NovelToon NovelToon
Because I Love You

Because I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka July

"Baiklah saya langsung saja, saya Dean D, umur sembilan belasa tahun saya cerdas dan cantik, saya juga orang yang setia." gadis itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut dan suarah yang mantap, Hermawan mengangguk sembil menahan senyumnya karena gadis itu sangat percaya diri.

'Apa hubungannya denganku?' pikir Hermawan, mencoba bersikap biasa saja, walau sebenarnya dirinya ingin tertawa sekeras-kerasanya, gadis kecil itu sangat mengemaskan.

"Saya datang kesini untuk melamar anda Hermawan untuk menjadi suami saya." gadis itu tersenyum setelah mengatakan hal itu senyum yang sangat lembut.

Hening sesaat.

'Apa aku di lamar gadis ini?' Hermawan melongo sesaat kemudian tertawa lepas. "Hahahah, anda salah orang nona, saya tidak mengenal anda dan saya tidak tertarik pada anda." Jawab Hermawan sambil tertawa bahkan memengangi perutnya, yang mulai terasa sakit, beberapa cairan keristal mulai muncul di sudut mata Hermawan, laki-laki itu tertawa sambil mengelap air matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Kuliah Lagi?

3.196.800 detik, 53.280 menit, 888 jam. Tepatnya tiga puluh tujuh hari, sudah mereka menikah, Hermawan hanya bisa menahan ludahnya saat melihat Dean keluar dari kamarnya mengenakan celana pendek sepaha berwarna putih, dan baju kaos berlengan pendek berwarnah putih, tampak di bagian depanya terdapat gambar menara Paris dan rambut yang di biarkan tergerai sembarangan, terkesan berantakan malah, tapi terlihat sangat pas dengan penampilan Dean, membuat Dean terlihat semakin cantik dan juga sexy.

Selama hidup dengan Dean, Hermawan mulai memahami sikap Dean yang selalu bersikap cuek atas penampilannya, tapi Hermawan bisa memastikan apapun yang di pakai wanita itu selalu terlihat pas dan membuatnya selalu menarik, terkadang itu membuat Hermawan harus ektra keras menahan nafsunya, terlebih Dean sudah sah menjadi istrinya.

“Kenapa? Apa ada yang aneh?” Dean bertanya saat melihat laki-laki itu tersenyum-senyum sendiri, ia mirip orang gila yang sedang memikirkan suatu objek yang terlihat geli bagi mereka, dan terkadang tidak bisa di terima begitu saja oleh orang pada umumnya.

“Tidak ada, aku, aku hanya berpikir, selama sebulan ini kamu tidak melakukan apa-apa sebagai istri,” jawab Hermawan cepat, ia takut Dean mengetahui pikiran kotornya.

Wajar jika Hermawan mempunyai pemikiran seperti itu dia adalah lelaki normal yang memilik napsu tentunya terhadap wanita terutama pada istrinya ini, yang mengajukan syarat bahwa Hermawan tidak boleh menyentuhnya, dengan imbalan Dean akan membantunya bersatu dengan Aulia, wanita yang dia cintai selama sepeuluh tahun ini.

“Apa maksudmu? aku bekerja, makan, tidur, kemudian belanja persediaan makanan dan mencuci piring.”

“Bekerja? Bekerja apa? kamu bahkan tidak bisa membersihkan rumah,” ejek Hermawan pada Dean yang terlihat mulai terpancing emosi karena Hermawan tidak menghargai semua yang ia lakukan selama ini.

“Kamu selalu menolak setiap aku ingin membantumu membersihkan rumahmu ini!”

Benar apa yang Dean katakan, Hermawan selalu menolak saat Dean mencobah membantunya, entah apa alasanya, tapi laki-laki itu lebih senang saat Dean menunjuk sesuatu yang belum ia kerjakan saat membersihkan rumah, hal itu membuatnya senang sekaligus juga membuatnya kesal, tapi ia selalu menikmati saat itu.

“Baiklah, aku memang melarangmu, tapi memasak kamu bahkan tidak bisa memasak!” jawab Hermawan tidak mau kalah.

“Aku akan kursus memasak kamu puas?!” Dean berteriak dengan kesal.

“Kenapa kamu tidak kuliah saja? Itu akan lebih baik dari pada kamu kursus memasak, lagi pula umurmu masih sembilan belas tahun, seharusnya gadis seumuran mu itu sedang sibuk mendaftar kulia.” Hermawan mengambil kesimpulan atas apa yang biasa anak usia 19 tahun lakukan.

“Apa kamu bercanda?” Dean bingung bahkan matanya hampir melotot dengan ide gila suaminya, tapi tidak dengan Hermawan laki-laki itu mengeleng tegas seakan mengatakan bahwa yang ia ucapkan adalah sungguh-sungguh.

‘Apa kamu gila Wawan aku bahkan sudah meluluskan, S1Psikolagi dan Hukum di Harvart, S2 Bisnis di CUNY, Management di Yela University, bahkan seharusnya sekarang aku sudah melulus S3 ku untuk bisnis andai saja Dad tidak meninggal saat aku kembali.’

Dean mengingat kejadian dua tahun lalu, ia sengaja pulang saat menjelang ulang tahunya serta merayakan kelulusan S2 nya, bahkan Dean sudah di terima menjadi mahasiswi S3 untuk jurusan bisnis di CUNY, tapi semuanya berakhir saat kecelakaan itu terjadi dan Edmom meninggal, Zulfar dan Ahmad tidak mengizinkan dirinya untuk pergi lagi, karena Dean sudah menjadi tanggung jawab mereka setelah kematian Edmom.

Walau Dean sudah menjelaskan bahwa ia akan baik-baik saja di sana tapi tidak berhasil, bahakn Anisa melakukan mogok makan selama seminggu hanya karena mendengar rencana Dean untuk melanjutkan pendidikanya, belum lagi ocehan Meli yang seperti kaset rusak selama dua minggu Dean merasakan telinganya selalu panas dan berdenging karena wanita dewasa itu mengomel dan mengancam tidak akan mengakuinya sebagai saudara lagi.

Dean tahu itu semua hanya omong kosong, tapi setelah melihat perjuangan keluarganya yang sangat besar agar Dean tetap tinggal bersama mereka, akhirnya Dean mengalah dan memilih tinggal di sini serta melaksanakan amanah Edmom untuk menikah dengan Hermawan.

“Kamu boleh memilih jurusan yang kamu sukai atau jurusan yang benar-benar kamu tidak bisa agar kamu bisa belajar,” Hermawan menatap punggung Dean sambil tersenyum wanita itu sibuk membuka kulkas seakan mencari sesuatu “Aku janji akan menanggung semua biaya kuliamu.”

“Bukan masalah itu bodoh, kamu tidak tahu aku harus bolak balik ingris Amerika untuk kulia, rasanya aku ingin mencekik laki-laki ini!’ Batin Dean, lalu tanganya meraih benda yang ia cari, lalu mencucinya bersih.

Dean menuangkan segelas air mineral lalu meminumnya dengan lahap seakan ia sudah berhari-hari tidak minum air yang menyegarkan itu. lagi-lagi Hermawan menelan ludahnya melihat leher Dean yang jenjang, dan terlihat sangat mengodah, bukan hanya itu bibir merah itu sangat seksi saat menyentuh ujung gelas itu.

Jantung Hermawan berdetak sangat cepat napasnya terasa sangat sesak, laki-laki itu berusaha mati-matian terlihat tenang, walau ia merasakan sesuatu yang mulai terasa sakit di bawah sana.

“Aku akan memikirkanya nanti, tapi apa kamu serius untuk membiayai ku kulia?” Dean bertanya sambil mengunya sebuah apel di tanganya, Hermawan mengangguk cepat. ‘Aku yakin kamu akan menangis jika tahu aku akan kulia dimana untuk melanjutkan S3 ku.’ Dean terkekeh.

“Apa yang lucu?” Hermawan menatap Dean dengan gugup berharap wanita itu tidak mencurigainya dengan semua yang ada di otaknya sekarang, Hermawan akan sangat malu jika gadis kecil itu mengetahui semua yang ia bayangkan.

“Tidak ada,” Dean kembali mengigit apelnya sebelah alisnya menaik saat melihat wajah Hermawan yang memerah, dengan cepat Dean mengeleng lalu melihat kearah lain.

“Wawan! kamu menjijikan!” Dean berteriak kesal saat Hermawan dengan cepat merebut apel di tanganya yang sudah ia gigit, sungguh Dean tidak suka saat orang lain merebut makanya tanpa seizinya, bahkan Dean berpikir itu hal yang menjijikan.

***

Hari ini Hermawan menatap layar laptopnya dengan semangat ia mengerjakan beberapa tugasnya, sudah dua minggu ini hubungan dengan Dean tampak baik-baik saja, mereka lebih sering bercanda walau tidak bisa di pungkiri tetap terjadi pertengkaran diantara keduanya.

“Aulia ada apa?” Hermawan menatap gadis yang masuk keruangan secara tiba-tiba.

“Aku mau mengajakmu jalan-jalan hari ini, bisakan?”

“Tapi aku ada janji,”

Hermawan sudah berjanji akan pulang cepat malam ini, untuk masak makan malam dan menonton dvd bersama Dean.

“Kamu berubah, kamu terus menghindariku, apa aku berbuat salah padamu?” mata gadis itu tampak memerah ingin menangis.

“Bukan begitu, aku, sial, baiklah.” Hermawan sunguh tidak bisa jika melihat wanita itu menangis.

***

Keduanya terlihat sangat senang, terlebih Hermawan yang melihat Aulia selalu tersenyum padanya, jika boleh jujur ia juga merindukan Aulia, bukan maksud laki-laki itu menghindari Aulia tapi ia terlalu sibuk dengan pekerjanya serta sibuk memperbaiki hubungan dengan Dean.

Hermawan kembali menatap kedua tangan mereka yang bertautan satu sama lain seakan tidak akan terpisah lagi, ia suka menyentuh tangan Aulia, tangan itu terasa sangat pas di dalam gengamnya. Berbedah dengan tangan Dean, Hermawan bahkan tidak tahu tangan Dean hangat atau dingin, ia tidak pernah menyentuh tangan itu, tapi Hermawan bisa memastikan bahwa tangan gadis mudah itu pasti sangat halus.

Hermawan mengeleng dengan cepat saat Aulia memanggilnya, laki-laki itu memutuskan untuk membuang jauh-jauh semua pemikiranya yang berhubungan dengan Dean karena sekarang dirinya sedang bersama Aulia.

“Ini bagus tidak?” Aulia bertanya sambil menempelkan sebuah kalung emas di depan lehernya, kalung yang sangat indah dengan hiasan batu rubi kecil yang mengantung sebagai bandulnya.

“Bagus,” jawab Hermawan cepat, lalu tersenyum lembut, saat Aulia memintanya memakainya langsung ke lehernya, Hermawan bahkan bisa menghirup aroma tubuh Aulia yang tercium sangat manis seperti aroma stroberi, wangi tubuh Aulia tidak berubah dari SMA dan Hermawan menyukainya.

“Embak saya ambil yang ini,”

“Biara aku yang bayar.” selah Hermawan, saat Aulia hendak mengeluarkan dompetnya, Hermawan terdiam membeku saat Aulia tiba-tiba mencium pipinya kilat dan bebisik sambil mengatakan terima kasih.

Rasa gugup menyelimuti Hermawan sejak kejadian di tokoh perhiasan itu, bahkan saat mereka menghabiskan makan malam romantis, Hermawan memilih lebih banyak diam tapi selalu tersenyum pada Aulia.

Aulia berbedah dengan Dean, jika Dean memakan makanya dengan sangat rakus, maka Aulia terlihat sangat anggun dan cantik saat ia makan, Aulia selalu memberikan senyumanya di tengah makannya, sedangkan Dean wanita itu akan lebih fokus saat dengan makannya di banding Hermawan suaminya.

Hermawan kembali mengelengkan kepalanya mencobah menghilangkan semua pemikiran mengenai Dean, ia hanya ingin menikmati malam ini bersama Aulia bukan Dean. Tapi sepertinya laki-laki itu lupa akan janjinya pada seorang wanita yang menunggunya di rumahnya.

From :Wawan

Maafkan aku tidak bisa pulang sekarang,

Banyak yang harus aku selesaikan.

Dean dengan cepat membalas pesan singkat yang masuk ke ponsel pintarnya, wanita itu mengatakan tidak keberatan atas semua itu. Hanya tiga detik setelah pesan itu terkirim, ponsel Dean kembali menyala saat sebuah pesan masuk kembali ke dalam inbok-nya, ia membukanya, Dean tahu siapa yang mengirimnya yaitu orang kepercayaan keluarganya untuk mengawasin Hermawa dan dirinya, walau Dean tidak menyukai keberadaan mereka.

Tapi sejak pernikahanya Dean meminta mereka untuk melaporkan semua kegiatan yang Hermawan lalukan padanya, untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, Dean berjanji tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi hal buruk pada laki-laki yang berstatus sebangai suaminya saat ini.

Tangan Dean terlihat sangat lincah mengesel layar ponselnya, sebuah poto seorang laki-laki sedang memasangkan kalung pada seorang wanita, mereka sangat bahagia bahkan keduanya tersenyuam lebar.

Dean hanya tersenyum menatap poto itu, bahkan selama ini Dean tidak perna melihat senyum lebar dan mata itu terlihat sangat berbinar, Dean tidak perna melihat itu saat dirinya bersama Hermawan, bahkan sekalipun tidak perna.

Seharusnya ia senang karena Aulia dan Wawanya bisa bersama, tapi mengapa ada rasa tidak suka di hati Dean.

***

1
Katherina Ajawaila
waaaauuu, kejadian yg aneh aja 🙂
Wahyuni Yuni
Luar biasa
ICA
Menurut aku si hermawan nya ngg SEkejam itu sma si DEANNYA karna dean pun apa apa ngg bisa terkecuali si hermawan ada maki2 si deannya baru itu kejam flasback sma kejadian sebelum nya aja cara mereka ketemu smpai menikah kurasa masij normal aja nma jga orang yg ngg kita kenal tiba ajak nikah gimana perasaan klian ngg mingkin dong langsung akrab gitu aja
Hanifah Henny
paragrafnya buat sakit mata gk ada spasinya
Agle
Luar biasa
PANJUL MAN
suka skali ceritanya walaupun bacanya sambil kesal liat tulisannya tapi bikin penasaran
Nancy Bondan
Luar biasa
Fafaaa
👍🏻👍🏻👍🏻
Gita Risnawati
ko sakit yaa
Gita Risnawati
harus banget kya gitu ya dean??
Gita Risnawati
haduuhhh si wawan
Gita Risnawati
ko mau ya wawan masakin, nikahnya kan d jebak
Gita Risnawati
apa wawan gx penasaran sma dean sebenernya siapa yaa??
Gita Risnawati
gemes banget ama dean
Gita Risnawati
dean dean,...
Gita Risnawati
dean²,....
Gita Risnawati
haduh ada² aja dean
Gita Risnawati
baru baca 1 bab, kayaknya seru, jdi penasaran
FUZEIN
Dah tahu yg dtolong masa lalu...masih juga lupa dengan masa depan...wawannn ni..ishhh
Dewi Kurniawati
bagus walau akhirnya membosankan...🙇‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!