NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 14. Tersisih

"Ada apa ini? Mengapa rumah ini ramai sekali?" Puspa melirik ke arah Dinda dan Rika. "Dan siapa kalian? Ada hubungan apa dengan anak juga menantuku?"

Suara Puspa, sang mama mertua terdengar sedikit memekak telinga. Wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda itu nampaknya begitu terkejut dengan keberadaan orang-orang yang nampak asing di penglihatannya. Sedangkan Herman, suami Puspa juga ikut keheranan dengan orang-orang asing ini.

Ganis yang berencana pergi dari rumah ini, dengan sangat terpaksa harus ia urungkan niatnya setelah papa dan mama mertuanya datang secara tiba-tiba. Entah apa yang sebenarnya terjadi, semua bisa terjadi bersamaan seperti ini.

"Ma, Pa, duduk dulu!" ucap Krisna mempersilakan. Ia paham betul pasti kedua orang tuanya sangat terkejut dengan keberadaan Dinda dan sang ibu.

"Kris, jangan bertele-tele. Katakan, ini ada apa? Dan siapa orang-orang ini?" titah Herman tak kalah galak.

"Begini Pa, Ma, sebenarnya aku..."

"Sebenarnya mas Krisna sudah menikah lagi secara diam-diam dengan wanita ini Pa, Ma. Jadi wanita ini adalah istri kedua mas Krisna hasil pernikahan sirinya," timpal Ganis seraya menunjuk ke arah Dinda yang sedari tadi menundukkan wajahnya. Wanita itu seakan tidak tahan melihat Krisna yang bertele-tele.

"Apa? Kamu menikah lagi Kris? Kok bisa kamu melakukan hal itu?" tanya Puspa.

"Apa yang mendasarimu memilih untuk menikah lagi? Padahal sebelumnya kamu telihat sangat mencintai Ganis?" sambung Herman dengan raut wajah yang dipenuhi oleh tanda tanya.

"A-aku terpikat dengan kehadiran Dinda, Pa, Ma."

"Ckkckkkckk.. Sungguh alasan yang sangat klise," decak Puspa.

"Pa, Ma, apapun alasannya, aku harap Papa dan Mama bisa menerima kehadiran Dinda. Karena saat ini Dinda tengah mengandung calon cucu pertama untuk Papa dan Mama," ucap Krisna menyampaikan satu berita.

"Apa?" pekik Puspa begitu terkejut mendengarnya.

"Iya Ma, saat ini Dinda tengah mengandung anakku. Itu artinya cucu Mama dan Papa juga."

Puspa yang sebelumnya sedikit tidak suka dengan keberadaan Dinda dan ibunya, kini raut wajahnya perlahan mulai berubah saat mendengar wanita bernama Dinda ini tengah mengandung calon cucunya. Ia pun mendekat ke arah Dinda dan duduk di sebelah Dinda.

"Jadi ini benar anak Krisna?" tanya Puspa sembari mengusap-usap perut Dinda yang sudah membuncit itu.

Dinda tersenyum lebar seraya menganggukkan kepala. "Betul Bu, ini anak mas Krisna."

"Jangan panggil Bu, panggil aku Mama. Karena saat ini aku adalah mamamu."

"I-iya Ma," sahut Dinda masih kikuk.

Puspa tersenyum lebar. Wanita itu masih saja mengelus-elus perut sang menantu. "Aku tidak menyangka kalau pada akhirnya Krisna bisa memiliki keturunan juga. Setelah sepuluh tahun menunggu sesuatu yang tak kunjung datang, akhirnya aku bisa mendapatkan cucu dari anakku."

Ganis terperangah mendengar ucapan Puspa. Ucapan yang mungkin biasa-biasa saja namun terdengar begitu menusuk telinga dan juga hatinya. Ia benar-benar tertampar, merasa bersalah karena tidak bisa memberikan anak untuk sang suami dan cucu untuk mertua yang sudah lama diidam-idamkan.

"Iya Ma, alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan kepadaku untuk mengandung anak mas Krisna. Aku juga benar-benar tidak menyangka," ucap Dinda dengan penuh rasa syukur.

"Tapi ngomong-ngomong kamu hamil dulu baru dinikahi Krisna atau kamu dinikahi Krisna dulu baru hamil?" tanya Puspa penasaran.

"Emmm itu..." Dinda menggantung ucapannya. Ia menoleh ke arah Krisna sebagai isyarat untuk meminta jawaban. Sedangkan Ganis menatap dua orang itu dengan tatapan membidik. Karena sejatinya pertanyaan itu juga berkeliaran di kepalanya.

"Saya rasa itu semua tidaklah penting, Bu. Yang terpenting saat ini nak Krisna bakal punya keturunan kan? Sehingga di hari tua nanti ada yang merawat dan menjaga nak Krisna," timpal Rika.

Perkataan macam apa itu? Mengapa Mama Dinda ini seakan sangat tidak peduli dengan nasab calon cucunya? Bahkan dia juga sangat bangga melihat anaknya yang hamil di luar pernikahan yang sah. Padahal jika menurut agama, anak hasil hubungan di luar pernikahan tidak bisa mendapatkan nasab dan warisan dari ayahnya.

Ganis bermonolog dalam hati setelah mendengar ucapan Rika. Ia benar-benar tidak menyangka jika perihal nasab tidak mereka pikirkan sama sekali. Seolah sangat tidak peduli dengan nasab dari seorang anak yang lahir ke dunia.

Puspa menoleh ke arah Rika dan tersenyum simpul. "Benar juga ya Bu. Yang penting saat ini ada calon pewaris harta dan kekayaan kami. Dan ternyata Krisna tokcer juga ya, sekali tembak langsung jadi. Itu juga berarti..."

Puspa menjeda ucapannya. Ia menoleh ke arah Ganis yang sedari tadi tak banyak bicara. Ganis pun sedikit terkejut dengan sorot mata Mama mertuanya ini.

"Apa Ma?" tanya Ganis menegaskan.

"Itu artinya memang kamu yang mandul, Nis. Nyatanya dengan Dinda langsung jadi," seloroh Puspa tanpa memfilter ucapannya. Dan ucapan itu sukses membuat Ganis semakin tersudut.

"Jangan bilang seperti itu Ma. Mungkin Allah memang belum ngasih kepercayaan untuk mbak Ganis bisa mengandung anaknya mas Krisna. Jadi, bukan berarti mbak Ganis mandul," sahut Dinda dengan begitu bijak. Ucapan itulah yang seketika membuat Puspa begitu takjub dengan sikap dan akhlak menantu keduanya ini.

Puspa mengusap kepala Dinda dengan penuh sayang. Wanita itu tersenyum penuh arti. "Ternyata kamu memiliki akhlak yang baik ya Din. Tutur katamu juga lembut. Bahkan parasmu juga jauh lebih cantik daripada Ganis."

"Jangan bicara seperti itu Ma. Bagaimanapun juga mbak Ganis adalah istri pertama. Sampai kapanpun aku tidak bisa menggeser posisinya. Aku sudah sangat bersyukur bisa diterima oleh mbak Ganis karena dengan begitu anak yang aku kandung ini tidak akan pernah kehilangan sosok seorang ayah."

Aku benar-benar tidak menyangka jika Dinda bisa bicara sedewasa dan sebijaksana itu. Tapi baguslah, dengan kata-kata yang bijak itu tentu bisa membuat mertuanya terkesima dan meninggalkan kesan baik di mata orang tua Krisna.

Rika tersenyum penuh arti. Wanita itu sangat bangga dengan sang anak yang begitu piawai dalam mengambil hati sang mertua meskipun sebenarnya ia tidak perlu melakukan hal itu karena dengan posisi Dinda hamil saja, ia sudah bisa mengambil hati juga perhatian sang mertua.

Puspa menoleh ke arah Ganis. "Nis, kamu dengar sendiri kan? Dinda sudah begitu menerima posisinya sebagai istri kedua sesuai keikhlasanmu meskipun seharusnya Dinda yang menjadi prioritas karena sedang hamil. Mama harap kamu memperlakukan Dinda dengan baik juga."

Ganis membuang napas kasar. "Iya Ma. Aku pasti akan memperlakukan maduku dengan baik."

"Nah bagus itu. Jadi Dinda bisa fokus pada kehamilannya." Puspa kembali fokus pada Dinda. "Mumpung Mama ada di sini, nanti kita belanja keperluan untuk bayimu ya Sayang."

"Eh, apa tidak terlalu cepat Ma?" tanya Dinda bingung.

"Tentu tidak Sayang. Pokoknya untuk anak pertama Krisna, semua harus dipersiapkan secara matang dan maksimal. Jangan sampai ada yang kelewatan."

"Baiklah kalau begitu Ma. Aku nurut saja."

"Oh iya Kris, apa tidak sebaiknya Dinda ikut tinggal di Jogja saja? Mama rasa di Jogja jauh lebih baik," tanya Puspa meminta pendapat.

"Emmmm bagaimana ya Ma?"

"Nis, kamu mengizinkan Dinda tinggal satu atap denganmu kan?" tanya Puspa.

Ganis sedikit terkejut mendengar permintaan sang mertua. Namun ia tidak bisa melakukan apapun mengingat saat ini Dinda yang jadi bintangnya. Ia pun hanya bisa mengangguk pasrah.

"Terserah Mama saja."

"Bagus. Lusa kita balik ke Jogja. Kita persiapkan kamar untuk calon bayimu dan kita mulai belanja untuk semua keperluan anak dalam perutmu," ucap Puspa begitu bahagia sembari terus mengusap-usap perut Dinda.

Ganis tersenyum getir melihat sang Mama mertua yang begitu perhatian dengan madunya. Seumur-umur ia menjadi menantu Puspa, belum pernah ia diperlukan seperti itu. Kali ini ia benar-benar merasa tersisih.

Ya Allah, aku hanya mohon beri aku kekuatan untuk menjalankan peranku ini. Meski aku masih belum rela menjalani hidup bersama maduku, tapi aku akan tetap bertahan sampai Engkau mengatakan berhenti.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya Makasih
sunaryati jarum
Kukira undangan sidang perceraian yang dilayangkan Ganis, ternyata undangan Ganis,buka Cafe baru, Jika Dinda ikut akan buat malu Krisna dan Dinda, sendiri.Istri sah makin sukses ,suami dan madunya jadi gembel.Gugat cerai alasan tidak adil dan tidak dinafkahi.
Masitoh Masitoh
setelah miskin dinda selingkuh sama itu siapa namanya..kelupaan
Laviolla: hayoo siapa??? 😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu tidak akan bisa menyentuh Ganis Dinda, sekarang gerak - gerikmu diawasi oleh orang Ganis, setelah kalian sengaja menumpahkan minyak goreng di kamar mandinya, Krisna selain bangkrut juga siap- siap digugat cerai Ganis
Ma Em
Dinda sadar kamu , kamu itu cuma istri muda mau disamain sama Ganis istri tua Krisna mana bisa sedangkan Ganis merasakan bagaimana merintis usaha dari awal sampai perusahaan sdh sebesar sekarang sedangkan kamu pelakor Dinda baru dtg setelah Krisna sukses dan kamu cuma bisanya menghambur hamburkan uang Krisna cuma tinggal enaknya doang tapi mau disamain sama Ganis mana bisa dasar pelakor ga tau diri .
Laviolla: kakak... follback akun saya ini ya.. biar bisa japri
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya.. makasih
Amy
emang anda ada harga diri yaaa bu dindaaaaa🤭🤭🤭
Ma Em
Krisna baru sadar bahwa istri keduanya bkn membawa berkah malah membawa apes Saja , sedangkan waktu bersama Ganis usaha lancar uang mengalir dgn lancar juga , Ganis istri Solehah selalu mendoakan yg baik2 agar jadi berkah lah si Dinda mah hdp nya cuma mau uang uang dan uang hati nya dipenuhi dgn rasa iri dan dengki jadi apes dibawa usahanya .
Masha 235
itu sudah konsekuensi mu,jgn nyesel...telat mh ..
sunaryati jarum
Lambat Laun kau jadi gembel Krisna,istri keduamu dan ibunya hanya bisa foya- foya,beda dengan Ganis yang punya usaha sendiri mungkin ini akan lebih sukses darimu
Laviolla: hihihi udah mendekati jadi gembel kak🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Ikut lega emak rumahmu sudah laku,lebih baik memang begitu karena itu rumahmu,dan tanah Magelang jangan sampai laku jika bukan Ganis yang jual
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe dan follow ya.. mkasih
Anonim
gak usah bawa bawa nama tuhan LO 🖕
Anonim
mampus goblok
Laviolla: dia lg insaf kak.. 😂 kemarin2 lupa🤭
total 3 replies
Anonim
KOL DINDA SIH??
Lee Mba Young
🤣🤣 biar makin bangkrut.
Laviolla: hehehe bakal belangsak sepertinya kak🤣
total 1 replies
Ma Em
Bagus Ganis lbh baik dijual rumahmu daripada diisi sama pelakor ke enakan Dinda tinggal nempati rumah yg kamu beli , usir saja pelakor .
Lee Mba Young
🤣🤣 joss ganis.
sunaryati jarum
Waah sebentar lagi Dinda ,Rika ,dan Krisna terusir dari rumah milik Ganis yang mereka tempati,pasti seru
sunaryati jarum
Kehamilan Dinda sepertinya mendekati kelahiran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!