NovelToon NovelToon
Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:255.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nora Kastella

Kedua orang kaya yang tinggal di lingkungan sederhana ini menjadi bukti bahwa mereka pun bosan dengan hingar bingar kemewahan. Pernah merasa saling suka dan akhirnya ditinggal menikah oleh orang yang ia suka adalah sebuah mimpi buruk.

Bertemu kembali karena perjodohan adalah sebuah irama yang tak senada. Walaupun saling suka, kenangan masa lalu membuat mereka harus bekerja sama untuk saling menunjukkan rasa suka.

Trauma akan pernikahan pertamanya, membuat Rion jadi takut untuk mencintai seorang wanita. Sedangkan Neyza yang nyatanya suka dengan Rion saat Rion akan menikah, menaruh rasa sakit hati yang luar biasa. Bertemu kembali setelah Rion mengakhiri pernikahan adalah sebuah keputusan berat untuk Neyza.

Apakah mereka mampu bersama dan melewati banyak hari tanpa ada kekhawatiran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Kastella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Pilihan Sulit

"Hani..", lisan dan batinnya berkata bersamaan. Rion tak percaya dengan foto yang ia lihat. Perempuan itu adalah seseorang yang ia banyak menaruh hati dan cintanya tertolak.

Neyza : " Dari ekspresimu, kamu kenal. Aku cuma mau mastiin, Rion. Aku gak akan menyakiti cewek ini. Tapi setidaknya bila mungkin kasus ini berkembang, info ini bisa sampai ke pihak yang lebih berwenang untuk dipanggil sebagai saksi."

Rion : "Namanya Hani." Wajahnya sendu.

Neyza : "Aku harap dia orang baik."

Rion menghela napas panjang. "Rencana lu apa, nek?"

Neyza : "Mantau. Sejauh mana Hani bantu Papanya. Tim pengacara juga Detektif sudah simpan beberapa bukti."

Neyza menghabiskan makanannya. Sementara Rion berpikir keras melawan hatinya yang masih belum menerima kenyataan bahwa Hani ikut terseret dalam kasus besar seperti ini. Hani adalah perempuan baik yang ia kenal sejak 2 tahun terakhir. Dia juga bukan orang yang tak terpandang. Mengapa ia dan Ayahnya malah menjadi sorotan besar? Rion masih mencerna namun tak berhasil membuatnya merasa puas.

Neyza : "Rion. Makasih infonya."

Rion tak menjawab. Ia lalu berdiri dan pamit kepada Neyza untuk segera kembali ke rumah.

Rion : "Gue balik, nek. Makasih makanannya."

Neyza menjawab seadanya sambil membersihkan makanan yang ada di karpet. Weni masuk ke dalam rumah. Tahu bahwa Rion sudah tidak ada di rumah Neyza. Bili pun mengikuti Rion yang masuk ke rumah.

Bili yang melihat sahabatnya sedang terdiam nampak bertanya-tanya. "Bre, kok diem? Diomelin Neyza?." Yang ditanya hanya menghela napas. "Tadi nenek cerita kalo ada orang sama anaknya ikutan main di kasus Papanya Neyza. Informan sudah cari tahu dan lu tahu sapa anaknya, bre? Hani. Yang kemarin gue tembak di restoran terus ditolak mentah-mentah. Gimana gak syok gue? Gak nyangka. Gue masih belum menerima kalo ini nyata. Ini mimpi gak sih?"

Bili : "Gue bantu tabok, ya?"

Rion memegang pipi kanannya yang masih nampak melamun.

Bili : "Gue paham. Dan sekarang posisi lu sulit menurut gue, bre. Lu awalnya bantu Neyza. Niatan lu kuat karena lu kasihan emang pingin bantu. Tapi kenyataan pahitnya, Hani ikut dalam masalah ini. Andai kata nih, bre. Andai aja. Hani ikut jadi tersangka terus naik jadi terdakwa. Lu juga wajib kasihan sama dia. Gue gak ngerti lu sekarang dihadapin dua pilihan atau gak. Tapi saran gue. Ikutin kata hati."

Rion : "Nha itu. Jago lu baca perasaan gue. Ini yang tadi gue mikir. Jadinya gimana ini? Jadi bantu Neyza apa gak? Bisa aja gue mundur toh Neyza gak tahu gue bantu dia dari Pak Handika dan timnya yang jitu. Tapi gue juga kasihan sama Neyza. Walau nyebelin, dia patut dibantu."

Bili : "Alasan lu apa bantu Neyza. Lu gak kenal juga sama dia. Diomelin mulu."

Rion : "Mungkin gue pingin diomelin terus sama dia."

Bili : "Nha fix lu mulai nada perhatian sama dia."

Rion : "Kalo gue suka sama dia ngapain gue nembak Hani, siomay kuah."

Bili : "Iya juga ya. Kenapa gue gak mikir gitu?"

Rion : "Kalo lu mau bantu orang, minimal jangan nunggu lu suka sama dia. Ikhlas, big bre."

Bili : "Tapi nih ya. Tapi. Andai lu suka juga sama Neyza gue setuju-setuju aja."

Rion : "Maksud lu, kipas angin kosmoz?", tanya Rion penasaran.

Bili : "Lu berdua udah megang dunia. Baik. Gue ngerti lu. Lu bukan orang kaya barusan aja yang suka hamburin uang dan pingin dunia tahu kalo lu mentereng. Lu tamvan, Neyza cantik maksimal. Keturunan kalian bibit unggul manusia yang selama ini diidamkan hooman kayak gue dan yang lainnya."

Rion : "Kayak emak-emak ghibah sama tetangga lu ya. Analisis lu kebangetan. Udah ah. Gue gak mikir itu dulu. Gue masih bingung. Yuk beli kopi."

Bili : "Woke bre. Kopi Janji sehidup semati ya. Ada promo."

Rion : "Heh.. beli kopi sachetan. Habis di dapur. Hemat napa sih, lu? Yuk cus."

Bili dan Rion keluar ke sebuah warung.

Sementara Neyza dan Weni sedang berada di kamar Neyza. Neyza baru saja menutup telepon dari Mama. Terlihat sedikit senyum di bibirnya. Weni yang tahu sahabatnya mendapat kabar baik turut bersuka cita.

Weni : "Ada kabar baru?"

Neyza : "Laporannya dicabut oleh pelapor."

Weni : "Dicabut? Kok bisa?"

Neyza : "Aneh emang. Yang penting sekarang bisa kembali lagi."

Weni : "Aku gak pingin merusak kebahagiaanmu kali ini, Ney. Cuma ini aneh banget. Laporin penipuan yang nilainya fantastis, tapi tiba-tiba hilang gitu aja? Yakin gak ada apa-apa?"

Neyza mengerutkan dahinya. Ia juga setuju dengan pendapat Weni. Kali ini ia tidak boleh lengah. Neyza menutup matanya. Lelah rasanya hari ini. Namun ada sebersit jalan keluar yang semakin besar, rasanya.

Rion dan Bili menuju kampus. Sebuah tugas besar dari dosen pembimbingnya menanti. Rion menuju ruang dosen dan menemui Bu Sari, wakil Dekan yang juga menjadi dosen pembimbingnya.

Bu Sari : "Rion, Judul skripsimu saya rasa lebih baik bila dibandingkan dengan ekonomi menengah ke atas. Hanya sebagai pembanding saja. Tapi kalo kamu gak mau. Ya sudah fokus ke usaha kecil saja."

Rion : "Baiknya Bu Sari saja. Saya usahakan kedua pendapat tadi kalo memang baik untuk dipelajari."

Bu Sari : "PT. Ganda Merdeka sedang berkembang saat ini. Wilayah jangkauan propertinya juga luas. Saya malah ingin kamu ke sana untuk sekalian magang."

Rion : "PT. Ganda Merdeka sepertinya saya punya kenalan, Bu. Apa saya coba kesana saja?"

Bu Sari : "Surat bisa dari kampus. Reputasi kampus di PT. Ganda Merdeka sangat bagus. Jadi kemungkinan kamu bisa dipertimbangkan dengan cepat."

Rion tersentak. Pikirannya tiba-tiba mendatangkan sebuah ide. Ia baru sadar bahwa PT. Ganda Merdeka adalah salah satu usaha milik Ayah Hani. Ia pun sengaja memutuskan ke sana bukan karena urusan materi skripsi saja. Tapi ia juga ingin tahu mengenai hubungannya dengan kasus Papa Neyza. Ia yakin pasti ada hubungan antaranya.

Rion pamit dan keluar menuju kantin kampus tempat Bili menunggu. Rion masih memesan makanan di sebuah tempat makan. Ia masih mencari keberadaan Bili. Ia lalu terdiam. Matanya menemukan Bili sedang duduk. Namun yang membuat ia terkejut adalah seorang perempuan yang duduk bersama Bili. "Hani.", batinnya.

Rion lalu membawa makanan yang ia pesan ke meja tempat Hani dan Bili duduk. " Hani. Tumben ke kantin. Sama siapa?", Rion memulai sapaan agar tak menjadi kaku dan ketahuan.

Hani : "Hai, Rion. Iya kebetulan lewat Kantin. Mau beli minum. Ketemu Bili."

Rion : "Gimana skripsi?"

Hani : "Buntu nih. Masih belum maju sidang proposal. Belum dapat ide judul juga."

Rion : "Ini juga lagi disuruh magang lagi sama Bu Sari buat laporan keuangan usaha besar."

Bili : "Lha.. ruwet nih dengernya. Dimana emang, bre?", sahut Bili.

Rion : " PT. Ganda Merdeka."

Hani : "Looh. Kantor Ayahku."

Rion : "Eh. Masak sih? Bukannya PT. Terunggul Jaya?"

Hani : "Yang Ganda Merdeka itu kan yang properti."

Rion : "Waaa, bisa nanya-nanya kamu dong, Hani."

Hani : "Coba nanti aku hubungin Kak Jeremi. Dia bisa bantu kamu selesaiin laporan yang kamu butuhin."

Rion tersenyum. Ia tahu ada sesuatu yang besar menantinya.

1
Yana012
☺️💪
re
Itulah teman sejati
xteenteen
aq bacanya marathon.. gak kerasa udh Tamat aja.. mksh author udh kasih cerita yg ringan dibaca dan happy ending.. smpt sih ada part yg banyak bawangnya tuh.. tp so far bagus kok ceritanya.. sukses trs u/karya² selanjutnya.. sehat sll n ttp semangat thorrr 💪💖💞
Olan
udah like nih😊mampir keceritaku My Devil Husband juga ya😊
maura shi
rion g kyk cowok2 yg ada d novel2 lain yg kaya cakep trs bt pacarin cewek2 lainnya,sekali jatuh cinta eh bertepuk sebelah tangan,kasian juga sih masa remajanya untung dia rada konyol
maura shi
hani ge er,dia pikir rion masih cinta apa sama km,gila aja km
maura shi
baik bgt sih mereka kalo q jd neyza/rion mgkn q g kepikiran bt ngerawat ank dr org yg uda jahat ke q
maura shi
preeeeeetttt
maura shi
nih pengantin tp debat mulu ya,g capek apa debat dr abis akad tadi
hihihi
maura shi
nah kn
maura shi
tar kalo beneran pengantin cowoknya rion,abis km rion d hajar neysa
hhhhh
maura shi
jgn2 itu ortunya rion
maura shi
weni,bili best friend
maura shi
iiih rion g peka bgt,kebanyakan slenge'an sih
maura shi
karna harta manusia jd serakah&tamak tk pandang teman,kawan&keluarga
maura shi
benarkh hani mati thor??
misteri bgt cerita ini,q uda kyk detektif conan aja pusing mikir kasus yg menguras otak iiih
Verona Muse: Aku ngakak lhooo... makasih, Maura. yang nulis ikutan gemes sama Hani.
total 1 replies
maura shi
nah lo,kapok kn!
maura shi
lo lo lo katanya hani juga suka rion tp ini apa testpack???
garis 2,pula hamil sm sapa hani???
maura shi
ayo ney move on,km cantik,kaya,baik hati km pasti bisa dpt kebahagiaan d bali
maura shi
kasian ney,cewek itu emg suka main hati,d baikin dikit aja hatinya uda luluh,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!