NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Umi Laila sakit

Malam hari tiba, Laila demam tinggi setelah kejadian siang tadi mengingatkan nya pada kejadian itu. Yusuf setia menemaninya, mengganti kompresan berulangkali. Hanya Yusuf yang tahu kejadian yang menimpa Laila di saung itu, dia sudah memutuskan untuk merobohkannya dan membuat saung yang baru di tempat lain. Wajah Laila begitu pucat dan Yusuf khawatir.

” Abi.." Lirih Laila dengan kedua mata yang masih tertutup.

” Abi disini, ini Abi umi" Yusuf meraih tangan Laila dan Laila membuka matanya.

” Assalamualaikum” suara Salamah terdengar.

” Waalaikumsalam” jawab Yusuf. Dan Salamah masuk membawa bubur, obat dan buah jeruk untuk Laila. Laila sudah seperti adiknya sendiri, dan Salamah benar-benar khawatir dan terkejut melihat Laila yang tadinya baik-baik saja langsung syok setelah pingsan di kebun.

” Aa, usahakan agar umi Laila makan dulu walaupun sedikit gak apa-apa.” Salamah menatap wajah pucat Laila dan Yusuf mengangguk. Salamah pergi meninggalkan keduanya. Yusuf mengusap kepala istrinya berulang kali dan pergi untuk mengunci pintu. Laila terbangun dan membuka matanya perlahan, kepalanya benar-benar pusing dan berat. Laila mengenggam kain kompresan dan menurunkan kedua kakinya ke lantai lalu meraih segelas air di atas meja dan meminumnya perlahan-lahan, tenggorokannya terasa kering dan perih.

” Umi, sudah bangun?" Yusuf melangkah mendekati Laila. Laila membuang muka melihat Yusuf memakai Koko berwarna hitam, sarung hitam dan tidak memakai peci, bayangkan saja pesona Abi Yusuf yang selalu membuat Laila malu-malu tapi mau dan santriwati menginginkannya. Di lirik dan mendapatkan senyuman dari Yusuf adalah keinginan para santriwati yang tidak mungkin terjadi.

" Bi, gerah” Laila merasakan tubuhnya begitu lengket karena keringat.

” Iya, mungkin akan hujan sebentar lagi”

” Abi...” Laila menatap suaminya lekat.

” Apa?”

” Boleh buka kerudung?” Laila tidak tahan merasa kegerahan dan Yusuf mengangguk. Laila sudah melepaskan tali kerudungnya tapi tidak jadi karena Yusuf terus menatapnya.

” Abi jangan lihat kesini, kesana lihat nya” pinta Laila malu-malu. Yusuf tertawa kecil melihat tingkah lakunya.

” Ya sudah mending jangan dibuka daripada Abi gak boleh lihat umi” Yusuf tersenyum. Lalu mengusap kepala Laila lembut.

” Tidur, besok Abi tidak izinkan untuk pergi kemanapun”

” Mengaji?”

” Boleh, tapi kalau gak kuat jangan maksain. Besok mau ya ke puskesmas” ajak Yusuf dan Laila menggeleng kepala, dia takut disuntik.

” Laila udah sehat bi” menggerakkan tangannya ke atas dan ke bawah sebagai bukti.

” Jangan maksain” Yusuf tersenyum dan meraih semangkuk bubur yang dibawa Salamah, Laila menggeleng kepala dan menutup mulutnya.

” Umi harus makan, terus minum obat”

” Laila gak suka bubur”

” Sedikit aja gak apa-apa, ayo Abi suapi bismillahirrahmanirrahim”

Laila terpaksa menerimanya. Laila menundukkan wajahnya dalam-dalam saat Yusuf terus menatapnya.

” Abi jangan lihat Laila kayak gitu” protes.

” Abi harus merem."

” Ide bagus” Laila malah meladeni, padahal suaminya tidak serius. Yusuf kembali menyuapi istrinya dan Laila tidak mau lagi setelah lima suap bubur masuk mengisi perutnya. Setelah itu Laila minum obat dan bersiap untuk tidur. Hujan turun begitu deras, membuat suara gemuruh dan suara air yang jatuh menimpa genting. Laila menarik selimut sampai menutupi setengah wajahnya, dia sangat takut jika mati lampu. Laila sangat takut gelap tapi bukan kesendirian. Yusuf berbaring dengan kedua tangan terlipat ke bawah kepalanya, menopang kepalanya itu.

” Abi” Laila menjerit saat lampu padam dan bergeser memeluk suaminya erat.

” Mati lampu” lirih Yusuf saat merasakan tubuhnya dipeluk erat oleh Laila.

” Takut”

” Ya udah umi awas dulu, Abi cari mau cari lilin"

” Enggak, udah tahu Laila takut malah mau pergi”

Yusuf tersenyum dan meraba-raba ponsel yang dia letakkan di atas meja, Yusuf menyalakan senter dari ponselnya dan Laila menatapnya.

” Kenapa takut?” Yusuf bertanya seraya meletakkan ponselnya di atas meja, membiarkan senter terus menyala tapi tetap saja Laila memeluknya.

” Laila takut gelap bi”

” Kenapa takut gelap?”

” Waktu kecil a Rizky pernah kurung Laila di kamar mandi” Laila sedih.

” Jahil juga a Rizky”

” A Rizky nyebelin”

Laila udah gak marah sama Abi?" pertanyaan Yusuf membuat Laila merasa diingatkan. Laila berbalik dan ingin bergeser tapi Yusuf menahan dengan membalas pelukannya. Laila gugup saat tubuh mungilnya dipeluk erat dari belakang, tangan kanan Yusuf di leher Laila dan tangan kirinya di perut Laila. Dagunya menancap di bahu gadis yang sedang gugup itu.

” Tidur” pinta Yusuf dan pipinya menempel di pipi Laila.

” Abi” Laila menyenderkan dagunya di lengan suaminya.

” Hemm?”

” Lepasin”

” Tidur” Yusuf tidak mau melepaskan pelukannya.” Ini hukumannya kalau umi main peluk”

” Ya biarin we, kan sama suami sendiri”

” Terus kenapa Abi gak boleh?”

Yusuf tersenyum dan Laila tidak berani menjawab pertanyaannya, Yusuf bergeser lebih rapat dan Laila tidak berani menoleh sedikitpun. Entah bisa atau tidak dia tidur dengan posisi seperti itu.

*****

Keesokan harinya, Laila beraktivitas seperti biasa. Yang lebih jelasnya, dia menghindari Yusuf. Sekarang Laila sedang naik ke atas kursi kecil dan memberi makan sapi, dia datang sendirian karena di pesantren tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dia kerjakan apalagi di rumah.

” Umi Laila” teriak Aam dan berlari mendekati Laila.

” Umi Laila hiks...” Wawat menangis dan Laila turun dari kursi lalu mendekati wawat.” Aku minta maaf, aku minta maaf karena sudah membuat umi pingsan kemarin” Wawat terus menangis.

” Harusnya aku gak ngajakin umi main terlalu jauh, aku minta maaf hiks...”

Laila malah tertawa...

” Kenapa umi malah ketawa, iya aku salah aku tahu hiks,,,, hiks" tangisan Wawat semakin menjadi.

” Haha, bukan. Kamu lucu menangis kayak begitu, itu bukan salah kamu Wawat. Bukan salah siapapun juga” Laila menjelaskan.

” Terus umi kenapa?” Aam bertanya.

” Aku kecapean” Laila tersenyum, dia tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi kepada teman-temannya, atau kepada siapapun.

” Umi beneran? umi masih mau kan temenan sama aku?” Wawat memegang kedua tangan Laila dan tidak mau berjauhan dengan Laila karena masalah kemarin.

” Kita teman baik” Laila tersenyum dan memeluk Aam dan Wawat. Setelah suasana haru itu terjadi, ketiganya pergi meninggalkan kandang sapi menuju pesantren. Wawat dan Aam juga baru pulang sekolah dan masih memakai seragam sekolah mereka.

Laila dan teman-temannya berpisah, Laila melangkah menuju rumah tapi dia berbalik arah saat melihat suaminya sedang melangkah bersama para santri. Yusuf yang melihat istrinya kembali menghindar tersenyum tipis. Lalu dia kembali melangkah bersama dengan yang lain, di rumah Badrun Yusuf duduk dan Badrun keluar dari rumahnya.

” Assalamualaikum” ucap Yusuf dan dua santri.

" Waalaikumsalam” Badrun menjawab seraya tersenyum.

Semuanya duduk untuk mengobrol yang bermanfaat, terkadang juga dengan guyonan Badrun yang selalu mengundang tawa. Setelah membahas tentang bagaimana acara majelis taklim dan acara mengaji para santri dan para santriwati akan di rubah, mengingat sebentar lagi bulan suci Ramadhan. Tiba-tiba seorang santri senior yang bersama Yusuf tadi mengatakan bahwa dia ingin menikah.

” Seperti apa gadis yang membuat kamu tertarik?” Badrun bingung karena usia santri tersebut terbilang masih muda yaitu 22 tahun. Kalau sudah bisa bertanggungjawab, dan benar-benar yakin tidak masalah. Masalahnya, gadis yang dimaksud mau apa tidak.

” Umurnya masih 16 tahun, tidak melanjutkan sekolah ustadz” tuturnya dan membuat Yusuf yang sedang memperhatikan pohon mangga dengan beberapa buah yang sudah terlihat menguning sedari tadi menoleh.

” Apa sekarang lagi musim, ustadz Yusuf?” Badrun malah melirik Yusuf dan bertanya kepada Yusuf yang memiliki Laila, gadis berumur 16 tahun sama seperti yang santri tadi sebutkan. Yusuf hanya mengangkat bahu, Yusuf memang pemalu jarang berbicara panjang lebar dengan para santri atau para ustadz secara pribadi, saat ceramah, mengomeli para santri itu beda lagi.

” Yang gagah perkasa saja kalah, galau. Melamun setiap subuh, iya kan ustadz Yusuf?” Badrun bukan hanya menyindir tapi sedang membicarakan Yusuf. Yusuf cekikikan dan meremas-remas kain sorban nya. Ingin sekali dia membungkam Badrun sekarang.

” Pikirkan lagi, sholat istikharah. Kalau orangnya seperti ustadz Yusuf aku masih percaya, dia sabar dan dewasa. Kalau kamu aku ragu apalagi kamu selalu menggunakan otot dibanding otak. Kamu tidak akan kuat Jang” Badrun tersenyum dan Yusuf terus cekikikan lalu mendorong bahu Badrun agar diam.

” Tapi saya serius ustadz” seru santri.

” Kamu tidak akan kuat, pikirkan lagi. Jangan asal mau menikah saja. Ustadz Yusuf saja tidak kuat” kata Badrun lagi dan Yusuf menggeleng kepala. Kenapa juga namanya disebut-sebut, jelas dua santri itu akan sadar jika Badrun sedang membicarakannya dengan Laila. Badrun tiba-tiba tertawa melihat Yusuf yang terlihat kesal padanya, begitu juga dengan santri yang manggut-manggut mendengarkan ucapannya. Pernikahan bukan hanya tentang laki-laki dan perempuan, tapi dua insan manusia dengan karakter dan kepribadian berbeda. Tidak akan mudah, jika keduanya masih labil dan tidak mau saling membimbing rumah tangga dalam kerukunan bersama, tidak akan kuat bertahan lama. Yusuf memilih pergi meninggalkan Badrun dan kedua santri setelah mengucapkan salam, dia menjadi teringat dengan Laila. Masalahnya dan Laila belum kelar. Gadis itu bahkan bermain-main dan menghindarinya.

*****

Di tempat lain, di rumah. Laila sedang menyisir rambutnya. Rambutnya sudah panjang, dan dia tidak biasa dengan rambut melebihi bahu. Dan Laila berniat akan memotongnya dengan meminta bantuan Salamah ataupun ustadzah Yanti.

” Assalamualaikum” suara Maryam terdengar. Dan Laila buru-buru mengikat rambutnya. Memakai hijab serta cadarnya.

” Waalaikumsalam” jawab Laila seraya melangkah. Lalu dia membuka pintu dan mengajak Maryam masuk tapi Maryam menolak.

” Aku membuat asinan buah hari ini, ini untuk Laila” katanya seraya memberikan asinan buah yang berada dalam cangkir plastik berukuran besar.

” Terima kasih” Laila menerimanya dengan senang hati.

” Ada sesuatu yang ingin aku katakan”

” Katakan saja”

” Abi Yusuf akan menikah dengan santriwati yang bernama Jahro. Jahrotunnisa. Sebaiknya Laila jangan berulah, dan bersikaplah dewasa. Laila hanya dinikahi sebagai seorang adik tidak lebih, terima itu dan bersyukurlah” imbuh Maryam tanpa ragu, Laila merasa sesak mendengarnya. Mendengar suaminya akan menikah lagi, lalu apa yang dikatakan suaminya waktu itu? tidak, Yusuf memang memberikan jawaban padanya dan dia bingung artinya apa. Sekarang, ucapan Maryam menjadi penjelasan yang jelas baginya. Yusuf akan menikah lagi. Kedua mata Laila nampak berair, dan menatap Maryam lekat.

” Assalamualaikum”

” Waalaikumsalam" lirih Laila menjawab dan Maryam pergi.

Laila menutup pintu dan duduk lalu meletakkan apa yang diberikan Maryam, hatinya hancur berkeping-keping. Dia tidak kuat dan ingin pulang saja, hanya sebagai adik kan? lalu apa gunanya dia disini.

” Assalamualaikum neng" suara Yusuf terdengar, dan melihat bayangan Laila dari balik kaca jendela yang tertutup gorden berwarna putih itu.

” Waalaikumsalam” jawab Laila dan Yusuf masuk. Yusuf terkejut saat Laila bangkit dan mendekat padanya dengan kedua mata berair.

” Abi mau berapa lagi? Abi mau isteri berapa lagi sebenarnya. Kenapa Abi menikahi ku, kenapa aku akan dimadu? aku tidak mau” lirih Laila dan Yusuf bingung.

” Umi bicara apa? ayo duduk” ajak Yusuf menarik lengan Laila tapi Laila menepisnya kasar.

” Aku mau pulang, antarkan Laila pulang! Laila tidak mau. Laila tidak mau harus tinggal disini lagi, kalau perlu ceraikan saja Laila, Abi" tangis Laila pecah dan menyenderkan dahinya di dada suaminya itu.

” Istighfar, seorang istri tidak berhak menuntut untuk seperti itu.”

” Abi memang tidak merasa puas, tidak akan merasa puas karena Abi memiliki nafsu yang sangat besar sampai mau menikah lagi”

" Laila” tegas Yusuf yang sangat marah mendengar ucapan Laila.” Berani berbicara seperti itu sama abi? minta maaf sekarang" titahnya.

” Tidak mau” Laila menolak dan menatap suaminya tajam.

” Jangan menatap suamimu seperti itu Laila, turunkan pandangan mu”

” Kenapa?"

Yusuf berbalik dan melepas pecinya lalu meremasnya kuat, berusaha menahan emosinya karena di maki-maki Laila seperti itu.

” Ikut” Yusuf tiba-tiba meraih tangan Laila dan membawanya ke kamar. Laila ketakutan melihat suaminya marah saat ini.

” Nafsu? siapa yang mengatakan aku akan menikah lagi dan aku menikah karena nafsu? sekarang buka bajumu" titah Yusuf dan membanting pecinya ke atas kasur lalu membuka kancing baju nya, Laila menarik bantal dan menutupi dadanya.

” Ayo layani Abi, dengan baik dan benar” tegas Yusuf dan Laila menundukkan wajahnya.

” Abi, jangan begini" Laila panik saat melihat kancing baju suaminya sudah terbuka semuanya, dan dia bisa melihat dada besar dengan perut kotak-kotak itu. Laila bangkit dan ingin keluar dari kamar tapi Yusuf menarik tangannya dan membuat Laila menabrak dada nya.

” Abi..”

” Berani sekali umi mengatakan itu, ayo layani Abi sekarang” pinta Yusuf dan Laila menggeleng kepala.” kenapa? takut?" Yusuf menatap Laila yang terus menangis dan Laila memgangguk.

” Kalau umi tidak mendengar apapun yang umi dengar langsung dari mulut Abi, kenapa umi seperti ini? memaki seorang suami dan meminta pisah? astaghfirullah Laila" Yusuf merasa frustasi.

” Kalau orang lain yang mengatakannya, Laila juga gak percaya. Tapi ibu Maryam yang mengatakannya, alasan apa yang bisa membuat Laila tidak percaya, Abi? Abi jahat” Laila memukuli dada suaminya sekuat tenaga dan Yusuf diam memperhatikannya. Setelah merasa lelah, Laila memeluk tubuh suaminya itu erat.

” Abi jahat” Laila memukul kembali dada terbuka itu satu kali. Yusuf mengusap wajahnya kasar berulang kali dan membalas pelukan Laila. Laila terus menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya, dan Yusuf menenangkannya.

” Aku mau pulang, Laila mau pulang saja. Laila tidak mau disini. Antarkan Laila pulang abi.” Pinta Laila terus-menerus.

” Tidak, Abi tidak akan memberikan izin apalagi mengantarkan umi pulang. Sekali melangkah keluar dari pesantren, awas saja" ancam Yusuf dan Laila terus menangis.

” Abi jahat, Abi tidak mencintai Laila”

" Banyak santriwati yang cantik, tidak seperti Laila"

” Laila mau pulang saja”

” Laila tidak mau Abi menikah lagi, Laila tidak mau dimadu”

Laila terus mengoceh dan Yusuf hanya diam dan terus memeluknya. Tidak akan benar dan malah semakin buruk keadaannya jika menimpali ucapan Laila saat ini. Gadis itu sangat mencintai suaminya, tidak mau melihat suaminya dengan wanita lain karena Maryam saja sudah cukup membuatnya cemburu.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!