NovelToon NovelToon
Charming The Beast

Charming The Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Kenzo Arkana adalah definisi hidup dari kekejaman. Sebagai raja penyelundup barang terlarang, ia memerintah dunianya dengan tangan besi dan hati yang membeku. Baginya, wanita hanyalah gangguan tak berguna hingga malam itu, di sudut remang kelab eksklusifnya, seorang wanita lancang bernama Aara datang mengusik ketenangannya.
Aara bukan wanita biasa. Di balik gaun merah yang menggoda dan sikap centilnya, ia adalah agen rahasia elit yang sedang menjalankan misi mustahil: menjatuhkan kekaisaran Kenzo. Ia harus memikat sang "Monster" untuk mencuri rahasia terdalamnya.
Namun, di dunia di mana pengkhianatan dibayar dengan nyawa, siapa yang akan terjatuh lebih dulu? Apakah Aara berhasil menuntaskan misinya, atau justru ia yang terjerat dalam kegelapan Kenzo yang mematikan?
Satu rayuan. Satu misi. Satu taruhan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Darah di Puncak Salju

Suhu di dalam bunker mulai turun drastis. Embun beku mulai merayap di sudut-sudut dinding kaca, menandakan sabotase The Hive pada sistem pemanas pusat mulai bekerja. Kenzo dan Aara bergerak cepat menyusuri lorong beton yang diterangi lampu darurat berwarna merah yang berkedip-kedip, menciptakan suasana mencekam bak di dalam perut monster baja.

Aara, yang kini mengenakan jaket taktis tebal untuk melindungi perutnya yang masih sensitif, memeriksa panel kontrol di pergelangan tangannya. "Mereka tidak hanya meretas pemanas, Kenzo. Mereka memasukkan virus logic bomb ke dalam mainframe. Jika kita melakukan reboot manual tanpa membersihkan kodenya, seluruh sistem pertahanan luar akan mati, dan pintu bunker akan terbuka otomatis."

Kenzo menghentikan langkahnya di depan pintu baja ruang server pusat. Ia memeriksa senapan serbunya, memastikan peluru kaliber 5.56 mm siap memuntahkan maut. "Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk membersihkannya?"

"Sepuluh menit jika aku bekerja tanpa gangguan," jawab Aara. Ia menatap Kenzo, matanya yang biasa penuh godaan kini menajam. "Tapi mereka sudah berada di dalam sistem ventilasi. Aku bisa mendengar mereka."

Kenzo menarik Aara mendekat, mencium keningnya dengan cepat namun penuh penekanan. "Lakukan tugasmu, Ratu. Tidak akan ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu selama aku masih berdiri."

Pintu server terbuka. Aara segera melompat ke kursi operator, jemarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Sementara itu, Kenzo mengambil posisi di balik pilar beton utama, menghadap lorong gelap yang menghubungkan ruang server dengan area ventilasi raksasa.

Krak!

Suara logam beradu terdengar dari atas. Langit-langit ventilasi jebol, dan lima agen *The Hive* berbaju zirah hitam legam meluncur turun dengan tali rafel. Mereka adalah unit 'Exterminator' pembunuh tanpa emosi yang telah dimodifikasi secara genetik.

"Tamu tak diundang," desis Kenzo.

RATATATATAT!

Kenzo memuntahkan tembakan beruntun. Dua agen pertama tewas sebelum kaki mereka menyentuh lantai, peluru Kenzo menembus celah di helm taktis mereka. Tiga sisanya berpencar, berlindung di balik rak-rak server raksasa.

Di sisi lain, Aara berkeringat dingin. Layar di depannya dipenuhi kode-kode merah yang terus bermutasi. "Kenzo! Mereka menggunakan enkripsi kuantum! Aku butuh pengalihan daya dari generator cadangan di sektor B!"

"Tahan di sana!" teriak Kenzo sambil melemparkan granat fragmen ke arah rak server nomor empat.

BOOM!

Ledakan itu menghancurkan rak dan musuh yang bersembunyi di baliknya, namun juga memicu percikan api yang berbahaya di dekat kabel optik utama. Kenzo tidak peduli. Ia menerjang maju, menggunakan popor senapannya untuk menghantam wajah agen musuh yang mencoba mendekati meja Aara.

Pertarungan jarak dekat pecah. Kenzo bertarung seperti iblis brutal, efisien, dan tanpa ampun. Ia mematahkan leher musuh dengan tangan kosong, sementara matanya tetap mengawasi punggung Aara.

Saat Kenzo sibuk menghadapi dua agen di sisi kiri, seorang agen The Hive yang bersembunyi di kegelapan langit-langit membidik punggung Aara dengan crossbow beracun.

Aara merasakannya. Insting agennya yang digabung dengan sensitivitas hormon kehamilannya membuat indranya sepuluh kali lebih tajam. Tanpa mengalihkan pandangan dari layar, Aara menarik pistol *Glock* dari balik pinggangnya dan menembak ke arah atas tanpa melihat.

BANG!

Tubuh agen itu jatuh berdebam tepat di samping kursi Aara, sebuah lubang peluru menghiasi tengah dahinya.

"Jangan ganggu ibumu yang sedang bekerja, Brengsek," gumam Aara centil, meski napasnya tersengal.

"Kerja bagus, Sayang!" seru Kenzo sambil menghabisi musuh terakhir dengan pisau taktisnya.

Aara menekan tombol *Enter* dengan keras. "Sistem bersih! *Rebooting* sekarang!"

Lampu bunker mendadak mati total selama tiga detik, lalu kembali menyala dengan warna putih terang. Suara dengung mesin pemanas kembali terdengar, dan suhu ruangan perlahan mulai naik.

Setelah ruangan itu tenang dan hanya menyisakan mayat-mayat agen The Hive, sebuah layar besar di dinding ruang server tiba-tiba menyala. Wajah *The Collector* muncul, tampak tenang di kantor mewahnya yang entah berada di mana.

"Selamat, Kenzo. Selamat, Aara. Kalian baru saja menghancurkan unit terbaikku," suara pria itu terdengar melalui speaker. "Tapi kalian lupa satu hal. Aku tidak pernah bertaruh pada satu meja."

Kenzo mendekati layar, wajahnya penuh ancaman. "Kau akan menjadi mayat berikutnya, Collector."

"Mungkin. Tapi sebelum itu, bagaimana kalau kalian memeriksa hasil tes darah terbaru Aara yang tersimpan di sistem medis bunker ini? Ada sesuatu yang menarik tentang bayi kalian," Collector tersenyum miring sebelum layar mati.

Aara segera mengakses data medisnya. Wajahnya memucat. "Kenzo... lihat ini."

Data menunjukkan bahwa janin dalam rahim Aara memiliki struktur genetik yang tidak biasa. Ada jejak serum eksperimental yang pernah disuntikkan secara rahasia oleh FBA kepada Aara selama pelatihan agen elitnya bertahun-tahun lalu. Serum itu dorman dalam tubuh Aara, namun aktif dan bermutasi di dalam janin.

"Anak kita... dia bukan manusia biasa," bisik Aara, tangannya gemetar menyentuh perutnya. "Dia adalah apa yang selama ini dicari oleh The Hive . Sebuah kunci biologis untuk proyek super prajurit mereka."

Kenzo memeluk Aara dengan sangat erat, matanya menatap mayat-mayat di sekeliling mereka dengan kebencian yang baru. Sekarang ia tahu, musuh tidak akan pernah berhenti mengejar mereka. Bukan karena dendam, tapi karena anak yang mereka cintai adalah harta karun paling berharga di pasar gelap dunia.

"Dengarkan aku, Aara," ucap Kenzo dengan nada yang sangat tegas. "Mulai detik ini, kita tidak lagi bersembunyi. Kita akan berburu. Kita akan menghancurkan *The Hive*, FBA, dan siapa pun yang berani menganggap anak kita sebagai 'proyek'. Kita akan menjadi badai yang meratakan dunia mereka."

Aara mendongak, menatap Kenzo dengan air mata yang mengering, digantikan oleh kobaran api amarah yang sama. Ia tersenyum tipis senyum seorang ratu mafia yang siap memimpin perang.

"Kalau begitu, mari kita siapkan perjamuan darah yang sesungguhnya, Suamiku."

Di luar sana, badai salju Alpen semakin menggila, namun di dalam bunker itu, sebuah rencana kehancuran global baru saja lahir dari rahim cinta yang terlarang. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!