Tidak ada seorang pun yang menginginkan kehidupan yang memasygulkan.
Tapi, siapa yang bisa menyalahkan takdir.
Semuanya sudah di atur oleh sang Pencipta.
Walaupun, separuhnya kadang menggodot hati.
Begitu pun dengan Afrina, menjalani semua masalah yang datang tanpa menjamin kebahagian yang mehadang.
Namun, tidak semuanya memilukan.
Dia pantas bahagia, dengan seorang lelaki idaman banyak orang.
#Novel ini ditulis tidak untuk memburukkan atau menyudutkan seseorang di kalangan tertentu, semua yang sudah saya tulis tidak lain hanyalah untuk menghibur dan memberi pengetahuan semata. Dan cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, atau alur cerita, semua hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.
Note : Update setiap hari, kecuali Senin dan Jum'at (Jadwal seakan-akan bisa berubah)
Ig : @Rahmaniahhh___
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmaniah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 15
Kamis, 4 Agustus. Tanggal yang indah di mana hari jadian Efendi dengan Afrina.
Mereka akhirnya Pacaran.
Hari demi hari mereka lewati bersama, di mana Efendi yang selalu membela Afrina di saat dia terkena masalah dengan Geng-geng nakal di sekolahnya itu.
Efendi sering sekali ke kelas Afrina untuk menemaninya, mereka sangat lengket bagaikan sebuah lem, sehingga membuat para wanita-wanita yang suka dengan Efendi di sekolah itu sangat marah.
Mereka selalu menyindir Afrina dengan kata-kata kasar, dan bahkan tidak pantas untuk diucapkan.
Tapi Afrina wanita yang sangat acuh, walaupun hatinya sakit bagaikan pisau tajam yang sudah menusuk-nusuk hatinya, tetapi dia berusaha baik-baik saja karena baginya Efendi akan selalu membelanya dan menolongnya. Baginya, Efendi adalah Pahlawan di sekolah.
Satu tahun sudah berlalu, satu tahun itu juga Afrina menerima rasa sakit yang sangat memasgulkan. Selama satu tahun, dia selalu diperlakukan kasar dan dikatakan yang tidak benar tentang dirinya, oleh wanita-wanita di sekolah itu, termasuk Askia sepupu dia sendiri.
Hari ini juga bertepatan pesta di sekolahnya, yaitu pesta perpisahan kelas XII angkatan Efendi.
Hati Afrina senang bercampur sedih, senangnya hari ini, hari paling ditunggu oleh pacarnya sedangkan sedihnya hari ini, hari terakhir Efendi menjadi pahlawan di sekolah untuk dirinya, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
Afrina duduk di kursi yang sudah di sediakan, sambil sesekali memandang ke depan di mana pesta kelas XII yang sangat sempurna.
Waktunya sesi foto bagi kelas XII yang ingin mengabdikan Momennya.
Tiba-tiba, mata Afrina terbelalak saat melihat di sebrang sana Askia sedang berfoto dengan Efendi, bahkan mereka sangat mesra seperti sepasang kekasih yang sedang bermadu cinta.
"Apa-apaan ini!" humam Afrina dalam hatinya.
Dia akhirnya pergi meninggalkan Pesta itu, dan kepergiannya disadari Askia. Askia sangat bahagia karena rencananya ingin menghancurkan hubungan mereka sepertinya sudah berhasil.
--
"Kak Efendi, senang sekali aku bisa berfoto dengan mu. Sayang sekali ya, pacarmu tidak hadir di acara ini, kalau aku dengar-dengar da sedang pergi bersama Irfan," Kata Askia kepada Efendi.
"Apa yang kau katakan, Irfan teman sekelasnya bukan?" tanya Efendi "ada hubungan apa mereka, jadi pergi berdua pada pesta perpisahanku."
Yang aku tahu mereka saling suka, waktu di kelas mereka sering berdua dan sangat Romantis, bagiku Afrina itu adalah wanita penggoda, dan dia sepertinya suka kepadamu tidak tulus sama sekali," tutur Askia.
Efendi akhirnya terpengaruh kepada ucapan Askia, padahal jelas-jelas itu tidak benar. Jangankan jalan berdua sama Irfan, ngobrol berdua saja dia tidak pernah.
Dodd, dodd, dodd.
Efendi menelpon Afrina.
Afrina menyadarinya tapi dia males sekali mengangkatnya, karena dia sedang ngambek dengan Efendi.
Doddoddt, satu Pesan E-mail masuk dari EfendiTyt3***@gmail.com
"Aku mau kita putus, mulai sekarang antara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku tidak mau kenal dengan wanita penggoda dan wanita pengkhianat seperti mu Afrina."
"Efendi mengatakan putus, apa aku tidak salah baca, dia juga mengatakan aku pengkhianat, wanita penggoda, kurang ajar sekali !" geram Afrina.
Doddodt, satu Pesan E-mail masuk dari PutriAskiaHry***@gmail.com
"Tolong ucapkan selamat berbahagia kepada aku dan Efendi."
Terdapat sebuah File Foto.
Saat di bukanya Itu adalah Foto Askia yang sedang mencium Efendi.
"Siapa yang wanita penggoda, aku atau dia?" ucap Afrina.
Hiks ... hiks ... hiks.
Afrina menangis.
Hari ini hatinya benar-benar sakit, sakit daripada ditusuk dengan sembilu.
#Hello guys!! Makasih ya udah baca novel aku sampai Up ke 15, Tetap baca nya sampai tamat nanti.
Oh iya, Tolong bantu aku ya biar semangat upnya, dengan cara Like 😘dan koment😍 dan yg belum rate serta jadikan favorite buruan yaa🤗 biar tau kapan aku Upnya lagi😉