NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Hari demi hari

Hari-hari penantian menuju Gerhana Merah menjadi ujian mental yang berat bagi kelima sahabat itu. Mereka harus berperan ganda: menjadi murid teladan di siang hari dan menjadi pelindung kerajaan di malam hari.

Hari Pertama: Ketegangan dalam Kesunyian

Setelah berhasil menyembunyikan kotak batu di menara jam, mereka menjalani sisa hari pertama dengan penuh kewaspadaan. Setiap kali berpapasan dengan guru atau siswa senior, Azzura dan teman-temannya harus memasang wajah tenang, seolah tidak terjadi apa-apa semalam.

"Rasanya aneh sekali," bisik Rachel saat mereka berada di kantin. "Semua orang membicarakan hilangnya Profesor Elian dan penyerangan di perpustakaan, padahal pelakunya sedang duduk makan sup di sini."

Malam harinya, saat seluruh asrama sudah terlelap, mereka kembali menyelinap ke puncak menara jam. Di bawah sinar bulan yang mulai memerah, mereka kembali duduk melingkar. Proses sinkronisasi malam pertama ini difokuskan pada "Penyatuan Emosi".

"Jangan hanya salurkan energi," instruksi Azzura. "Bayangkan kenangan kita di Bumi. Bayangkan alasan kenapa kita ingin melindungi satu sama lain."

Vera mengalirkan keteguhan, Olivia memberikan ketenangan, Luna menyalurkan kejernihan, Rachel memberikan kelembutan, dan Azzura menyatukan semuanya dengan cahaya kepemimpinan. Kotak batu itu mulai bergetar pelan dan mengeluarkan suara berdengung yang harmonis. Malam itu berlalu dengan sukses, namun energi mereka terkuras hebat.

Hari Kedua: Pemeriksaan Tanda Sihir dan Ramuan Olivia

Pagi harinya, pengumuman darurat bergema. Seluruh murid harus berkumpul di Aula Utama. Kepala Dewan Senior, seorang pria tua dengan tatapan mata sedingin es bernama Archmagus Valerius, berdiri di depan sebuah cermin raksasa yang dikenal sebagai Mirror of Truth (Cermin Kebenaran). Siapa pun yang berdiri di depannya akan memperlihatkan sisa-sisa aliran energi sihir terakhir yang mereka gunakan

"Jika kita berdiri di sana sekarang, cermin itu akan menunjukkan warna pelangi dari Kunci Aether yang kita sentuh semalam," bisik Luna dengan wajah pucat.

"Tenang," ucap Olivia sambil merogoh kantong jubahnya. Ia mengeluarkan lima botol kecil berisi cairan berwarna hijau lumut yang kental. "Aku sudah menyiapkan ini sejak subuh tadi. Ini adalah ramuan 'Akar Penidup'."

"Rasanya enak?" tanya Vera ragu.

"Pahit sekali, tapi ini satu-satunya cara," jawab Olivia. "Ramuan ini akan membungkus inti sihir kalian dengan lapisan energi tumbuhan yang bersifat netral. Selama tiga jam ke depan, sihir kalian akan terlihat 'kosong' atau sangat lemah, seolah-olah kalian hanyalah murid biasa yang belum bisa melakukan mantra apa pun."

Mereka segera meminum ramuan itu dengan cepat sebelum memasuki aula. Rasanya sangat pahit, seperti menelan lumpur dicampur empedu, membuat Rachel hampir tersedak.

Ujian di Depan Cermin Kebenaran

Satu per satu murid maju. Xander terlihat melewati pemeriksaan dengan mudah. Kini giliran mereka berlima.

Archmagus Valerius menatap tajam saat Azzura maju pertama kali. "Azzura Adams... putri dari Daniel. Mari kita lihat apa yang kau sembunyikan."

Azzura berdiri di depan cermin raksasa itu. Jantungnya berdebar kencang, namun ia berusaha tetap tenang. Cermin itu mulai bersinar, namun bukannya menunjukkan kilatan listrik atau cahaya emas, cermin itu hanya menunjukkan pantulan diri Azzura dengan aura hijau pucat yang sangat lemah dan statis.

"Sihirmu terlihat... sangat mentah. Seperti tanaman yang baru tumbuh," gumam Valerius dengan nada kecewa sekaligus curiga. "Apakah kau tidak berlatih sama sekali semalam?"

"Saya terlalu takut karena kejadian di perpustakaan, Tuan. Saya hanya tidur di kamar," bohong Azzura dengan suara yang sedikit bergetar (yang justru terlihat seperti rasa takut asli).

Satu per satu teman-temannya maju, dan ramuan Olivia bekerja dengan sempurna. Di mata dewan, mereka hanyalah lima gadis penakut yang memiliki potensi sihir namun belum terasah.

"Pergilah," usir Valerius akhirnya. "Kalian membuang waktuku."

Setelah keluar dari aula dan sampai di lorong yang sepi, mereka semua mengembuskan napas lega yang panjang.

"Olivia, kau jenius!" puji Rachel sambil memeluk sahabatnya itu.

"Efeknya akan hilang dalam dua jam," peringat Olivia. "Kita harus segera bersembunyi karena setelah ramuan ini habis, energi kita yang sebenarnya akan meledak keluar dua kali lipat lebih kuat dari biasanya."

"Berarti malam ini, sinkronisasi hari kedua akan jauh lebih kuat," ucap Azzura dengan tatapan mantap. "Satu malam lagi, dan Kunci Mageia akan menjadi milik kita."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!