Runa cinta pertama Reno, namun harus menjadi istri yang kedua. Semua terjadi karena dua sahabat saling menjodohkan anaknya yang tidak saling mencintai yaitu Reno dan Vina. Membuat Runa tidak lagi bersama Reno dan harus merelakan Reno menjadi milik orang lain.
Reno dan Vina tidak bahagia dengan pernikahanya. Semenjak pernikahannya mereka saling menjaga jarak saat dalam satu kamar. Mereka berdua tidur terpisah.
Karena jebakan Mamanya Vina, mereka melakukan hubungan suami istri tanpa mereka sadari, dan Vina jadi hamil dan melahirkan anak Reno yang tak pernah di inginkannya.
Apa yang terjadi setelah mereka punya anak? Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sama-sama di Pantai
Pria itu adalah Rizki sepupunya Vina, dan wanita yang tengan bermain air di pinggir laut itu adalah Vina. Ternyata Runa dan Vina sama-sama mengunjungi pantai hari ini, mereka berdua sama sama suka dengan keindahan pantai.
Runa yang mendapati Reno hanya duduk diam di tepi pantai, mengajaknya ikut berenang. Namun Reno tidak mau. Reno takut terbawa arus.
"Anak cowok kok cemen gitu," bual Runa.
Runa pun menggoda Reno, dia menyiratkan air ke arah Reno dan mengenai muka Reno. Sontak Reno menjadi kaget, dan berteriak pada Runa.
"Ih..., Runa jangan begitu, aku tidak mau basah-basahan, aku tidak bawa baju ganti," ucap Reno sembari mengelap mukanya dengan kedua tanganya.
"Sini Reno ikut aku berenang, rasanya menyenangkan dan airnya menyegarkan. Ayo sini...," ajak Runa lagi, sembari menyiratkan air ke arah Reno dan kena bajunya.
Reno yang tadinya duduk perlahan bangun dan sedikit menjauh dari tepi pantai, karena merasa terganggu dengan tingkah Runa yang membuat bajunya basah.
Runa senang melihat Reno yang merasa takut bajunya basah. Runa pun beranjak ke arah Reno ingin mengajaknya berenang. Runa menarik tangan Reno dengan kuat untuk di bawanya ke dalam air, namun Reno menolak dan berusaha melepaskan diri.
Dan dengan usaha yang keras akhirnya Reno bisa melepaskan tanganya dari genggaman Runa. Reno yang tanganya terlepas terus berlari ketepian pantai menjauh dari Runa.
Runa merasa tertantang dan mengejar Reno. Mereka berdua kejar-kejaran berlarian di tepi pantai. Tak begitu jauh Reno berlari dan Runa pun meraihnya. Mereka terhenti tepat di depannya Rizki yang tengah mengawasi Vina berenang di pinggiran laut itu.
Runa dan Reno tertawa lepas sembari nafasnya ngos-ngosan.
"Runa aku tidak mau bajuku basah, aku nggak bawa baju ganti," tegas Reno.
Runa masih saja menggodanya, dia ingin menyeret Reno ke dalam air.
""Ayo Reno, airnya seger banget, di suasana yang panas gini," ucap Runa sembari menarik tangan Reno dengan kuat.
Reno pun berusaha supaya tubuhnya tidak tercebur ke air. Tingkah mereka seperti anak kecil di saksikan oleh Rizki dan juga Vina yang tengah berenang di pinggir laut itu.
Vina pun melongo, kala melihat dua orang yang tengah asyik berlarian kejar-kejaran memutar seperti orang sedang pacaran. Matanya Vina memandang tajam ke arah wajah kedua orang itu, dan Vina sedikit ingat wajah orang itu dan tidak asing, sepertinya dia pernah melihatnya.
Sedangkan Rizki juga menyaksikan dua insan yang sedang pacaran menurutnya, dia hanya tersenyum melihat kebahagiaan mereka.
"Kedua pasangan itu sangat bahagia menikmati masa pacaranya dan mereka tetlihat sangat serasi dan cocok. Kapan ya aku bisa melakukan hal yang menyenangkan yang seperti mereka lakukan," ucap Rizki senang memandangi tingkah Reno dan Runa.
Rizki pingin melakukan hal seperti mereka namun dia belum punya pasangan alias jomblo. Dia hanya di sibukkan dengan pekerjaanya, tak sempat memilih seorang kekasih.
Vina penasaran dengan kedua orang yang berlalu lalang berlari-lari seperti orang yang sedang pacaran, di dekat Rizki. Vina beranjak mendekat ke Rizki, dan ingin menatap lebih jelas wajah kedua orang itu.
Dan Vina sudah berada di dekat Rizki dengan bajunya yang basah semua. Vina menatap tajam ke arah mereka. Dan terlihat sangat jelas wajah kedua orang itu.
Vina terbelalak kala melihat wajah srorang laki-laki itu dan ternyata dia adalah Reno sanjaya orang yang akan menikah denganya.
"Dia kan Reno sanjaya, ngapain dia bersama gadis yang kerja di toko butik, mereka terlihat sangat akrab, dan Reno terligat sangat gembira dengan gadis itu. Apa dia pacar Reno," Vina bertanya-tanya dalam hatinya.
Runa pandanganya teralihkan kala dia di perhatikan tajam oleh seorang wanita yang berdiri anteng di dekat seorang pria. Wanita itu memakai topi pantai di kepalanya, persis yang dia kenakan.
"Siapa wanita itu, memandang aku dan Reno sampai segitunya," ucap Runa dalam hatinya.
Runa mengajak Reno berlari sedikit mendekat pada wanita itu. Runa menarik tangan Reno. Dan Reno pun mengikuti Runa. Runa sudah semakin dekat dengan wanita itu. Dan melihat wajah wanita itu dengan jelas, dan Runa tau kalau itu Vina.
Runa segera memberitahu Reno yang pandanganya kemana-mana, Runa memperlihatkan, kalau wanita yang tengah memandanginya sedari tadi adalah Vina calon istrinya.
"Mana?" tanya Reno.
"itu...," Runa menunjuk ke arah Vina.
"Iya itu benar Vina."
"Cepat kamu sapa dia. Dia kan calon istri kamu."
Runa menyuruh Reno untuk menyapa calon istrinya, namun Reno tidak mau. Runa mendorong-dorong tubuh Reno supaya mau mendekati Vina. Reno masih tetap tidak mau.
Vina pun sama tidak mau menyapa Reno calon suaminya itu, karena Vina tidak menyukai calon suaminya itu. Dengan reflek tangannya Runa menarik tangan Rizki dan mengajaknya beranjak meninggalkan tempat itu.
"Kamu sudah bosan berenangnya, syukurlah, aku capek nungguin kamu sedari tadi dan kepanasan," ucap Rizki sembari berjalan di belakang Vina.
"Kalau kamu kepanasan kenapa nggak ikut nyebur aja tadi di air biar adem."
"Ih ogah ntar bajuku basah semua."
"Aku sih masih pingin berenang di situ, menghilangkan kesedihanku, eh malah ada seseorang yang membuat kesedihanku muncul," ucap Vina menyerngit.
"Siapa? pria yang tadi sama ceweknya itu ya."
"Iya."
"Oh, kamu cemburu ya..," ucap Rizki sembari tertawa lebar.
"Ih, siapa yang cemburu. Dia itu Reno orang yang di jodohkan dengan aku dan akan menikah lima hari lagi."
"Ooh, itu calon suamimu, dia tampan dan ganteng kayak aku, kenapa kamu nggak suka," ucap Rizki.
"Pokoknya aku nggak suka, nggak suka dan nggak cinta," ucap Vina sangat kesal sembari berjalan kakinya menghentak-hentak ke tanah.
"Aku sudah punya kekasih yang sku cintai di luar negeri sana."
"Kenapa kamu nggak nikah aja sama dia?"
"Mana mungkin aku menikah sama dia, Papa sudah tidak memberiku pilihan mau tidak mau aku harus menikah sama Reno itu. Hu...hu...," ucap Vina sambil menangis dan berhenti berjalan.
"Ya udah kamu yang sabar ya Vin, semoga kamu bisa melewati masa yang berat ini," ucap Rizki bersimpati.
Vina melanjutkan jalanya lagi dia menuju ke tempat mobilnya di parkir yaitu di pinggir jalan, dan motor Rizki pun ada di situ.
Vina memilih akan pulang saja karena moodnya sudah hilang. Vina masuk ke dalam mobilnya dengan bajunya yang masih basah. Vina sudah menyalakan mesin mobilnya, dan mobilnya siap melaju.
Rizki pun masih dengan tugasnya, dia mengikuti mobil Vina dan mengawasi Vina lagi sampai dia nyampek di rumahnya.
Bersambung....
sukses
semangat
tetap semangat
like 3 episode terakhir playboy mengejar cinta y
baca karya ku juga yuk😍