Sinopsis
Apakah jadinya jika seorang bos restoran menikahi karyawannya sendiri karena perjodohan??Apakah dia mau??
Erika darmawan putri dalah seorang perempuan yang hobby shopping, perempuan yang sangat suka dengan barang-barang limited edition, dan menyukai dunia yang penuh dengan kemewahan. Tetapi memiliki sifat yng agak judes dan ketus terhadap sekitar. Tetapi kadang-kadang hangat tergantung moodnya.
Erika juga adalah seorang pemilik restoran yang terkenal dinegaranya. Karena sifatnya yang memiliki sifat ketua dan dingin dia malah dijodohkan oleh ayah dan ibu tirinya dengan seorang karyawan direstoran nya, agar sifat dingin dan ketua nya bisa berkurang dan juga rasa bencinya dengan ibu tirinya bisa memudar.
Laki-laki tersebut bernama arka gunawan, ia adalah seorang anak yatim. Akan kah dia bisa mengubah sifat dingin Erika?? Dan juga rasa bencinya. Atau malah sebaliknya, rasa benci malah bertambah besar karena ada perjodohan ini.
Ayo ikutin terus ceritanya.
Jangan lupa follow instagram authorr
Sandradewi_kim.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamu salah paham.
Erika langsung keluar dari mall setelah kejadian tadi. Ria yang tak mengerti dengan apa yang terjadi hanya mengikuti Erika dari belakang.
"Ma, ada apa??kok nggak jadi makan siang di mall?? " Tanya Erika polos.
"Kita makan dirumah mama saja ya sayang. Mama lagi nggak enak badan, " Alibinya sambil mengusap air matanya yang jatuh ke pipi nya.
"Mama sakit?? " Panik Ria.
"Nggak kok, mama cuma mau istirahat dirumah aja. Nggak papa kan?? "
"Emm.. "Angguk Ria.
" Erika... "Panggil Arka yang melihat Erika sudah ada diparkiran.
Erika tidak menggubris panggilan Arka, Erika meminta Ria untuk masuk terlebih dahulu untuk duduk di bangkunya. Tapi sayangnya disaat Erika hendak membuka pintu kemudi, tangan nya sudah dicekal oleh Arka terlebih dahulu.
Erika hendak melepaskan tangannya dari Arka tapi tidak bisa karena Arka sudah memegang lengannya dengan erat. Saking eratnya Erika bahkan merintih saat itu juga.
"Akhh.. Arka sakit, " Keluh nya.
"Erika, kamu harus mendengar penjelasan ku terlebih dahulu. "
"Penjelasan apalagi sih Arka?? Semuanya sudah jelas. Wajar saja selama seminggu ini kamu tidak pernah menemui ku, ternyata itu alasan nya, " Sembari menundukkan wajahnya.
"Kamu salah paham Er. "
"Udah ya Ka, aku mau pulang capek. "
"Tapi Er... "
"Arka!!!!!! "
"Baiklah, silakan pulang. Hati-hati, " Melepaskan cengkraman tangannya di lengan Erika.
"Emm.... "
Erika langsung melajukan mobilnya meninggalkan Arka. Setelah pertemuan nya tadi dengan Arka di mall. Erika menangis sepanjang perjalanan mengingat perlakuan Arka tadi. Ria yang melihat Erika menangis hanya terdiam tanpa mau bersuara ataupun bertanya karena menurut nya orang dewasa memiliki masalah Masing-masing yang kadang tidak ngin dibagi kepada siapapun.
Sesampainya dirumah.
Erika langsung masuk kekamar dan mengunci pintu kamar nya. Erika menangis mengingat kejadian tadi, dia tidak tau harus percaya pada Arka atau pada mata nya sendiri. Tapi yang jelas dia benar-benar merasa kecewa pada Arka.
"Gue kecewa sama lo Arka. "
Karena terlalu lama menangis dan lelah akhirnya Erika tertidur dikasur nya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
Sementara itu di ruang tamu, kakek Leon dan ibu Rahma menanyakan apa yang terjadi pada Ria. Ria hanya menjelaskan apa yang dia lihat
"Ria tidak tau apa yang terjadi tapi seperti nya ini semua gara-gara wanita yang bersama kak Arka tadi. "
"Hemm... Baiklah. Ria udah makan siang nggak?? Makan dulu ya nanti langsung istirahat. "
"Iya kek, Ria makan dulu ya. "
"Pak, lebih baik saya saja yang berbicara pada Erika. Kami sama-sama perempuan dan saya mengerti apa yang sedang di alami Erika. Mudah-mudahan saja dia mau menceritakan semuanya pada saya, " Tawar bu Rahma.
"Baiklah bu Rahma. Saya percaya kan semuanya pada Bu Rahma ya. "
"Baiklah, saya permisi keatas dulu ya, " Pamit bu Rahma.
Dikamar Erika.
Krek..
Karena kamar Erika tidak dikunci ibu Rahma langsung masuk kekamar Erika. Dia menatap Erika dengan tatapan sesih melihat gadis itu kecewa seperti itu karena Arka. Bu Rahma mendekati Erika membukakan sepatu nya, membenarkan tidur Erika lalu menyelimuti nya.
Bu Rahma yang melihat wajah Erika yang sembab habis menangis langsung mengelus kepala Erika dengan lembut
"Ini pasti berat untukmu. Maafkan Arka, tapi ibu rasa kamu hanya salah paham karena ibu sangat mengenal Arka. Ibu yakin dia tidak mungkin melakukan hal itu padamu. "
Setelah mengatakan hal tersebut kepada Erika yang tengah tertidur ibu Rahma langsung pergi ke ruang tamu. Kakek Leon yang melihat ibu Rahma sudah keluar dari kamar Erika langsung menghampiri wanita paruh baya tersebut.
"Bagaimana keadaan Erika?? " Tanya kakek Leon.
"Sepertinya dia sedang tertekan dan juga sangat sedih dengan keadaan sekarang. Bagaimana pun masalah mereka harus selesai agar mereka tidak selalu bertengkar seperti ini. "
"Benar sekali, aku tidak menyalahkan Arka untuk kali ini tapi ini juga tidak benar. Karna semakin Arka menjauh maka hanya akan menimbulkan kecurigaan berlebih dari Erika. "
"Sebaiknya aku menelpon Arka dulu, biar dia kemari dan menyelesaikan masalahnya, " Tawar bu Rahma.
"Baiklah itu yang terbaik untuk dilakukan sekarang. "
"Saya permisi dulu ya bu Rahma, saya masih ada pekerjaan, " Pamit kakek Leon.
"Baiklah."
Sedangkan ditempat lain Arka merasa sangat prustasi karena permasalahan nya dengan Erika. Mau menemuinya?? Arka terlalu takut jika Erika malah semakin membenci nya. Hingga suara benda pipih yang ada dia aku celananya berdering.
Call on📞
"Assalamu'alaikum Halo bu, ada apa?? "
"Waalaikum salam Arka, pulang ke rumah Erika ya. Ibu sangat sedih melihat Erika bersedih terus seperti itu. Dia selalu menunggumu selama seminggu ini. "
"Tapi bu, Arka tidak mau Erika malah membenci Arka, " Jawabnya senduh
"Erika tidak mungkin membenci mu jika kamu menjelaskan nya dengan detail. Kamu harus meyakinkan Erika kalau kamu tidak bersalah, kalau kamu menghindar seperti ini maka Erika akan semakin curiga dan bisa-bisa dia semakin membenci mu. "
"Baiklah bu, Arka akan kesana. Arka tutup dulu ya telponnya. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam."
Call off📞
Arka langsung bergegas pulang ke rumah Erika setelah ditelpon oleh bu Rahma
Sesampainya dirumah Erika.
"Assalamu'alaikum.. "
"Waalaikumsalam, masuk Arka. Kamu langsung kekamar nya Erika saja ya. Ibu masih banyak kerjaan. "
"Iya bu. "
Sesampainya Arka dikamar Erika dia langsung membuka pintunya.
Krek...
Arka memasuki kamar Erika dan duduk disamping Erika. Arka memperhatikan wajah Erika dengan seksama, dia begitu merasa bersalah melihat mata Erika yang sembab yang dia yakini habis menangis karena ulah diri nya.
"Maafin gue ya Er, " Sambil mengengam tangan Erika.
Karena merasakan ada tangan yang mengenggam tangannya Erika seketika membuka matanya dan terkejut melihat Arka yang ada di samping nya. Arka menarik tangan nya yang digenggam oleh Arka.
"Erika, gue minta maaf atas kejadian tadi. Tapi gue bener-bener nggak kenal sama cewek tadi, soal seminggu ini gue nggak pernah pulang ke rumah ataupun nggak ada jenguk lo itu karna di restoran banyak kerjaan. Gue mohon maafin gue, gue mau memperbaiki semuanya sama lo. Maafin guee... "Ucapnya lirih sambil mengenggam tangan Erika.
" Apa gue bisa percaya sama lo ka?? "
" Iya, lo bisa percaya sama gue. "Ucapnya percaya diri.
" Tapi gue takut lo ngulangin lagi ka. "
"Gue mohon Er, percaya sama gue. Lo nggak pernah kan liat gue kayak gitu, gue mohon.. Percaya sama gue. Kasi gue kesempatan lagi. "
"Gue udah kasi lo kesempatan ka, selama seminggu ini gue sengaja nunggu lo dateng kerumah. Gue mau liat perjuangan lo mau bisa dapet hati gue gimana. Pantas nggak lo buat gue kasi kesempatan, tapi tiba-tiba aja kepercayaan gue hancur karna hal tadi. Mulut emang bisa berkata lain tapi gue nggak tau gimana perasaan lo sama gue."
"Tapi Er... "
"Gue butuh waktu sebentar ka. Gue harap lo ngerti. "
🌼Bersambung 🌼
selamat hari senin😀. maaf ya apabila cerita nya kurang menarik tapi semoga kalian suka. jangan lupa like, coment, vote, rate⭐ 5 nya gaess..
Happy Reading 😀😀😊
Erika jelas sudah melakukan kesalahan fatal saat tidar sadar dia sudah melakukan kontak fisik dan bermesraan dengan pria lain didepan suaminya dan pada saat sudah sadar pun dia masih melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya dan masalahnya Erika tidak merasa bersalah sama sekali pada suaminya
kalian novelis wanita sadar tidak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya adalah kesalahan fatal tapi kenapa kalian anggap itu hal biasa yang tidak perlu dibesar2kan
dari sini kita bisa lihat betapa egois kalian para author masak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya pula bukan kalian anggap suatu kesalahan
miris pola pikir kalian