Elsya seorang mahasiswi cantik di salah satu kota besar di Indonesia. Dia tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan di suatu mall saat ia dan temannya sedang menonton bioskop
Karena ia telat pulang, ia diberikan hukuman bekerja di kantor teman Papanya. Ternyata bosnya itu adalah orang yang sama dengan dosennya. Yaitu seseorang yang sangat menyebalkan bagi Elsya
Bagaimana Elsya menghadapi perilaku bos sekaligus dosennya itu? Akankah Elsya sanggup untuk bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atanade, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Tumbuh Rasa
"Pak tunggu, aku mau tarik napas dulu" Elsya menarik tangan Arlan dan Arlan melihat Elsya sangat gugup karena ingin bertemu dengan Zein
"Tenang saja Sya. Ada aku dan Niko. Dia tidak akan macam macam denganmu" Arlan memandang Elsya dengan sungguh sungguh
"Iya tenang saja Sya. Kami akan menjagamu"
Setelah Elsya agak tenang, mereka segera masuk ke dalam restaurant yang telah disepakati
"Selamat siang Pak Arlan, Niko. Waw siapa wanita cantik ini? Sepertinya wajahnya tidak begitu asing"
"Elsya. Namanya Elsya, dia asisten saya" jawab Arlan
Zein ingin berjabat tangan dengan Elsya tapi Elsya menolak dan menangkupkan tangannya di depan dada
"Hmm sungguh menarik. Selama ini tak ada wanita yang berani untuk menolakku" gumam Zein
Arlan tidak ingin membuang waktu yang ia punya. Ia segera membicarakan bisnis pada Zein. Tetapi Zein tidak menanggapi dan malah memperhatikan Elsya saja. Sedangkan Elsya terlihat sangat risih ditatap sedemikian rupa oleh Zein. Arlan yang melihat itu jadi kesal sendiri. Dia lalu memberikan Elsya kode untuk mengajak Zein mulai membicarakan bisnisnya
"Kamu benar benar cantik" ungkap Zein
"Makasih. Jadi Pak Zein, bagaimana dengan tanggapan bapak mengenai tawaran yang Pak Arlan berikan?"
"Kamu maunya gimana?" tanya Zein
"Ya tentu saja bapak menerima tawaran yang diberikan oleh Pak Arlan"
"Baiklah saya akan menerima tawaran dari Pak Arlan tapi saya mau pergi berdua denganmu setelah ini" Zein menatap Elsya dengan pandangan menggoda
Elsya panik melihat tingkah Zein. Arlan yang duduk di samping Elsya mengetahuinya dan segera menggenggam tangan Elsya yang berada di bawah meja. Elsya langsung menoleh ke arah Arlan
"Maaf Pak Zein. Kami ke sini untuk membicarakan bisnis bukan untuk mengantarkan asisten saya bertemu dengan bapak" jawab Arlan dengan sangat tenang. Dia pun melepaskan genggaman tangannya pada Elsya
"Maafkan saya Pak Arlan. Tapi asistenmu sungguh cantik dan menarik. Terus terang saya ingin memilikinya walau hanya satu malam"
"Apa maksud bapak?" Elsya seketika menjadi marah mendengar perkataan Zein. Wajahnya memerah karena menahan amarahnya
"Ayolah itu hal biasa di dalam dunia bisnis" ucap Zein
"Maaf pak. Mungkin bapak seperti itu, tapi kami bukan orang seperti itu. Kami tidak mungkin berbuat hal rendahan seperti itu" Arlan masih berusaha setenang mungkin
"Ayolah Pak Arlan. Saya tau mungkin anda telah menghabiskan malam yang panjang dengan asisten anda itu" ucap Zein
Buggg. Arlan memukul Zein. Dia tidak terima Zein menuduhnya macam macam
"Asal anda tau pak, saya bukan orang seperti itu" bentak Arlan
Zein melihat darah keluar dari sudut bibirnya. "Saya akan membatalkan kontrak kerja sama kita. Saya sudah tidak ingin melanjutkan ini karena perusahaan kalian tidak menarik untukku"
"Baiklah kalau seperti itu. Itu semakin mudah untuk kami. Jangan lupa selama ini andalah yang tidak serius berbisnis pada kami. Kami akan menuntut ganti rugi dan menuntut anda karena telah berkata seperti itu pada karyawan perusahaan kami"
Zein terlihat geram. Ia lalu beranjak dari sana ditemani oleh asistennya
"Ayo kita pergi dari sini" Arlan mengajak Niko dan Elsya keluar dari ruangan itu
"Ko kamu sudah merekamnya kan?" tanya Arlan saat berada di mobil
"Sudah bos. Kita juga sudah minta cctv restaurant ini dan beberapa jam lagi mereka akan mengirimkannya pada kita"
Arlan menoleh ke arah Elsya yang duduk di sampingnya. Daritadi Elsya terlihat syok dengan perkataan Zein.
"Pak aku keluar dulu. Mau telpon istriku sebentar". Niko memberikan Arlan dan Elsya kesempatan untuk berdua. Ia ingin Arlan menikah dengan Elsya karena keduanya terlihat sangat cocok
"Kamu gapapa?" tanya Arlan pada Elsya
Elsya menggelengkan kepalanya. Ia tak kuasa untuk menahan air mata yang sudah sangat susah ia kendalikan
"Tenang saja. Kamu sudah aman. Aku ga akan membiarkan dia berbuat hal jahat padamu"
Elsya yang mendengarnya langsung memeluk Arlan. Dia menangis di pelukan dosen sekaligus bosnya itu. Arlan kaget saat Elsya tiba tiba memeluknya karena selama ini tidak ada wanita yang berani memeluk dirinya
"Aku.. Aku sangat takut dan sangat marah tadi pak" jawab Elsya jujur
"Tenanglah. Sudah tidak apa apa" Arlan menepuk nepuk punggung Elsya
Niko yang ingin membuka pintu mobil mengurungkan niatnya karena ia melihat Arlan dan Elsya sedang berpelukan. Ia pun menunggu diluar dengan jarak yang agak jauh
"Maaf karena telah melibatkan dirimu. Tenang saja, aku akan bertanggung jawab untuk hal ini. Aku akan menyeretnya untuk berurusan dengan hukum" ucap Arlan yang sudah merubah kata saya menjadi aku
Elsya pun melepaskan pelukannya. "Terima kasih pak" Elsya sudah kembali tersenyum dan ia sudah lebih tenang. Seketika Arlan dan Elsya menjadi canggung satu sama lain
Beberapa detik kemudian, Niko datang dan masuk ke dalam mobil
"Sekarang kita mau kemana bos?"
"Ke rumah Elsya. Kita antarkan dia pulang dulu baru kita ke kantor lagi"
"Tapi pak, ini belum saatnya pulang kerja"
"Gapapa. Kamu tenangkan dirimu dulu. Lagipula kerjamu hari ini pasti ga efektif karena kepikiran hal tadi"
"Makasih pak"
"Rumah kamu dimana Sya?" tanya Niko
"Perumahan Pinus mas blok J"
"Siap" Niko segera mengemudikan mobilnya menuju rumah Elsya. Begitu sudah dekat, Elsya langsung menunjukkan rumahnya pada Niko
"Nah ini dia. Kita sudah sampai. Pak Arlan dan Mas Niko mau masuk apa langsung?"
"Ada siapa dirumah?"
"Biasanya ada Mama aja karena Papa masih di kantor kalau jam segini"
"Baiklah" Arlan segera membuka pintu mobilnya diikuti dengan Niko dan Elsya
"Mama aku pulang" Elsya sudah ceria lagi seperti biasa
"Lho anak Mama sudah pulang? Eh ini nak Arlan ya?"
"Iya tan. Lama ga bertemu" Arlan menyapa Mama Elsya
"Iya sudah lama ga ketemu. Dan ini?"
"Ini asisten saya namanya Niko"
"Halo tante"
Mama tersenyum ke arah Niko. "Ayo masuk masuk"
Elsya menggandeng lengan Mamanya dan menyenderkan kepalanya ke bahu Mamanya. Arlan dan Niko hanya terheran heran melihat wanita manja dihadapannya
"Paaa.. Ada Arlan dan Niko"
"Papa ada Ma?"
"Ada sayang. Baru saja pulang. Nak Arlan, nak Niko ayo silakan duduk. Maaf ya tante masih pake celemek karena sedang menyiapkan makan malam"
"Iya tante terima kasih"
"Sya cepet buatkan minuman"
"Baiklah. Pak Arlan mau minum apa? Mas Niko mau apa?"
"Saya kopi saja Sya" ucap Arlan yang sudah menggunakan bahasa saya lagi
"Aku teh hangat saja Sya"
"Baiklah tunggu sebentar ya. Papa" Elsya langsung menghampiri Papanya dan memeluknya
"Anak Papa sudah pulang"
"Sudah, Papa mau Sya buatkan minuman juga ga?"
"Boleh, Papa kopi ya"
"Siap bos"
pdhal awalnya bagus banget lo