Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.
Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.
Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.
Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangis
Sore itu Earlyn pulang kerumah dengan mata bengkak. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan salam pada maminya.
Mitha mendiamkan anaknya terlebih dahulu, dia sudah mengetahui sifat putri kesayangannya itu jika dia sedang kesal atau sedang ada masalah maka dia akan diam dikamar sendirian tanpa mau diganggu oleh siapapun juga, setelah lewat setengah jam dia baru berani masuk ke dalam kamar putrinya.
"Sayang....princess mami ada apa sayang. Kok nangis sih, kamu sudah dewasa sayang masa masih suka nangis sih" Mitha membelai-belai rambut anaknya dan memeluknya.
"Ada apa sayang...coba bilang sama mami" Mitha masih sambil memeluk anaknya.
"Gak apa-apa mih, aku baik-baik saja. Hanya saja aku sedang kesal dengan sahabatku dia sudah tidak jujur padaku mih" Mitha memeluk gulingnya dan menghindari kontak mata langsung dengan maminya.
"Hmm...biar mami tebak. Pasti ini masalah cowok ya?" Tebak mami Mitha
Earlyn diam saja tidak menjawab.
"Sayang...Jangan pernah menangis karena laki-laki. Anak mami sangat cantik tidak mungkin ada pria yang akan menolak kamu sayang. Ayo bangun jangan sedih lagi, papi mau mengajak kita liburan akhir bulan ini ke rumah oma. Bersihkan air matamu sayang, malu ah kalau sampai papi tau. Anak papi yang paling cantik menangis karena ditolak sama cowoknya hihihi" Mitha malah menggoda putrinya.
"Iihh....mami nakal" ucapnya manja
"Kamu harus cari tau dulu sayang apakah pria yang kamu taksir itu sudah punya pacar atau belum?kalau dia sudah punya kekasih kamu harus mundur. Jika belum dekati dia secara perlahan dan segera cari info dia suka dengan type wanita seperti apa. Kamu boleh dekat dengannya tetapi kamu juga harus siap patah hati. Sukur-sukur kalau dia menyukaimu sayang. Mami berharap anak mami akan dicintai dengan tulus oleh pasangan kamu kelak sayang" Mitha
"Mih...boleh aku mengungkapkan perasaanku padanya?" Earlyn
"Seperti yang mami bilang, boleh-boleh saja asal kamu siap jika jawaban dia mengecewakanmu. Itu pesan mami sama kamu sayang" setelah membelai-belai rambut putrinya lalu Mitha bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arah pintu.
"Mama mau menyiapkan makan malam dulu ya sayang, sebelum papi kamu pulang dari kantor" setelah berkata seperti itu lalu dia membuka gagang pintu dan berjalan keluar dari kamar Earlyn.
Earlyn mendapat pesan dari Queen bahwa malan ini akan ada pesta berbeque dirumahnya dan dia mengundang Mitha ke sana. Dia juga sudah berpesan bahwa Jasvier akan menjemputnya nanti
Malam itu semua berkumpul dirumah Ziel. Queen mengundang mereka semua kerumahnya. Pesta berbeque akan diadaka sebentar lagi. Axel menjemput Celline sementara Jasvier menjemput Earlyn. Semua sudah berkumpul dibelakang halaman rumah Queen. Menu makanan dan desert sudah tersedia semua.
"Queen ada acara apa kamu mengumpulkan kita semua?"Celline
"Baiklah berhubung kalian sudah berkumpul semua aku akan memberitahu kalian kenapa aku mengundang kalian makan malam disini. Dengar ya baik-baik...hari ini aku menerima tawaran menjadi model 'Cinel' dan lusa aku ada pemotretan di Bali yeeeee" Queen bersorak kegirangan.
Semua mata tertuju kearah Queen dan mereka bertepuk tangan memberi semangat kepada Queen.
Ziel segera menghampiri Queen dan memeluk adiknya erat-erat.
"Hebat adik kakak sudah menjadi model terkenal" dia pun memberikan kecupan bertubi-tubi di pipi adiknya itu.
" Kita bersulang..yeayeeeee" Axel memberikan minuman bersoda kepada mereka semua.
"Suit....suit....pacar gue sudah go internasional" seru Jasvier. Mendengar perkataan Jasvier membuat mata Queen membulat marah namun sejenak kemudian ia tertawa.
Nampak Celline dan Earlyn memilih duduk agak berjauhan agar mereka tidak bersinggungan. Axel segera menarik tangan Celline agar mereka kumpul bersama. Earlyn sudah pasti memilih posisi yang tepat berada disebelah Ziel dan Queen. Sebenarnya Celline malas bergabung namun dia tidak mau jika mereka semua sampai tahu jika diantara dia dan Earlyn sedang ada hubungan yang kurang baik. Celline segera membesarkan hatinya dan menyapa Earlyn terlebih dahulu. Walaupun hanya dibalas dengan senyuman kecut namun Celline segera mengabaikannya. Toh dia tidak memiliki perasaan jahat kepadanya. Menurutnya adalah hal yang wajar jika Earlyn seperti itu karena semua memang salah dia juga. Daripada bingung ingin melakukan apa akhirnya Celline pergi ke arah meja barbeque dan dia mulai mengambil beberapa seafood itu untuk dimasukkan ke dalam saus perendam sebelum dibakar.
Melihat Celline sedang asik memanggang cumi Ziel malah menghampiri Celline dan membantunya. Mereka membakar sambil bercanda riang.
"Kakak angkat yang sudah matang saja terus bantu aku letakkan disana ya" sambil menunjuk ke arah meja makan.
"Hmmm....aroma yang lezat sekali. Beda ya rasanya sama yang kemaren kita bakar" Ziel mengendus-endus wangi makanan itu dan matanya pun berbinar cerah.
"Jelas beda kak, kita bakarnya waktu itu gak diracik sama bumbu...langsung kita bakar saja tapi tetap ada rasa manis dari daging itu sendiri yang membuatnya berbeda" papar Celline.
"Wah Line kamu bisa jadi pacar idaman ini" ucap Ziel sambil memakan cumi bakar buatan Celline.
Earlyn yang mendengar langsung perkataan Ziel perasaannya langsung tersayat-sayat. Apakah Axel belum cukup untuk Celline dan kenapa Ziel juga mulai suka dengan Celline. Jangan-jangan diantara mereka akan saling memperebutkan Celline? Oh Tuhan ini tidak benar. Aku akan tanya langsung ke kakak tentang perasaannya kepada Celline. Akhirnya Earlyn mengambil keputusan akan langsung bertanya kepada Ziel tentang perasaan Ziel.
Semua menunggu hasil bakaran Celline sementara Axel sibuk merebus udang dan memberikan beberapa buah lobster kepada Celline untuk dibakar juga.
Earlyn segera menghampiri Celline dan membantunya.
"Kamu akan kerepotan sendiri mari biar aku bantu" tawar Earlyn dan mereka berdua nampak kompak masak bersama.
"Line....sebenarnya bagaimana perasaanmu kepada kak Ziel tolong jawab yang jujur ya" ucap Earlyn sambil mengolesi bumbu dilobster itu.
"Kamu mencintai kakak ya?" Tanyanya langsung.
Celline tidak langsung menjawab dia hanya diam saja. Earlyn mendesak terus tentang perasaan Celline sebenarnya kepada Ziel.
Dengan menarik nafas berat akhirnya dia mulai membuka mulutnya.
"Iya...aku menyukai kak Ziel namun aku tidak tahu apakah dia menyukaiku atau tidak" jawabnya.
"Aku tidak bisa memaksa perasaan seseorang terhadapku"
"Line...bukankah sudah ada Axel yang selalu bersamamu lalu kenapa kamu masih menyukai kakak. Apakah kamu menyukai keduanya?"tanya Earlyn.
"Axel itu sahabatku yang paling baik.Aku lebih tua daripadanya jadi tidak mungkin aku memilih dia. Jika aku berpacaran dengannya maka aku akan merasa berpacaran dengan adikku. Karena usia Axel dan Kean itu hampir sama" Line
"Jadi dengan kata lain kamu tetap akan memilih kakak?" Lyn
"Jika diharuskan memilih ya aku akan memilih kakak tentunya" Line
"Baiklah semoga beruntung. Tetapi jika kakak tidak mencintaimu apakah kamu rela melepaskan kakak untuk wanita lain?" Lyn
Sebenarnya Celline berat untuk menjawabnya namun untuk menghindari kesalah pahaman lagi maka dia menguatkan hatinya untuk menjawab pertanyaan Earlyn.
"Seperti yang sudah ku katakan Lyn, aku tidak akan pernah memaksa perasaan seseorang untuk mencintaiku. Jika dia memilih yang lain maka aku rela melepasnya" Line.
"Hmm....baiklah aku pegang omongan kamu Line" lalu Earlyn membawa lobster yang sudah dibakar oleh Celline untuk diberikan kepada anak-anak yang lainnya.
"Waww...masih panas" teriak Axel kemudian dia segera membelah lobster itu dan menghampiri Celline. Dia menarik tangan Celline kembali dan menyuruh Queen bergantian untuk membakar seafood-seafood itu.
Celline duduk disebelah Ziel sementara Axel berusaha menyuapi Celline dengan membuka daging lobster itu.
Tangan Celline dengan cekatan membelah lobster itu dan malah memberikannya kepada Axel.
"Begini cara mengoyak lobster tuan Axel" dia pun segera memasukkan potongan daging lobster itu ke mulutnya sendiri.
"Aahhh....kamu curang itu bagianku kenapa malah kamu makan juga" Axel mencubit gemas pipi Celline.
"Aku sudah mengajarimu tuan besar ayo koyak sendiri. Celline pun segera memotong daging lobster itu dan sebelum daging itu sampai ke mulutnya sudah diterkam Axel duluan potongan daging itu. Dan bibir merekapun saling menempel. Dengan kaget Celline segera mendorong tubuh Axel hingga ia terjatuh.
"Awww...kamu itu gadis atau pegulat sih Line" Axel berusaha bangun sambil mengusap-usap bokongnya yang sakit itu.
Ziel segera menolong adiknya yang terjatuh itu.
"Maaf...maaf Xel aku reflek" ujarnya segera meminta maaf.
"Kamu juga sih main cium-cium aku terus" Celline mengerucutkan bibirnya.
"Yang mencium kamu itu siapa?"tanya Axel. Aku kan hanya merebut daging itu dan tanpa sengaja bertemu bibir kamu itukan rezeki aku" ucap Axel.
Jasvier dan Queen langsung tertawa mendengar penjelasan Axel.
Ziel hanya bertolak pinggang melihat ulah adiknya itu.
"Kamu mulai berani menjamah Celline ya. Awas kalau kamu mempermainkan dia maka aku yang akan melawanmu" ucap Ziel sambil memandang tajam ke arah Axel.
"Sudah kukatakan aku tidak sengaja kak" Axel membela diri.
"Celline jika dia mulai macam-macam katakan padaku maka aku akan menghajarnya" ancam Ziel.
"Jangankan sama kamu kak Ziel dia saja KO sama Celline hahahha" Jasvier tertawa sambil memandang ke arah Axel dan Axel memberikan tinjunya kepada Jasvier.
Malam itu mereka habiskan bersama dengan canda dan tawa.Javier dan Axel saling mengejek hingga membuat Queen dan Celline tertawa terpingkal-pingkal.
Ziel menepi sendiri sambil menghisap rokoknya dia segera memainkan handphonenya taklama kemudian Earlyn segera menghampirinya dan memberikannya segelas orange jus.
"Kenapa kakak sendiri?" Tanyanya
"Gak apa-apa kakak sedang ingin merokok saja" jawabnya
"Sini duduk disebelah kakak" Ziel segera menggeser bokongnya dan memberikan tempat kepada Earlyn.
"Kak...bagaimana perasaan kakak jika ada gadis yang suka kepada kakak?" Tanya Earlyn
"Waww....senang tentunya memangnya ada gadis yang suka sama kakak? Katakan siapa yang suka pada kakak?" Tanya Ziel santai
"Hihihi..kakak akan kaget jika mengetahui perasaan gadis itu yang sebenarnya" Lyn
"Hahaha kamu jangan bikin kakak penasaran. Katakan saja Lyn" ucap Ziel penasaran sambil menatap ke arah Earlyn.
"Sebenarnya aku tidak ingin memberitahu kakak tapi didiamkan juga kasihan dia nanti terlalu berharap pada kakak. Makanya kakak jangan suka memberi harapan padanya dan tidak perlu terlalu dekat lagi padanya" Lyn
"Apa kamu serius berbicara seperti ini?" Tanya Ziel mulai serius.
"Tentu saja aku serius kak soalnya aku sudah bertanya langsung kepadanya" Lyn
Ziel segera membuang rokoknya dan dia menatap ke arah manik mata Earlyn dengan serius.
"Siapa gadis itu?" Tanyanya
Sambil meremas-remas tangannya Earlyn membuka mulutnya.
"Sebenarnya aku berat untuk mengatakannya tetapi jika didiamkan terus takut dia banyak berharap. Jika kakak tau sahabatku maka kakak akan tau siapa yang diam-diam menyukaimu" jawab Earlyn.
Ziel segera mengusap-usap wajahnya. Dia menjadi tidak mengerti jika Celline menyukainya. Kemudian dia tertawa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia segera memegang bahu Earlyn dan menatap ke dua matanya hingga mata mereka bertemu.
"Dengar Lyn aku sudah menganggap Celline itu sebagai adikku dan aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Aku menyayanginya sebagai sahabat atau sebagai adikku cuma itu dan tidak lebih. Semoga kamu bisa memberikan pengertian kepada sahabatmu itu" ucap Ziel lalu tersenyum.
Earlyn kaget mendengar jawaban Ziel namun dihatinya ada sedikit kelegaan karena ternyata Ziel tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Celline.
Sementara di sudut lain ada seorang gadis yang ternganga begitu mendengar penjelasan dari Ziel. Dadanya membuncah hebat air matanya hampir jatuh berderai. Langit seolah runtuh dan dia sudah tidak punya harapan lagi. Tenyata dia bukan siapa-siapa dan tidak memiliki arti apapun dihadapan orang yang dicintainya. Tubuhnya lemas rasanya dia ingin berlari sejauh mungkin dan tidak sudi bertemu dengan siapapun juga. Hari ini hari kehancuran hatinya di mana hatinya menangis dan terkoyak saat ini.
Tubuhnya mendadak panas-dingin dia shock sekali mendengar perkataan Ziel.
Dia membenci dirinya sendiri yang telah berani mencinta tanpa dicinta. Dengan susah payah dia meninggalkan sudut ruangan itu ruangan hampa yang begitu menghimpitnya. Dia ingin segera pulang dia terlalu malu untuk bertemu dengan seorang Ziel. Pria yang telah mencuri sekeping hatinya itu.
********
🤧🤧speechless.....aku mau ambil guling dulu mau nangis dibawah bantal sambil meluk guling 😭😭😭
Sebenarnya aku mau libur nulis hari ini gara-gara baca koment kalian aku langsung nulis sedikit-sedikit. aahh ... kalian tuh mood boster aku tau gak sih😂lope-lope buat kalian semua😘😘😘😘
Jangan lupa genks like vote n koment 🤗
Kamu jahat Ziel🤧
Kurang apa aku Ziel 😭