NovelToon NovelToon
MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:34.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: INKE SEPTIANA

Bagaimana rasanya jika setiap saat, setiap waktu kau ciptakan moment indah bersama dengan seseorang?

Ya, benar? tentu akan sulit berpaling apalagi merelakan nya begitu saja

Bagaimana menurutmu, jika kamu berada dalam posisi ini, apakah kamu sanggup merelakan kenangan terindah itu berlalu pergi begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INKE SEPTIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#MWM 14 (DINNER ENJOYABLE)

Melihat sosok gadis yang sangat

bersemangat itu tidak kunjung keluar dari mobilnya. Akbar pun kembali membuka pintu mobil dan bertanya padanya

"Hai…bocah, pakah kau tidak lapar? kenapa masih melamun saja" tanya Akbar

"Akh…i..iya " jawab Riri sedikit gagap lalu segera turun dari mobil. Kemudian mempercepat langkahnya agar beriringan dengan Akbar

Akbar yang melihat tingkah lucu dari Riri pun tak tanggung-tanggung langsung menggandeng tanganya dan tersenyum seraya memasuki sebuah restoran mewah

Saking senangnya Riri pun tak sadar membalas mempererat genggaman tangan dari Akbar dan tersenyum ramah, lalu melangkah mengiringi langkah Akbar. Kini, keduanya sudah berada dalam interior restoran yang megah nan mewah. Melihat itu semua Riri dibuat kagum sepanjang mata memandang

"Woaah, ini resto & café nya bagus banget,

seperti di film-film luar negeri" ujar Riri dengan mata berninar-binar mengangumi karya desain senimannya.

Melihat tingkah konyol seperti orang baru keluar dari hutan gitu guys....😁. Akbar hanya, tersenyum melihat kepolosan Riri, kemudian mempersilahkannya untuk segera

menempati tempat duduknya

"Ayo, duduk dengan benar, entar deh aku

ngajak kamu keliling biar kamu puas" seru Akbar

"Sungguh?" tanya Riri antusias

"Ya, sampai kamu merasa lelah sendiri dan pasrah, lalu memintaku agar segera membawamu pulang" jawab Akbar

"Hum..aku gak akan nyusahin orang kok,

dan aku jamin Tuan yang akan kalah" bantah Riri

"Ya..ya…kita buktiin, siapa yang akan jadi winner disini" tantang Akbar

Lima belas menit. Usai perdebatan kecil mereka, akhirnya pesanan yang di pesan telah tiba. Melihat semua hidangan yang tertata rapi. Semakin membuat gudang tengah Riri berkoar-koar pasalnya caca dan cici udah gak sabar untuk mendapat hak sembako guys…hihi…😆😁

Usai pelayan menata hidangan tersebut. Riri pun dengan sangat antusias langsung menyambar beberapa menu makanan yang sejak dulu iya idam-idamkan. Saat tangan Riri, hendak mengambil beberapa menu tanganya dicekal oleh Akbar menggunakan sumpit.

"Eitss…gak sabar banget sih" ujar Akbar,

Riri yang merasa bahwa sikapnya mungkin terlalu memalukan. Kemudian menengok kearah kiri dan kanan lalu kearah belakang

yang difikiranya mungkin sedari tadi banyak orang melihat kelakuan konyolnya itu. Sehingga Akbar menjadi risih dan malu.

"Kenapa kok nengok kearah samping dan belakang" tanya Akbar bingung

"Ump…aku kira sepertinya Tuan malu membawaku ke tempat ini karena kelakuan konyolku" jawab Riri sedikit mencondongkan wajahnya kearah Akbar lalu berbisik. Melihat kelakukan Riri itu Akbar pun terkekeh geli

"Haha…haha…" tawa Akbar yang mencuri perhatian para pengunjung lainnya. Mungkin akan terlihat aneh kedua pasangan tersebut. Sedari tadi sikap wanitanya yang konyol, kini ada lagi lelakinya yang tidak kalah kelewat arus. Melihat Akbar yang tak mau berhenti

dari tawanya. Riri pun, berinisiatif membungkam mulut si petua gorilla itu

"Happ…." Riri memasukan satu buah steak

kedalam mulut Akbar guys😮🙉

"Wah, gimana tuh ekspresi Akbar, marah gak ya??"🤔

Akbar yang mendapatkan perlakuan dari Riri seperti itu terdiam dan menatap intens penuh gemuru. Mungkinkah, singa itu akan menerkamnya?

Oh tidak. Riri yang merasa akan terjadi

sesuatu. Segera berkilah untuk pergi ke toilet. Namun niatnya di urung saat Akbar berpura-pura tersedak

"A…aku mau ke toilet sebentar" ujar Riri

"Uhuk…uhukk…huk" batuk Akbar dengan ekspresi mengenaskan. Melihat situasi tersebut membuat Riri panik dan segera menyapu punggung akbar lalu memberinya segelas air untuk di minumnya

"Apa kamu tidak apa-apa" tanya Riri khawatir

"Aku minta maaf, kalau kelakuan konyolku membuatmu tak nyaman" sambung Riri penuh sesal

Melihat Riri yang sungkan dan merasa

bersalah dengan wajah menunduk. Akbar pun tak tega lalu memegang erat kedua tanganya

"Tidak perlu minta maaf, aku yang terlalu berlebihan hanya saja lain kali jangan seperti itu" jawab Akbar

"Apakah kau sengaja ingin membuatku terbunuh akibat tersedak oleh potongan steak" tanya Akbar mendengar penuturan darinya. Riri terdiam dan menundukan wajah sedihnya

"Aku minta maaf…aku janji, tidak akan pernah mengulanginya lagi" jawab Riri

"Hemp... sudah-sudah. Tapi, ada syaratnya agar kamu terbebaskan dari rasa bersalahmu itu" seru Akbar menyeringai

"Tapi setelah kamu menghabiskan seluruh hidangan ini dan akan kuberitahu caranya" sambung Akbar. Ini pasti auto, ngerjain lagi guys….😤

Riri yang merasa senang, karena mendapatkan budi baik dari Akbar yang mau memaafkannya kini tersenyum kikuk. Pasalnya iya ragu dengan tawaran yang akan akbar berikan untuknya

"Hah..Apa tidak sekarang saja, Tuan" tanya Riri. "Aku sepertinya mendadak kenyang" kilah Riri memaksakan senyuman manjanya.

"Wah...sayang sekali, hidangan ini terlalu nikmat bila harus mengabaikannya" ujar Akbar penuh dramatis

Riri kembali menatap hidangan yang tertata rapi dengan berbagai menu yang sedari tadi iya pesan Itu membuatnya harus menelan ludahnya dan membuat gudang tengahnya membelengkar. Namun, seketika Riri tetap teguh dengan pendiriannya.

"Hehe... Tuan, sepertinya lain kali saja" ujar Riri beranjak dari duduknya. Seketika dengan sigap Akbar menahannya dan memerintahkanya agar segera duduk kembali dengan benar dan menghabiskan makanannya

"Duduklah...aku hanya bercanda" ujar Akbar

lalu menyodorkan sepiring chamber kearahnya dengan sigap Riri memperbaiki posisi duduknya. Dengan senang hati Riri mulai menikmati chamber yang sudah lama iya idam-idamkan.

Sebuah seyuman mengembang, menghiasi

wajah mulus Riri. Tanpa sadar Akbar menatapnya sekilas, melihatnya begitu senang dan bahagia. Akbar pun ikut tersenyum dan menikmati makananya.

Dua puluh menit kemudian.....

Setelah menikmati hidangan yang begitu lezat. Kini, keduanya bergegas pergi untuk menyusuri beberap sudut ruangan dan taman disekitar restoran tersebut.

"Apakah, kau sangat senang hari ini" tanya Akbar menoleh ke arah lawan bicaranya

"Ya" jawab Riri dengan seulas senyuman

"Ekh..ekhem bisakah kau tidak usah

tersenyum seperti itu" ujar Akbar

"Ha...kenapa?😮. Apa wajahku terlihat keriput" tanya Riri meraba-raba wajahnya dengan kedua tanganya

"Ti..tidak, em..maksudku..empp" jawab Akbar terlihat bingung menjelaskannya

"Ah lupakan saja, ayo ikut aku" seru Akbar

kemudian menggandeng tangan Riri

"Ha...aneh" batin Riri lalu berjalan beriringan dengan akbar yang masih setia menggandeng tanganya

"Waahh..di sini indah sekali" ujar Riri

"Ya, sudah ku duga pasti kamu akan menyukainya" jawab Akbar

"Apakahbtuan sering berkunjung di sini" tanya Riri menoleh menatap sekilas lawan bicaranya

"Ekhem...belum pernah. Ini kali pertamaku

datang bersama seseorang" jawab Akbar

"Benarkah tuan" tanya Riri menatap lamat-lamat wajah Akbar

"Ya. Ya sudah, ayo kita ke seberang sana" seru Akbar melangkah mendahului Riri

"Emp... Tuan, apa aku boleh bertanya" tanya Riri sedikit ragu-ragu menatap Akbar

Akbar yang mendengarkan penuturan Riri kemudian menghentikan langkah kakinya lalu menatap lamat-lamat wajah Riri, seperti

penasaran apa yang ingin ditanyakan Riri padanya

"Apa yang ingin kamu tanyakan" tanya Akbar

"Ekehm...begini Tuan, kenapa Tuan suka seenaknya memperlakukan orang seperti saya" tanya Riri nyaris tersangkut di tenggorokannya, namun tetap lolos dan terdengar oleh Akbar

Akbar yang mendapatkan pertanyaan tersebut masih diam mematung. Entahlah iya masih mencerna setiap kata-kata dari Riri ataukah mencari sebuah jawaban untuk menjawab pertanyaan itu

"Ah... Tuan, bukan maksudku begitu. Maksud

pertanyaanku itu eh..." ujar Riri tersekat saat

Akbar tiba-tiba membukam mulutnya dengan

sebuah c*um*n 😱

Riri yang mendapat serangan tiba-tiba tersentak kaget lalu memukul dada bidang Akbar dan ingin mendorongnya. Namun, Akbar dengan cepat menghentikan geraknya dan melepaskan ciumannya.

"Aku minta maaf...." ujar Akbar lalu beranjak meninggalkan Riri yang mematung seorang diri. Lima menit Riri tersadar dari lamunannya

"Hah....apa ini ci*m*n " ucap Riri memegang

bibirnya dan masih teringat jelas aksi dari Akbar yang pikirnya tiba-tiba

Halaman Parkiran....

"Hissh.. Akbar bego banget sih lu " gerutu akbar seperti orang frustasi.

"Kenapa lu gak bisa nahan diri banget sih" kesal Akbar pada perbuatannya. Pikirnya pasti Riri akan marah dan tak ingin menemuinya kali ini.

"Hah...kenapa dia belum juga muncul, apa jangan-jangan dia marah padaku" lirih Akbar yang mondar-mandir di area parkiran restoran

"Ekhem" dehem Riri lalu menghampiri Akbar

Akbar tersentak kaget saat Riri berdehem tepat di belakangnya sehingga membuatnya

terpaku sejenak tanpa suara

"Maaf Tuan, sudah membuatmu menunggu lama, aku tadi ke toilet sebentar" ujar Riri

"Ah..iya gakpapa, ayo silahkan" jawab Akbar

menuntun Riri segera masuk ke dalam mobil

Tanpa pikir panjang segera Akbar menyalakan mesin mobil dan beranjak pergi meninggalkan area restoran.

Sejenak sepanjang perjalanan. Keduanya

diam dan terlihat canggung. Pikiran keduanya

seperti membayangkan sesuatu yang baru saja terjadi dan membuat frustasi saja jika dipikirkan.

Tak ingin berlarut-larut pikirnya, Riri pun mencoba memejamkan kedua matanya. Pikirnya dengan memejamkan matanya

sejenak. Kejadian yang serupa itu akan hilang bersama kelapnya tidur sesaat

Akbar yang kian berusaha fokus tetap saja

membuatnya penasaran. Kenapa, dari tadi seperti dirinya berada di dalam gua saja. Penuh dengan keheningan sampai membuatnya menoleh menatap

seseorang di sampingnya.

Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Menciptakan makhluk yang begitu sempurna pikir Akbar. Kemudian iya menepikan sejenak mobilnya di salah satu jalanan di pusat kota

Kini Akbar leluasa memandangi wajah polos Riri saat iya tertidur pulas. Seperti tak ingin mengabaikan moment ini. Akbar pun, segera mengambil handphonenya lalu segera memotret Riri dengan polosnya saat  terlelap

"Haha...." tawa Akbar yang menscrol ulang beberapa gambar Riri yang sempat iya ambil tadi

"Sangat menggemaskan "ucap Akbar

"Ah iya aku lupa, bagaimana aku mau mengantarkannya pulang sedangkan orangnya saja tertidur lelap begini" ucap Akbar masih memandangi wajah Riri

"Apa aku harus membawa ke rumah ku" lirih Akbar. "Ah iya, sepertinya begitu, ini sudah sangat larut aku tidak tega jika harus membangunkan nya" sambung Akbar

Segera Akbar membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan normal untuk bergegas kembali ke rumahnya bersama Riri.

Dua puluh lima menit kemudian. Sampailah keduannya di mansion mewah Akbar. Segera Akbar membuka pintu mobil lalu membopong Riri ala bridal style menuju kamar utamanya.

Sesampai di kamarnya, iya langsung menidurkan Riri ke king size bed-nya penuh dengan kehati-hatian lalu menyelimutinya. Sesaat Akbar menatapnya penuh kasih lalu beranjak keluar dari kamarnya.

Akbar yang kini berada di ruang tamu pun, segera menuju ke pantry seraya membuatkan black coffee untuk menemaninya bergadang dengan beberapa dokumen yang harus iya selesaikan

Ya ampun kok gitu sih Bar, anak orang loh🤦

Hehe....Halo guys masih tetep pantauin MWM, kan? kencangin terus buat jadi favorit kalian ya🙏

1
Noer S
cerita nya menarik
tapi masukan aja kalo bilang "nanti malam"
kalo sebentar malam kayaknya aneh tapi bagus ceritanya 👍
INKE SEPTIANA: makasih ya. and thanks
total 1 replies
0FF.......
ninggalin jejak
𝕮𝖑𝖊𝖔
Cleo Dah mampir Semangat Up Nya kk😁
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
semangat akak
fe
semangat ya kak Inke cerita nya bagus sekali
Mawar Berduri💕
semangat 🤗
Febriyanti🍫🍭
aku udah feddback thor
~°•°DEVINA^•^~
semangat author lanjuuutt kann
INKE SEPTIANA
terima kasih 🙏
Imay HIATUS 🐥
Lanjuuuut, semangat Thor 💪
Rini amalia
semangat torrrr
INKE SEPTIANA: thanks ya and terus semangat ya and jgn lupa mampir terus di karya² ku
total 1 replies
Asih Sunkar
ak kasi bintang lima kak
Asih Sunkar
disini juga
Asih Sunkar
like disini
INKE SEPTIANA: makasih ya
total 1 replies
Asih Sunkar
like.
Asih Sunkar
ak hadir kak
Reo Ruari Onsiwasi
Kami datang membawa LIKE dan mengucap LANJUT .terimakasih🐘🐘🐘🐇🐇🐇🐿🐿🐿🦃🦃🦃🐔🐔🐔🐓🐓🐓🐣🐣🐣🐤🐤🐤🐥🐥🐥🐦🐦🐦🐧🐧🐧🕊🕊🕊🐢🐢🐢🐳🐳🐳🐋🐋🐋🐬🐬🐬🐟🐟🐟🐠🐠🐠🐡🐡🐡🐙🐙🐙🐚🐚🐚🦀🦀🦀🐌🐌🐌🐛🐛🐛🐜🐜🐜🐝🐝🐝🐞🐞🐞🦐🦐🦐🦑🦑🦑.
Ratu dunia
"THE BEAUTIFUL VAMPIRE"

Mampir kuy ke ceritaku berceritakan tentang kisah seorang Vampir cantik dengan sang ceo tampan.

Izin promo😗..
Ratu dunia
"THE BEAUTIFUL VAMPIRE"

Mampir kuy ke ceritaku berceritakan tentang kisah seorang Vampir cantik dengan sang ceo tampan.

Izin promo😗
Reo Ruari Onsiwasi
Kami datang!!! terimakasih🐘🐘🐘🐇🐇🐇🐿🐿🐿🦃🦃🦃🐔🐔🐔🐓🐓🐓🐣🐣🐣🐤🐤🐤🐥🐥🐥🐦🐦🐦🐧🐧🐧🕊🕊🕊🐢🐢🐢🐳🐳🐳🐋🐋🐋🐬🐬🐬🐟🐟🐟🐠🐠🐠🐡🐡🐡🐙🐙🐙🐚🐚🐚🦀🦀🦀🐌🐌🐌🐛🐛🐛🐜🐜🐜🐝🐝🐝🐞🐞🐞🦐🦐🦐🦑🦑🦑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!