NovelToon NovelToon
Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

​Darren hanyalah sampah di mata dunia. Sebagai penagih pinjol ilegal, hidupnya habis untuk dihina debitur sombong, disiksa bos yang brengsek, hingga akhirnya dicampakkan anak-istri di titik terendah.
​Beruntung maut di sebuah gudang tua itu justru menjadi awal dari segalanya. Saat nyaris mati dikeroyok, sebuah notifikasi muncul di hadapannya:
​[Sistem Penagih Utang Akhirat Diaktifkan]
Kemudian dunia berubah menjadi deretan angka. Darren kini mampu melihat Utang Keberuntungan dan Utang Umur setiap orang. Dari pengusaha korup hingga pejabat sombong, semua memiliki utang rahasia yang tak bisa lunas dengan uang. Sedangkan Darren adalah algojo yang berhak menarik paksa semuanya.
​Dari pecundang yang dipandang sebelah mata, menjadi penguasa finansial dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Rahasia di Balik Masa Lalu

Dua hari setelah pertemuan di kafe itu, William Kusuma mulai menunjukkan intensitas yang tidak biasa. Pria itu datang ke kantor bukan hanya sekali, melainkan tiga kali dalam seminggu. Alasannya selalu terdengar masuk akal, yakni ingin membahas kelanjutan teknis investasi besar yang dia tawarkan. Namun, Darren bisa melihat dengan jelas dari cara William berbicara, juga dari arah matanya yang sering tertuju pada Seo yeon, bahwa pria itu memiliki maksud lain yang jauh lebih personal.

Lalu siang itu, William kembali muncul dengan jas gelap mahal, dipadukan dengan dasi merah menyala yang seolah menegaskan dominasinya. Tatapannya begitu percaya diri, bergerak menguasai setiap sudut ruangan seolah seluruh gedung ini adalah miliknya.

“Aku rasa kita perlu membahas detail draf kontrak lebih lanjut. Mungkin kita bisa melanjutkannya sambil makan malam bersama?” tanya William sembari berdiri di depan meja kerja Seo yeon. Dilihat dari caranya berbicara saja tidak formal sama sekali.

Seo yeon pun menatap pria itu dengan pandangan yang tetap datar dan profesional. “Segalanya bisa kita tuntaskan di sini saja. Darren, tolong ambilkan file kontrak investasi yang kemarin kita tinjau.”

Darren yang berdiri di sudut ruangan segera bergerak, diam-diam menghela napas lega. Setidaknya majikannya tidak langsung terpikat oleh pesona pria bermata biru itu. Kendati demikian, William tidak terlihat ingin menyerah. Setiap kali dia datang, Darren dipaksa untuk melayani segala kebutuhannya, mulai dari mengambilkan kopi, menyiapkan ruang rapat, hingga memaparkan kembali laporan keuangan yang sebenarnya sudah jelas. Hal itu membuat hati Darren merasa sangat tidak nyaman.

Budi yang sejak tadi mengamati dari balik pintu kaca lobi, segera mendekati Darren saat pria itu keluar dari ruangan. “Bos, muka kamu kenapa ditekuk begitu? Kayak orang habis makan cabai satu kilo. Sakit perut?” bisik Budi sembari menahan tawa.

“Nggak. Sedang kurang enak badan saja,” jawab Darren sedikit ketus.

“Bos yakin? Soalnya tadi aku lihat kamu sampai menggaruk-garuk pinggiran meja terus pas si anu itu mulai bicara,” goda Budi lagi. Darren tidak mampu membantah pengamatan temannya itu. Budi pun segera berlalu sebelum Darren benar-benar meluapkan kekesalannya.

Kemudian malam harinya, Darren duduk sendirian di ruang kerja pribadinya. Layar laptop di hadapannya menampilkan file profil lengkap mengenai William Kusuma. Secara kasat mata, tidak ada yang terlihat ganjil. William adalah lulusan universitas terkemuka di Korea, pengusaha tambang yang sukses, dan sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Namun, satu pertanyaan besar terus menghantui pikirannya. Mengapa sistem miliknya selalu mengalami gangguan saat mencoba membaca data pria itu?

Darren memutuskan untuk mengaktifkan sistem sekali lagi. Cahaya transparan muncul di hadapan matanya, menampilkan deretan angka yang masih melompat liar dan tidak stabil. Namun, detik berikutnya, sebuah notifikasi baru yang berwarna merah muncul di tengah layar.

Peringatan. Target dilindungi oleh entitas tidak dikenal. Informasi tidak dapat diakses secara menyeluruh. Rekomendasi bagi pengguna untuk tidak melakukan penagihan sebelum kondisi sistem stabil.

Darren membaca barisan teks itu berulang kali dengan dahi berkerut. Entitas tidak dikenal? Apa sebenarnya arti dari kalimat itu? Apakah William juga memiliki kekuatan yang serupa dengan sistem miliknya, ataukah ada kekuatan lain yang jauh lebih besar yang sedang melindunginya dari balik belakang? Darren bersandar pada kursinya, memijat pelipisnya yang mulai terasa berkedut nyeri.

“Ini pertama kalinya sistem bertingkah aneh seperti ini. Kenapa harus tepat pada William? Belum cukup dengan nasib mujur Alvino pula, duh, susah juga ternyata,” Batinnya.

Dia kembali membedah file profil itu dengan lebih teliti. Sampai berlarut-larut, sampai dirinya menyadari sebuah kejanggalan yang luput dari perhatiannya sebelumnya. William Kusuma sama sekali tidak memiliki jejak digital sebelum dirinya menginjak usia dua puluh tahun. Tidak ada foto masa kecil, unggahan media sosial lama, bahkan tidak ada berita prestasi sekolah. Seolah-olah pria itu baru muncul ke permukaan dunia secara mendadak setelah lulus kuliah. Darren merasakan hawa dingin mulai merambat di punggungnya, sebuah sensasi yang membuat bulu kuduknya berdiri.

Keesokan harinya, Darren sedang sibuk menyusun laporan keuangan di meja kerja Seo yeon. Wanita itu duduk dengan tenang sembari membaca dokumen kontrak yang dibawa oleh William sebelumnya. Suasana di dalam ruangan itu sangat hening, menyisakan suara goresan bolpoin di atas kertas. Semua itu berakhir setelah ponsel milik Seo yeon yang tergeletak di meja berdering nyaring. Dia melihat identitas penelepon, sedikit mengernyit, lalu mengangkatnya.

“Eomma?” sapa Seo yeon.

Darren segera memasang telinga sembari tetap berpura-pura fokus pada pekerjaannya. Dia bisa mendengar suara Maria, ibu Seo yeon, yang berbicara dengan sangat riang.

“Seo yeon, Ibu dengar William belakangan ini sering datang ke kantormu. Ayahmu sangat senang mendengarnya. Dia bilang William adalah pria yang sangat tepat untuk mendampingimu,” kata Maria terdengar cukup jelas.

Seo yeon sendiri hanya terdiam sembari menatap dokumen di depannya. Mirip saat orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Priyo dan orang-orang sebelumnya.

“Keluarga William juga orang-orang baik, mereka sudah menghubungi kami. Mereka ingin hubungan kalian dilanjutkan ke tahap yang lebih serius. Kamu masih ingat kan betapa dekatnya kalian saat masih SMP dulu?” lanjut Maria.

“Eomma, itu sudah lama sekali,” jawab Seo yeon dengan datar.

“Tapi William masih sendiri, kamu juga begitu. Ayahmu bilang, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” desak Maria dari seberang sana.

Darren berusaha tetap fokus pada layar laptopnya, namun tangannya mendadak berhenti mengetik. Ada rasa sesak yang tidak bisa dia jelaskan saat mendengar percakapan itu.

“Eomma, aku mengerti,” kata Seo yeon.

“Jadi kamu setuju dengan perjodohan ini?” tanya Maria penuh harap.

“Aku bilang aku mengerti, bukan berarti aku setuju. Sekarang aku sedang bekerja, nanti aku telepon lagi,” pungkas Seo yeon sembari mematikan sambungan telepon.

Seo yeon meletakkan ponselnya kembali ke atas meja, lalu kembali menekuni dokumen. Wajahnya tetap terlihat tenang seolah tidak ada emosi yang terusik, namun Darren bisa melihat bagaimana jari-jemari wanita itu menggenggam bolpoin dengan jauh lebih erat dari sebelumnya.

Karena suasana jadi sedikit canggung, Darren sampai harus mengetik dengan tempo yang sangat lambat, berusaha meminimalisir suara yang timbul agar tidak mengganggu suasana.

“Ayah Seo yeon benar-benar mendukung William? Apa karena dia pengusaha sukses, atau karena matanya yang biru itu?” Pikir Darren dengan perasaan berkecamuk.

“Kamu dengar percakapan tadi kan, Darren?” tanya Seo yeon tanpa mengalihkan pandangannya dari meja.

Darren sedikit kaget. “Maaf. Tadi aku nggak sengaja mendengarnya sedikit.”

“Nggak apa-apa,” kata Seo yeon. “Keluarga memang selalu menginginkan apa yang mereka anggap terbaik, meskipun kenyataannya sering kali berbeda.”

Darren tidak tahu respons apa yang pantas untuk diberikan.

“Secara logika, William memang terlihat seperti pria yang sempurna di atas kertas,” lanjut Seo yeon sembari akhirnya menoleh ke arah Darren. “Tapi, ada sesuatu di balik tatapan matanya yang tidak bisa aku percayai sepenuhnya. Aku tidak tahu apa itu, tapi instingku mengatakan ada yang salah. Apa mungkin karena aku terlalu sering menggagalkan perjodohan kedua orang tuaku.”

Darren terkejut mendengar pengakuan jujur itu. Ternyata Seo yeon juga merasakan keanehan yang sama terhadap pria bermata biru itu.

“Nona, jika kau berkenan, aku bisa melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai latar belakang William yang sebenarnya,” tawar Darren dengan serius.

Seo yeon menatap Darren cukup lama, seolah sedang menimbang-nimbang risiko yang mungkin timbul. Akhirnya, dia memberikan anggukan sepakat. “Lakukanlah, tapi pastikan jangan sampai identitasmu ketahuan.”

“Aku akan berhati-hati,” janji Darren.

Tepat pada malamnya, Darren kembali terjaga di meja kerjanya. Langsung membuka laptop dan mulai mencari informasi mengenai William Kusuma dari berbagai sumber yang tidak lazim. Termasuk usahanya untuk bisa masuk ke dalam forum investor gelap serta komunitas pengusaha yang sering berkumpul di balik bayang-bayang kekuasaan. Dari sanalah, Darren menemukan sebuah fakta yang sangat menarik sekaligus mengerikan.

William ternyata bukan sekadar pengusaha tambang batu bara biasa. Dia juga merupakan pemilik dari sebuah jaringan logistik raksasa yang mencakup beberapa negara di Asia. Muncul sebuah rumor yang menyebutkan bahwa seluruh bisnisnya terhubung dengan sebuah organisasi rahasia yang jauh lebih besar, sebuah kelompok yang konon mengatur jalannya perekonomian dunia.

“Dewan Keseimbangan,” bisik Darren sembari menatap layar dengan mata membelalak. “Apa maksudnya itu?”

1
Bg Gofar
mantap gan
DanaBrekker: terima kasih 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!