Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Galau
Tubuh tegap itu masih tertelungkup di atas tempat tidur yang sebenar nya sudah bangun , tak seperti
biasa pria yang biasa nya selalu bangun pagi ini tampak malas … Arjune membalikkan badan nya menatap langit langit kamar nya dengan pikiran yang menerawang jauh , Arjune mendesah tak habis pikir dengan kekasih nya jika
wanita di luar akan dengan senang hati menerima pinangan nya tapi tidak untuk Tiara yang dengan terang terangan menolak dengan alasan yang tak masuk akal .
Arjune berpikir apa yang kurang dari nya wajah sepertinya diatas standar , mapan pasti bahkan ia bisa memenuhi semua keinginan pasangan nya bahkan jika persoalan nya usia mereka sudah di golongkan dewasa karena Tiara
dan dirinya hanya terpaut satu tahun … Aarrg memikirkan nya membuat mood Arjune buruk saja .
Setelah lama tak bertemu dengan kekasih nya Arjune pikir pagi ini ia akan bangun dengan perasaan yang bahagia namun nyatanya tak seindah yang di bayangkan … rasa kesalnya seolah sirna saat perasaan cinta pada wanita
nya lebih besar .
Arjun bangun dari ranjang nya saat melihat jam yang menggantung rapi di dinding nya waktu menunjukkan sudah sangat siang untuk
dirinya .
Arjune menyeret langkah kakinya dengan malas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap menuju tempat kerja baru nya .
Arjune segera berganti pakaian , setelan celana bahan hitamn , kemeja biru muda di tambah dengan jaket kulit hitam nya kini sudah melekat di tubuh tegap nya simple namun terlihat berkelas dan berwibawa … mematut
penampilan nya di cermin besar untuk melihat apa yang kurang dirasa semua tak ada yang kurang Arjune keluar dari kamar turun menemui Papa nya yang ternyata sudah berada di meja makan .
“ Pagi Pah “. Sapa Arjune sambil menggeser kursi untuk ia duduki dan tangan tua Mbok Tun sigap mengisi nasi goreng sea food di piring Arjune .
Dengan tersenyum tulus Arjune menangkap tangan tua Mbok Tun dan di kecupnya seraya berucap “ Terimakasih ya Mbok “. Papah Adi tersenyum melihat sikap santun Arjune yang pada Mbok Tun wanita terdekat Arjune sedari
kecil setelah Mamah nya .
Tangan Mbok Tun mengelus pundak Arjun dengan sayang “ Iya sama sama sudah buruan habiskan makan nya nanti terlambat “. Jawab Mbok Tun sebelum meninggalkan Pak Adi dan Arjune menikmati makanan yang di buat nya .
“ Muka mu kenapa gak semangat gitu Ar kalau gak enak badan ijin di perbolehkan ko …?”. Tanya Papa
Adi yang melihat wajah murung putra nya .
Arjune menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis sebagi jawaban jika dirinya baik baik saja . Kalau sudah seperti itu pasti ada hubungan nya dengan wanita yang datang semalam yang tak lain kekasih putra nya
.
“ Tiara menolak lamaran mu ?”. tebak Papah Adi yang sangat pas dan di angguki Arjune tanpa berbicara .
Papah Adi menghela nafas “. Kalau memang tak mau cari lah wanita lain kenapa susah seperti itu , kamu tampan bahkan sangat mapan pasti tak sulit “. Ucap Papah Adi .
“ Tapi Arjune cinta nya sama Tiara , Pah “. Jawab Arjune .
“ Ck cinta itu bisa buat bahagia Ar bukan malah buat kamu murung seperti ini … “. Papah Adi berdecak karena permasalahan putra nya dan kekasih nya hanya itu itu saja .
Karena Arjune tak menjawab entah apa yang sedang di pikirkan nya , Papah Adi kembali bertanya “ Gimana betah di sekolah ?”. tanya Papah Adi mengenai tugas nya di Sekolah .
“ Cukup enjoy ko Arjune nyaman karena mereka unik unik “. Jawab Arjune yang merasa ternyata berada lingkup di sekolahan tak seburuk yang ia pikirkan selama tiga hari menjadi guru BP dan Olahraga Arjune bertemu dengan
murid muridnya yang kebanyakan pria dengan problem yang tak jauh dari jaman nya dulu dan juga satu murid perempuan nya yang aneh menurutnya Aleni …. Mengingat murid itu bukan kah ini hari terakhir dia di skors dan besok siswi nya itu akan masuk kembali ke sekolah .
“ Oh syukurlah kalau kamu mulai enjoy , tenang jika sudah ada guru ganti nanti kamu kembali urus perusahaan karena seperti nya Papah mau sedikit santai Ar “. Ujar Papah Adi , di usia yang tak muda di tambah kehilangan teman hidup untuk selama lama nya tak ayal membuat Papah Adi suntuk dan ingin bersantai pergi ke tempat tempat yang menyimpan kenangan nya dengan sang pujaan hati .
“ Atur aja Arjune tinggal jalani … Yaudah Arjun berangkat ya Pah “. Pamit Arjune yang sudah menyelesaikan sarapan nya sambil melihat jam di tangan nya .
“ Iya Papah juga harus segera berangkat kantor kalau telat sedikit itu sih Erwin pasti akan ngomel kadang Papah heran semakin tua Erwin kenapa jadi cerewet seperti itu “.jawab Papah Adi sambil mengenakan jas hitam
yang terlampir di sandaran kursi .
“ Hello tuan Adiwilaga apa anda tak sadar kalau dirimu juga sudah tua dan juga makin bawel jadi jangan tua teriak tua ….hahaha “. Sahut Arjune pada Papah Adi dengan terbahak berlari menuju motor kesayangan nya yang
sudah selesai di panasi oleh Pak Budi supir keluarga Adiwilaga .
“ Oh dasar bocah gemblung masih gagah gini di bilang tua .” gerutu Papah Adi .
********
Dengan menggunakan kendaraan roda dua Arjune cepat sampai di sekolahan tanpa terjebak macet yang berkepanjangan , Arjune segera memarkirkan si black di tempat semestinya melepas helm nya dan berjalan menuju ruangan nya
.
“ Ceklek “.
Saat membuka ruangan nya Arjune menekan pelipisnya saat melihat lagi lagi meja kerja nya terdapat banyaknya makanan dari cemilan , buah yang sudah di potong rapi serta coklat .
Arjune menggeleng geleng kepalanya saat melihat siapa pengirim nya yaitu 2 orang yang berprofesi sama dengan nya yaitu guru Bu Eva dan juga Bu santi …
Bu Eva sepertinya berumur tak jauh dari nya mungkin seumuran dengan sang kekasih , walau kulitnya tak terlalu putih tapi wajahnya terlihat manis dengan kaca mata yang membingkai wajah nya namun Arjune tak suka dengan
gaya Bu Eva yang terlihat sangat agresif itu .
Bu Santi putih cantik dengan badan gempalnya yang Arjune tak salah dengar Bu Santi merupakan perawan tua sikap nya tak jauh beda dari Bu Eva agresif jika sudah bertemu dengan nya membuat Arjune risih .
Arjune memegang dua batang coklat menatap nya dengan helaan nafas “ Apa mereka mau buat gue sakit gigi ya kirim coklat seperti ini terus .” gumam Arjune sambil membolak balikkan coklat nya lalu meletakan kembali di atas
meja dan mulai mengerjakan pekerjaan nya merekap nilai olahraga murid murid nya
.
Arjune menyenderkan badan nya di kursi sambil melihat jam yang ada di ruangan nya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 9 pagi . Arjun menutup laptop kerjanya karena biasanya pada pukul 9 ia akan berkeliling untuk
melihat jika ada murid yang kedapatan bolos pelajaran dan biasanya mereka nongkrong di belakang sekolah atau di kantin .
Arjune keluar dari ruangan nya dan mulai menyusuri lorong demi lorong melihat lihat murid murid nya namun tiba tiba mata Arjune menyipit saat melihat satu orang siswi yang berlari dengan terburu menuju perpustakaan
yang sepi karena memang ini masih jam belajar .
Arjune tak membuang waktu iya langsung mengikuti siswi sampai di dalam perpustakaan yang sangat sepi ini Arjun mengamati dari belakang rak dan siswi itu sepertinya tak menyadari karena ia membelakangi nya … Saat
mengamati Arjune baru menyadari jika siswi itu adalah salah satu alasan kenapa muris yang bernama Aleni menghajar teman nya .
“ Mau apa anak itu … Eh sepertinya dia sedang menelpon seseorang pakai nangis lagi , ada apa sebenarnya dengan gadis itu “. Gumam Arjune lirih .
Arjune di buat tersentak saat mendengar siswi itu menjawab panggilan di ponselnya dengan nada setengah teriak panik .
“ Ya hallo Len “. Oh dia sedang menelpon dari teman nya yang bernama Aleni pikir Arjune yang mendengar .
“…. “
“ Iya maaf tadi lagi ada di kelas mata pelajaran nya Bu Sinta kan lo tau dia galak nya minta ampun kalau sampe ketahuan main ponsel “. Jawab Rina yang sepertinya sedang menjelaskan kenapa dia lama mengangkat
panggilan .
“… “
“ Leni lo kenapa ? ada apa Len jangan buat gue takut si iblis bikin ulah lagi jawab Len “. Tanya Rina dengan panik dan berlinang air mata .
Kening Arjune berlipat dan di benaknya menyimpan banyak tanya kenapa lagi dengan murid nya itu kenapa teman nya tampak panik lalu iblis apa maksudnya .
“ RINA TOLONG GUE “. Arjune tersentak saat mendengar dari balik ponsel Rina orang meminta tolong .
“ LENI KABUR DARI SITU LEN … JANGAN BUAT GUE TAKUT ALENI “. Rina menjawab dengan berteriak pula dan berjongkok menangis ketakutan dan Arjune masih mengamati nya karena tak mengerti dengan murid nya itu .
“ LENI HUHUHU “.
“ LENI ANGKAT TELPON NYA “. Kata Rina yang sepertinya tak bisa menghubungi teman nya itu dengan berjongkok dan menangis .
Arjune keluar dari tempatnya “ Ehem apa yang sedang kamu lakukan disitu ?”. tanya Arjune pada Rina yang tampak terkejut namun detik kemudian Rina malah mendekat dan berlutu di depan Arjune membuat Arjune heran .
“ Pak , saya mohon ijinkan saya pergi sahabat saya dalam bahaya Pak , saya mohon “. Ucap Rina dengan menangkupkan kedua tangan nya .
“ Maksud nya siapa apa yang bahaya ?”. tanya Arjun ikut berjongkok di depan Rina .
“ Siswi yang Bapak beri hukuman skors Pak itu sahabat saya sedang dalam keadaan bahaya dan saya harus menolongnya Pak “. Jawab Rina memohon .
“ Maksudnya apa , kamu gak lagi ingin mengelabui saya kan “. Tanya Arjune penuh curiga dan menatap mata merah dan basah murid di depan nya .
“ Iblis itu akan makan Aleni Pak saya mohon ijinkan saya menemui nya , kasihan dia Pak dia sedang dalam bahaya “. Arjune yang melihat gadis di depan nya tak bohong .
“ Oke saya akan bantu kamu tapi tidak dengan membiarkan kamu pergi dari sekolahan ini , kamu harus tetap mengikuti pelajaran sampai selesai … kasih saya alamat teman mu itu biar saya yang datang melihat keadaan nya kesana “. Ucap Arjune dan Rina langsung mengangguk setuju .
Rina dengan cepat menulis alamat Aleni di aplikasi maps ponsel milik guru nya yang tadi disodorkan kepada nya .
“ Ya sudah sana kembali ke kelas mu jangan lupa cuci muka “. Ucap Arjune pada Rina yang mengangguk .
“ Pak tolong cepat sampai sana takut semua terlambat “. Pinta Rina pada guru baru nya yang di angguki Arjune .
Arjune keluar dari ruang perpustakaan berlari menuju parkiran dimana motornya berada tanpa mengambil
jaket di ruangan nya buatnya yang terpenting ponsel dan juga kunci motor sudah
ada di saku celana nya .
Dan langsung membawa motor kesayangan nya keluar dari halaman sekolah dengan tak sabar dan melaju kencang di jalan menuju rumah murid nya .
********
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya