Sequel dari Ex Wife King....
Adelio Caesar Loris pria yang berusia 27 tahun adalah anak pertama dari pasangan Raja Alexander Maxbarent Loris dan Ratu Crystal Loswonia Loris dari kerajaan Grace. Sebenarnya dia yang seharusnya mendapatkan tahta. Tetapi karena Adelio lebih menyukai dunia bisnis akhirnya ia membangun perusahaannya sendiri sampai perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbesar di dunia. Sayangnya dia juga menurunkan sifat kejam orang tuanya sebagai ketua Mafia yang di wariskan dari keluarga. Apalagi memiliki sebuah kekuatan yang yaitu bisa membaca batin seseorang. Karena memiliki wajah yang tampan dan sifat nya dingin membuat semua wanita dari kalangan atas banyak yang menyukai nya . Tetapi Adelio sama sekali tidak mempedulikan nya. Karena ia sudah memiliki seseorang yang sudah dia klaim menjadi miliknya sejak berusia 6 tahun.
Layla Wilson gadis yang berusia 27 tahun, sejak kecil ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan sampai mana Ayahnya mendapatkan hukuman karena berani melakukan pemberontakan di istana. Sejak itu Layla harus bekerja keras untuk biaya sekolah dan hidupnya. Sampai akhirnya karena kegigihan nya ia bisa membuka sebuah toko bunga di sebuah desa kecil di sebelah barat Grace. Karena memiliki wajah yang cantik dan sifat nya yang baik hati banyak pria yang ingin mendapatkan hatinya.
Bagaimana jika kehidupan damai Layla harus berakhir ketika ia harus bertemu dengan seseorang yang sudah seenaknya mengklaim dirinya menjadi miliknya?
Apa mereka bisa bersatu meraih sebuah ikatan cinta sesungguhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mohon Lepaskan Aku
Sampai di Mansion Adelio memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Karena dia tidak ingin wanita nya ketakutan melihat bercak darah di pakaian nya.
Selesai membersihkan dirinya Adelio memasuki kamar Wanitanya, dan melihat bahwa sekarang Wanita nya sedang berdiri di atas balkon dengan mengenakan gaun putih panjang yang terhembus oleh angin malam.
Adelio terpana melihat kecantikan Wanita nya yang tubuhnya di terkena sinar bulan. Tanpa sadar ia berjalan menghampirinya dan memeluknya.
Sedangkan Layla yang sedang melihat bulan tersentak. Ketika merasakan ada sepasang tangan berotot yang memeluk pinggangnya. Apalagi saat ia merasakan lehernya di kecup oleh seseorang.
" Pangeran." ucap Layla yang berdiri kaku, karena tidak tahu harus melakukan apa.
" HN...Adelio." ucap Adelio dengan singkat.
Membuat Layla menyerngitkan bingung mendengar ucapan Adelio yang terlalu singkat.
Adelio yang merasakan bahwa sekarang wanitanya sedang gugup. Tersenyum tipis di lekukan leher Layla.
" Akhirnya kau sudah berada di samping ku, Amore. Aku sudah menunggu 21 tahun untuk menjemput mu." ucap Adelio dengan nada rendah.
Layla yang mendengar ucapan Adelio terbelakak. Dalam hati ia bertanya mengapa Adelio menunggu selama ini.
" Tetapi kenapa?" tanya Layla dengan suara parau.
Adelio tersenyum tipis mendengar ucapan Wanitanya.
" Aku tidak tahu." jawab Adelio jujur.
Layla membalikan badannya dan menatap mata hitam Adelio seakan membuatnya tenggelam di dalam nya. Tetapi dengan cepat Layla menepis pikiran itu.
" Kalau begitu lepaskan saya, Pangeran. Saya tidak ingin bersama seseorang yang memiliki keturunan anggota kerajaan. Apalagi yang pasti anda akan menjadi seorang Raja, dan sudah dipastikan anda sudah memiliki calon Ratu." ucap Layla dengan serius sambil matanya menatap terus Adelio.
Dalam hati Layla berharap setelah mengucapkan itu Pangeran akan membebaskannya. Karena tidak mungkin bukan ada seseorang yang rela kehilangan tahtanya hanya demi cinta.
Tetapi sayangnya semua di luar ekspektasi Layla. Ketika melihat Adelio yang tertawa keras. Hal itu membuat Layla ketakutan melihat tatapan tajam Adelio yang menurutnya menyeramkan.
" Kenapa." ucap Layla yang tanpa sadar memundurkan langkahnya sampai di batas balkon.
Adelio yang mengetahui bahwa Layla menjauh darinya berjalan mendekat.
" Apa kamu sama sekali tidak mengetahui tentang aku. Amore." ucap Adelio dengan dingin.
Apalagi Adelio mengurung tubuhnya dengan kedua tangannya. Layla tubuhnya seketika gemetaran membuat Adelio yang melihatnya diam-diam menyeringai.
Kemudian Adelio mendekatkan wajahnya ke telinga Layla dan membisikkan sesuatu.
" Aku tidak akan pernah menjadi Raja, dan berarti aku tidak pernah akan melepaskan mu. Amore. You're mine." bisik Adelio langsung saja mencium rakus bibir Layla.
Layla berusaha melepaskan ciumannya dengan memukul dada Adelio. Tetapi sayangnya Adelio tidak melepaskan nya malahan ia mengangkat tubuh Layla dan membawanya ke ranjang.
Mereka saling menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang besar. Adelio yang masih terus mencium Layla.
Layla yang sudah tidak bisa memberontak lagi akhirnya membalas pasrah dan membalas ciuman Adelio.
Sampai beberapa saat kemudian mereka melepaskan ciumannya, Dengan Adelio yang masih memandang Layla yang masih mengatur nafasnya.
" Ingat satu hal Layla, kau tidak akan bisa pergi dariku. Seberapa jauh kau pergi pasti aku akan menangkap mu, dan mengurung mu di sisiku selamanya." ucap Adelio sambil mengelus bibir Layla yang membengkak akibat ciuman panas mereka berdua.
Layla masih mengatur nafasnya dengan air mata yang bergelimang.
" Aku tidak pernah mencintai mu, ku mohon lepaskan aku....
Continue ...
it's very scary