NovelToon NovelToon
Satriaji Needs A Friend

Satriaji Needs A Friend

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Supernatural / Isekai / Light Novel / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fadly Abdul f

Di Indonesia mendadak muncul sebuah gerbang yang ternyata di dalamnya terdapat banyak monster khayalan orang-orang, namun kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan seorang remaja bernama Satriaji menjadi salah satu seorang yang mendapatkan kekuatan untuk melawan para monster yang ada, di sisi lain ia mendapatkan kenyataan yang pahit tentang sahabat masa kecilnya yang sudah dianggapnya seperti kakak kandung.. apa itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 : Elf Bodoh

Menjelaskan situasinya pada Artha, lelaki yang mendengarkan setiap lontaran kalimat keluar dari kedua mulut mereka kaget. Dia memperlihatkan tatapan sinis pada Satriaji. Raut wajahnya tengah memikirkan sesuatu, sebuah cara untuk melepas sihir pengikat atau budak. Setelah berada di dunia ini puluhan tahun Artha tak tahu.

Satu-satunya cara hanyalah membawanya ke tempat para budak dan meminta pada ahlinya. Namun, itu akan sulit lagi pula dirinya dicap sebagai salah satu manusia dari bumi bagaimana ia bisa tahu seluk beluk tentang dunia ini jika tak pernah ke sini.

"Tak tau, kenapa kau bertanya padaku ? Aku bukan ahli sihir atau apapun itu!" Bentak Artha memukul kepala Satriaji berulang-ulang kali.

"Kak!" Panggil Vlad dari kejauhan menarik perhatian mereka bertiga. Seorang kakek tua memakai jubah kulit sedang di sisinya, ketika mendapati tongkat sihir di tangannya itu Artha kelihatan cemas dan kembali mengukir senjatanya dengan KristalDarah nya yang terbuat dari monster sebelumnya.

Satriaji menghembuskan napas pelan. Dia berjalan mendekati Vlad yang melambaikan tangan, tetapi Artha menghentikannya sejenak dan memberikan sebuah kalung yang mengkilap.

"Ini terbuat dari darahku, dan.. kurasa aku mulai tidak menyukai kekuatanku," ujarnya penuh kekecewaan. Satriaji tersenyum masam. Dia bersama gadis elf mendatangi keduanya, kakek tua ini memperhatikan wajah gadis ini dengan seringai lebarnya dan kelihatan menyimpan tongkatnya ke punggung disembunyikan jubah coklatnya.

Vlad ditinggalkan oleh mereka bertiga masuk ke salah satu rumah pohon, setelah kepergian mereka Vlad kelihatan cemas dan memasang muka serius. Dia ingin ikut campur, maka dari itu ia memutuskan untuk ikut secara diam-diam dan membawa pedang di tangannya serupa seperti hendak ingin membunuh.

Masuk ke dalam rumah. Ketiganya duduk di lantai, tanpa mengatakan salam atau apapun Satriaji langsung menceritakan masalahnya tampak panik sehingga Avily yang melihat lelaki ini panik pertama kalinya agak kaget melihat reaksinya barusan.

"Jangan terburu-buru.."

"Kau bisa melepaskan sihir pengikat ini, bukan ?"

"Sihir budak ini tidak mudah untuk di lepaskan dan tentu ada bayarannya."

"Bayaran ?" Satriaji menghembuskan napas panjang. Mengingat uangnya hanya sedikit, terlebih lagi mana mungkin pria tua di hadapannya ingin uang yang tidak bisa digunakan di dunia ini pastinya akan sulit untuk mendapatkan bantuan darinya.

"Kalau kau tak punya uang maka, kepera--"

"Silakan aku tak peduli.." tangan Satriaji melambai-lambai seolah tak peduli.

"S-Satriaji!" Bentak Avily memerah dan telinga runcingnya itu turun ke bawah seperti layu. Mendadak Vlad membanting pintu, merasa akan ada keributan Satriaji keluar dari ruangan namun sebuah rantai dari telapak tangannya keluar dan mengikat leher Avily menariknya pergi bersamanya. Seperti biasa selepas sihir ini aktif.

Vlad melemparkan kakek tua itu hingga turun ke tanah dari atas pohon tinggi, kakek yang tentunya penyihir menggunakan suatu sihir untuk membuat tanah di sekitarnya mendarat menjadi lumpur sehingga dirinya tak menerima luka apapun terkecuali pakaian yang penuh dengan tanah basah.

Dalam benak Avily, ia berpikir jika banyak kejadian aneh serta hal baru semenjak para pendatang dari dunia lain ke desa mereka. Memang tidak ada niat jahat dari mereka, tetapi entah mengapa selalu saja ada kejadian yang musti mereka memukul jidat sebelum bisa terbiasa mengenai ini semua.

Mereka menuruni tangga. Dan mendapati beberapa helikopter sudah berjejer, persiapan mereka telah siap namun persiapan Satriaji belum satupun karena mengurusi perempuan yang tak di anggapnya.

"Karena dirimu aku kebagian tempat yang paling belakang."

"Maafkan aku.." tunduk Avily merasa bersalah. Kepeduliannya pada gadis ini tampak tak jelas, Satriaji terus memikirkan bagaimana caranya agar bisa lepas dari sihir yang merepotkan ini baginya. Karena kemanapun Satriaji pergi pastinya sebagai budak Avily akan terus mengikuti.

"Kau akan ikut denganku, tapi.. saat waktunya tiba jangan mengeluh jika aku melemparkanmu ke jurang atau menjadikanmu tumbal."

"Dari wajahmu memperhatikan keseriusan, dan kau tak punya perasaan terhadap perempuan kah ?" Senyum kecutnya menguasai wajah. Tak lama kemudian semua prajurit beserta para murid yang lulus masuk ke tempat mereka, yang belum lulus tidak diperbolehkan ikut dan disuruh untuk menunggu di perkemahan.

Guru pembimbing mereka juga sama. Pada akhirnya, Satriaji bisa tahu seperti apa manusia yang ada di sini meskipun ia berpikiran sama seperti para elf namun tidak semua sama. Baling-baling berputar kencang, suara bising masuk ke telinga dan suaranya menyerang gendang telinga Avily yang tak terbiasa.

***

Setelah tiga jam berlalu, semuanya sampai di perbatasan antara wilayah manusia dan wilayah para iblis karena mereka saat ini tengah menginjak wilayah iblis. Mau elf, ataupun manusia setengah binatang juga disebut iblis oleh manusia karena beberapa hal yang wajar bila dilihat dari sudut pandang manusia.

"Nah, bagaimana kita bisa masuk ? Bukannya itu akan menjadikan peperangan antara kaum iblis lagi ?" Tanya Artha berkata sambil membaca buku di tangannya. Sama halnya dengan ketua setiap regu terdiam, setelah bunyi helikopter meredup hilang mereka berpencar menjadi beberapa kelompok atau regu sesuai kekuatan mereka.

Terkecuali Satriaji bersama Artha, bertiga saja mendekati pelindung yang melindungi perbatasan negara. Satriaji melihat suatu dinding serupa kaca tebal anti peluru, yang di sentuhnya juga terasa seperti kaca namun dia tahu kalau menghancurkan ini akan dianggap sebagai pemicu pertarungan.

"Apa yang ada hal lain ?" Tanya Satriaji bingung menatap gadis di belakangnya. Elf ini tersenyum masam seraya memalingkan mukanya ke samping, kedua lelaki ini terlihat bingung saja menatap pelindung karena di sekitaran mereka tak ada pintu atau celah apapun meskipun begitu mereka berdua punya misi menemukan celah ataupun cara untuk masuk ke dalam tempat di dalam pelindung.

"I-Itu ada orang!" Tunjuk Avily tiba-tiba buat keduanya kaget. Satriaji refleks melihat kemana jarinya mengarah, memang benar. Manusia terlihat tengah berjalan membawa cangkul. Dari bajunya, dirinya seorang petani yang membawa anak kecil di sampingnya sedang berjalan menjauh.

"Kita panggil saja."

"Kak! Apa yang kau lakukan ?!" Teriak Satriaji minat Artha menghentakkan kakinya ke tanah. Mengeluarkan duri-duri tajam dari tanah, pria petani itu kaget begitu melihat mereka bertiga lalu bergegas lari bersama anaknya meninggalkan barang bawaannya.

"Perampok!" Teriaknya sambil berlari.

"Matamu! Kami bukan perampok!" Artha membalas teriakannya. Sementara itu Satriaji kelihatan duduk di tanah bersila, membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini bila ketahuan dan pertempuran antar manusia beda dunia akan terjadi. Otaknya di penuhi akan hal tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, sekumpulan orang datang terlihat memakai baju zirah lengkap beserta pedang dan senjata lainnya. Satriaji berdiri melihat sekompok orang tersebut. Dan ia mengambil senjatanya, begitu pula dengan mereka yang mempersiapkan diri mendekati secara perlahan dan Artha mengigit tangannya menghisap darah.

Sesaat setelahnya. Semua orang yang hendak menyerang mereka membatu, semua anggota tubuh mereka hancur membusuk dan hanya kelihatan tulang saja seperti kehilangan banyak cairan dalam tubuh.

1
Diambil Oleh Anggur
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh
margo and me
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
Surya Putra
plot awal cerita seperti pada umumnya kenapa tiba-tiba ada gerbang yang di dalamnya ada monster.

tapi, yang aku tahu disini sepertinya monster di dalam gerbang tidak bersalah kan? mungkin hanya zombie yang menyerang saja

yang mulai menyerang duluan juga manusia dari bumi, apakah ada kesalahan dalam mengartikan TULISAN DI PINTU itu?
Surya Putra
Hah? salah nulis ya thor kok Sarah sih wkwk Harunya darah
....: ngokey 🗿👌
total 3 replies
Surya Putra
ehh, gw kira darahnya bakal kembali ke tubuh.

lalu, kata "Sebaiknya jangan terlalu memikirkan mengapa aku tak mau satu kelompok denganmu"

apakah ia akan meminum darah dari hewan yang ia buru?
Surya Putra: minum darah bukan kanibalisme, maybe wkwk
total 2 replies
SquigglyMunchkin
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
adalahdarling
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
moonstrucktraveller
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
SongbirdGarden
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
WillofWashington
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
skyeandstaghorn
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Zahra Fitria
tu ada nama Fauzan ama satriaji kok kaya ada yng aneh y ?🤔
....: oh maaf, awalnya aku mau pake nama Fauzan tapi diubah jadi Satriaji.. eps ini belum di edit 😌
total 1 replies
....
Luangkan waktunya untuk like, komentar + masukan cerita ini ke daftar bacaan anda :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!