"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."
Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .
Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .
Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?
" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "
"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."
( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14. Flashback Chapt. 12
21+
Arnold POV .
Aku mengemudikan mobilku menuju ke restaurant tempat Aku dan Angel janjian.
Dengan laju perlahan Aku memasuki area parkir resto tersebut.
Entah mengapa, tapi aku mengikuti naluriku untuk memarkirkan mobilku di bagian terdalam tempat parkir agar mobilku tidak dapat terlihat dari jalan.
" ha ha ha... lucu sekali Aku ini. Udah seperti mau selingkuh aja ", Aku menertawakan diriku sendiri sebelum turun dari mobil.
Saat memasuki resto , mataku beredar mengamati sekeliling resto memastikan tidak ada orang yang mengenaliku .
Hingga pandanganku terhenti ke salah satu meja yang berada di sudut ruangan.
Disana sudah ada seorang wanita yang sangat aku kenali sedang melambaikan tangan ke arahku.
Aku mencoba sesantai mungkin mengarahkan langkahku ke meja wanita itu.
Benar, Ia adalah Angel. Wanita yang dulu sangat kucintai dan sampai saat ini namanya masih mengisi sebagian hatiku.
Dan wanita ini pula yang meninggalkanku, membuatku terpuruk selama ini.
Angel berdiri menyambutku saat Aku sudah berdiri tepat di hadapannya.
Kulihat Angel masih cantik sama seperti dulu, bahkan sekarang penampilannya lebih mempesona. Dia terlihat makin dewasa dan juga makin seksi dengan pakaian yang sedikit berani menurutku.
Angel sepertinya ingin menyambutku dengan pelukan saat itu, namun Aku menghindar dengan langsung duduk di kursi dihadapan Angel.
Akhirnya Angel mengikutiku untuk duduk kembali di tempatnya dengan raut wajah kecewa.
" Kamu udah lama nunggunya ? " tanyaku berbasa-basi .
" Belum lama kok. Aku udah pesanin makanan kesukaan kamu ", Ia menjawab dengan antusias.
Kulihat di meja sudah terhidang dua sajian hidangan , Us Prime Rib Eye Steak dan Green Salad . Lengkap dengan satu botol wine didalam mangkuk kaca berisi es batu.
" Dia masih mengingat makanan kesukaanku ", batinku melihat itu semua .
Segera Angel mengarahkan piring berisi Steak ke hadapanku dan Ia sendiri mengambil piring berisi salad .
" Kita ngobrol sambil makan yah ", ajaknya .
Kami berdua belum memulai obrolan kami .
Kami seakan hanya fokus pada makanan kami saat ini.
Sampai kulihat Angel mengambil pembuka tutup botol wine.
Kuperhatikan gerak-gerik Angel, Ia masih anggun. Seperti tak ada yang berubah darinya.
Angel membuka botol wine, kemudian menuangkan wine kedalam gelas dihadapanku.
" Minumlah... wine ini bebas alkohol, kamu kesini mengemudi sendiri kan ? " tanyanya .
" Iya ", jawabku singkat.
Ia juga menuangkan wine ke gelasnya, kemudian Ia dengan perlahan menyesap sedikit wine itu.
Ia menghela napas panjang membuatku menghentikan kegiatan makanku.
" Aku rindu kamu ", ucapnya lirih.
Aku tidak menjawab. Hanya memberinya tatapan tajam, bahwa aku tidak mengerti maksudnya.
" Ya .... Aku merindukanmu. Aku ingin meminta maaf padamu. Aku ingin menebus kesalahanku ", kini Angel berkata dengan yakin sambil menatapku .
Aku meletakkan pisau dan garpu yang kugunakan .
Kemudian turut menyesap sedikit wine yang tadi Angel tuang ke gelasku.
" Aku sudah memaafkan mu. Tapi aku bingung kenapa kamu rindu padaku padahal kamu yang memilih untuk pergi ", Aku sedikit terbawa emosi kala itu.
" Menebus kesalahan ? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengganti semua keterpurukanku selama dua tahun ini ", lanjutku lagi.
Biarlah saat ini Angel mengasihaniku .
Biarlah Ia tahu betapa tersakitinya Aku .
Angel menggenggam kedua tanganku,
Dan lucunya Akupun menerima perlakuan Angel. Aku tidak sama sekali menghindar dari genggaman Angel.
" Dasar.. bodoh kau Arnold.. Lemah kau Arnold ", Aku merutuki diriku sendiri .
" Itulah alasan aku kembali ", Angel masih tak melepaskan genggamannya.
" Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tahu pasti gak akan mudah kamu nerima aku lagi, tapi aku janji akan sabar sampai saat itu tiba ", Angel mencoba untuk meyakinkanku.
" Sudahlah Angel, aku sudah memafkanmu. Tapi seperti katamu, Aku belum bisa melupakan semua rasa sakit itu ... ", Aku mencoba menjelaskan keadaanku saat ini pada Angel. Termasuk soal Devi.
Tapi sebelum ku selesaikan ucapanku, Angel sudah memotongnya.
" Aku... Aku akan menunggumu. Biarlah kali ini Aku yang berusaha ", Ia masih terus mencoba meyakinkanku.
" Apakah kamu tidak ingin tahu alasan sebenarnya kenapa aku meninggalkanmu ? " , Kini Angel menatapku dengan raut wajah sedihnya.
" Maksud kamu ? " Aku balik bertanya pada Angel.
Sebenarnya hal itu juga yang menjadi pertanyaan bagiku.
Empat tahun kami menjalani hubungan, dengan karirnya sebagai model dan aku sebagai pengusaha.
Dari awal kami sudah komitmen untuk menghargai pekerjaan kami masing-masing dan saling mendukung.
Dan selama empat tahun tak pernah ada masalah, namun tiba-tiba Angel ingin berpisah dengan alasan ingin lebih mengembangkan karirnya.
" Sebenarnya seminggu sebelum aku meninggalkanmu , aku bertemu dengan Nanny Grace. Ia mengatakan padaku bahwa saat itu kamu sedang dipersiapkan untuk menjadi calon pewaris yang akan meneruskan usaha keluarga ", Angel mulai ceritanya .
" Nanny mengatakan bahwa jika memang Aku mencintaimu, maka sebaiknya aku meninggalkanmu. Karena untuk calon pewaris sepertimu saat itu belum diijinkan untuk menikah sebelum berhasil meneruskan usaha keluarga ", kulihat mata Angel kini mulai berkaca-kaca .
" Nanny mengatakan kalau kamu sudah menyampaikan niatmu untuk menikahiku, namun seluruh keluarga masih menentang itu. Nanny memintaku untuk meninggalkanmu karena dengan watak keras kepalamu, kamu tak akan mendengarkan keluargamu dan lebih memilihku dan hal itu bisa menghambat kesuksesanmu ", jelas Angel sambil sesekali Ia menyeka air matanya dengan tisu.
" Itulah mengapa aku meninggalkanmu dengan alasan ingin berkarir. Karena aku ingat , saat itu Nanny juga memintaku untuk memantaskan diri menjadi calon istri mu. Ia memintaku untuk kembali saat kurasa aku sudah cukup pantas bersanding denganmu ", lanjutnya .
" Lalu itu alasanmu kembali saat ini ?
Karena kamu merasa kamu sudah pantas untukku ? " tanyaku dengan sedikit emosi.
Entahlah, aku emosi kepada siapa.
Aku marah pada Angel karena saat itu mengapa Ia mengambil keputusan sepihak.
Aku juga marah dan kecewa pada Nanny, karena ternyata Ia juga terlibat dalam sakit yang kurasa selama ini.
Ku pikir selama ini hanya Nanny yang selalu mendukung apapun keputusanku.
Ternyata aku salah.
Angel kini sudah menagis di tempatnya.
Beberapa pengunjung lain juga menatap kearah kami.
Aku berpindah tempat duduk di samping Angel.
Kurangkul pundaknya dari samping, Ia menyandarkan kepalanya di dadaku.
Ia semakin terisak, Aku mencoba menenangkannya.
Tak lama isakan Angel akhirnya mereda dan berhenti.
Angel kini menatapku.
" Sudahlah, aku sudah memaafkanmu. Aku baru tahu ini semua bukan salah mu ", Aku mencoba menenangkan Angel.
" Aku mau kita kembali seperti dulu lagi , kamu maukan ? " pinta Angel dengan manja .
Aku terdiam beberapa saat.
Sekilas Aku teringat Devi, tapi hatiku juga tidak bisa berbohong bahwa aku senang selama ini aku telah salah menilai Angel .
" Tolong beri aku waktu. Aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku sendiri untuk menerimamu kembali ", jawabku .
" Baiklah, kali ini aku akan menunggumu.
Aku akan berusaha mengembalikan kepercayaanmu padaku. Aku yakin kamu masih mencintaiku ", Angel terlihat percaya diri dengan ucapannya.
Aku hanya tersenyum saja merespon perkataan Angel baru saja.
Setelah perbincangan berat malam itu,
kami lanjut menghabiskan makan malam kami sambil berbincang.
Angel antusias menceritakan padaku tentang bagaimana ia membangun karirnya di paris sampai akhirnya Ia meninggalkan itu semua dan memilih kembali ke Indonesia.
Jangan tanya soal diriku, Aku belum memiliki keberanian untuk memberitahu Angel soal Devi.
Aku tidak ingin merusak kebahagiaan malam ini.
Setelah makan malam , Angel meminta tolong aku mengantarnya pulang ke apartement.
Katanya saat ke Resto, Ia diantar oleh asistennya. Akupun menyanggupi untuk mengantarnya .
Selama perjalanan menuju apartemen Angel, kami terus mengobrol.
Kebanyakan Angel yang menanyakan kabarku, apa kegiatanku saat ini.
Ia juga menanyakan kabar Thomas, max, dan William.
Tapi kemudian Angel mengajukan pertanyaan yang membuatku bingung harus menjawab apa.
" Kamu sekarang masih sendirikan ? Belum ada yang bisa menggantikan aku di hati kamu kan ? " tanyanya terus terang.
Deg....
Seketika jantungku terasa berhenti sejenak.
Apa yang harus aku katakan. Apakah aku harus jujur atau tidak .
" Ya... aku masih sendiri ", jawaban singkatku yang merupakan kebohongan besar.
" Maafkan aku Devi. Maafkan aku sayang " , batinku terus memohon mohon maaf kepada Devi .
Kulirik sekilas Angel tersenyum mendengar jawaban ku tadi.
Akhirnya kami memasuki area apartemen Angel.
Kuhentikan mobilku tepat di depan pintu lobby apartemen.
" Terimakasih yah ", Angel kembali menggenggam tanganku .
" Terimakasih sudah mau memaafkanku. Aku berjanji akan mengembalikan cintamu seutuhnya padaku ", lanjutnya.
" Bukan masalah. Ini juga salahku, harusnya aku mencari kebenarannya dulu bukannya malah langsung menyalahkanmu ", jawabku .
Ku perhatikan Angel mendekatkan wajahnya ke arahku.
Aku masih diam menatap , memperhatikan gerak gerik Angel.
Kemudian ku rasa Angel mengecup salah satu pipiku.
Aku sedikit terkejut dengan perlakuan Angel.
Lalu aku mengingat lagi bagaimana kemesraan kami dulu saat masih menjalin kasih.
Jangankan untuk mencium pipi, Aku dan Angel sudah sering bercumbu dan make out. Tapi kami belum pernah sampai berhubungan badan.
Angel yang melihatku hanya diam tanpa merespon apa-apa,
kini mulai mendekatkan wajahnya kembali dan memberikan kecupan singkat di bibirku.
Merasa tak ada penolakan dariku, Angel semakin berani, kini Ia mengalungkan kedua tangannya di leherku dan mulai mel\*\*\*t bibirku.
Aku mulai terbuai dengan ciuman Angel.
Akhirnya aku membalas ciumannya .
Kami sempat melepaskan ciuman kami beberapa detik untuk mengambil pasokan oksigen, kemudian melanjutkan lagi ciuman kami yang menggebu, sekarang ciuman kami semakin menuntut.
Saat ini Angel tengah sibuk menciumi leherku, kuharap semoga ini tidak akan meninggalkan jejak .
" Apa... jejak ... astaga Devi ", seketika aku tersadar apa yang kami lakukan ini kesalahan besar.
Berapa banyak dosaku pada Devi setelah tadi Aku sudah berbohong tidak mengakuinya sebagai kekasihku .
Setelah tersadar, aku menjauhkan tubuhku dari Angel.
Angel terlihat kesal aku melakukan itu.
Pasalnya Angel baru saja akan berpindah duduk dipangkuanku seandainya aku tidak menghentikan kegiatan kami.
" Maaf Angel, aku ... aku... " , rasanya Aku tidak bisa melanjutkan ucapanku.
" It's okay, mungkin aku yang terlalu terbawa suasana karena aku sangat merindukanmu ",
" Aku turun dulu yah, makasih makan malamnya ", Angel turun dari mobil dan berjalan masuk ke apartement.
Aku belum melajukan mobil, aku masih memperhatikan Angel dari kaca mobilku yang terbuka.
Kulihat Ia sempat berbalik dan melambaikan tangan padaku.
Setelah Angel hilang dari pandanganku,
Kini aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi.
Rasa-rasanya aku ingin cepat sampai rumah. Aku ingin menanyakan ke Nanny apakah yang diucapkan Angel semua benar.
Kekhawatiranku perihal bagaimana jika Devi mengetahui hal ini tiba-tiba saja serasa menguar dari pikiranku .
Yang ada saat ini hanya rasa marah dan kecewa karena telah dibohongi oleh orang yang kusayang dan kuhormati .
.
.
.
.
to be continue
\*\*\*\*\* udah pada mulai jadi hatersnya Arnold yahh? Hehehehe \*\*\*\*
Semoga Willi dapat rumah ya