Adit seorang pemuda yang miskin, di asuh oleh tantenya yang bernama Desi, tantenya itu begitu kejam dan tidak berperikemanusiaan selalu menyiksa pemuda itu.
Pemuda itu di jual oleh Tante Desi kepada seorang reinternir yang bernama Tante Elsa, dia reinternir yang kejam, tetapi kekejaman itu tidak berlangsung lama ketika Adit bersamanya. Ada sisi baik Tante Elsa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evey rachmawathy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Tante Elsa membuka amplop itu dia membaca bahwa perusahaan yang dia kelola pailit karena gaya hidup mewah dari pak Robert.
"Tugas sudah saya laksanakan, Tante,"terang Pandu yang selanjutnya dia di beri imbalan oleh Tante Elsa lalu mengundurkan diri.
Tante Elsa memanggil Endra dia menyerahkan penyelidikan dari Pandu dan pemuda itu membaca dia sangat terkejut dengan apa yang dia baca.
Wanita itu memanggil pengawalnya, dia menyerahkan foto dan menyuruh pengawalnya agar Rianti meminjam uang kepada Tante Elsa
untuk menutupi hutangnya.
****
Di malam hari Rianti sedang berada di diskotik
untuk bersenang-senang tanpa memperdulikan perusahaan yang hampir bangkrut, tiba-tiba saja ada seorang pria yang mendekatinya.
"Hai, boleh kenalan!"sapa pria itu sambil mengulurkan tangannya. " Namaku Bintang, kamu siapa?"tanya pria itu sambil memperkenalkan namanya.
Menjabat tangan Bintang."Namaku Rianti."
Mereka pun bertukar nomor ponsel lalu ngobrol. Bintang adalah pengawal utusan dari Tante Elsa yang menyamar menjadi orang kaya untuk memperdaya Rianti.
Rianti yang sedang mabuk tidak bisa menyetir sendiri akhirnya di antar oleh Bintang, Sesampai di rumah Rianti pria itu turun dan memapahnya sampai di gerbang lalu Bintang menyerahkan wanita itu kepada satpam agar di bawa masuk.
Mentari menyinari bumi pertanda pagi sudah datang Rianti masih merasa pusing, panas menjalar dalam tubuhnya dengan cepat dia pergi ke kamar mandi lalu menghadap wastafel.
Rasa mual di dalam perut yang terasa panas membuat wanita itu mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya. Dia belum menyadari bahwa sudah berada di kamarnya sendiri.
Mulut di usap dengan air yang mengalir di wastafel itu sekalian cuci muka. Rianti pun selesai di kamar mandi dia kembali ke ranjang tempat dia tidur tadi malam. Wanita itu melihat sekelilingnya dan baru sadar kalau dia sudah berada di kamarnya sendiri.
Dia mengingat lagi kejadian kemarin malam tiba-tiba saja ponselnya berdering, di situ tertulis nama Bintang lalu dia pun mengangkat ponsel itu.
Bintang : Hallo cantik
Rianti. : Ini siapa ya, tau nomorku dari mana.
Bintang : Aku bintang masak kamu lupa, aku yang ngantar kamu sampe rumah.
Rianti : Iya kah?
Bintang : Kalau kamu tidak percaya tanya sama maidmu siapa yang ngantar kamu kemarin.
Rianti : Ok aku percaya, sekarang mau kamu apa?
Bintang : Aku ingin bertemu kamu tanpa kamu mabuk, bisa tidak.
Rianti : Baiklah, ketemu di mana dan jam berapa
Bintang : di kafe seberang jalan, waktu makan siang.
Rianti : Baiklah.
Bintang : Sudah dahulu ya, aku tutup ponselnya
Rianti : Ok
Mereka berdua menutup ponselnya, Bintang sangat senang begitu juga Tante Elsa, Adit serta Endra senang rencana untuk menjebak Rianti berhasil.
Mereka berempat menyusun rencana yang sangat jitu untuk menjebak wanita yang picik itu.
Pukul sepuluh telah datang Bintang sudah berada di kafe itu sedangkan Rianti baru saja datang.
"Sudah lama menunggu?"tanya Rianti seraya duduk di depan Bintang.
"Belum lama kok,"jawab Bintang seraya menyeruput tehnya."Terima kasih sudah mau datang,"seru Bintang lagi.
"Sekarang apa mau kamu?"sentak Rianti
"Jangan galak-galak gitu lah nanti cantiknya hilang," Rayu Bintang agar Rianti tidak marah. "Aku cuma ingin mengenalmu lebih dekat, bolehkan!"pinta Bintang memelas sehingga Rianti tidak bisa menolaknya lalu wanita itu menganggukkan kepala tanda setuju.
Dua langkah telah berhasil di lalui oleh Bintang menjadi titik terang bagi rencana mereka selanjutnya. Bintang dan Rianti ngobrol satu hingga tanpa sengaja wanita itu membeberkan bahwa perusahaan sedang pailit dan banyak uang yang harus di keluarkan untuk menyelamatkan perusahaannya.
"Aku bisa meminjamkan uang itu,tapi dengan syarat perusahaan itu harus aku kelola dan kamu tidak berhak lagi atas perusahaan itu," terang Bintang memakan nasi yang dia pesan.
"Aku pikir-pikir dulu tawaranmu,"pinta Rianti seraya minum es lemon teanya.
Makan siang pun telah berakhir mereka berdua pergi untuk bekerja lagi, Bintang segera menemui Tante Elsa untuk memberi kabar tentang makan siang tadi.
Siang pun berjalan terus hingga pukul empat sore semua orang pulang dari tempat kerja begitu pula dengan Tante Elsa yang pulang dari tokonya, lelah capek yang dia rasa saat ini.
Di rumah Tante Elsa sedang duduk bersandar di sofa tiba-tiba Adit datang lalu memijit wanita itu dari pundak sehingga perempuan itu merasa capeknya hilang.
Tangan Adit pun turun ke bawah dia meremas kedua dadanya hingga mendesah keenakan. tanpa di sadari wanita itu pemuda itu menggendong ala bridalstyle menuju kamar atas.
Dalam kamar Tante Elsa di baringkan di ranjangnya dengan sangat hati-hati, setelah membaringkan wanita itu lalu Adit membuka baju setelah itu pemuda itu membelai kaki wanita itu.
Ritual panas pun di mulai, Adit mencumbu bibir Tante Elsa dengan sangat hati-hati penuh dengan perasaan sehingga wanita itu sangat nyaman bila bermain dengan dia.
Permainan panas pun berakhir pada pukul lima sore dengan mengeluarkan air surga berkali-kali dan Tante Elsa sangat puas bila bermain dengan Adit.
Senja pun berganti malam mentari pun kembali ke peraduan di gantikan dengan sang rembulan dan bintang di atas sana, Rianti pun masih memikirkan tawaran tadi siang.
Rianti. 19.00
Malam
Read ✓✓
Bintang. 19.01
Malam juga, ada apa
Read ✓✓
Rianti. 19.02
Tentang tawaran tadi saya setuju
Read ✓✓
Bintang. 19.03
Baiklah, besuk bertemu di tempat tadi saat makan siang,kamu butuh uang berapa
Read ✓✓
Rianti. 19.04
Aku butuh uang sepuluh milliar
Read ✓✓
Bintang. 19.05
Ok, aku siapkan terlebih dahulu
Read ✓✓
Bintang pun tersenyum tipis membaca pesan dari Rianti itu lalu dia mengirim pesan Rianti ke Tante Elsa. Wanita itu tersenyum lalu memanggil dua berondongnya itu.
Endra yang senang karena dia akan memiliki rumah dan perusahaan yang menjadi miliknya lagi, saat itu juga pemuda itu berjanji akan melindungi serta menjaga Tante Elsa seperti juga Adit.
Adit juga sudah berjanji untuk melindungi wanita yang sudah di anggap kekasihnya itu, pemuda itu tidak terima bila wanita itu di sakiti hatinya, Tante Elsa sudah begitu baik padanya.
Dua berondong itu selalu menyenangkan hati Tante Elsa walaupun tidak harus dengan berhubungan badan, mereka berdua selalu ada saat wanita itu membutuhkan, mereka berdua selalu siap pasang badan bila ada yang melukai tubuhnya.
Malam pun telah larut Adit sekarang sudah mempunyai kamar sendiri sudah tidak tidur bersama Tante Elsa lagi. pemuda itu kamar sebelahan sama wanita itu.
Malam itu di kamar Adit ingat saat pertama kali di bawa ke sini, dia merasa beruntung menemukan Tante Elsa tidak seperti Tante Desi tantenya sendiri.
CERITANYA GANTUNG...
(PENGALAMAN PRIBADIKU🥰🥰🥰)
MAKANYA SAYANG SEKALI OTHOR BUAT UMUR ADIT 15 TH..
HARUS OTHOR JGN KASIH UMUR ADIT 15 THN, MINIMAL 17 ATAU 18 THN, MSIH RELEVAN LH, KLO 15 MSH KECIL BANGET..