NovelToon NovelToon
Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:129.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bertha Ryn

Nantha, seorang CEO dari perusahaan ternama yang terkenal dingin dan enggan berdekatan dengan wanita manapun, karna menyimpan rasa pada gadis masa kecilnya dipaksa menikahi seorang gadis yang tidak ia kenal sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Nada, seorang gadis cantik yang hingga saat ini masih memendam rasa pada seorang pria di masa lalunya. Diminta menikah dengan Nantha, seorang pria yang baru saja ia kenal karna suatu kejadian yang membuatnya harus rela dinikahi oleh pria yang menurutnya sangat dingin dan menyebalkan.

Hingga suatu hal terungkap yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Akankah pernikahan keduanya dapat bertahan? Kejadian apa yang menyebabkan mereka bisa dipertemukan hingga terjadi suatu pernikahan? Dan sesuatu apakah yang terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertha Ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunangan Part 2

Papa Bian dan papi Hardi selaku kepala keluarga sudah memberikan sambutan. Kini MC memanggil Nada dan Nantha untuk maju ke depan untuk mereka menyematkan cincin tunangan di masing-masing jari manis mereka.

MC menyerahkan mic lain yang di minta Nantha untuk mengambilkannya. Setelah itu Nantha mulai bersuara menggunakan mic tersebut.

"Ecchhmm...Selamat malam semuanya, terimakasih telah meluangkan waktunya untuk berkenan hadir di acara pertunangan kami.." ujar Nantha mengucapkan salam kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

"Disini, saya Denantha Anjas Pradana, ingin mengutarakan niat saya untuk melamar gadis cantik nan anggun yang saat ini ada di depan saya. Meskipun kami baru mengenal beberapa hari, tapi saya yakin jika pertunangan ini akan menjadi yang pertama dan terakhir bagi saya, dan saya juga yakin bahwa pertunangan ini adalah awal dari kisah hidup kami kedepan dalam bingkai pernikahan." ujar Nantha serius dan tulus. Membuat seluruh pasang mata terharu mendengarnya. Tak terkecuali Nada yang sudah berkaca-kaca, ia dapat melihat keseriusan dan ketulusan dalam mata Nantha.

"Nada, will you marry me? imbuh Nantha singkat, namun sukses membuat Nada meneteskan air matanya.

"Yes, I will..." balas Nada tersenyum haru disusul riuh suara tepuk tangan seluruh orang. Mama Iren dan Mami Nimas juga tak sanggup membendung air mata mereka.

Nantha yang melihat itu juga ikut tersenyum tipis. Kemudian ia mengambil cincin yang sudah disediakan dan menyematkannya di jari manis Nada, begitupun sebaliknya. Diluar dugaan Nada, tiba-tiba Nantha mengecup punggung tangan Nada setelah mereka selesai memasang cincin. Nada sangat kaget dengan perlakuan Nantha. Orang-orang semakin bersorak melihat pemandangan itu. Terlebih para sahabat mereka yang memang masih jombo merasa baper.

"Wooee Nan, bikin gue gigit jempol aja lo." ujar Dion dengan tidak tahu malunya.

"Dion....kamu ini ngerusak suasana aja." ujar tante Oki dengan mencubit paha Dion

"Awww...mamah tega banget bilang gitu ke anak sendiri...apa salahnya coba Dion pengen gitu juga." ujar Dion memelas.

"Makanya sana cepet nyari calon, deketin cewek. Dulu kalian bertiga. Sekarang Nantha udah ada pasangannya. Tinggal kamu ama Devan. Hati-hati kalian kalo keseringan berdua." cibir tante Oki

"Tante, Devan masih normal ya.." protes Devan seakan tidak terima.

"Iya sekarang, nggak tau kalo besok." balas tante Oki di sertai kekehannya.

"Mamah udah. Mama pikir Dion guy. Ya kali di samain sama Devan." ujar Dion membela diri sambil meledek Devan. Devan ysng diledek langsung memiting kepala Dion.

"Enak aja...tuh mulut minta gue pel?" ujar Devan dengan masih mengapitkan lengannya pada kepala Dion.

"Sssttt udah udah kalian itu debat mulu."ujar tante Oki dan Devan segera melepasnya.

"Mama sih yang mulai." balas Dion sambil merapikan rambutnya karna berantakan.

"Kamu nyalahin mama, jangan harap kamu nanti dapet pintu rumah." ujar tante Oki dengan memelototkan matanya.

"Huhh salah terus." gumam Dion pelan

"Devan dan Dion kok yang salah mah, hehehe. Jangan marah dong mamah cantik." rayu Dion

"Kok bawa bawa gue?" tanya Devan berbisik.

"Ssst demi keamanan negara." balas Dion

Devan menghela napasnya "Sialan lo." ujar Devan kesal.

Selesai dengan sesi penyematan cincin yang dilakukan Nantha dan Nada.Kini saatnya sesi pengisian perut. Para keluarga dan tamu undangan mulai menikmati berbagai jenis makanan dan minuman yang telah dihidangkan.

Kini Nantha, Nada, beserta keluarganya duduk dalam satu meja sambil menikmati makanan.

"Nantha, Nada selamat ya untuk kalian. Makasih kalian sudah mau mewujudkan permintaan kami untuk melihat kalian bersama hingga menikah." ujar mama Iren. Nantha dan Nada hanya tersenyum menanggapi.

"Mama juga bangga sama ucapan Nantha tadi. Meskipun kalian di jodohkan, tapi kalian sangat dewasa menyikapinya." imbuhnya. Lagi lagi Nantha hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Iya, son. Papa bangga sama kamu." ujar papa Bian

"Nantha, om bener-bener nggak salah pilih kamu untuk Nada." sahut papi Hardi

"Memang mantu paket komplit." mami Nimas pun ikut menimpali.

Begitulah kira-kira para orang tua memuji Nantha. Dan Nantha yang terus terusan di puji merasa sedikit kikuk. Ia merasa tanggung jawabnya semakin besar dengan apa yang telah di ucapkannya. Bukannya ia tidak serius, ia sangat bersungguh sungguh akan ucapannya pada Nada, karna itu memang prinsip hidupnya yaitu menikah satu kali seumur hidup dan tidak ada kata cerai. Tapi soal perasaan, Nantha masih belum bisa menghilangkan gadis masa kecilnya itu dari hatinya. Entah sampai kapan, yang jelas ia akan berusaha melupakannya dan belajar mencintai Nada.

Selesai makan, Nada pamit untuk menemui teman-temannya di meja yang tak jauh darinya saat ini. Nantha yang melihat hal tersebut juga ikutan pamit untuk mencari dua sahabatnya yang selalu beradu mulut itu.

"Shena, Andien.." panggil Nada

"Eh ada princess semalem nih. Hmmmm kelihatan banget mukanya kalo lagi seneng. Ya nggak Ndien?" ujar Shena yang meminta pendapat Andien.

"Hu'umm..." jawab Andien yang masih dipenuhi makanan di mulutnya.

"Ihhh apaan sih... Btw, gue masih nggak nyangka lo bisa dateng, Shen.... Lo bilangnya sibuk, taunya cuma ngeprank gue...huuu" ujar Nada yang senang campur terharu. Karna Nada tahu jika Shena sangat sibuk diluar negeri sana sebagai Fashion Designer. Ia telah di kontrak selama 5 tahun oleh salah satu pusat fashion terkenal di New York, Amerika Serikat. Dan kini adalah tahun kedua ia berada di kota yang terkenal dengan kepadatan metropolitannya tersebut.

"Hahaha gue emang sengaja bikin surprise buat lo. Gimana? Seneng kan lo gue dateng?" ujar Shena dengan percaya dirinya.

"Susah gue kalo lo dateng, ngabis-ngabisin makanan aja." ucap Nada mengelak.

"Beneran ya lo." ujar Shena memastikan

"Tapi boong... hahaha. Seneng banget lah gue." ujar Nada sambil terkekeh.

"Thank you yaa, kalian udah dateng. Emang kalian terbaikkk..." imbuhnya sambil memeluk dua sahabatnya tersebut.

"Sama-sama Nada sayang." ujar kedua sahabat Nada bersamaan.

Mereka pun berpelukan layaknya serial tv anak-anak yang menampilan empat makhluk warna warni yang tinggal di bukit.

Disisi lain, Nantha yang juga tengah ngobrol bersama sahabatnya menjadi bertanya-tanya dengan tingkah Dion yang sedari tadi seperti sedang memperhatikan sesuatu, karna Nantha merasa fokus Dion tidak pada obrolan mereka. Hal itu juga tidak luput dari pandangan Devan, ia juga merasakan hal yang sama dengan yang Nantha rasakan. Tapi mereka hanya diam dan saling beradu pandang.

Akhirnya acara pertunangan pun telah usai. Para tamu undangan sudah banyak berkurang. Tinggal beberapa kerabat dekat yang masih mengobrol dengan kedua orang tua Nada dan Nantha.

Malam semakin larut, kerabat dan sahabat juga sudah pulang. Kini tinggal keluarga Nantha dan Nada yang juga akan berpamitan pulang. Papi Hardi berpamitan terlebih dulu pada keluarga Nantha selaku pemilik hotel.

"Bian, aku sama keluarga pamit ya, makasih untuk malam ini. Semoga kedepanya semakin dilancarkan." ujar papi Hardi

"Aamiin... Makasih juga ya Di, ini juga karna kekompakan kita." balas papa Bian

Akhirnya setelah berpamitan satu sama lain, mereka pun memasuki mobil dan melajukannya untuk pulang ke rumah. Tak berapa lama, disusul oleh keluarga Nantha yang juga akan pulang.

1
Aiko Yuki
hai kak
rnannvalia
Lumayan
rnannvalia
Luar biasa
༄༅⃟𝐐QueenCy
lanjuttt
Diana Susanti
nyimak kak
faridah ida
hahahaa.. tahu aja nih sih mama ...😂😂
faridah ida
semoga tamat nya sampai anak2 mereka sudah besar ...😁🤭
faridah ida
akhirnya sekian lama nya baru up lagi .. makasih ya thorr ...🙏🙏
Risma Waty
Asli nyaris lupa dengan cerita ini... Semoga rutin up-nya ya, Thor... 💪🏾
faridah ida
akhir nya up lagi , ..makasih ya thorr , ..🙏🤗😘
semoga bisa up lagi besok ,sampai tamat ..
😁🙏
faridah ida: pasti dong thorr , kan belum selesai cerita nya ...😁🤗 di tunggu up nya thorr ..🙏🙏😘
total 2 replies
Norlin Buniran
hai kak bertha
Bertha Ryn
huhuhuuu maaffff🥺
hehehe doain lebih rajin yaa🤗
faridah ida
iya lama banget ,ini baru inget cerita nya lagi ...😁🤭
Helen Apriyanti
next
Helen Apriyanti
emmmn iya ni kk authorr lma bingitttt up nya udh sebulan bru up .. klo bisa
jgn klmaaan lg thorr up ny yh seru bingittt nih pnsrn dg devan shena akn kh shena nerima cinta devan !?
lnjuttt smngttt up lg yh thorr
Helen Apriyanti
Next
Helen Apriyanti
lama lama shena psti da perasaan nih sm devan ....
pepet trz devan shena nya gass full heher..
lnjutttt smngttt up lg yh thorr... pnsrn dech part slnjutnya
Helen Apriyanti
smngttt up kk
Helen Apriyanti
mntul ..kerennnn thorr gaskeun devan jgn jsih kendor
Ulfa Zahra
lanjut semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!