ini cerita gue...
Dimana gue harus di jodohkan sama pria yang usianya jauh banget dari gue, dan dia juga seorang duda. It's a nightmare!
Tapi pada akhirnya gue juga mulai suka sama si duda ganteng ini. Tapi gue harus menempuh perjalanan sulit untuk memperjuangkan cinta gue. this is my story, I am the eldest Lady Master of my family.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eldest Lady Master 14
.
Selama seminggu ini, Lilo beerada jauh dengan keluarganya. Dia terus menginap di tempat kost Nila.
Nila berasal dari luar kota, dan dia harus kost di sana karena memang dia tidak memiliki keluarga yang tinggal di sana. Terlebih kedua orang tuanya bekerja di luar negeri yang hanya akan pulang setahun sekali.
Sekarang ini dia sedang melakukan trip bersama pendaki gunung di sekolahnya. Dia tidak pernah mengikuti acara seperti itu, namun karena pikirannya yang kacau, dia memilih menjauhkan diri dari semuanya.
Mereka akan berada di sana selama tiga hari. Dan sekarang ini mereka baru aja selesai memasang tenda merek masing-masing.
Saat ini hari juga sudah mulai gelap.
"Lilo... Dari kemaren loe kebanyakan diem. Loe ada masalah?"tanya Nila.
"Tentu! Hidup gue aja udah sebuah masalah." jawab Lilo.
"Gue serius!
"Gue juga serius. Kalau aja ada ibu peri baik hati, gue pasti bakalan minta sama dia buat batalin perjanjian perjodohan gue. Seandainya aja ada jin yang mau ngabuli tiga permintaan gue, gue pasti bakalan minta buat batalin perjodohan gue, Terus gue minta biar gue enggak perlu ketemu lagi sam si paman duda nyebelin itu , sama yang terkahir, gue mau pindah sekolah ke luar negeri." jelas Lilo.
"Astaga... Sahabat gue ini beneran lagi kacau. Malangnya nasib loe Lilo..." Nila memeluk sahabatnya yang selalu ada untuknya kapanpun dia membutuhkannya.
"Dareen tidak ikut dengan kita?" tanya Lilo.
"Tidak... Dia bilang ada urusan keluarga." jawab Nila.
"Urusan keluarga ya..." Lilo mengingat kata-kata Jarvis yang dengan jelas memperingatkan dirinya untuk tidak perlu mengurusi masalah keluarganya.
"Lilo... kita kenal Dareen udah lama. Tapi gue masih belum pernah ketemu ataupun tahu siapa orang tuanya. Dia terkesan sangat hati-hati dengan masalah itu juga." Lilo juga tidak tahu Dareen itu dari keluarga mana, atau siapa. Selama ini mereka bersahabat dan tidak pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing, jika memang tidak ada pembicaraan sebelumnya. Terkecuali jika mereka terbuka dan saling bercerita satu sama lainnya. Dia oasti akan mencari tahu lebih lanjut tentang itu
Sayangnya, Dareen sama sekali tidak pernah membuka percakapan tentang keluarganya.
"Biarin aja. kita sahabatan sama dia bukan karena orang tuanya, tapi karena kita menyukainya. sebaiknya jangan pernah katakan hal tadi di depannya. Atau mungkin itu menyakiti harga dirinya." jelas Lilo.
"Gue paham Lilo yang cantik...." jawab Nila.
.
Di tempat lainnya.
"Mama... Apa kabar?" tanya seorang pria muda pada seorang wanita yabg berada di dalam sel tahanan.
"Mama baik-baik saja Dareen..." jawab wanita itu
"Mama... hanya perlu dua tahun lagi, mama akan segera di bebaskan... Lalu kita akan bisa segera bersama." ucap Dareen dengan senyuman lebarnya.
Wanita itu adalah Maya, dia adalah ibu dari Dareen. Dia di penjara karena kejahatan yang pernah dia lakukan.
Dia memiliki masa lalu kelam dengan keluarga Darma. Walaupun pada akhirnya mereka semuanya masih saja memaafkannya, setelah apa yang dia lakukan.
"Iya sayang.... Mama juga sudah ingin bersamamu... Kamu pasti sangat tersiksa hidup sendirian..." jawab Maya.
"Aku memiliki banyak teman ma... Oma juga terus bersamaku dan terus membantuku setelah papa Dito meninggal dunia. Mama jangan khawatir. Lagi pula mama juga akan segera keluar dari sini. aku tidak khawatir lagi." jawab Dareen.
"Putra mama memang sangat pintar dan mandiri. Mama sangat bangga padamu nak... Sayang sekali papamu sudah meninggal. Aku sangat ingin bersamanya. Dia adalah pria yang mau menerima mama apa adanya. Dia berjanji untuk memberikan resepsi pernikahan yang besar setelah mama keluar dari penjara. Tapi dia sudah lebih dulu pergi meninggalkan mama..." Maya tersenyum kecut.
Dia mengingat bagaimana dia bisa berakhir di dalam penjara karena kejahatannya, bahkan dia harus menikah di dalam penjara karena bayi yang sudah tumbuh dengan begitu saja karena kecerobohannya sebelum dia menikah. Dia memimpikan sesuatu yang sangat indah, tapi yang akan dia dapatkan hanya kekecewaannya saja.
"Mama... kita bisa foto bersama. Papa Dito juga pasti akan bahagia di sana."
Maya menganggukkan kepalanya
"Iya sayang... Papamu sakit-sakitan. Jadi inilah yang terbaik untuknya. Sekarang dia sudah tenang, dia juga tidak akan pernah merasakan kesakitan lagi."
"Mama sehat-sehat di dalam ya... Aku pulang dulu. Mau hubungin Lilo juga." jawab Dareen.
"Lilo? Gadis yang kamu sukai itu?"
Dareen tersenyum.
"Dia hanya menganggapku teman. Dan lagi, dia sudah memiliki jodohnya sendiri." jawab Dareen.
"Aku belum memberitahu pada mama, kalau Lilo itu adalah putri dari paman Abrian Darma dan aunty Muvita."
Maya membelalakkan matanya, dia tidak menyangka jika gadis yang di sukai oleh putranya adalah seorang gadis dari keluarga yang tidak seharusnya dia dekati.
"Mama tenang saja. Lilo bukanlah gadis yang akan menghiraukan masa lalu atau apapun. Dia hanya peduli, jika saat ini aku adalah sahabatnya yang selalu ada untuknya. Mama jangan khawatir." Maya mencoba tersenyum.
Dia tidak mungkin tidak khawatir.
Walaupun jika benar Lilo bisa menerima Dareen, belum tentu Muvita akan mau menerimanya, Walaupun jika mereka hanya berteman saja. Karena kejahatan yang pernah dia lakukan benar-benar tidak bisa di terima.
"Aku pulang dulu. Mama hati-hati." Dareen menyentuh tangan Maya yang sedang menggenggam erat jeruji besi yang sudah mengurungnya lebih dari tujuh belas tahun.
"Iya sayang, kamu hati-hati."
"Mm..." Dareen tersenyum lebar, setelah itu dia berjalan pergi dari sana.
Dareen melihat layar handphonenya.
Dia tersenyum saat melihat pesan dari Lilo untuknya.
[ Lilo: Dareen! Datanglah ke gunung! Teganya loe kagak ikut mendaki! Padahal gue udah bela-belain buat ikutan acara kayak gini biar bisa ngobrol minta saran sama elo! ]
[ Dareen: Gue otewe! Gue naik sendirian demi loe! Loe mau gue bawain apa?]
Lilo yang mendapatkan pesan dari Dareen segera menggerutu kesal.
"Nih anak enggak liat kalau udah mau malem apa?!" sungutnya.
[ Lilo: Loe liat waktu pengiriman pesan gue yang tadi. Itu udah beberapa jam yang lalu, itu dari pagi kakak bro! Mendingan loe enggak usah kemari! Udah mau malem! Awas kalau elo maksain diri. Loe mati gue pesta sapi panggang selama empat puluh hari empat puluh malem! Gue enggak bakalan nangis! Jadi enggak usah kemari! Awas aja!]
Dareen terkikik geli.
"Dia beneran tahu cara bikin orang tersipu-sipu."
brugh!
Handphone milik Dareen terjatuh dari tangannya.
"Oh... Maaf, aku tidak sengaja." ucap seseorang sembari mengambil handphone yang terjatuh itu.
Dareen menelan ludahnya dengan susah payah saat dia melihat pria yang memakai seragam polisinya.
'paman Bian...'
"Kamu bukankah teman Lilo?" tanya Abrian.
"Iya... Kamu di sini?" tanya Abrian lagi.
Namun Dareen masih terdiam.
Abrian mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti kenapa pria muda di hadapannya ini tidak mau menjawabnya. padahal Lilo sering pergi bersamanya dan sahabatnya yang satunya lagi, Nila
"Dia habis menemui ibunya, pak Abrian." jawab rekan polisi Abrian
"Huh?"
Abrian tidak pernah tahu latar belakang dari sahabat putrinya. Baginya selama dan putrinya selalu bersama dan tidak pernah saling menyakiti atau memanfaatkannya, Abrian tidak peduli dari mana asal-usulnya.
"Dia adalah putra dari tahanan bernama Maya, yang mendapatkan hukuman 20 tahun penjara...." jelas polisi rekan Abrian itu.
Abrian terkejut, dia menatap wajah Dareen yang terlihat takut dan juga khawatir. Terlihat jelas jika Dareen juga sangat tegang saat ini.
.
Abian udah tua donk trs Ardan ma vita seumuran opa Dika donk 🤭😁 loncatnya jauh amat ceritanya Thor
piiisssss