NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda

Jodoh Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sifa ingin pulang

"Ada kayaknya non" Simbok mencari teri nasi "Ini non"

Beras yang telah dicuci simbok, sudah ditarik kedepan Sifa.

"Nggak punya stok petai ya mbok? eh, pak dokter suka petai nggak mbok?"

"Nggak non"

"Oh, kapan kapan, Sifa akan buatin nasi liwet yang ada petainya mbok, pasti enak"

Sifa sudah memasukkan rempah rempah serta santan dan mulai memasukkannya pada magic com "Nah, kalau ini mateng kan beres, nggak repot"

"Gitu ya non, wah, simbok jadi muridnya non Sifa kalau begini " Simbok malu malu, merasa disaingi sama anak bau kencur

"Terigu mana mbok terigu? ah, ini ya" Sifa tanya tapi netranya mencari cari tepung

"Ah, ini bukan. Ini tepung tapioka" Sifa masih memilin plastik yang dalamnya ada tepungnya

"Ah, ini dia ketemu"

"Mau buat apalagi non?" Simbok ikut ikut ngecek tepung yang Sifa pilih " Ah, non pandai membedakan tepung"

Sifa tersenyum

"Oiya, tadi non mau bikin apa?"

"Ada deh, pokoknya, pak dokter pasti suka, daun bawang, telur, ada semua kan mbok?"

"Ada non" Simbok sibuk mengambilkan apa yang Sifa minta

"Ini non" Simbok menyodorkan daun bawang, sama telur "Simbok bantuin apa non, itung itung belajar gitu non"

"Memangnya simbok kalau bikin menu apa mbok? Daun bawangnya diiris iris terus dimasukin telur ya mbok...Kita buat martabak telor. Buat bekel pak dokter mbok. Kasihan bapak, jika dikantor rumah sakit, adanya teh anget doang, tak ada temannya. Makanya, Sifa buatin martabak buat bapak. Oiya, tadi menu yang biasa simbok bikin apa mbok?"

"Menunya simbok mah gampang non"

"Apa mbok?" Sifa sibuk nguleni tepung terigu buat kulit lumpia

"Menu mpasssss kejahatan"

"Ahahaha" Sifa ngakak melihat simbok seperti power rangers

"Nah, kulit lumpianya sudah jadi, daun bawang yang sudah diiris siniin mbok biar kukasih rempah biar enak"

Sifa sibuk memasukkan irisan daun bawang yang sudah dikocok dengan telur

"Kita bikin martabaknya yang kecil2 mbok"

Simbok manggut manggut seperti murid yang lagi les masak

"Nah sudah jadi, tolong digoreng ya mbok, Sifa mau mandi"

"Baik non"

Sifa masuk kekamar dan membersihkan diri

-

Dokter Ilham turun, dan mulai duduk dikursi meja makan.

Simbok sibuk mengeluarkan nasi liwet dihadapan dokter Ilham

"emmmp harum sekali baunya mbok, nasi apa ini mbok? kayaknya nggak asing" Ilham sambil mengendus harumnya nasi, dan mengambil daun salam yang nongol didalam nasi

"Nasiiii..." Simbok mikir "Nasi liwet tuan"

setelah selesai Sifapun keluar.

Dilihat sudah ada dokter Ilham yang sudah duduk rapih dikursi meja makan.

Sifa mendekati "Bapaaak"

"Eh, sudah rapih, Sifa mau kemana?"

"Bapak, boleh tidak, Sifa pulang kerumah?"

"Memang kenapa tinggal disini? Sifa tidak betah?"

"Sangat betah, tapi Sifa kangen rumah pak, bukankah Sifa harus bekerja?"

Ilham masih diam

"Bapak, boleh Sifa duduk?"

"Ah, iya tentu boleh, sini sini" Ilham membantu menarikkan kursi untuk Sifa.

Tapi Sifa masih berdiri "Sifa ambilin nasinya ya pak?"

"Iya, ya, saya penasaran dengan rasanya"

Sifa mengambil nasi "Segini cukup pak?"

"Iya, makanan berat jangan banyak banyak" Ilham sambil menerima piring yang sudah terisi nasi

Sifa tersenyum, lalu menyendokkan nasi kepiring, untuk dirinya

Dokter Ilham mulai mencicipi nasi liwetnya, lalu diam

Sifa ikut diam dan deg deg pyar, takut tidak enak

"Emmp enak, sesuai dengan harumnya"

Sifa lega, tapi diam sambil ikut ikut sarapan

Ilham melihat gorengan dalam piring "Martabak?"

"Mbok" Ilham penasaran, makanya panggil simbok

"Iya tuan" Simbok datang mendekat

"Tumben, simbok bikin nasi ginian, sama martabak lagi. Rasanya joss.. Besok bikinin lagi ya mbok" Simbok tidak menjawab, tapi didepan dokter Ilham, simbok pleat pleot (Salah tingkah) gusar.

Simbok diam tak beranjak, otak simbok mulai stress

"Simbok kenapa mbok? kelihatan bingung?"

"Anu tuan" Simbok melirik Sifa. Tapi telunjuk jari Sifa sudah dibibir, tambahlah penyakit gusar pada simbok

"Kenapa?"

"Emmp, simbok masuk ya tuan? beres beresnya belum selesai" Simbok kabur

Ilham geleng geleng, nasi dipiringpun habis

"Bapak mau nambah?" Tawar Sifa

"Harusnya jangan, tapi enak" Ilham sambil menyodorkan piringnya minta diisi

"Ah bapak, sama aja bo'ong"

-

Ilham sudah siap akan berangkat kerumah sakit

"Bapaaak, Sifa bagaimana?"

"Sifa maunya apa?"

"Sifa ingin pulang"

"Sifa yakin, nggak ingin tinggal disini?"

"Sifa kangen pak"

Wajah Ilham berubah sendu, sedikit tidak rela kalau Sifa pulang

"Sifa ingin mengambil seragam kerja pak, lalu Sifa ingin tinggal disini, bagaimana? boleh ya pak?"

"Kalau saya melarang Sifa kerja dirumah sakit lagi, bagaimana?"

"Kalau Sifa tak kerja, lalu Sifa makan apa pak?"

"Ya makan nasi, masa makan katul"

"Bapaak" Rajuknya

"Ya sudah, ayo ikut"

Akhirnya Ilham menyerah

Diluar rumah

"Pak Dar"

"Eh tuan, maaf tuan, mobil yang semalam dipakai, pagi ini gembos tuan"

"Ya sudah, pakai yang ini nggak pa apa" Dokter Ilham membuka mobil yang jarang dipakai "Sudah dipanasin ini pak?"

"Sudah tuan"

"Ya sudah, terpaksa pakai ini"

Ilham menoleh kebelakang mencari Sifa "Ah Sifa, ayo naik"

Ilham membukakan pintu depan untuk Sifa

Setelah Sifa duduk "Sudah?"

"Sudah pak siap"

Pintu ditutup oleh Ilham

"Pak Dar, kami berangkat dulu"Pamitnya

"Silahkan tuan, hati hati"

Mobil ini mobil yang biasa ditumpangi dirinya dengan mendiang Nancy, makanya Ilham jarang memakainya. Mau dijual sayang, tidak dijual jadi bayangan.

Ilham terdiam mulai darimana bicara, tiba tiba ada panggilan

"Iya pagi"

"--"

"Baiklah saya segera kesana"

Panggilan tertutup

"Sifa, hari ini saya antarkan kamu pulang, dan jika urusan saya selesai, saya akan datang menjemputmu kembali oke?"

"Iya bapak"

Tak berapa lama, mereka sampai dihalaman rumah Sifa

Ilham membukakan pintu, tapi dari dalam. Otomatis tubuh beraroma musk menyeruak menembus indra penciuman Sifa. Sepersekian detik, Sifa klepek klepek

Sifa turun " Bapaaak" Ilham yang tidak ikut turun dari mobilpun menoleh

Sifa menyodorkan box berisi martabak "Ini buat teman teh hangat dikantor ya pak?"

Dokter Ilham menerima box kecil isi martabak.

"Iya terimakasih ya Sifa"

"Sama sama bapak"

"Baiklah, saya tidak bisa lama lama ya, karena ada panggilan mendadak dari rumah sakit, jadi saya terburu buru. Hati hati dirumah, nanti kalau sudah selesai, saya jemput kamu"

Sifa mengangguk, dan pintunya ditutup

Braaakkk

"Hati hati bapaaak"

"Iya.."

Sifa terlihat gembira, dalam hatinya merasa ada yang mengisi, entah itu apa, Sifa tidak tau

-

Diperjalan menuju rumah sakit, perasaan Ilham begitu membuncah, perasaan damai, gembira, tapi Ilham tidak tau itu perasaan apa.

Tak berapa lama, Ilham melihat manaken ditoko baju yang ia lintasi, memakai baju yang sangat cantik

"Sepertinya, jika Sifa memakai baju itu, dia pasti akan terlihat sangat indah dan anggun. Ah, jadi ingat bocah itu lagi" Ilham bermonolog sambil senyum senyum menutup mulutnya.

Bersambung...

1
Maulana ya_Rohman
ini yang terrrrrr melancolis....😞
Maulana ya_Rohman
wes lah.... ajur... ajut... ajur.. hati nya Entah...😂
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
gek mode kanhen karro cerito iki☺️...
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini lagi thor...
kangen sama cerita lama...
Maulana ya_Rohman
nangkring disini lagi thor....
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
Maniak Tenis meja: Sama say aq jg bolak balik entah sdh brp kali
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir lagi yang kesekian kali nya thor.....😁...
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🅵🅰🅳🅸🅻🅰 3 𝓹𝓾𝓽𝓻𝓪
kangen baca lg cerita dokter ilham, dulu 4 atau 5th yg lalu lupa😂, pokoknya pas covid, baca cerita dokter ilham dan syifa menemani ku di saat WfH, seru cerita nya, dokter ilham punya anak kembar dan berlanjut sampe anak² nya punya rumah sakit di daerah jateng apa Jabar lupa, trs Pak Anan nikah lg sm ART setelah ibu Hamidah meninggal, lupa2 ingat😍
ATITUSMIATI
Aku baca lagi
Yudistira Ray
Aq baca lg dokterrrrrrrrrr
~no username🐨~
kaget 50 tahun?? 😭😭 kenapa gak 38 atau 40
Maniak Tenis meja: Tadinya aku juga kaget tentang usia dokter Ilham. tp lm2 candu kak
total 1 replies
indah
Keluarga besar yang Harmonis
Yudistira Ray
bc berkali kali jg tetap ngakak
Widia Aja
emang berapa usia nya dr. Ilham?
Febby Fadila
😄😄😄😄😄
Maniak Tenis meja
kangen doctor ilham lg..........
Febby Fadila
astaga teman2 ilham pada kocar ya 😉😀😀
Febby Fadila
ini gigi aku kering trus thorr....
Febby Fadila
ahahahahaha
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx
Febby Fadila
belum di karuniai sama allah.. msh ingin kalian pacaran dulu
Febby Fadila
baper aku thor... romantis banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!