NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:33.6k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Mobil hitam itu berhenti tepat di depan gedung utama perusahaan.

Gedung kaca tinggi menjulang, memantulkan cahaya pagi yang kini sudah sangat terang.

Nick turun tanpa menunggu pintu dibukakan,

Beberapa staf yang kebetulan berada di lobi langsung

menunduk.

“Selamat pagi, Tuan.”

Ia tidak menjawab.

Langkahnya cepat. Terukur. Tegas.

Lift eksekutif sudah terbuka sebelum ia benar-benar sampai di depannya.

Asistennya berdiri di dalam.

“Semua direksi sudah menunggu di ruang rapat, Tuan.”

Nick hanya mengangguk singkat.

Pintu lift tertutup.

Suasana di dalamnya hening.

“Asisten legal mengirim revisi kontrak tadi pagi,” lanjut pria berjas abu-abu itu. “Ada sedikit keberatan dari pihak proyek Timur terkait pembagian saham.”

“Keberatan?” ulang Nick pelan.

“Ya, Tuan. Mereka meminta penyesuaian dua persen tambahan.”

Lift terbuka.

Nick melangkah keluar.

“Kalau mereka berani meminta, berarti mereka merasa kita butuh mereka.”

Ia berhenti tepat di depan pintu ruang rapat.

Tatapannya berubah lebih tajam.

“Dan aku tidak suka terlihat membutuhkan siapa pun.”

Pintu dibuka.

Sepuluh orang sudah duduk mengelilingi meja panjang.

Begitu Nick masuk, semua berdiri.

“Duduk.” hanya butuh satu kata, semua kembali duduk.

Nick tidak langsung menempati kursinya. Ia berdiri di ujung meja, membuka map hitam yang sudah disiapkan.

“Aku dengar ada permintaan tambahan dua persen.”

Salah satu direktur, pria paruh baya berkacamata itu menggaruk lehernya,

“Itu hanya negosiasi awal, Nick. Kita masih bisa...”

“Aku tidak bertanya apakah kita bisa.”

Suasana menjadi hening, Pria itu langsung terdiam.

Nick melemparkan dokumen ke tengah meja, membuat semua mata tertuju pada dokumen itu,

“Proyeksi keuntungan tiga tahun ke depan sudah lebih dari cukup untuk mereka. Kalau masih merasa kurang, berarti mereka tidak percaya pada kemampuan kita.”

“Bukan begitu maksudnya...”

“Aku tidak suka penjelasan berputar.” nada suaranya mulai meninggi.

Ruangan langsung terasa lebih sempit.

“Kita tidak sedang meminta bantuan. Kita menawarkan peluang.” ucap nick yang akhirnya duduk.

“Kirim revisi. Tanpa tambahan dua persen. Jika mereka menolak, cari mitra lain.” sambung nick tegas, tidak terbantahkan.

Salah satu direktur muda tampak ragu.

“Proyek ini cukup besar. Kalau kita melepasnya begitu saja, media bisa membaca ini sebagai kegagalan negosiasi.”

Nick menatapnya tajam, tatapan yang tidak berkedip.

“Namamu?”

Pria itu terlihat gugup. “Arman, Tuan.”

“Arman,” ulang Nick pelan. “Jika kau lebih takut pada opini media daripada pada kerugian jangka panjang, mungkin kau salah duduk di kursi itu.”

Wajah Arman memucat.

Tak ada yang membela, takkan ada yang berani.

“Kita tidak pernah menurunkan standar hanya karena takut kehilangan.” ucap nick sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi,

Suasana semakin hening.

Ia lalu menoleh pada asistennya.

“Siapkan konferensi internal jam sebelas. Aku akan jelaskan posisi perusahaan secara terbuka. Dan pastikan tidak ada kebocoran ke media sebelum itu.”

“Baik, Tuan.”

Rapat berlanjut, tapi tak ada satu pun suara yang terdengar santai, semua jawaban singkat dan keputusan terjadi cepat.

Tidak ada ruang untuk debat panjang.

Tidak ada ruang untuk ego selain miliknya.

Setelah hampir satu jam, Nick berdiri.

“Jika ada yang tidak sanggup mengikuti ritme ini, pintu keluar selalu terbuka.”

Ia berjalan keluar tanpa menunggu respons.

Pintu tertutup.

Baru setelah itu, beberapa direksi saling berpandangan dan menghela napas pelan.

“Dia semakin keras,” gumam seseorang hampir tak terdengar.

Sementara itu, di lorong kantor, Nick berjalan sendirian dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi.

Tangan kanannya mengepal samar bukan karena proyek dua persen itu.

Tapi karena kalimat di ruang makan tadi pagi.

“Aku hanya ingin tahu apakah aku boleh punya pilihan.”

Langkahnya melambat sepersekian detik, lalu kembali tegas.

Ia tidak terbiasa dengan pertanyaan seperti itu.

Dan lebih tidak terbiasa lagi… dengan perasaan bahwa kalimat itu masih terngiang di kepalanya.

1
Nur Halida
gimana dg kondisi kantor??apa semua sudah baik2 saja?
Nur Halida
mau yg kayak nick🥰🥰🥰.tapi aku udah punya suami😁
Nur Halida
aku padamu nick🥰🥰🥰
Nur Halida
ya .. untuk orang yg kita cintai kita rela melakukan apapun demi melihat dia bahagia meski menyakiti hati sendiri .😊😊😊
itsmecancer: dalem banget say☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
seperti biasa nick emang the best kalo soal mengendalikan perusahaan ..
Ririn Susanti
setiap hari selalu aku tunggu cerita mu...krn sangat bagus ceritanya, karakter tokohnya chemistry Nick dan Tessa seakan hidup ketika aku membaca
itsmecancer: wah makasih banyak...ditunggu kelanjutannya yang gak kalah seru ❤️☺️
total 1 replies
Nur Halida
bagus nick kamu harus memperjuangkan tessa👍👍
itsmecancer: mode bucin akut lagi ON 🤫
total 1 replies
meli pbc
keren Nick 💪💪
itsmecancer: Nick be like, "Aku tahu," 🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
spanjang baca chapter ini aku deg2an😊
bersihkan nama tessa nick dan kamu harus menyelidiki elena karena aku yakin pasti dia dalang semua ini
Nur Halida
nick pasti bisa mengatadi masalah ini kan thor??😔
itsmecancer: kita lihat nanti, ya☺️
total 1 replies
Nur Halida
ahhh nick tessa kalian emang harus saling menguatkan dan jalani dg lebih bahagia lagi ..
itsmecancer: semoga ya🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
terimalah kehamilan tessa dg suka cita nick..
Nur Halida
nick.. jangan bilang kamu meragukan tessa ..
awas kamu nick kalo kamu menyakiti tessa🤬
itsmecancer: engga kok, dia kan lagi kena virus bucin akut☺️😅
total 1 replies
Nur Halida
nah kan.. .. semoga nick bisa menerima kehamilan tessa dan lebih menjaga dan menyayangi tessa
Zahraputri Putri
smg aja hamil
Zahraputri Putri: iya biar nick gk kaku kyk kanebo kering😁
total 2 replies
Nur Halida
gak sabar nunggu kelanjutannya...
tessa kenapa??
hamilkah ???
atau karena tertekan dg berita itu sampe shock dan pingsan??tapi keknya tessa gak selemah itu deh
Nur Halida
pasti elena yg nyebarin .. gak mungkin orion kan.?
Nur Halida
bener kata dilan ya nick kalo rindu itu berat kamu gak akan kuat😅
itsmecancer: rindu pas lagi bucin-bucinnya itu berat 😅☺️
total 1 replies
Nur Halida
sweet banhet sih mereka🫠🫠
Henik Irawati
manis sekali😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!