NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Berniat ingin membatalkan perjodohan dengan bersandiwara bersama seorang wanita yang tak sengaja ia tabrak.
Siapa sangka, bahwa ternyata wanita itulah yang akan di jodohkan dengan nya.

Bagai buah simalakama, nasi sudah menjadi bubur, dirinya sudah terlanjur mengatakan ingin menikah dan mencintai wanita tersebut.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah keduanya setelah menikah?
Akankah rasa cinta itu tumbuh? Atau malah harus berakhir setelah keduanya menemukan cinta sejati masing-masing?

Yuk, simak kisahnya om dokter Bastian dan gadis bar bar Denisa.

follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Follow TikTok : @Mommy_Ar95

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu? bilang bos

“Bas, bangun dong. Mau pulang gak? Apa mau disini? Bastian bangun ... “ entah sudah berapa kali Nisa mengguncang bahu Bastian untuk membangunkan nya, namun laki laki yang ber status suaminya itu masih saja bergeming di tempat nya.

“Bastian ... Babas bangun!”

Nisa menarik guling yang di peluk oleh Bastian, namun begitu sulit. Ia tidak menyerah, ia masih terus berusaha menarik nya, namun hingga ia merasa kelelahan guling itu masih saja di dekap erat oleh Bastian.

“Astaga, kamu mimpiin apaan sih hah! Mimpi lagi meluk dokter tadi iya! Sampai itu guling di kekep terus, gak mau bangun? Oke, tidur aja terus kalau perlu gak usah bangun sekalian! Mimpi aja terus sama dokter itu, sok silahkan!” teriak Nisa langsung di telinga Bastian hingga membuat laki laki itu langsung terkejut dan bangun.

“Kamu pikir aku budeg, bisa gak kalau bangunin orang itu pelan pelan hah!” seru Bastian tak kalah kencang.

“Gak bisa!” jawab Nisa masih dengan nafas memburu. “Sana tidur lagi, tidur yang puas, bila perlu gak usah bangun lagi!”

“Kamu mau aku mati hah!” sentak Bastian tak habis pikir.

“Mati atau enggak tanya sama yang di atas!” cetus Nisa begitu kesal.

“Nisaaa!”

“Apa? Sana tidur lagi, belum puas kan peluk pelukan nya, belum puas ngelanjutin adegan sore tadi, gara gara aku kan kalian gagal. Sana lanjutin lagi di mimpi. Aku bisa pulang sendiri!” cetus Nisa mengepalkan tangan nya dengan erat lalu tanpa berkata ia segera turun dari tempat tidur dan hendak keluar kamar.

“Mau kemana?” tanya Bastian langsung menarik pergelangan tangan Nisa hingga membuat wanita itu langsung terhuyung dan menimpa tubuh Bastian di tempat tidur.

“Pulang!” jawab Nisa dengan ketus lalu ia kembali mencoba untuk bangkit.

“Ini rumah mu juga.”

“Bukan, ini rumah mama sama papa! Aku gak punya rumah! Suamiku pelit!”

“Kamu lagi dapet?” tanya Bastian mengurai pelukan nya dan mendudukkan Nisa di depan nya.

“Gak tahulah, aku mau pulang sekarang!”

“Kita menginap disini,” jawab Bastian menatap Nisa tegas.

“Gak mau, aku mau pulang, kalau kamu disini ya udah disini aja, aku pulang ke rumah mama!”

“Astaga, kamu kenapa sih?”

“Gapapa, aku gapapa, Cuma pengen pulang!” teriak Nisa lagi di depan wajah Bastian.

“Tunggu dulu, aku mau jelasin soal tadi. Dia dokter Widhi—“

“Aku gak nanya, dan aku gak mau tahu! Aku gak perduli, aku gak perduli!”

“Kamu cemburu!” pungkas Bastian dengan senyum menyeringai membuat Nisa semakin merasa muak.

“Jangan ke PD’an jadi orang! Gak sudi aku cemburu!” elak Nisa lalu ia mengambil tas nya dan hendak pergi, namun lagi lagi Bastian menahan nya, “Bass!”

“Kenapa sih? Bukankah kamu yang bilang, kita bisa mulai semuanya dari awal, kita saling terbuka dan harus jujur satu sama lain, kalau ada apa apa harus bilang gak boleh di pendam sendiri, kalau—“

“Aku udah jujur, aku udah terbuka. Lalu kamu mau apa lagi?” tanya Nisa menatap Bastian semakin tajam.

“Kamu Gak jujur, kamu cemburu tapi gak mau ngaku.”

“Cih, aku gak pernah cemburu!” elak nya lagi dan langsung memalingkan wajah nya.

‘Apa harus ku cium dulu biar mau jujur?” goda Bastian menahan senyum nya membuat Nisa langsung membulatkan matanya dnegan sempurna.

"Jangan gila kamu!” sentak Nisa berdecak.

“Apa sih susah nya untuk berkata jujur. Mau sampai kapan coba kita harus begini? Ini sudah enam bulan lebih loh Nis, kamu gak pengen—“

“Enggak!” jawab Nisa dengan cepat, lalu ia melemparkan tas nya ke sembarang arah dan ia segera berlari masuk ke kamar mandi, membuat Bastian langsung terkekeh pelan.

1
Tyas Wahyuni
Luar biasa
Tyas Wahyuni
Lumayan
Nur Janah
lama lama cinta nih bas
Eleanor
😭😭😭😭😭😭
Eleanor
innalilahi wa innailaihi rojiun 😭😭
Eleanor
raraa 😭😭😭😭😭
Eleanor
ihhh 🤣🤣🤣🤣
Eleanor
turunan papa krish ternyata wkwkwk
Eleanor
🤣🤣🤣🤣🤣
Eleanor
🤣🤣🤣🤣
Eleanor
❤️❤️❤️
Eleanor
lah 😂😂
Eleanor
pinter Ken 😅
Eleanor
😂😂😂😂
Eleanor
gantian lah bang KAI
dulu pas kia ngidam kn om Abas yg repot
Eleanor
🤣🤣🤣🤣🤣
Eleanor
astaga mulutnya situyul 😂😂
Eleanor
njirrr ngakak 🤣🤣🤣
Eleanor
kelamaan nis keburu karatan tar🤣🤣🤣
Eleanor
fix Nisa lagi ngidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!