Liana admawijaya seorang gadis manis cantik nan imut. ia berasal dari sebuah keluarga yang lumayan terpandang karena ayahnya Wiranto admawijaya adalah seorang pengusaha terkenal dan ibunya Rini putri kusmala seorang pemilik toko kue terkenal yang berada di beberapa daerah.liana sendiri adalah anak bungsu dari dua bersaudara ia memiliki seorang kakak yang tampan namanya Reno admawijaya yang sekarang masih kuliah di salah satu universitas yang ada di Amerika.
Liana sangat dimanja oleh kedua orang tuanya dan tentunya sangkakak juga memanjakannya apa pun yang Liana mau pasti akan selalu di turuti oleh orang tuanya.walaupun hidup bergelimang harta dan dimanja orang tuanya ia tumbuh menjadi gadis yang ramah,baik,sopan,lembut dan tidak sombong.
Liana adalah gadis yang ceria dan memiliki sikap ke kanak kanakan walupun ia sudah berumur 18 tahun.
**
briano putra bramata pria tampan yang di incar para wanita karna ketampanannya dan kesuksesannya.briano sering di panggil Brian adalah sosok pria tampan,tinggi,putih,hidung mancung dan tentunya hot,jangan lupa kan sikap dingin dan kejamnya terhadap siapapun yang mengganggu dirinya atau pun membuat dirinya tak suka.
Brian adalah putra tunggal dari pasangan suami istri rikaldo bramata dan Renata Kurniawan bramata, seorang pengusaha sukses sedunia dan sekarang perusahaan nya ia berikan kepada putra tunggalnya dengan alasan ia ingin menghabiskan masa tuanya bersama sang istri tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya Trisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
epsd 14
"gimana kalo kita ke danau aja"ucap Safira.
"aku setuju "ucap Liana juga.kenapa Liana tidak menyebut namanya sendiri dengan nama Lia karna ia ingin kuat dan tidak manja padahal gak ada hubungannya sih.
"oke sekarang kita ke danau tapi kita ke
supermarket dulu ya eheheh"ucap jeni cengengesan.
tak lama kemudian ketiga gadis itu sudah sampai di sebuah danau.
"wahh kangen banget gue sama ni danau,terakhir kita ke sini kapan ya,ah iya gue inget kita bertiga ke sini waktu pertama kali masuk sekolah SMA iya kan Li,fir"ucap jeni dengan raut wajah gembira nya karna bisa datang ke danau yang sangat indah itu bersama kedua sahabatnya.
"woyy selpi bentar yuk"ajak jeni sambil berselfi bersama kedua sahabatnya.
"nah jangan lupa kirim ya Jen"ucap Liana.
"sip,udah gue kirim juga kok"balas jeni sambil mengacungkan jari jempolnya ke atas.
mereka bertiga terlalu asik bercanda ria sampai melupakan waktu.
tak terasa hari sudah semakin sore dan akan mendekati senja bahkan sinar berwarna jingga sudah mulai tampak bersinar menyinari danau di kala senja.
"wihh bagus banget ya sunsetnya"ucap Liana dengan girang,ia.sangat menyukai senja dimana pada saat itu terlihat matahari yang mulai terbenam dengan cahaya indah nya.
"udah malem pulang yuk"ajak Safira.
"yaudah yuk ntar malah di omelin sama kanjeng ratu lagi"ucap jeni.
"yuk pulang"ucap Liana sambil menggandeng tangan kedua sahabatnya menuju parkiran mobil yang berada tak jauh dari danau.
di tempat lain
"Pi kok Lia belum pulang ya!"tanya Rini dengan cemas.
"papi juga gak tau mi,apa jangan jangan Lia masih marah soal tadi pagi dan dia gak mau pulang ke rumah"celetuk Wiranto,ia juga sangat khawatir pada sang putri yang belum juga pulang padahal hari sudah gelap pertanda siang sudah di gantikan oleh malam.
"papi jangan aneh aneh deh,kan mami jadi takut kalo Lia beneran marah sama kita"ucap Rini sambil mondar mandir di depan sofa ruang keluarga.
dan tak lama kemudian
"assalamualaikum Lia pulang"salam Liana sambil berjalan menuju kamarnya.
"Lia sayang ku kemana aja kok gak ngabarin mami sih?kamu udah makan belum?kok pulangnya kelamaan? kenapa gak ngabarin orang rumah?"tanya Rini dengan beruntun pada sang putri dan itu membuat kepala orang yang mendengar akan sakit da dan pusing.
"mami kalo mau nanya itu satu satu"sahut Wiranto.
"Lia mau ke atas dulu,mau istirahat"ucap Liana sambil melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"Lia kenapa sih Pi??"tanya Rini.
"mami sih nanya nya kebanyakan jadi kan Lia pusing mau jawab yang mana dulu"celetuk Wiranto.
"kok mami yang di salahin sih Pi"ucap Rini kesal.
"yaudah yuk kita juga istirahat,papi capek peneg di pijitin sama mami"ucap Wiranto sambil merangkul bahu sang istri.
"yaudah deh mami pijitin"ucap Rini dan berjalan mengikuti sang suami menuju kamar mereka.
di sisi lain
"bri ayah sama bunda mau ngomong sama kamu"ucap rikaldo pada sang putra satu satunya.
"ayah mau ngomong apa ?"tanya Brian dengan wajah bertanya.
"ayah mau kamu menerima perjodohan yang sudah di lakukan sejak kalian masih kecil"ucap rikaldo.
"Brian bisa cari calon ist.."