Tidak ada kata tidak untuk dirinya, segala hal yang membuat dia tersenyum dan bahagia pasti akan aku lakukan, meski harus mengorbankan perasaan aku sendiri, karena dia adalah prioritas utama dalam hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lissaju Liantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#014
"Akhirnya kalian sampai juga, ayo ikut tante!" Jelas Angel.
Sejak tadi Angel memang sedang menunggu kedatangan Rakes, karena hasil laporan yang baru saja ia terima mengatakan bahwa Rakes terlibat dalam kejadian hari ini. Angel yang melihat Rakes masuk bersama Zea, bergegas untuk segera menghampiri keduanya.
"Tante yang menangani kasus in" Tanya Rakes.
"Iya, tante ketua tim penyidik yang akan menangani kasus ini, ayo ikut tante!" Jelas Angel yang segera membawa Zea dan Rakes ke dalam ruang penyelidikan.
Rakes dan Zea duduk tepat di hadapan Angel sedangkan dua polisi lainnya berdiri di kedua sisi Rakes dan Zea.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Angel yang mulai melaksanakan tugasnya.
"Badai menculik Zea dan Roger, dia ingin menjadikan mereka sebagai sandra, lalu sebagai gantinya dia meminta om Iqbal untuk menghentikan tugasnya hari ini." Jelas Rakes.
"Sudah tante duga, dia pasti ingin menghentikan Iqbal agar tidak mengusik kawasan miliknya. Dasar ******** gila, apa mendekam di penjara selama 12 tahun belum juga membuatnya jera, kali ini akan aku pastikan, kau akan membusuk di penjara Badai." Gumam Angel.
"Iya tante, pastikan dia merenggang nyawanya di balik jeruji besi, jangan lepaskan dia lagi!" Pinta Zea dengan tatapan penuh kebencian.
"Iya sayang, tante akan membuatnya membayar mahal atas perbuatannya hari ini." Tegas Angel memastikan.
"Terima kasih tante! tolong urus semuanya." Pinta Rakes.
"Kamu nggak perlu khawatir, seperti biasa, tante akan mengurus semuanya dengan sempurna. Oh ya, Roger gimana? dia tidak terluka kan?" Tanya Angel.
"Seperti biasa? itu artinya ini bukan kejadian pertama bagi abang Rakes?" Tanya Zea lalu menatap Rakes dan Angel secara bergantian.
"Ah, iya tante, Roger baik-baik saja." Jawab Rakes.
"Apa kalian sedang mengabaikan aku?" Tanya Zea.
"Zea, kamu lupa siapa Rakes? dia suka buat onar, suka ugal-ugalan, berkelahi nggak jelas, yah terpaksa tante yang harus mengurus semuanya, jika tidak maka beritanya akan langsung sampai di telinga Abang Hadi, dan jika itu terjadi maka Rakes akan di kirim ke luar negeri." Jelas Angel panjang lebar.
"Ooo, oke aku juga bakal tutup mulut!" Jelas Zea.
"Terima kasih." Ucap Rakes lalu tersenyum lebar.
"Apa kami sudah boleh pulang?" Tanya Zea.
"Tentu, kirim salam tante buat uma mu!" Pinta Angel.
"Oke, ayo abang kita pulang!" Ajak Zea yang langsung melenggang keluar ruangan.
Seketika langkah Zea terhenti membuat yang lainnya juga ikut berhenti.
"Papa!" Seru Rakes ketika melihat Hadi tepat dihadapannya.
"Om Hadi" Ujar Zea.
"Kamu baik-baik saja? apa ada yang terluka?" Tanya Hadi sambil memeriksa seluruh badan Zea.
"Nggak ada yang luka, semuanya baik-baik aja, om." Jelas Zea masih begitu kebingungan.
"Baguslah! Kerja bagus Rakes, terima kasih karena telah menjaga kedua adikmu dengan baik, dan terima kasih karena kalian semua selamat!" Jelas Hadi.
"Dari mana papa tau?" Tanya Rakes.
"Roger, barusan dia pulang bersama Zafran, mama langsung menghubungi papa, meminta papa untuk memastikan keadaanmu dan Zea." Jelas Hadi.
"Roger pulang ke rumah?" Tanya Rakes.
"Iya, dia tidak mau membuat tante El khawatir. Angel, apa semuanya sudah beres?" Jelas Hadi.
"Udah, nggak ada yang perlu di khawatirkan lagi." Jelas Angel.
"Terima kasih, kalau begitu kami pamit pulang!" Jelas Hadi.
"Iya, hati-hati!" Pesan Angel.
Ketiganya membalas ucapan Angel dengan senyuman lalu lekas keluar dari kantor polisi.
___________________
"Kenapa masih belum ada kabar? kemana mereka semua?" Gundah Elsaliani penuh kekhawatiran.
Dari tadi Elsaliani terus saja mondar-mandir di teras dengan pandangan yang terus menatap gerbang berharap yang ditunggu lekas datang.
"Uma duduklah! dari tadi mondar-mandir terus, ntar yang ada uma bakal jatuh sakit." Pinta Rayyan.
"Uma tenang aja, Zea dan yang lain pasti baik-baik saja." Jelas Rafael lalu membantu Elsaliani untuk duduk di kursi.
"Jika beberapa menit lagi Zea belum juga pulang, kami akan ikut mencarinya." Jelas Taufan.
"Terima kasih!" Ucap Elsaliani.
"Uma, diluar sana nggak akan ada orang yang berani menyentuh Zea, selain dia anak dari kapten tim pasukan khusus, Zea juga jago bela diri, sebelum dia di sentuh, Zea akan lebih dulu mematahkan tangan mereka. Jadi tante tenang aja." Pinta Bian yang terus berusaha mengurangi rasa khawatir Elsaliani.
"Semoga saja!" Ucap Elsaliani penuh harapan.
"Zea...!" Seru Rayyan ketika melihat Zea yang keluar dari mobil yang baru saja terparkir di halaman depan.
"Sayang....!" Ujar Elsaliani yang langsung berlari memeluk Zea.
"Uma, jangan menangis, Zea baik-baik aja!" Pinta Zea mencoba menenangkan Elsaliani yang menangis sambil mendekap erat tubuhnya.
"Tante maaf, karena aku membuat tante khawatir." Pinta Rakes yang baru turun dari motornya setelah memarkirkannya di sebelah mobil Hadi.
"Nggak sayang, ini semua bukan salah kamu, lagi pula harusnya tante yang berterima kasih karena kamu telah membawa Zea kembali dalam kondisi baik-baik saja." Jelas Elsaliani yang kini beranjak memeluk Rakes.
"El...." Ujar Hadi.
"Abang Hadi..." Balas Elsaliani sambil melepaskan pelukannya dari Rakes.
"Udah berhenti nangis, mereka semua baik-baik aja." Jelas Hadi.
"Hmmmm!" Elsaliani mengangguk dengan sedikit senyum di pipinya.
"Zea, benaran nggak ada yang luka kan?" Tanya Rayyan memastikan sambil menatap Zea dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik aja!" jelas Zea.
"Syukurlah!" Ucap Rafeal lega.
"Besok kami bakal nagih cerita tentang kejadian hari ini, siap-siap! jangan ada yang terlewatkan!" Pinta Taufan.
"Siap komandan!" Jawab Zea.
"Dasar tukang buat masalah, kamu benar-benar membuat kami takut setengah mati!" Gumam Bian kesal.
"Tapi nggak mati kan?" Cetus Zea.
"Resek elo!" Seru Bian.
"Udah-udah, sekarang ayo kita masuk!" Ajak Elsaliani mencoba menengahkan para sahabat yang mulai unjuk rasa.
"Baik tante!" Jawan Taufan yang langsung masuk tanpa peduli dengan yang lainnya.
Lalu semuanya ikut masuk.
__________________
"Awwwww!" Jeritan Rakes bahkan menggema keluar kamarnya membuat Zea segara mendatangi kamar Rakes.
"Ada apa? kenapa? apa abang baik-baik saja? apa mereka meneror Abang?" Tanya Zea bertubi-tubi yang langsung menerobos masuk lalu segera mendekati sosok Rakes yang sedang duduk ditepi kasurnya.
"Zea!" Seru Rakes yang kaget dengan keberadaan Zea yang kini berdiri tepat dihadapannya.
Dengan spontan kedua tangan Rakes langsung menutup tubuhnya yang memang sedang bertelanjang dada.
"Coba Zea lihat! awasss!" Pinta Zea dengan tangan yang langsung menarik kedua tangan Rakes yang sedari tadi menutup tubuhnya.
"Stop! apaan sih? minggir nggak?" Gumam Rakes kesal dan terus menghindari sentuhan Zea.
"Abang terluka parah!" Ujar Zea khawatir.
"Zea stop! berapa kali sudah abang ingatkan, jangan karena membantu abang lantas kamu membuat dirimu berdosa, jangan karena menolong abang kamu justru melupakan batasan diantara kita." Jelas Rakes.
"Aku, aku hanya ingin memastikan kalau abang benar-benar baik-baik saja. Aku nggak memikirkan hal yang lainnya, aku bahkan melupakan semua batasan itu, maaf!" Pinta Zea yang langsung menjauhkan tangannya dari tubuh Rakes lalu menundukkan pandangannya.
"Sorry jika abang berkata kasar! Zea ada hal yang membatasi kedekatan kita berdua, kecuali memang kita berada di dalam kondisi yang sangat genting, keadaan yang mudharat, kondisi yang mengharuskan kita melangkahi batas tersebut, selebihnya kita harus menjaga batasan itu. Abang bukan muhrim bagi Zea, menyentuh Abang itu akan membuat kamu berdosa."
"Abang...."
"Abang hanya ingin menjaga kamu sebisa abang, semampu abang. Maaf, karena mungkin cara abang berbeda dengan cara yang dilakukan oleh Roger, hingga abang malah membuatmu tidak nyaman dengan sikap abang."
"Permisi!" Ucap Zea masih dengan kepala yang tertunduk lalu berbalik menghadap kearah lainnya.
"Sedikit memar di perut bagian kanan, dan juga di dada bagian kiri. Hmmmm bibir yang sedikit pecah, pipi kanan yang agak tergores, cuma itu besok juga bakal sembuh!" Jelas Rakes sambil menatap bagian memar ditubuhnya.
"Maaf, karena menyelamatkan Zea abang terluka. Aku ingin mengobati luka abang, tapiii hmmmmm, aku tidak ingin melangkahi batasan kita, sebagai gantinya setelah abang sembuh nanti, aku akan traktir abang makanan yang paling lezat di daerah sini."
"Baik, akan abang tagih nantinya!"
"Oke, selamat malam!" Ucap Zea dan langsung berlari keluar dari kamar Rakes.
"Selangkah lebih maju dari sebelumnya, abang senang kamu mau bicara dengan abang, terima kasih!" Ucap Rakes dengan senyum bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya😉😉
Stay terus sama My Princess 😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️
kai baru marvel
mengandung bawang banget