Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Riki tanggung karena dia mengambil peran ini. Pasalnya, Riki akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara antara Sintya dan Adit
Hubungan pertemanan Adit yang sudah berjalan 5 tahun harus kandas, karena kehadiran Riki sebagai orang ketiga dari hubungan Adit dan Sintya .
Awalnya Riki hanya disuruh Mira untuk menjauhi Sintya dari Adit. Tetapi diluar rencananya, Riki pun akhirnya jatuh cinta dengan Sintya.
Bagaimana akhir dari kelanjutan cinta antara Adit , Sintya dan Riki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekesalan Mira
" Mba Sintya, udah lama kok gak ke kafe ?" tanya salah satu pegawai kafe.
" Eh, Mba Fifi " jawab Sintya sambil berpikir mencari alasan, " Iya, aku...."
" Aku..., sekarang banyak meeting di kantor. " papar Sintya.
Dan mereka mulai memesan makanan.
" Hey Dit." panggil Irwan.
Seketika jantung Sintya berdegup kencang. Sintya bingung dan merasa malu, bila berhadapan dengan Adit.
Dari jauh Adit pun melambaikan tangannya, lalu menghampiri Sintya dan teman-temannya.
" Waw, tambah cool aja dah pengusaha muda ini. " sanjung Tryana.
Adit pun mulai bercanda gurau, melepaskan kerinduan kepada sahabatnya.
Jelita pun juga sudah tiba di kafe, dan reuni mereka pun sudah lengkap. Jelita menceritakan tentang kuliahnya di Australia. Dan dia dipercaya memegang boutique milik mamanya.
Tryana yang kuliah di universitas kedokteran, akan magang di Hospital Internasional punya pamannya.
Sedangkan Ningsih harus mengambil gelar S1 di Amerika. Karena proses hukum jaman sekarang susah, kalau sudah berurusan dengan sogok menyogok.
Sintya bahagia mendengar semua cerita sahabat-sahabat nya. Seketika dia pun melamun memikirkan nasibnya yang kurang beruntung.
" Kalian berdua kok diem-dieman aja sih. Lagi marahan ya ?" ledek Tryana.
Kemudian Adit dan Sintya pun saling memandang.
" Enggak, gak ada apa-apa kok. Kan ada kalian jadi buat apa kita ngobrol cuma berdua. Ha ..ha..ha!" sanggah Sintya dengan canda garing nya.
Adit pun hanya tersenyum tipis melihat kearah Sintya.
***
APARTEMEN RIKI 08.00
" Tok..tok.. tok..."
Riki pun membuka pintu apartemen. Dia pikir Sintya tidak jadi pergi, ternyata yang mengetuk pintu adalah sepupunya Mira.
" Riki, maksud kamu apa menikahi Sintya ?" teriak Mira yang marah-marah didepan pintu.
" Oh, jadi kamu sudah tahu rupanya." ucap Riki yang sudah rapi memakai baju kerjanya.
" Tante Jessica yang menelpon ku semalam." ucap Mira sambil marah-marah.
" Kan aku sudah bilang, mainkan saja hatinya. Kenapa sampai kamu nikahi dia?" kesal Mira sambil melipat kedua tangannya.
" Dengar ya Mira, aku sudah menuruti semua rencana mu. Masalah aku menikah dengan Sintya itu adalah urusanku." balas Riki.
" Kamu tahu Kak Sisca?" tanya Mira.
" Tahu. " jawab Riki dengan nada suara yang santai. Karena dia tahu Sisca adalah kakak dari Adit.
" Dia sangat mencintaimu. Kalau sampai dia tahu kamu menikahi Sintya, habislah aku. " kesal Mira.
" Terus apa hubungannya denganku, Mir ?" bingung Riki
" Yang pasti kamu bisa dengan mudah mendapatkan Adit. " jelas Riki memberikan alasan.
" Justru aku akan kerepotan, jika dia tahu kamu sudah menikah dengan Sintya. " ucap Mira dengan suara yang meninggi.
"Dia akan marah besar kepadaku. Dan pastinya dia tidak akan menyetujui hubunganku dengan Adit." geram Mira yang semakin kesal dengan jawaban sepupunya.
" Itu urusanmu Mir, yang pasti sekarang aku sangat mencintai Sintya. " ungkap Riki seraya memakai sepatu pantofel berwarna hitam.
" Apa, cinta?" sungut Mira yang kesal dengan Riki karena sudah terjebak pada cinta Sintya.
" Mudah sekali kamu jatuh cinta, padahal baru kenal beberapa hari." cibir Mira.
" Kamu tidak tahu naluri lelaki Mira, pantas Adit tergila-gila pada Sintya. Andai saja sifat mu seperti dia yang lemah lembut, cantik ,sopan, ramah...... " puji Riki untuk Sintya.
" Halah, sudah, sudah " kesal Mira yang langsung memotong perkataan Riki karena sudah berlebihan memuji Sintya.
Dan belum selesai Riki menuntaskan pembicaraannya, Mira langsung pergi meninggalkannya dengan wajah yang sangat kesal.
Riki pun segera bergegas menuju kantornya.
***
KAFE
Mereka berlima pun berswafoto bersama, dan melewati 2 jam di kafe.
" Guys, akhir tahun ini aku akan mengundang kalian ke acara pernikahanku. Bisakah kalian menyempatkan datang ke Australia ?" pinta Jelita.
" Kamu dapat orang bule, Jel ?" ledek Irwan.
"Calon suamiku orang Indonesia, tetapi sudah menetap lama di sana." sahut Jelita.
" Australia..!" kaget Sintya.
" Kalo ke sana aku kondangan nya berapa duit Jel ?" canda Sintya yang masih asik berswafoto.
Mereka berempat pun hanya menggelengkan kepala mendengar Sintya berbicara.
" Tiket ke sana biar aku yang tanggung." ucap Adit.
" Sintya, kamu kan punya pacar pengusaha kaya. Gak usah bingunglah, cukup duduk manis dan nikmati aja perjalanan ke Australia. Anggap aja honeymoon...wkwkwk." ledek Irwan yang melirik ke arah Adit.
Sintya pun mengerucutkan bibirnya, dan memandang Adit dengan tatapan mata yang malu.
-
-Silakan like sebanyak-banyaknya, dan kalau kamu kasih komentar juga boleh Author akan senang dengan komentar positif dari para reader. Yang pasti membangun ya, agar author bisa bersemangat mencari ide cerita.
* Jangan lupa like, vote dan komentar 👍