NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di suruh siapa?

Mendengar jawaban itu, kening Gaga langsung berkerut dalam. Dadanya mendadak terasa tidak nyaman, seolah ada sesuatu yang sejak tadi tidak cocok namun baru sekarang benar-benar terasa jelas.

Ada yang tidak beres.

Karena Gaga sangat yakin, malam itu sekitar jam sepuluh malam, dirinya masih bertemu dengan Sekar malam itu.

Jadi tidak mungkin jam tujuh malam Sekar sudah berada di terminal kota seperti yang dikatakan Joko.

Itu mustahil.

Tatapan Gaga perlahan berubah tajam. Kini setiap jawaban Joko terasa semakin mencurigakan di telinganya. Dari awal pria itu terlihat gugup, jawabannya juga terdengar ragu-ragu.

Seolah sedang menyembunyikan sesuatu.

Pikiran Gaga langsung dipenuhi berbagai pertanyaan.

Kenapa Joko berbohong? Apa untungnya bagi dia?

Apa Sekar sendiri yang menyuruhnya mengatakan hal itu agar keberadaannya tidak diketahui?

Atau, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang sebenarnya tidak diketahui oleh mereka semua?

Kemungkinan demi kemungkinan terus berputar di kepala Gaga pagi itu. Dia mulai merasa kasus hilangnya Sekar bukan sekadar gadis yang pergi diam-diam.

Ada sesuatu yang ganjil. Sesuatu yang sengaja ditutupi.

Perlahan, Gaga mengangkat wajahnya lalu menatap Joko dengan sorot mata tajam dan penuh tekanan.

Tatapan itu membuat Joko langsung salah tingkah. Lelaki itu menghindari pandangan Gaga, tangannya terlihat gemetar kecil.

Joko menunjukkan ciri-ciri seseorang yang sebenarnya tidak pandai berbohong, tetapi sedang memaksakan diri untuk berbohong.

Sejak tadi wajah pria itu tampak tegang. Jawabannya selalu pendek dan tidak pernah langsung. Setiap kali ditanya, dia terlihat seperti berpikir terlalu lama hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana.

Tatapannya juga terus menghindar.

Kadang melihat ke bawah, kadang melirik ke kanan dan kiri seolah takut mengatakan sesuatu yang salah.

Bahkan beberapa kali dia tampak menelan ludah gugup sebelum berbicara. Gaga memperhatikan semua itu dalam diam.

Gaga kembali menatap Joko lekat-lekat.

"Jadi... benar yang kau bilang tadi?" Tanyanya pelan.

Namun nada suaranya terdengar dingin.

Tatapan Gaga begitu tajam, seolah ingin menguliti Joko hidup-hidup jika pria itu sampai ketahuan berbohong.

Joko mulai salah tingkah.

"I...iya..." Jawabnya gugup.

Gaga langsung mencondongkan tubuhnya mendekat.

"Joko." Ucapnya pelan namun penuh tekanan.

"Kau tahu aku ini bagaimana, kan?"

Joko menelan ludah.

"Kalau kau bohong atau nyembunyiin sesuatu dari aku..." Lanjut Gaga sambil terus menatap matanya tajam.

"Maka hidupmu di terminal ini nda akan tenang."

Ucapan itu langsung membuat wajah Joko pucat.

Tangannya mulai gemetar kecil.

Dia tahu betul siapa Gaga.

Di terminal itu, Gaga memang bukan orang sembarangan. Teman-teman tongkrongannya kebanyakan preman, pemabuk, dan orang-orang yang suka bikin onar.

Banyak kernet dan sopir segan padanya.

Joko mulai panik.

Tatapan Santa dan Pandu yang ikut diam memperhatikan membuatnya semakin tertekan.

"... aku..." Suara Joko mulai terbata-bata.

Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

"Sepertinya kita harus bicara dengan Joko di tempat lain, Ga." Kata Pandu sengaja dengan nada pelan namun terdengar mengancam. Tatapannya lurus ke arah Joko, membuat pria itu semakin ciut.

Santa yang sejak tadi diam ikut menyeringai kecil sambil melipat tangan di dada. Sikap mereka bertiga benar-benar membuat suasana menjadi mencekam.

Gaga lalu berdiri perlahan dari tempat duduknya. Dia menepuk-nepuk debu di celananya sebelum kembali menatap Joko tajam.

"Ayo, Jok. Kita ke tempat lain." Katanya datar.

"Nda enak bicara di sini."

Kalimat sederhana itu justru terdengar jauh lebih menakutkan di telinga Joko.

Wajah pria itu langsung berubah pucat.

Pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan buruk. Dia tahu bagaimana kebiasaan anak-anak terminal itu jika sedang marah atau ingin menginterogasi seseorang. Tidak jarang orang dibawa ke tempat sepi lalu dipukuli sampai babak belur.

Joko refleks mundur satu langkah.

"Ga... memangnya kenapa harus pindah tempat?" Tanyanya gugup sambil memaksakan senyum kecil.

Namun senyum itu terlihat kaku dan menyedihkan.

Gaga tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Joko beberapa detik, lalu tersenyum tipis yang justru membuat bulu kuduk Joko meremang.

"Kenapa? Takut?" tanya Gaga pelan.

Joko cepat-cepat menggeleng.

"N...nda..." Jawabnya terbata-bata.

Padahal jantungnya sudah berdegup sangat kencang.

Tangannya dingin, tenggorokannya terasa kering. Dia benar-benar takut jika setelah ini dirinya akan dipukul atau dipaksa mengaku sesuatu.

Pandu mendekat sambil menepuk bahu Joko cukup keras hingga pria itu sedikit terkejut.

"Tenang saja, Jok." katanya sambil tersenyum tipis.

"Kalau kau jujur, nda akan ada masalah."

Ucapan itu bukannya menenangkan, malah membuat kaki Joko semakin lemas.

"Kalau dia nda mau, ya paksa saja." Kata Santa dingin sambil menatap Joko tanpa rasa iba.

Ucapan itu membuat napas Joko tercekat.

Pandu langsung melangkah maju mendekati Joko. Tubuhnya yang lebih besar membuat Joko refleks mundur.

"Ayo, Jok." Ujar Pandu sambil mencengkeram lengan pria itu cukup keras.

"Mau jalan sendiri atau aku seret?"

Joko semakin panik.

Wajahnya pucat, bibirnya gemetar, sementara pikirannya sudah kacau. Dia benar-benar yakin mereka tidak sedang bercanda.

Tatapan Gaga yang dingin, wajah Santa yang datar, dan nada suara Pandu yang penuh tekanan membuat pertahanan Joko perlahan runtuh.

"Tu...tunggu..." Ucapnya terbata-bata.

Namun Pandu masih mencengkeram lengannya erat.

"Ngomong!" bentaknya.

Joko sampai tersentak kaget.

Akhirnya pria itu menyerah. Lututnya bahkan terasa lemas menahan takut.

"Baik... baik..." katanya cepat dengan napas tidak beraturan.

Gaga menyipitkan mata.

"Sebenernya..." suara Joko bergetar hebat.

"Aku itu bohong."

Suasana langsung hening.

Santa dan Pandu saling melirik singkat, sementara Gaga masih menatap Joko tanpa berkedip.

"Aku nda pernah melihat perempuan itu..." Lanjut Joko pelan.

"Perempuan bernama Sekar itu... aku nda pernah lihat."

"Lalu kenapa kau berbohong?!" Bentak Gaga tiba-tiba sambil menggebrak meja keras.

BRAK!

Suara itu membuat gelas kopi di atas meja sampai bergetar. Beberapa orang yang sedang duduk ngopi di warung langsung menoleh kaget ke arah mereka. Bahkan ada yang buru-buru diam karena takut ikut terseret masalah.

Joko sampai tersentak.

Tubuhnya gemetar hebat melihat kemarahan Gaga yang mulai meledak.

"A...aku..." Ucapnya terbata-bata sambil mundur sedikit.

Namun Gaga langsung menarik kerah bajunya kasar.

"Jawab aku!" Bentaknya lagi tepat di depan wajah Joko.

"Kenapa kau bohong soal Sekar?!"

Napas Joko memburu. Wajahnya sudah pucat seperti tidak ada darah.

Pandu dan Santa ikut berdiri di samping Gaga, membuat Joko semakin terpojok.

"Aku disuruh." Katanya akhirnya dengan suara kecil dan gagap.

Gaga langsung menyipitkan mata.

"Disuruh siapa?" tanyanya dingin.

Joko tampak ragu-ragu. Tatapannya gelisah ke kanan dan kiri seolah takut ada seseorang yang mendengar.

"Ngomong!" bentak Pandu tidak sabar.

1
Nurr Tika
itu arwah sekar
Mega Arum
menarik
Rini Yunita
q curiga kl wulan adalah pelakunya
Nurr Tika
sedihnya smpe sini
Siti Yatmi
duh ..Thor .betapa hancur hati seorang ibu .tiap hari berharap anaknya pulang, tapi malah mayat yg ditemukan, ga sanggup deh, bayangin nya ..
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
Nurr Tika
mayat sekar di buang ke sumur
Nurr Tika
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!