Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran
"Kau duduk di sini." Ken meminta Tianyfa untuk duduk di kursi, namun Tianyfa menolak dan meminta Ken untuk duduk duduk di kursi.
"Kau mau apa?" tanya Ken memperhatikan Tianyfa jongkok di hadapannya, lalu melepas kedua sepatu Ken.
Tianyfa tengadahkan wajahnya, lalu berdiri dan tersenyum. "Kau mau makan?" tanyanya pelan.
Ragu ragu, Ken menganggukkan kepala. Ia ingin mengetahui, apalagi yang akan di lakukan istrinya.
"Tunggu sebentar, aku sudah membuatkanmu makan siang." Ucapnya, lalu balik badan. Berlari kecil keluar dari kamar di ikuti Ken dari belakang, karena penasaran apa yang sudah di masaknya.
Namun langkah Ken terhenti di ruang tamu, ia melihat Elmira duduk di kursi berhadapan dengan Aldara dan Bagaskoro, mereka tengah berbincang bincang dan terlihat seperti sudah saling mengenal. Ken berjalan mendekati Elmira, lalu menarik tangannya supaya berdiri.
"Tidak tahu malu! berani sekali kau datang ke rumahku lagi!" seru Ken marah.
"Lepaskan Ken!" teriak Elmira, pergelangan tangannya terasa sangat sakit.
"Ken! ada apa denganmu?" tanya Aldara menatap tajam ke arah Ken.
"Ma, jangan ikut campur!" menoleh ke arah Aldara sekilas, lalu beralih menatap Elmira.
"Mama sudah tahu, Ken. Papamu juga!" bentak Aldara. "Dia, Elmira. Istrimu."
"Tidak lagi! Elmira sudah mati!" balas Ken tak kalah marah.
"Ibu!" pekik Galaksi, berlari lalu memeluk Elmira dengan erat. "Mama kemana saja?"
Ken mengusap wajahnya kasar, ia tidak menduga kalau Elmira akan kembali setelah sekian lama meninggalkannya.
"Aku tidak kemana mana sayang, aku bekerja di luar Negeri. Itu sebabnya aku tidak bisa pulang." Jelas Elmira berbohong demi ambisinya.
"Kau jangan berbohong, Elmira." Ucap Ken pelan.
"Aku tidak bohong mas! apa yang kau lihat di instagram itu semua rekayasa!" Elmira berusaha untuk menjelaskan dengan sangat rapi dan matang, hingga Aldara, Bagaskoro dan Galaksi percaya.
"Kau, yang berbohong Ken!" bentak Bagaskoro. "Hanya demi menikahi wanita gila, kau membohongi kami semua!"
"Pa, Ma-?" Ken benar benar tersudutkan.
"Ayah, kenapa ayah berbohong?" tanya Galaksi mempertanyakan tentang ibunya.
"Galaksi, kau belum mengerti apa apa." Kata Ken pelan.
Saat mereka tengah berdebat, Tianyfa krluar dari dapur. Membawa makan siang Ken, di atas nampan. Ia tersenyum kepada semua orang, termasuk Gerhana yang sedari tadi diam, tidak seantusias Galaksi.
"Ini, makan siangmu." Kata Tianyfa, menatap Ken.
"Siapa dia mas?" tanya Elmira, menatap benci ke arah Tianyfa.
"Dia, wanita gila yang di nikahi Ken." Ungkap Aldara.
Tianyfa menggelengkan kepala, matanya berkaca kaca. Ia sangat sedih saat semua orang mempertanyakan kewarasannya.
"Aku tidak gila!" pekik Tianyfa tidak tahan lagi, menjerit lalu menangkup wajahnya sendiri. Hingga nampannya terjatuh ke lantai, semua makanan berserakan ke lantai.
"Dasar tidak waras!" Aldara menekan kepala Tianyfa dengan telunjuknya.
"Mas, apa tidak ada wanita lain yang bisa kau nikahi? selain wanita tidak normal itu?" tanya Elmira sinis dan sengaja membuat suasana semakin tak terkendali, menyudutkan Ken.
"Cepat bersihkan!" perintah Aldara, mendorong bahu Tianyfa yang semakin ketakutan.
"Cukup Oma!" cegah Gerhana. "Oma tidak punya hak untuk memerintah ibu. Sebagai orang tua, seharusnya oma memberikan contoh yang baik di depanku." Protes Gerhana, lalu merangkul bahu Tianyfa dan membawanya pergi menjauh.
"Gerhana! aku, ibumu! bukan dia!" seru Elmira.
Gerhana menoleh ke arah Elmira, lalu tersenyum sinis. "Sejak kau meninggalkan kami, kau bukan lagi ibuku." Setelah bicara seperti itu, Gerhana beranjak pergi bersama Tianyfa.
"Gerhana, aku ibumu..." ucap Elmira pelan. Hatinya terasa sangat sakit, saat putranya berkata seperti itu.
"Apa yang di katakan Gerhana benar, kau bukan lagi istriku." Timpal Ken, lalu bergegas pergi menyusul Gerhana dan Tianyfa.
"Lihat saja mas, apa yang bisa aku lakukan." Ucap Elmira dalam hati.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt