Kebahagiaan tidak selamanya abadi begitu juga dengan kehidupan manusia, Rindu menikah diusianya yang ke-18 tahun dengan seorang duda yang berusia 41 tahun.
Perbedaan umur lebih dari 20 tahun membawanya kepada kehidupan yang cukup bahagia hingga pada suatu hari semua kebahagiaan itu berakhir.
Akankah kebahagiaan itu datang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chika chiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu 15
Maaf kalau masih banyak typo dalam penulisan. 🙏🙏
Sebelum baca jangan lupa like dulu ya. 😘😘
💞Happy Reading 💞
Waktu tak terasa berlalu dengan cepat kini matahari sudah merayap turun ke ufuk barat, keadaan jalanan pun terasa lambat karena bertepatan dengan jam sebagian karyawan baru pulang dari tempat mereka bekerja demi mengait rejeki. Setelah kendaraan roda empat itu berhenti tepat sesudah memasuki bagasi mobil kini sepertinya mereka mendapati ada tamu yang berkunjung.
Pram dan Rindu pun turun dari mobil, Rindu meraih kunci rumah yang diberikan Pram padanya dan membuka pintu sedangkan Pram menghampiri mobil yang tak asing baginya.
"Kemana aja si lu, gw udah 2 kali putaran tau gak," kesal Rahmat saat turun dari mobil, ya dia adalah teman Pram.
"Lah,, gapain ente bambang muter-muter disini? telpon kagak, bilangin juga kagak,!" ucap Pram tak mau kalah bakas sewotan temannya.
"Yaelah pan ente yang minta di cariin orang bantu bantu bini lu di rumah, jangan bilang lu kejedot hilang ingatan." Rahmat mengingatkan, sedikit kesel juga.
"Kan bisa besok oncom, emang udah dapat orangnya?" tanya Pram.
"Ya,, ini aku bawain. Kebetulan mbok Yum baru tiba dari kampung bawa keponakannya, ya udah pas lu telpon tadi kebetulan gw ingat sekalian gw bawaiin kerumah lu," Rahmat menjelaskan.
"Oh ya mana bini mu? gak dikenali nih,, ? " Rahmat kepo sekaligus penasaran sama istri sahabatnya.
Kebetulan Rindu keluar dari rumah setelah menyalahkan beberapa lampu dari dalam rumah karna hari sudah malam.
"Sayang sini kenalin sama teman mas," ucap Pram memanggil Rindu mendekatinya sekalian ingin memperkenalkannya kepada Rahmat.
"Widi,, baru berapa hari udah sayang sayang." sela Rahmat terkekeh dan Pram pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta Rindu pun sudah salah tingkah.
"Rahmat" ucap Rahmat sambil mengulurkan tangan disambut Rindu malu malu dan menunduk tanpa berani menjawab.
"Nama dan lainnya pasti udah tau kan?" Ucap Pram menyela." ini teman mas yang menjadi perantara hingga kita bisa berjodoh," lanjut Pram menjelaskan dan Rindu pun mengerti.
"Mana orang ya, Mat,,? " Pram melirik kedalam mobil Rahmat mencari.
"Oh iya lupa gw," Rahmat terkekeh melupakan orang yang di belakang kursi mobilnya karena terburu-buru turun dan menyapa Pram.
"Nama saya Ningsih pak, saya yang akan kerja di rumah bapak" kata Ningsih setelah keluar dari mobil Rahmat memperkenalkan diri.
Pram menyambut Ningsih dengan senyum, "Baik Ningsih kamu bisa bekerja di rumah saya dan bisa pulang setelah pekerjaan selesai, ini sudah habis jam bekerja sebaiknya besok saja mulai bekerja ya"
"Oh ya Ningsih, ini kenalkan juga istri saya." Pram memperkenalkan istrinya yang masih muda dan Ningsih sempat heran melihat istri bosnya yang masih sangat muda bahkan lebih tepatnya cocok menjadi anak ataupun keponakan sang bos, tapi apalah daya dunia ini terlalu heran dan penuh dengan misteri apapun bisa terjadi jika ada uang itulah pemikiran Ningsih dan dia tidak mau komen dan banyak ikut campur yang dia tau sekarang dia punya pekerjaan dan punya gaji tiap bulan syukur syukur tuan rumah suka pekerjaan dia bisa dapat bonus.
Pram memperkerjakan asisten rumah tangga tapi tidak dengan tingal bersama mereka jadi mereka bisa datang pagi dan pulang sore ataupun jika pekerjaan selesai mereka boleh kembali ke tempat tinggal mereka sama halnya dengan mbok Yum yang sudah lama kerja di rumah Rahmat. Mungkin Ningsih bisa tinggal sementara di rumah mbok Yum ataupun ngontrak rumah petakan yang lebih murah yang terletak di belakang perumahan ini.
💞
"Sayang barang keperluan mu sudah aku letakan di kamar kita dan kamu beresin gi, tata di lemari satu lagi yang kosong dan biar belanjaan ini aku yang rapi in" ucap Pram yang turun dari tangga menghampiri istrinya yang mulai memasukkan sebagian belanjaan ke dalam kulkas.
Rindu tak bergeming "Ini sedikit lagi mas, tangung... "
"Gak papa sayang, gi keatas aja sekalian kalau sudah beres mandi yang bersih ya, biar mas saja yang beresin," ucap Pram genit.
Mendengar kata mandi yang bersih membuat Rindu merinding, apa maksudnya dan pasti ada udang dibalik batu.
"Iya sebentar lagi mas," jawab Rindu tak berniat berhenti dan melanjutkan lagi kegiatannya.
Pram mendekat, pemandangan rindu saat ini sangat menarik perhatiannya posisi yang mantap itulah yang ada di otak Pram, hilang fokusnya karena terus memperhatikan Rindu berkali-kali dia mengusap wajahnya kasar ada hasrat ada yang timbul dalam dirinya.
"Mas gapain...? " ucap rindu kaget tiba tiba Pram memeluk nya dari belakang.
"Sebentar saja sayang!" jawab Pram sambil memeluk erat istrinya dari belakang. Bagaimana tidak terpancing jika Rindu jongkok bangun dan sesekali nungging sehingga badannya terlihat seksi di mata suaminya.
Jujur jiwa lelaki dalam diri Pram pun bangkit apalagi mereka sudah halal dan hanya berdua di malam sunyi dalam satu atap, jika berdua saja bukankah yang ketiga adalah setan dan setan sedang melintas serta berbisik serta memberikan haluan yang mesum kepada Pram, dia pria normal serta sudah lama sekali menahan hasrat ini.
Rindu hanya bisa diam kakuh dan pasrah jika saja hari ini adalah hari terakhir dia menjaga kesuciannya dia bisa apa bukankah pria itu sekarang suaminya tapi haruskah secepat itu? . Apapun itu dia hanya berusaha menjalani kehidupannya dan juga hanya pria ini lah satu satunya keluarganya sekarang yang akan menjaga mencintai serta bertanggung jawab untuk dirinya seterusnya.
Bersambung......
udah aku masukin fav yaa
Semangat terus kak🤛🤛
senior galak hadir maaf lama gak mampir.
Semangat
Ditunggu karya barunya ya 🤗
“Silence” hadir bersama “Cinta dan Dendam” 🥰