NovelToon NovelToon
Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:712
Nilai: 5
Nama Author: Agung Noviar

Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 HANCURNYA IBU KOTA

Langit Ibu Kota Beltrum yang biasanya cerah kini berubah menjadi merah saga, tertutup oleh kepulan asap dan bayangan raksasa yang menyelimuti kota. Sang naga, Red Dragon, meluncur turun dari awan hitam dengan kecepatan mengerikan. Begitu mencapai area pemukiman, ia membuka cengkeramannya.

BRAAAKKKK!

Tiga Minotaur raksasa dijatuhkan tepat di tengah pasar kota. Tanah retak, dan debu berterbangan tinggi. Begitu mendarat, monster-monster bertubuh banteng itu langsung meraung, mengayunkan kapak batu mereka dan menghancurkan rumah-rumah warga dengan satu hantaman.

"Pasukan, jangan biarkan mereka melangkah lebih jauh!" teriak Jenderal Lytia sambil menghunus pedangnya. "Unit 1 dan 2, tahan Minotaur itu! Lindungi juga warga yang sedang dievakuasi!"

Pertempuran pecah di darat. Denting senjata bertemu dengan kulit keras Minotaur mengisi udara. Sementara itu, di atas atap bangunan, Laksamana Airon berdiri tegak, matanya terkunci pada sosok naga yang berputar-putar di langit.

"Hmm... tiba juga kau, Red Dragon," gumam Laksamana Airon dengan senyum tipis yang dingin. "Aku sudah lama ingin melihat wujudmu secara langsung. Naga api terkuat yang pernah ada... mari kita lihat seberapa panas apimu."

Seolah menjawab tantangan itu, sang naga membuka rahangnya. Cahaya ungu terang terpancar dari tenggorokannya sebelum menyemburkan lidah api raksasa ke arah barisan prajurit.

"Sihir Air: Great Ocean Wave!" teriak Airon.

Airon menghentakkan kakinya, dan dari udara lembap di sekitarnya, muncul gelombang air raksasa yang membumbung tinggi, menabrak semburan api ungu tersebut.

SHHHHHHHHHHHHH!

Suara desis hebat terdengar saat api dan air bertemu. Uap panas yang masif menyelimuti medan tempur, menghalangi pandangan mata. Namun, Red Dragon bukan monster biasa. Ia mengepakkan sayapnya dengan kuat, membuyarkan uap tersebut, dan bermanuver dengan gesit. Ia meluncur rendah sambil memuntahkan bola-bola api ungu ke arah area pemukiman yang belum sempat dievakuasi.

"Sihir Tanah: Mega Dinding Terra!"

Lytia merespons cepat. Ia memukul tanah dengan telapak tangannya. Bumi bergetar hebat, dan dinding-dinding batu raksasa setinggi sepuluh meter mencuat dari jalanan, menjadi perisai yang menahan ledakan bola api tersebut.

"Jangan harap kau bisa menghancurkan kota ini, naga terkutuk!" teriak Lytia dari balik dinding.

Melihat celah, Laksamana Airon bergerak. Ia berlari di atas atap rumah warga, melompat dari satu menara ke menara lain dengan kelincahan luar biasa. Dengan satu lompatan terakhir yang sangat tinggi, ia melayang di udara, menghunuskan pedang panjangnya yang bersinar biru kearah leher sang naga.

SWISH!

Naga itu melakukan putaran udara yang mustahil (cobalt roll), membuat tebasan Airon hanya mengenai angin. Airon mendarat kembali di atas sebuah menara dengan wajah berkerut.

"Cih... dia terbang dan gerakannya terlalu gesit," umpat Airon. "Serangan kita susah mengenainya selama dia memegang kendali di langit."

Lytia berlari mendekat ke bawah menara tempat Airon berdiri. "Airon! Kita tidak bisa terus begini! Kita harus melumpuhkan sayapnya dulu agar dia mendarat!"

Airon menoleh ke arah Lytia. "Benar juga. Tanpa sayap, dia hanyalah kadal besar yang bisa kita tebas. Tapi bagaimana caranya? Dia terlalu tinggi."

"Pancing dia ke arah dinding Gerbang 3," usul Lytia dengan napas terengah. "Di sana di tembok gerbang 3 lumayan tinggi dan ada menara pengintai yang cukup untuk menjangkau ketinggian terbang rendahnya. Aku akan menarik perhatiannya!"

"Baiklah! Lakukan sekarang, Lytia! Aku akan bersiap untuk serangan tunggal!" balas Airon.

Lytia mulai merapalkan mantra sihir tanah tingkat tinggi untuk memancing amarah sang naga, sementara Putri Stella yang memantau dari kejauhan mulai menyiapkan sihir cahayanya.

Pertempuran yang menentukan nasib Beltrum baru saja dimulai.

Bau belerang yang menyengat memenuhi udara Ibu Kota Beltrum, bercampur dengan aroma hangus dari atap-atap rumah yang mulai terpanggang. Jenderal Lytia menyeka keringat yang bercampur debu di dahinya. Ia menyadari bahwa dinding pertahanan saja tidak cukup untuk menjatuhkan penguasa langit itu.

"Jika tanah biasa tidak bisa menyentuhmu, maka rasakan panasnya perut bumi!" teriak Lytia. Ia memusatkan seluruh mananya, membuat pembuluh darah di tangannya menegang. "Sihir Gabungan: Erupsi Magma Tanah!"

Tanah di bawah naga itu merekah hebat, menyemburkan cairan kental berwarna merah berpijar yang panasnya sanggup melelehkan baja. Magma itu melesat seperti tombak ke arah Red Dragon. Sang naga terkejut, ia segera menghembuskan nafas apinya untuk menahan semburan magma tersebut.

BOOOOMMMM!

Benturan dua energi panas itu menciptakan ledakan uap yang masif. Warga yang melihat di dalam halaman teras istana dapat merasakan getaran hebat seolah-olah seluruh kota akan runtuh. Namun, di tengah kepulan uap itu, Lytia kembali menghentak bumi. "Sihir Tanah: Pilar Penembus Langit!"

DUAAARRRR!

Sebuah pilar tanah runcing melesat cepat, menghantam telak perut lunak Red Dragon.

"HUUUUUAAAAAAARRRRRRGGGGGHHH!"

Raungan naga itu pecah, sebuah frekuensi tinggi yang membuat telinga para prajurit berdenging dan berdarah. Kaca-kaca di istana pecah berkeping-keping. Mata sang naga berkilat ungu penuh amarah; ia kini benar-benar murka. Dengan kecepatan penuh, ia menukik tajam, menciptakan tekanan udara yang merubuhkan pohon-pohon di taman kota, mengarahkan cakarnya langsung ke arah Lytia.

"Sekarang! Ke Gerbang 3!" teriak Lytia, memacu jantungnya saat red dragon mengejar di belakangnya.

Di atas dinding Gerbang 3, Laksamana Airon sudah berdiri tegak. Namun, saat naga itu hampir mencapai jarak serang, makhluk itu berhenti mendadak. Ia menoleh ke arah tower dekat sekitar istana, di mana Putri Stella berdiri dengan rambut peraknya yang berkibar, memegang tongkat sihir yang memancarkan cahaya suci yang begitu menyilaukan hingga menembus kabut asap.

"Gawat! Dia menyadari ancaman yang lebih besar! Dia mengincar Putri!" teriak Lytia panik melihat naga itu bersiap memutar balik arah terbangnya.

Laksamana Airon tidak membuang waktu. "Lytia! Jangan biarkan dia pergi! Buatkan aku jalan, sekarang!"

"Terima ini! Sihir Tanah: Tangga Langit!"

Lytia menghentakkan kakinya. Dari dinding gerbang, muncul balok-balok tanah yang meluncur maju membentuk tangga raksasa yang melayang di udara. Airon berlari di atasnya dengan kecepatan yang hampir tak terlihat, setiap langkahnya menghancurkan sedikit permukaan tanah saking kuatnya dorongan kakinya.

Red Dragon yang sedang fokus menargetkan Stella tidak menyadari sosok manusia yang terbang di belakangnya.

"Sekarang ini kesempatannya! Rasakan ini, kadal busuk!" teriak Airon sambil mengayunkan pedangnya yang dilapisi energi air yang tajam.

SRAAATTT!

Darah naga yang panas seperti besi cair menyembur, mengenai beberapa atap rumah dan langsung membakarnya. Sayap kanan sang naga terkoyak hebat, membuatnya kehilangan keseimbangan secara drastis.

"AARRGGHHHHHHH!"Tubuh raksasa seberat puluhan ton itu jatuh menghantam tanah. BRAAAAAMMM! Getarannya membuat seluruh warga kota berteriak histeris. Debu membubung tinggi menutupi pandangan.

"Kurung dia, Lytia! Sekarang!" perintah Airon.

Lytia merapalkan mantra terakhirnya dengan sisa tenaga yang ada. "Tidak akan kubiarkan kau bergerak lagi! Sihir Tanah: Penjara Kerangkeng Bumi!"

Bumi di bawah naga itu merekah dan bangkit membentuk pilar-pilar batu raksasa yang melilit leher, kaki, dan sayapnya. Sang naga kini tergeletak tak berdaya di depan Gerbang 3, terbelenggu kuat ke fondasi kerajaan.

1
T28J
udah lama saya gak baca si Zeta 🙏
Pak Heru2025
lanjut thor
T28J
karena keren saya kasih anda /Rose//Rose//Rose/
Frando Wijaya
oh? cerita yg menarik...tpi nanti aja gw baca...krn ada novel lain yg gw blom baca
Zetavia: yeeyyy makasih kakk 😍😍
total 1 replies
Pak Heru2025
💪 lanjut min
Zetavia: siappp kakkk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut
Zetavia: okee kakk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut min
Alia Chans
semangat thort👈
Zetavia: makasih kakk
total 1 replies
Juun
kerjasama airon sama lytia keren hebattt
Juun
😍😍😍😍
Wawan
Semangat ✍️
T28J
kereeen 👍
Juun
wahh gilaaaaaaa asik bangettt
Zetavia: terima kasih 💪🙏😍
total 1 replies
Juun
keren dah
Juun
kalo di buat anime bagus loh ini
Juun
asikk bangettttt makin penasaran😍
Juun
suka banget biasanya pahlawan lawan raja iblis ini beda🤣
T28J
Zeta ... Zeta 🤣
T28J
mampir kemari,
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍
Zetavia: terima kasih kak boleh tuhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!