NovelToon NovelToon
Berjuang Bersama Ibu

Berjuang Bersama Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Contest
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: archa92

Kiara Anindita, seorang anak korban dari perceraian orangtuanya.

Hidup sederhana bersama ibunya membuat dia menjadi gadis yang mandiri bahkan sejak kecil, awalnya dia memang ingin menyalahkan ibunya , kenapa sampai harus bercerai dengan ayahnya. namun setelah mendengar kisah masa lalu dari sahabat ibunya, akhirnya dia sadar.

Dan akhirnya Kiara mau berjuang bersama ibunya untuk hidup yang lebih baik kedepannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon archa92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa hanya aku yang di bedakan.?

Dua hari berada disini membuat aku sangat bosan. Adik-adik yang seharusnya jadi teman bermain malah asik sendiri-sendiri, bunda juga sama sibuk sendiri mempersiapkan kamar bayi untuk anak ketiganya. Ayahku sendiri sibuk bekerja, katanya hanya sebentar, nyatanya pulang hingga larut malam. aku juga tidak memiliki handphone untuk menghubungi ibu, pinjam ke bunda malah seperti yang melarang.

"Bun, kia boleh pinjem handphone bunda ga sebentar.?" tanyaku saat bunda melintas di depan rumah, sepertinya bunda habis belanja keperluan adik bayi.

"Buat apa pinjam handphone segala.?" tanya bunda.

"Kia mau telpon ibu." jawabku.

"Kamu kan tiap hari sama ibu , sekarang waktunya kia liburan disini. Bisa kan kalau ga menghubungi ibu ?. Disini ada ayah dan bunda, kalau kia mau apa-apa ya tinggal bilang aja." jawab bunda .

Hmmmm , aku bukan butuh apa-apa. Aku hanya rindu kebersamaan.

.

.

.

Sore hari ayah sudah pulang, membawa banyak sekali makanan. Ayah bilang hari ini ayah dapat rezeki banyak.

"Wahh banyak banget makanannya yah." ucap wildan

"Iya wil, hari ini ayah dapet rezeki banyak. Dan besok kita bisa liburan karena ayah di kasih libur dua hari." ucap ayah.

"Wahh asikkk, kita jadi jalan-jalan ya yahh." rengek Dafa.

"Alhamdulillah." hanya itu yang bisa aku ucapkan.

Setelah shalat Maghrib berjamaah, kami makan bersama. Ada rasa hangat saat bisa berkumpul seperti ini. Walaupun btetap saja ada satu bagian hatiku yang kosong. Andai saja yang ada di sebelahku ini adalah ibu, mungkin aku akan merasa sangat bahagia sekali.

Tapi walaupun bunda bukan ibu kandungku, kata ibu aku harus sayang dan hormat pada beliau.

"Sekarang kalian siap-siap, besok kita jalan-jalan ke puncak." Ucap ayah.

"Horeee." Mereka tampak sangat antusias. Bunda juga tersenyum senang. Semoga liburan di puncak bisa membuat mood ku kembali baik .

Kami semua masuk ke kamar masing-masing, menyiapkan untuk bekal besok dan segera beristirahat.

Keesokan paginya, kami sudah siap dengan tas kami masing-masing. Setelah sarapan kami semua bergegas masuk ke mobil. Bunda duduk di depan disamping ayah, kedua adikku di bangku tengah, sedangkan aku sendiri di belakang dengan barang-barang.

Di perjalanan semua sibuk dengan gadget masing-masing. " kenapa aku tidak meminta handphone saja pada ayah.? aku anaknya jugakan.? Dafa saja yang masih kecil sudah boleh pegang handphone, berarti aku juga boleh kan.?" gumamku dalam hati

"Emm ayah,." panggilku. sebenarnya aku sedikit ragu juga. Tapi apa salahnya aku mencoba.

"Iya ada apa kia." jawab ayah.

"Apa kia boleh minta sesuatu.?" tanyaku pelan.

"Memang kia mau apa.?" tanya ayah.

"Boleh kia minta handphone seperti Dafa dan Wildan.?" tanyaku.

"Loh kenapa harus minta sama ayah.? kenapa Kia ga minta sama ibu aja. kan ayah setiap bulan kirim buat kia." ucap ayah.

"Hmmm, tapi bukannya itu untuk sekolah kia.?" tanyaku lagi.

"Kia , ayah kerja bukan cuma buat biayain sekolah sama nurutin kemauan kamu aja. Masih banyak kebutuhan yang lebih penting daripada beliin kamu handphone." Ucap bunda tegas.

Aku sudah tidak ingin berbicara lagi, pandanganku langsung tertuju keluar. Terlihat pohon teh yang berjejer rapi. sepertinya ini sudah masuk kawasan puncak.

'Bukankah ayah membiayai adik-adik juga.? dan ayah juga membelikan handphone kepada mereka. Tapi kenapa aku di perlakukan berbeda.? apa karena aku tidak tinggal bersama ayah.? ibu... kenapa dulu kalian harus berpisah..? sekarang aku yang merasakan akibatnya. Seharusnya aku juga sama kan mendapat apa yang adik-adik dapatkan.?kenapa hanya aku yang di bedakan.?' tanpa terasa air mataku mengalir begitu saja. Aku buru-buru menghapusanya. Jangan sampai ayah dan bunda tau.

1
Sri Varida Lestari Varida
top markotop
Sri Varida Lestari Varida
pondasi cerita ini bagus tapi kenapa lama uupnya ayo semangat
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
salken Thor
mampir yaa
Teresia Surati Handayani
lamaanya lanjut dong thoor belumut niiih nungguinnya
archa92: maaf lama ya... aku lagi berduka .. nenekku meninggal , jadi off dulu nulisnya..🙏
total 1 replies
Teresia Surati Handayani
lamaaa lanjutannya thooor
archa92: maaf nunggu lama ya kak.. aku usahain up lagi secepatnya 🙏 terimakasih udah mau mampir 😊
total 1 replies
archa92
yu baca....
Hasna Nabilah
lanjut kak semangat ❤✊
archa92: siap kak...
total 1 replies
Alex Caryono
jgn lma2 ya thor up nya
Alex Caryono
teruskaan doongg
archa92: siap kak... 😊
total 1 replies
archa92
makasih kak... ❤️
Hasna Nabilah
lanjut kak semangat ✊❤
Hasna Nabilah
lanjut kak semangat ❤✊
archa92
makasih kak...❤️
Hasna Nabilah
lanjut kak semangat ❤✊
Hasna Nabilah
lanjut kak semangat ✊❤
HIATUS
Lanjut thor, sedih bgt jadi kia. Semangat kia and author hehehe
archa92
makasih kak...
Ria Diana Santi
Boom like untuk mu Thor!

Semangat up-nya Thor!
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.

Semoga sukses selalu!
Ria Diana Santi
Kia anak yang perhatian banget, ya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!