntur koma hanya untuk mengetahui apa yang sudah terjadi kepada dirinya dan kemana anak juga ibunya berada.
Melani membuka semua ruangan di rumah itu dan mendapatkan seperangkat alat perdukunan di sana beserta dupanya, Melani merasa shock dan terus mencari kebenaran lain dia menemukan pesan chat yang tertuju kepada seorang dukun yang menyatakan wanita itu di guna-guna hingga lupa akan dirinya dan keluarganya.
Melani menangis dan memutuskan meninggalkan rumah itu untuk kembali ke desanya namun dia tidak menemukan ibu dan juga putrinya, Melani merasa putus asa mencari keluarganya yang tidak tau keberadaannya.
Melihat Melani pergi meninggalkan guntur dirumah sakit pria itu langsung mencoba kuat dan ingin meninggalkan rumah sakit itu, guntur tidak mau kehilangan Melani dan memutuskan mencari wanita pujaan hatinya itu hingga ke desanya walau tubuhnya sangat lemah karena baru tersadar dari komanya.
Guntur akhirnya menemukan Melani yang sedang menangis di tepi sungai, pria itu berlutut memohon maaf atas semua yang sudah dia lakukan kepada wanita itu dan keluarganya namun tak ada jawaban apapun dari mulut Melani.
Semenjak wanita itu menyadari kalau dirinya sedang mengandung membuat Melani menjadi diam seribu bahasa, bahkan wanita itu berniat ingin bunuh diri hari itu juga namun tidak jadi dilakukannya karena terbayang wajah putrinya yang terus memanggil dirinya.
Guntur terus mencoba mendekati wanita itu namun selalu di abaikannya.
"Dimana ibu dan putriku sekarang? Jika kau tidak menemukannya maka jangan pernah menunjukan wajahmu di hadapan saya" kata Melani tanpa melihat kearah guntur dan segera bangun meninggalkan pria yang masih berlutut di hadapannya.
Guntur segera menelpon kepala preman yang dulu sempat menculik nenek dan cucunya itu dan menanyakan keberadaannya, mendengar pertanyaan itu membuat kepala preman itu akhirnya berbohong dan menyatakan kalau mereka sudah meninggal karena tidak pernah memberi makan dan minum sesuai perintah guntur.
"Maaf bos lebih baik aku berbohong daripada kau menugaskan aku kembali untuk membunuh nenek dan cucunya itu, aku sudah menyayangi anak itu seperti anakku sendiri dan aku akan berusaha menjaganya juga neneknya" kata kepala preman itu sambil mengelus kepala seorang gadis berusia hampir 9 tahun itu dan selalu memanggilnya ayah.