kisah tentang berbagi cinta antara seorang gadis belia berusia 16 tahun bernama dinda kanaya yang terpaksa menjadi dirinya madu sementara kakak tirinya yang sedang koma hampir dua tahun lamanya. ia terpaksa mengikuti keinginan ayahnya demi pengobatan ibunya. menikah karena terpaksa mengatasnamakan bakti kepada orang tua tanpa membawa cinta dan berharap ini segera berakhir.
apakah dia akan bahagia selama menjalani lakonnya sebagai madu sementara kakak tirinya atau ini awal dari penderitaannya.
apakah kontrak pernikahan yang diberikan suaminya menjadi neraka sendiri bagi dirinya sedangkan senyum merendahkan selalu diberikan suaminya.
akankah Reno abraham seorang CEO Garment terbesar di negeri ini yang terkenal dingin dan keras hati akan luluh dan menerima dinda.
IG : titeue_keumalasaringl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon titeue keumala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masuk sekolah
hari ini adalah hari pertama dinda masuk kesekolahnya yang baru dikelas yang baru yaitu kelas XIII untu melanjutkan pendidikannya. dinda diantar mobil kesekolah tersebut dan masuk sendiri kesekolah tersebut dan ikut berkumpul dilapangan untuk pembagian kelas. dinda mendapatkan kelas XIII IPA plus karena indek nilai yang ia miliki dan prestasinya. para siswa sempat menatapnya karena asing dengan nama dan sosoknya. ia maju dan bergabung untuk berbaris bersama dengan teman-temannya yang akan menjadi teman satu kelasnya. satu persatu memasuki kelas dan duduk sesuai yang sudah diatur oleh wali kelas mereka. dinda duduk dibangku kedua bersama seorang gadis berkaca mata.ia pun memperkenalkan dirinya pada gadis pendiam itu
"hai, perkenalkan aku dinda" ucap dinda sambil mengulurkan tangannya
"hai aku raisya, senang berkenalan denganmu" ucap raisya menyambut uluran tangan dinda.
setelah itu mereka berbagi cerita sambil menunggu wali kelas mereka. setelah wali kelas hadir dan memperkenalkan dirinya kini gilaran para siswi memperkenalkan diri mereka termasuk dinda. setelah itu para siswa mulai proses belajar. raisya termasuk anak yang jenis dan dinda senang bisa berteman dengannya.
Dinda pun mengikuti bbrp pelajaran dengan baik. Hingga bel berbunyi istirahat berbunyi.
"din yuk kekantin" ajak raisa
"yuk sa "jwb dinda
Mereka pun kekantin dan memesan makanan ketika pesanan dtg tiba2 salah satu siswa lelaki mendekati meja dinda dan raisa.
"boleh aku duduk disini? perkenalkan nama aku andra. Ucap andra
"boleh silahkan, perkenalkan aku dinda dan ini raisa teman aku" jwb dinda sambil tersenyum.
"sepertinya aku baru melihatmu disekolah ini" ucap andra
"ia aku baru pindah kekota ini" ucap dinda
Ada rasa berbeda yg dirasakan andra saat melihat dinda gadis ramah, suka senyum dan terlihat baik dan mereka makan sambil ngobrol banyak hal hingga tanpa terasa bel masuk berbunyi. Mereka pun masuk kekelas.
Sepertinya rencana nyonya ivanka berhasil dinda menjadi terkenal dalam sehari byk yang ingin mengenalnya terutama anak lelaki. Waktu berlalu begitu cepat dan tiba waktu pulang. Hari nyonya ivanka akan menjemput dinda dengan diantar oleh supir mereka. seluruh siswa dan para guru begitu sangat mengenal nyonya ivanka dan itu sengaja ia lakukan agar tidak ada satupun siswa berani mengganggu dinda
"sa.. aku duluan ya, aku sudah dijemput, tidak apa-apa kan" ucap dinda
"ok, hati-hati ya aku juga sebentar lagi dijemput jangan khawatir" ucap raisa
dinda berjalan kearah mobil dan nyonya ivanka turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada dinda.
"hai sayang, bagaimana sekolahnya" ucap nyonya ivanka
"dinda sangat senang ma" ucap dinda
"ayo kita pulang" ucap nyonya ivanka
dinda dan nyonya ivanka masuk kedalam mobil dan semua siswa yang senang menunggu jemputan juga menyaksikan dan mendengar dinda memanggil mama pada nyonya ivanka termasuk raisa.
"dinda siapanya nyonya ivanka ya kok akrab sekali" batin raisa.
sedangkan dinda teramat tidak enak hati nyonya ivanka harus repot menjemputnya. dan nyonya ivanka mengerti apa yang sedang ada dalam pikiran gadis belia tersebut.
"Ma, maaf ya mama jadi repot menjemput dinda" ucap dinda
"sama sekali tidak repot sayang, Mama hanya melakukan yang biasa ibu lakukan pada putrinya yaitu antar jemput sekolah" ucap nyonya ivanka.
"mulai besok dinda naik angkot atau ojek ya Ma" ucap dinda
"tidak boleh nanti bahaya dijalan" ucap nyonya ivanka
"dinda sudah hafal jalan kok Ma, jadi mama tenang saja dinda hanya mau belajar mandiri ma" ucap dinda
"baiklah sayang, tapi seminggu sekali mama antar jemput ok, no debat" ucap nyonya ivanka
"baiklah ma" ucap dinda
kini sudah tiga bulan dinda bersekolah disini, dinda dikenal anak yang ramah, pintar dan baik hati itu sebabnya dia memiliki banyak teman tidak hanya teman dikelasnya saja. ia juga mudah menangkap pelajaran disekolahnya dan sering mengikuti lomba sains dan cerdas cermat antar sekolah. semua ini membuat keluarga abraham begitu bangga dengannya, gadis itu memanfaatkan kesempatan untuk bisa bersekolah kembali dengan belajar dengan sangat giat dan berprestasi.
hari ini ia diantar oleh Rendy walau sempat menolak akhirnya dinda mau. kini Rendy sudah bekerja dirumah sakit pemerintah dan satu arah dengan sekolah dinda. saat dinda akan masuk ke mobil Rendy tanpa ia sadari seseorang sedang memperhatikan dirinya.
"dasar gadis m•rahan kau sangat pandai memilih mangsa kemarin aku sekarang adikku" batin riko dari dalam mobilnya.
sepanjang perjalanan dinda dan Rendy berteman kebisuan. hingga Dinda memulai pembicaraan.
"maaf ya kak merepotkan kakak" ucap dinda
"tidak ada kata repot untuk mengantar seorang adik" ucap rendy
"kau saat dengan papa dan mama sangat banyak bicara kenapa saat denganku tidak" ucap rendy
" mereka kan orang tua kalau aku tidak mau berbicara itu namanya durhaka kak" ucap dinda
"kau ini sekali bicara langsung lucu, seperti pelawak saja" ucap rendy
"hahaha masa dibilang pelawak" ucap dinda
"karena kau lucu" ucap rendy
"dan juga sangat cantik" batin rendy
"oya din, nanti sore aku mau ketoko buku, apa kau mau ikut" ucap rendy
"apa aku boleh ikut kak" ucap dinda
"tentu saja, aku traktir kau beli buku" ucap rendy
"serius Kak? mau aku mau ikut" ucap dinda
"sore bersiaplah" ucap rendy
"siap bos" ucap dinda sambil memberi Rendy gerakan hormat.
dinda pun sampai di sekolahnya. dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Rendy dan melambaikan tangannya dan juga ia tidak lupa mengingatkan Rendy untuk berhati-hati berkendara.
"idaman juga nih bocil" batin rendy sambil terus menatap gadis berseragam sekolah tersebut masuk kedalaman dan hilang dari pandangannya.
hari ini diawali dengan pelajaran olahraga. dinda amat malas jika masuk kegiatan olahraga karena ia tidak suka.
"hei, anak perawan mulai ditekuk kayak janda" ucap raisa
"hahaha kau ini, bicara apa" ucap dinda
"kau ini suka sekali melamun" ucap raisa
"hehehe maaf, yuk kita ganti baju olahraga" ucap dinda sambil menggandeng raisa
"pulang sekolah kita Nonton yuk" ucap raisa
"maaf ya sa, aku harus pergi bersama kakakku ketok buku" ucap dinda
"ok no problem, lain kali tidak ada penolakan" ucap raisa
"sip bu bos" ucap dinda.
seluruh Siswa mengikuti setiap instruksi yang diberikan guru olahraga dan kini mereka senam bersama dihalaman sekolah sebagai pemanasan. dan dilanjutkan mengitari lapangan.
"astaga pak" batin mel
para siswa mengelilingi lapangan sekolah dan dinda sempat terjatuh karena kelelahan dan siku dan lututnya berdarah. ia meringis kesakitan lalu para teman sekelasnya membantunya untuk ke UKS. setelah diobati dinda istirahat di UKS sampai jam pelajaran olahraga berakhir ditemani raisa.
nanti kalau sudah timbul fitnah dan salah paham, dinda selalu berlindung dengan asas kepercayaan tapi faktanya dinda tidak pernah menjaga kepercayaan yang diberikan padanya, dan dia buka merasa salah tapi malah merasa korban dan malah balik menyalahkan pasangannya, dan parah dinda akan membuat masalah seolah masalah paling besar, dan dia mau pasangan bersujud dan mengemis maaf padanya
wanita kayak dinda kalau dijadi kan istri, niscaya suaki pasti akan makan hati dan faktanya istri2 bersifat kayak dinda ini pasti rumah tangganya tidak bertahan lama