NovelToon NovelToon
The Privacy Life Of My Secretary

The Privacy Life Of My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:188.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Nona Cantik

[Cerita lain dari Me vs Boss]

[Judul Diperbaharui!]

Bagaimana rasanya memiliki boss yang cerewet dan kepo?
Pasti rasanya mengesalkan, bukan?

Dan itulah hal yang dialami Giselle-sahabat Chelsea- yang menjabat sebagai sekretaris baru di sebuah perusahaan gadget dengan cabang terbesar di Indonesia.

Ia harus rela menghadapi pertanyaan aneh tak masuk akal, ketika sang boss menanyai tentang kehidupan privasinya.

Usia kamu berapa?
Gimana kabar mama?
Sehat-sehat aja, kan?
Kamu ada niatan untuk menikah?
Ada seseorang yang kamu suka?
Tipe cowok idaman kamu, seperti apa?
Apa yang kamu sukai dari cowok?

Dan mau tidak mau, Giselle harus menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh dari bosnya itu. Kadang dia berpikir,

"Apa yang diinginkan si boss?" gumam Giselle, sembari menatap langit-langit di kamarnya.

Start: 29 Maret 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14. Pengasuh untuk Kanza Kenzo

Pagi harinya, Chelsea yang bertanya pada Kenan tentang hal kemarin malam pun langsung diceritakan secara rinci.

Chelsea sempat terkejut, saat mendengar penuturan bahwa dirinya dan Kenan harus segera menuju bandara pagi ini.

"Tapi, Ken! Mama 'kan gak ada! Dia sekarang mungkin udah sampe Singapura," Chelsea yang khawatir dengan Kanza  dan Kenzo, hanya bisa berceloteh sebal.

"Mereka masih bayi! Masa iya, harus ditinggalin sendiri, si? Aku gak mau ya, kalo yang ngurusin mereka itu baby siter! Aku gak percaya, dan gak mau percaya!" kukuh Chelsea. Kenan semakin bingung di tempatnya.

Pasalnya, ide Kenan untuk siapa yang akan menjaga bayi mereka sudah ditebak oleh Chelsea. Lalu Kenan harus bagaimana? Masa iya, suruh...

Kedua sudut bibir Kenan terangkat ke atas. Sebuah ide cemerlang kini melintasi otaknya. Lalu tatapan Kenan beralih menatap Chelsea yang masih terlihat dongkol.

"Gimana kalo yang jagain anak kita..." ucapan Kenan menggantung, kembuat Chelsea sedikit penasaran dengan apa yang akan Kenan ucapkan.

Lalu Kenan membisikkan sesuatu pada daun telinga istrinya. Sebisa mungkin Chelsea akan terus mendengarkan apa yang tengah Kenan ucapkan.

Wajah dongkol Chelsea langsung berubah cerah. Tatapannya lalu kembali pada Kenan dengan sebuah senyum manis yang mengembang.

"Langsung telpon orangnya sekarang!" seru Chelsea, menggebu.

****

Drtt... Drtt... Drtt...

Bunyi dari sebuah ponsel yang berdering disebuah kamar apartemen, membangunkan sang pemilik kamar sekaligus pemilik dari ponsel tersebut.

Eunghh...

Giselle menggeliat dalam tidur paginya yang terganggu. Seingatnya, hari ini adalah hari libur kantor! Tapi, kenapa ponselnya masih berbunyi? Giselle ingat betul, bahwa dia tidak menghidupkan alarm kemarin.

"Ck, berisik banget, si!" dumel Giselle. Wanita itu mulai menyelimuti kepalanya dengan selimut. Berharap, suara dering dari ponselnya itu tidak dapat dia dengar lagi.

Drtt... Drtt... Drtt...

"Aghh!" Giselle menyingkap selimut sekaligus bangkit dari posisi tidurnya secepat kilat.

Napasnya terlihat memburu dengan dadanya yang terlihat naik-turun. Tatapan matanya menajam ke arah ponsel yang berada di atas nakas di samping kiri tempat tidurnya, yang menampilkan sebuah panggilan telepon dari seseorang.

"Chelsea?" gumam Giselle, saat sebuah nama tertera di layar ponsel teratasnya.

Langsung saja Giselle meraih ponsel itu dan mengangkatnya malas.

"Hm," gumam Giselle, menjawab telepon Chelsea.

"Hiks... Sell..." terdengar suara isakan dari seberang sana, yang mampu membuat Giselle langsung menegakkan posisi duduknya.

"Halo, Chel? Lo kenapa? Lo nangis?" Giselle panik. Ada apa sebenarnya dengan Chelsea?

"Sell... Hiks... Kamu bisa ke rumah aku sekarang? Aku butuh kamu saat ini, hiks..."

Kamu?

Aku?

Tumben! Batin Giselle, curiga.

"Okeh, gue ke sana sekarang. Tapi gue harus mandi dulu. Gue baru aja bangun tidur, oke?" ucap Giselle, lalu beranjak dari kasur, langsung menuju kamar mandi.

"Hm, iya. Makasih, Sell. Aku tutup dulu yah," balas Chelsea dari seberang sana. Suaranya terdengar cukup membuat Giselle yakin, bahwa wanita itu tengah menangis.

"Eh, tapi tunggu! Lo masih di rumah Mama Amara?" tanya Giselle.

"Hem, enggak. Aku lagi di kediaman Kenan. Tadi pagi langsung pulang," ujar Chelsea. Giselle ber-oh saja.

"Ya udah. Gue ke sana bentar lagi,"

"Makasih, Selle. Hati-hati di jalan," ucap Chelsea.

"Oke, bye!" Giselle lalu menutup teleponnya sepihak.

Saat Giselle berada di kamar mandi—melepas satu persatu pakaiannya, dia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Seperti ada sesuatu yang tertinggal?

"Hah? Handuknya!" teriak Giselle, sembari menepuk dahinya.

****

"Gimana?" tanya Kenan, menatap istrinya yang tengah berusaha mengelap sisa air mata buayanya.

"Beres!" ucap Chelsea, sembari mengangkat sebelah tangannya membentuk huruf O.

Kenan tersenyum licik ke arah Chelsea. "Si Kunyuk itu juga mau ke sini," ujar Kenan, lalu merengkuh bahu istrinya.

"Kunyuk?" beo Chelsea.

"Aiden," ujar Kenan, Chelsea pun ber-oh ria.

"Mending kita tungguin merekanya sambil kemas-kemas aja, gimana?" Chelsea berucap, sembari memeluk Kenan dari samping.

"Hm... Boleh," kata Kenan, dibarengi dengan jari telunjuknya yang menyentuh ujung hidung istrinya.

"Iish! Jangan ngeselin!" Chelsea memekik kesal. Sedangkan Kenan, dia hanya tersenyum geli.

****

Giselle baru saja menyelesaikan acara mandinya dengan cepat, karena mengingat bahwa sahabatnya tengah terpuruk saat ini.

Iya, kan tadi Chelsea menelponnya sembari menangis.

Ketika Giselle sampai di pinggir jalan, sekedar untuk mencari taksi, sebuah mobil yang sangat dia kenali tiba-tiba saja berhenti tepat di hadapannya.

Dan ketika kaca mobil itu diturunkan, seseorang dari dalam tersenyum manis padanya. Dan orang itu adalah,

"Pak Aiden?"

"Hai, Selle! Mau ke mana pagi-pagi gini?" Tanya Aiden, basa-basi.

"Saya mau ke rumahnya Chelsea! Tadi di telepon dia nangis-nangis gitu, 'kan saya jadi khawatir." kata Giselle. Aiden tampak manggut-manggut di tempat.

"Mau barengan?" tawar Aiden. Giselle terlihat mengernyitkan dahinya.

"Hah?"

"Saya juga mau ke sana. Si Kenan maksa," ujar Aiden, sedikit menjelaskan. Giselle yang mendengarnya pun mengangguk beberapa kali.

"Masuk, yuk!" ajak Aiden, untuk kedua kalinya.

Giselle tersenyum canggung, lalu mulai mengitari mobil Aiden, kemudian membuka pintu mobil di samping bosnya.

"Udah?" tanya Aiden, ketika Giselle baru saja menutup pintu mobil di samping wanita itu.

"Sebentar, Pak!" Giselle memasangkan seat belt terlebih dahulu, "Sudah, Pak!" kata Giselle.

"Oke,"

****

Di sepanjang perjalanan menuju rumah mewah Kenan dan Chelsea, Giselle tak henti-hentinya terus mencuri pandang pada bosnya, Aiden.

Bukan apa-apa. Hanya saja, ini untuk kedua kalinya Giselle melihat Aiden berpenampilan santai ketika berada di sampingnya.

Hanya mengenakan celana jeans warna biru tua dan jaket hoodie hitam yang dia kenakan.

Bos gue ganteng banget... Gumam Giselle, tidak sengaja Aiden mendengarnya sedikit.

"Kenapa, Selle?" Aiden melirik ke arah wanita itu yang terlihat syok sendiri. Lalu Giselle membuang pandangannya ke arah kaca mobil. Dia sedang malu saat ini.

"Ti-tidak ada, Pak!" kata Giselle, spontan Aiden terkikik geli mendengarnya.

Sebenarnya, Aiden mendengarnya sangat jelas tadi. Tapi yah, biasalah. Modus.

Cukup lama keduanya berkendara di jalanan, mobil milik Aiden sudah hampir memasuki pekarangan luas mansion Kenan. Dan itu tak lepas dari pandangan mata kagum yang Giselle pancarkan.

Walau dikata Giselle pernah ke sini sekali, tetap saja Giselle kagum melihat pemandangan mansion mewah di hadapannya.

Beuh... Orang kaya mah beda! Rumahnya aja kayak istana! Bener-bener bahagia banget hidup si Chelsea! Giselle membatin sendirian. Hingga tak sadar, mobil yang dikendarai Aiden sudah berhenti tepat di halaman luas mansion Kenan.

"Turun, yuk!" sahut Aiden, membuyarkan lamunan Giselle.

"Eh, iya," Giselle segera membuka seat belt nya, lalu keluar dari mobil dan berjalan mengikuti langkah bosnya yang mendahuluinya.

Belum sempat Aiden memencet bell, pintu rumah megah itu dibuka dari dalam oleh beberapa maid yang membukanya.

"Silakan masuk," kata mereka mempersilakan Aiden dan Giselle untuk bertamu.

Lantas keduanya pun memasuki ruang besar nan mewah itu. Saat langkah keduanya hampir sampai di dekat sofa, pemandangan pertama yang Giselle dan Aiden lihat adalah, Kenan tengah menggeret sebuah koper dengan ukuran cukup besar menuruni tangga.

Seolah tersadar akan kehadiran Aiden dan Giselle, Kenan mengalihkan pandangannya pada sepasang bos dan sekretaris itu dengan tatapan ceria.

Tumben?

Biasanya juga, kecut banget tuh muka, Aiden membatin. Rasa curiga mulai menguasai dirinya.

"Udah dateng?" Kenan berbasa-basi, ketika dirinya baru saja menuruni anak tangga terakhir.

"Lo bilang ada masalah genting! Genting apaan?" Aiden langsung bertanya to the point pada sahabatnya.

"Tenang, Bro! Tungguin bini gue turun bawa anak-anak dulu," ucapan Kenan, sungguh membuat rasa curiga dalam diri Giselle, timbul seketika.

Kenapa rasanya ada yang gak beres, ya? Batin Giselle.

"Eh! Lo udah dateng, Selle?" pekik seorang wanita dari atas tangga, yang tak lain dan tak bukan adalah Chelsea.

Wanita itu bersama seorang baby siter tengah menggendong Kanza dan Kenzo. Dengan Chelsea yang menggendong Kanza, dan baby siter itu yang menggendong Kenzo.

Sontak, raut wajah ceria Chelsea disalah artikan oleh Giselle. Wanita itu melebarkan mulutnya, menatap tidak percaya pada Chelsea.

Kok mukanya kek bahagia gitu, ya? Perasaan tadi di telpon nangis-nangis, batin Giselle curiga.

Sesaat Chelsea sampai di lantai bawah, tatapannya tak luput dari perhatian semua orang yang berada di sana.

"Tadi lo nangis di telpon! Ada apa?" Giselle bertanya to the point, seperti yang dilakukan Aiden tadi pada Kenan.

"Hee, gak ada apa-apa," Chelsea membalas, sembari menyengir di akhir kalimat yang dia ucapkan.

What?

"Selle, coba kamu gendongin Kanza sebentar," ujar Chelsea, tiba-tiba. Memaksa Giselle untuk menggendong bayinya yang masih berumur tiga bulan.

"Lha? Lha? Lha? I-i-ini ada apaan, si?" Giselle panik, karena Chelsea terus saja memaksanya untuk menggendong Kanza. Dan mau tidak mau, Giselle pun menggendong bayi itu.

"Kayak gini bener, nih?" ujar Giselle, takut salah dengan posisi menggendongnya.

"Bener,"

Sekarang giliran Kenan!

Kenan lalu mengambil alih Kenzo yang berada si dalam gendongan baby siter itu. "Coba lo gendong jagoannya gue," Kenan berujar pada Aiden, sedikit memaksa.

Dan kali ini, Aiden yang panik!

Seumur hidupnya, baru kali ini Aiden menggendong seorang bayi. Perasaan cemas dan takut, kini mendominasi dirinya.

"Eh, eh, eh! Ngapain, nih!" Aiden memekik. Ketika Kenzo kini telah berada di gendongannya.

Sungguh demi apa pun, Aiden ngeri! Belum pernah dia menggendong bayi seperti ini! Apa-apaan sih, Si Kenan ini!?

"Ini ada apa, sih?" pekik Aiden dan Giselle, kompak.

Tatapan yang sama, mereka perlihatkan pada pasutri aneh di hadapan mereka.

"Jadi gini, mami mertua suruh kita ke Inggris hari ini," ucap Chelsea, memulai penjelasan.

"Lha, terus?" bingung Aiden dan Giselle kompak, lagi.

"Karena mama mertua ke Singapura kemarin, jadi kan gak ada yang jagain Kanza sama Kenzo! Secara nih ya, di Inggris cuacanya lagi gak bagus. Bayi seumuran mereka gak boleh dibawa ke sana," Kenan berucap melanjutkan ucapan Chelsea.

"Langsung ke intinya!" Aiden dan Giselle kembali berucap dengan kompak.

"Oke," Chelsea menarik napasnya dahulu, sebelum kemudian mulutnya mulai berucap kembali.

"Kami butuh kalian buat jagain Kanza sama Kenzo!" ucap Kenan dam Chelsea, kompak.

"What?"

Epilog:

Pagi ini, Aiden memanfaatkan hari libur kantor dengan berolahraga di dalam ruangan khusus di apartemennya yang luas.

Ketika Aiden tengah mengangkat sebuah barbel dengan berat 8 kg, sebuah dering ponsel yang dia simpan di atas meja kecil di ruangan itu, membuat Aiden menghentikan sejenak aktivitasnya.

Aiden lalu mengambil ponselnya yang masih berdering. Nama Kenan, tertera di sana. Aiden jadi malas mengangkatnya.

"Hilih, gak penting!" Aiden hendak menaruh kembali ponselnya di tempat semula, namun sebuah notifikasi pesan, tiba-tiba saja muncul di layar teratas ponselnya.

Langsung saja, Aiden membuka pesan tersebut dengan malas.

From: Kenan

Bisa datang ke mansion gue sekarang? Perusahaan gue tiba-tiba ketiban masalah yang lumayan gede banget. Bantuin gue, please!

Aiden mengangkat sebelah alisnya. Heran, itulah kata yang mendominasi saat ini.

Sepertinya, kiamat sudah dekat. Apakah saat ini, matahari terbit di sebelah barat? Pikir Aiden.

"Sejak kapan nih orang minta tolong sama gue? Biasanya juga kalo ada sesuatu, sukanya maksa. Terus bilangnya; gue gak lagi minta tolong sama lo! Ini perintah, " Aiden mengulang kembali apa yang pernah diucapkan Kenan padanya beberapa tahun yang lalu.

Aiden awalnya akan membiarkan saja pesan dari Kenan itu. Karena dia pikir, si Kenan sedang mengerjainya. Namun ketika notifikasi pesan itu muncul kembali, Aiden rasanya ingin menarik kata-kata 'membiarkan' itu.

"Oke, gue ke sana." gumam Aiden, sembari mengerikan kalimat yang dia gumamkan barusan.

To be continue...

Aiden

pakaian yang dipakai saat ini:)

Giselle

pakaian yang dipakai saat ini:)

Like, comment and vote!

Ini udah double up tahu... Sama bonus pict nya juga looh, mheee...

Menurut kalian, gmna tentang part ini?

1
Suswarina
temuin gisel sm ayahnya dan gisel tidak mau mengakuinya sebagai ayah
Roberto Rino
v
Srieaniez Ñew Srieaniez
aku mau koq dikejar pak🤪🤪🤪🤪🤪,,,,,,

btw met ultah ya thorrrr,,, mga makin sukseeeeeesssss
Yusup Priyono
3
Sena
sedih...
Sena
, seru... like...
Sena
no 2
awal yg menarik, lucu...
punya bos iseng bngt y...
jejak...
k2
aron aron ingat umur, km nikain aja tuh hiyumi ngapain maksa maksa aiden , cucu sendiri disia siain. kena struk tau rasa lo
k2
gisel ma aiden nikah dong
k2
cantik gisel
k2
cantik celsee
k2
semoga baik baik saja
k2
berhasil berhasil
k2
oo km ketauan
k2
berpelukan
k2
kenapa sih den ,tinggal bilang cinta aja susah amat
k2
bayangin hebohnya , senyum senyum sendiri
k2
semangat den
k2
boleh bgt pak
k2
foto dong den ,buat kenang kenangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!