NovelToon NovelToon
Samurai Oni

Samurai Oni

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Iblis / Tamat
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Xa

Diramalkan akan menjadi pahlawan sekaligus Shogun negeri Shinpi-tekina berikutnya, namun ternyata Akio memiliki sifat buruk. Pernah sekali ia nyaris membunuh hakim, hingga dirinya pun diasingkan ke puncak gunung. Dilarang berbicara dan menggunakan pedang sungguhan. Akio dengan topeng oni-nya menggenggam pedang kayu kini sering disebut sebagai Samurai Oni. Meski telah diasingkan, bersama dengan Akashi si mahluk setengah yokai (siluman) dan yokai yang beralih menjadi pengikut Akio, mereka bertarung melawan yokai terkutuk yang telah lama menghantui negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NAMA BARU SI RUBAH

Ada seseorang yang mengendalikan para yokai.

"Siapa?"

“Berhenti menulis di telapak tanganku, aku merasa geli,” ucap Nekomata.

“Jika ingin bertanya siapa yang mengendalikan kami. Maka maaf saja karena aku tidak bisa menjawab, karena pada dasarnya aku sendiri tidak mengetahuinya.”

Ujung-ujungnya masih menjadi misteri. Kenapa para yokai datang ke negeri ini, padahal negeri ini sama sekali tak terhubung dengan dunia luar. Bahkan sebagian orang menganggap ini adalah kutukan. Asal-usul mengenai negeri ini, jelas hanya para pendiri negeri saja yang tahu termasuk Shogun yang sekarang.

“Tuan Akio, kami juga sama sekali tidak mengetahuinya.” Akashi menyahut. Untuk kali ini ia merasa setuju pada Nekomata.

Akio kembali bertanya, kali ini ia menuliskan kalimat bayangan di atas telapak tangan si rubah.

"Sejak kapan kau dan Akashi ada di negeri ini?"

“Kalau diriku datang sekitar setahun yang lalu.” Rubah menjawab. “Lalu kau hei, oni!” Rubah kemudian memanggil Akashi.

“Sejak kapan kau berada di negeri ini?” tanyanya. Menggantikan Akio bertanya.

“Sudah begitu lama. Aku datang kemari sejak kecil, mungkin sekitar beberapa tahun silam.”

Mendengar jawaban agak membingungkan begitu, membuat rubah berbisik lirih pada Akio.

“Dia payah,” katanya.

“Apa? Kau tadi berbisik-bisik di belakangku ya?” Nampaknya telinga Akashi berfungsi dengan baik, sehingga sadar bahwa si rubah menyindirnya dari belakang.

“Kalau iya memang kenapa?”

“Tuan Akio? Akio, itu namamu? Nama yang sangat indah,” ucap Nekomata memuji.

Akio sekali menganggukkan kepala.

“Informasi yang aku miliki sangatlah sedikit, belum lagi aku sampai kemari sekitar dua hari lalu. Kemungkinan besar orang yang mengendalikan kami memang sejak awal terlahir di negeri ini, Samurai Oni.”

Nekomata memang paling bisa diandalkan dari dua lainnya. Akio jadi sedikit bisa berpikir siapa yang kemungkinan menjadi dalang, atau orang yang mengendalikan para yokai diam-diam.

Antara para pendiri negeri atau mungkin orang-orang yang memiliki catatan kriminal, itulah yang Akio pikirkan. Namun siapa itu masih menjadi pertanyaan besar di samping yang mencurigakan itu cukup banyak.

“Samurai Oni, apa kau bermaksud untuk mengalahkan mereka?”

Ketika Nekomata menanyakan hal tersebut, mengacu pada kata, "mereka", mendadak Akio jadi bingung dan harus memastikan ulang kembali.

"Mereka?"

“Bisa saja orang yang mengendalikan kami itu cukup banyak bukan? Lagi pula aku tak yakin para yokai baru datang akhir-akhir ini.”

"Sudah sejak awal negeri ini berdiri, yokai berdatangan." Akio menjawabnya.

“Begitu ya. Jadi Samurai Oni pun tidak mengetahuinya.”

"Bisakah kau membantuku untuk mencarinya?"

Nekomata berdeham sejenak, ia nampak berpikir dua kali sebelum menerima ajakan Akio. Pada dasarnya ini bukan misi bagi mahluk sepertinya, melainkan sebaliknya yakni memangsa para manusia.

Tetapi, Nekomata tentu takkan menarik perkataannya yang sempat diutarakan ketika mereka baru pertama kali bertemu.

“Memang benar aku tak bermaksud untuk mencelakai para manusia tapi untuk apa aku mengikutimu? Memangnya kau sendiri tidak takut pada mereka yang suatu saat akan menyerangmu?”

“Hei, dasar tidak sopan! Aku ini manusia! Dan aku tidak akan menyerang manusia. Tuan Akio adalah tuan-ku! Lalu aku ini pedangnya!” ujar Akashi menegaskan, ia menyangkal semua omongan Nekomata.

“Benar itu benar! Kalau aku membunuh atau mencelakai manusia maka aku akan dibunuh oleh Samurai Oni!” sahut si rubah.

“Miaw?” Nekomata memiringkan kepala, ia bingung dengan situasi saat ini.

Kembali Akio menuliskan sebuah kalimat bayangan di lantai tatami, "Aku membutuhkan bantuan kalian. Lagi pula aku tidak merasa bahwa kau dan dua ini cukup berbahaya sampai harus dilenyapkan."

Rubah dan Nekomata tercengang begitu membacanya. Keduanya tak menyangka bahwa Akio benar-benar mempercayai mereka. Kecuali Akashi yang sejak awal memang tidak bisa membaca, namun hatinya adalah manusia.

“Hm.”

Nekomata kembali berdiam diri, berdeham lirih seperti kebiasaannya lantas ia mengangkat kedua kaki depannya. Kucing itu sudah dalam posisi berdiri tegak. Spontan Akashi dan rubah terkejut dengan mulut menganga lebar.

“Bohong!”

“Kucing bisa berdiri?”

Lalu, tanpa sadar kakek tengu sudah datang kembali. Dan tanpa sengaja pula melihat fenomena aneh tersebut, kucing berdiri.

“A-apa yang terjadi? Kucing?”

Kakek yang mudah terkejut akan sesuatu itu lantas terjatuh ke tanah.

“Ah, maaf. Sepertinya aku ketahuan,” ucap Nekomata santai.

“Bicara? Hei, Akio! Kucing siapa itu? Kenapa bisa bicara?!” tanya si kakek.

Baik Akio, rubah maupun Akashi, ketiga-tiganya sama sekali tidak menjawab. Nampak dari getaran tubuhnya setelah ia kembali berdiri, kakek akan mengamuk lagi.

“A—!” Baru saja berteriak satu suku kata, hendak menyebut nama pria itu.

“Ah, sudahlah. Entah kenapa jadi terbiasa. Itu pasti yokai lagi,” pikirnya dengan mudah lantas menelan amarah sendiri, ia kemudian berpaling dari mereka dan pergi.

“Aku membuat kesalahan?” Nekomata kembali angkat bicara.

“Diamlah! Kucing tidak perlu ikut campur!” sahut si rubah.

“Aku 'kan sejenis dengan kalian semua. Kecuali Samurai Oni.”

Mendadak situasi jadi teramat canggung begini. Rumah yang sepi pun menjadi ramai karena penghuninya bertambah. Tetapi adanya mereka bukan sebagai penghuni biasa melainkan para mahluk setengah yokai dan manusia.

“Ya sudahlah. Untuk saat ini, biarkan aku beristirahat sebentar di sini.”

Kucing kecil berwarna keemasan itu tertidur di atas paha Akio dengan nyaman. Entah mengapa semua mahluk setengah-setengah jadi menempel padanya namun di satu sisi ia merasa keberadaan mereka berguna.

Tetapi, Akio juga merasa risih padanya.

Brak!

Reflek ia melempar kucing itu hingga keluar dari rumah. Terdengar ia meraung lirih karena terkejut dan tak percaya dengan yang barusan Akio lakukan kepadanya.

“Miaw!! Apa yang kau lakukan?!” Nekomata marah.

“Hei! Jangan mendekat! Tuan Akio mengusirmu maka itu berarti kau tidak boleh berada di sini!” teriak Akashi, berdiri di hadapan Akio guna memberi batas pada Nekomata dengan Akio.

“Cih, aku setuju. Lagi pula perkataanmu barusan bisa saja adalah tipu muslihat saja,” ujar rubah mendecih seraya melipat kedua lengan ke depan dada. Bersikap sombong.

“Kau yang suka menipu para manusia dengan perubahan wujudmu, kitsune! Miaw!” teriak Nekomata menggeram kesal.

“Ha, itu sih urusan yang lama.”

“Miaw, miaw!!”

Suasana semakin berisik ketika ketiga yokai tersebut saling adu mulut bahkan sudah mulai menyerang satu sama lain.

Akio berusaha menahan amarah karena ini tidak baik bagi dirinya sendiri. Lantas ia memberi peringatan pada mereka yang sedang bertarung di luar rumah saat ini.

Tak!

Dengan cara melempar pedang kayu hingga tertancap ke tanah, di antara posisi mereka bertiga. Sontak, mereka terdiam.

“Tuan Akio marah?”

“Ah, sepertinya.”

“Miaw, ini bukan kesalahanku.”

Akio berjalan menuju ke arah mereka.

Lantas ia melepas pakaian atasnya dan memberikan itu pada si rubah agar tidak bertelanjang bulat lagi. Sembari berucap, “Kizu.” Sementara lidahnya terkilir karena salah ucap.

“Kizu?” Rubah berpikir bahwa Akio memberikannya nama.

“Terima kasih, Tuan Akio,” ucap rubah merasa haru, pada Akio yang sudah meninggalkan mereka.

1
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
aaaaaaaaaaaaaaaa Akiko (⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ
♛ ⃟$𝑅࿐𝔼𝕊-вєαя🐻‍❄️⃝Λ𝐋𝐒☘︎➢
tapi bukannya anda juga yokai? ಠ⁠_⁠ʖ⁠ಠ
Ndaka
Hei, readers! Apa kabar? Ini akun saya yang lain dari author Xa. Mohon maap siapa pun yang lagi nunggu novel saya lainnya. Barangkali jika ingin baca lagi, silahkan mampir ya~ terima kasih

Judul: Pendekar Iblis Yong
DavidTheDancer
Makasih udh berkarya thor! Lumayan banget buat bantu aku ngabisin waktu luang! Semangat terus pokoknya
floufrouu
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
SquigglyMunchkin
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
HotCupid
next upppppp👍👍nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo 😂😂
isntit darling
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Cyberworrior
hallo kakak semangat berkarya ya kak🤭
Bisikan Luar Biasa
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
👑Xa🌟: khe khe, gpp, lagian author ini juga sibuk di dunia nyata jadi ya maap g bisa up banyak
total 1 replies
HotCupid
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
Girl Moon Maker
dari sekian banyak novel yang saya baca, novel inilah yg bnar² bagus, penulisan untaian kata² yg indah, emosi,bahagia,, sedih, sangat mendominasi. novel ini mengajarkan kita ttg arti sebuah pengorbanan, keikhlasan akan takdir yang Allah sdh tentukan,, mahabbah atau cinta kepada Allah dan sesama
vanillaatack
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
HotCupid
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Cinta Insta
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
CutieBun
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Eli Usada
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
SugarplumChum
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
CupcakeHugs
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau~
Labuh Ardianto
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!