Hallo namaku Agnia Aura Safitri bisa kalian panggil saja "aura" oiya aku punya mantan kekasih yang bernama
Dave Bramantyo Soekamto. kalian penasaran kan sama perjalanan kisah cinta kita? yukk ikutin terus kisahnya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caca Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan singkat
Aura : Ah kamu ini sayang bisa aja
setelah mereka makan tiba tiba ada cewe yang kemari menghampiri panji dan ia mengaku aura itu adalah pelakor
Cewe itu : Heh kamu jangan deketin cowo saya dong
Aura : Maaf anda siapa ya?tapi ini tunangan saya jadi anda salah menilai orang deh,mending anda pergi dari sini
Cewe itu : Hallo sayang aku kan pacar kamu bukan?
seketika aura marah lalu ia menyemprotkan gelas minuman jus nya ke muka si cewe itu
Aura : Makan tuh jus manis dari gue, ayo sayang kita pergi *ajak aura kepada panji*
Panji : Kamu ini kenapa begitu aku tidak ingin ada masalah ketika kamu baru pertama kerja tolong aku tidak ingin kamu dipecat kembali
Aura : Tapi kan dia duluan yang datang padaku lalu mengaku pacar kamu, ya aku tidak terima lah kan kita ini sudah tunangan ji. Ya aku gak mau aja kalau ada cewe lain yang menghampiri dirimu
Panji : Sudahlah yang penting kamu baik baik saja lagian aku tidak akan tergoda oleh wanita lain kecuali dirimu
Aura : Yasudah bentar lagi jam 1 siang nih aku harus keruangan sebelum pasienku pada marah
Panji : Memang kamu dilantai berapa ruang dokter gigi
Aura : Dilantai 3 kalau kamj dilantai berapa ji?
Panji : Oh aku dilantai 2 tapi tidak mengapa nanti pulangnya aku akan jemput kamu untuk pulang bareng, kamu jangan kemana mana oke? oke bye aku duluan soalnya ini sudah lantai 2
Aura : Oke, bye
ketika dijalan ia tak sengaja menabrak orang lalu aura langsung meminta maaf
Aura : Maaf maaf mas saya tidak sengaja apa kau ada yang terluka? *tanya aura*
Dave : Iya tidak apa aku juga salah sudah menabrak mu
Dave kemudian menengok ke muka si penambrak dirinya itu lalu Dave pun kaget bukan main
Dave : Aura..? Kau sungguh Auraku yang dulu?
Aura pun kaget ia mengenal sekali suara pria itu dan tidak asing sekali dari pengucapan nya
Aura : Loh kamu? *dan seketika aura ingin merasa pergi bergegas ke ruangannya*
Dave : Tunggu ra, aku hanya ingin berbicara sedikit denganmu bisa?
Aura : Maaf sepertinya saya tidak bisa sekarang, sekarang saya harus memeriksa pasien mungkin lain kali permisi
lalu aura pun pergi meninggalkan Dave.
Dave masih tidak percaya kalau itu adalah Aura
Dave : Apa aura bekerja disini menjadi dokter? tapi mengapa aura seperti itu padaku,apa aura tidak ingin mengenal ku lagi? ah sudahlah
Disisi lain aura pun sedang memikirkan dave didalam ruangannya yang tadi ia tabrak
Aura : Kok dave sekarang jadi tambah ganteng sih aduh kenapa perasaan aku seperti ini sih
Aura : Tapi untuk apa dia kerumah sakit sendiri? Apa mungkin dia sakit? ah sudahlah aku tidak ingin memikirkan dia lagi
Aura : Fokus ra fokus kamu itu tunangannya panji jadi kamu harus mencintai dan menghargai selalu panji
ketika semua pasiennya sudah habis waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore lalu aura pun menchatting panji dia via whatsapp
Aura : Panji kamu dimana? aku udah dilobby bawah
2 menit aura tidak mendapatkan kabar dari panji setelah 4 menit panji membalas pesan whatsapp kepada aura
Panji : Oke tunggu dibawah dulu sebentar aku akan kesana menggunakan lift
Aura : Baiklah aku tunggu
saat panji sudah sampe lobby ia melihat aura sedang melamun seperti sedang memikirkan sesuatu panji pun langsung beraksi dengan aksi jahilnya kepada aura
Panji : Dorr!
Aura : Ih kamu ngangetkan aku saja
Panji : Apa kamu ada masalah coba cerita kan saja padaku?
Aura : Tidak hanya saja kepalaku agak sedikit pusing gara gara tertabrak kamu dan orang lain tadi pas mau menuju ruangan
lalu panji pun menuntun aura karena ia lihat aura sangat kelelahan hari ini
Panji : Apa kamu sakit ra?
Aura : Tidak aku hanya kecapean saja mungkin besok sudah baikan
Panji : Baiklah kalau begitu besok akanku jemput ya inget jangan dulu bawa mobil sendiri oke?
Aura : Iya Ji kamu bawel sekali
setibanya dirumah panji tetap menuntun aura turun dari mobilnya dengan sangat halus dan pelan ia tidak ingin aura kenapa kenapa sampe rumah
Aura : Sudahlah panji aku tak apa kau pulang saja
tiba tiba ibunya aura datang
Ibu afifah : Nah sudah pulang kan kalian pantes diluar rame banget ternyata kalian berdua yang bikin berisik
Panji : Hehe maaf ya tante ini soalnya aura seperti kurang enak badan makanya panji langsung anter kerumahnya
Ibu afifah : Apa aura sakit nak panji? benarkah ity nak? *tanya bu afifah ke aura*
Aura : Tidak bu aura baik saja liat aura sehat sekali kan?
Ibu afifah : Baiklah nak kamu masuk saja kedalam biar nanti ibu urus temanmu itu?
Aura : Yaudah ya Ji aku masuk duluan kamu hati hati ya bye
Panji : Yaudah tante aku pulang dulu ya
Aura : thanksyou sudah mampir
setelah panji mengantarkan aura untuk pulang lalu ia langsung tertidur pulas dikamarnya
Pagi harinya seperti biasa panji menjemput aura kerumahnya lalu mereka berangkat bersama dijalan mereka berbincang bincang, bercanda bersama
Panji : Aura tak terasa hubungan kita sudah2 tahun,aku berjanji aku akan mencintaimu hingga akhir hayatku *sambil memegang tangan aura*
Aura : Iya ji gak menyangka kalau hubungan kita bakal berjalan awet padahal dulu aku sangat aneh kalau melihatmu pernah merasa kaku sekali tapi ya sekarang tidak
Panji : Ya mungkin kita jodoh
Aura : Pede sekali wkwk
Panji : Yeh ucapan adalah doa loh kalau beneran gak jodoh nanti nyesel loh
Aura : Huu maaf
Panji : Huh dasar
setelah berbincang bincang tibalah mereka dirumah sakit tempat mereka berdua berkerja
Panji : Kamu turun dulu dan tunggu aku jangan kemana mana paham?
Aura : Hiya hiya aku tunggu disini tapi jangan lama
Panji : Kalau dapat parkir wkwk
setelah panji parkir lalu panji menghampiri aura
Panji : Sudah kan tak lama?
Aura : LAMA! *ucap aura dengan kesal*
Panji : I'm so sorry
tiba tiba ada cowo yang buru buru menabrak aura dengan keras hingga panji pun merasa kesal
Aura : Au sakit sekali sayang kepalaku *ucap manja ke panji*
Panji : Heh mas liat liat dong kalau jalan punya mata gak sih!
Dan ketika pria itu menatap kearah panji dan aura ternyata dia adalah "Dave Bramantyo Soekamto"
Dave : Maaf mba, mas saya gak sengaja soalnya saya buru buru permisi *ucap dave begity terburu buru*
Aura : Apa itu Dave memang dia untuk apa kerumah sakit lagi, apa mungkin keluarga nya sakit? aku jadi ingin menengoknya, tapi ah sudahlah takut dia kegeeran lagi *ucap batin aura sambil terdiam*
Panji : Sayang kau tak apa? kenapa diam saja?
Aura : It's okay sayang yasudah masuk lagi saja jangan hiraukan orang tadi
jangan lupa mampir juga ya