NovelToon NovelToon
Mafia Dan Gadis Desa

Mafia Dan Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aquilaliza

Glenca Lysandra, seorang gadis yang terkenal di desanya sebagai penakluk hutan yang tak seorang pun berani memasukinya. Dia lah satu-satunya gadis yang berhasil keluar masuk hutan dalam keadaan selamat, berbeda dengan beberapa orang desa lainnya.

Namun, apa jadinya ketika dia bertemu seorang pemimpin mafia, Ethan Frederick Denaro, di sebuah villa kosong yang terkenal angker di dalam hutan yang ia jelajahi. Pertemuan tak sengaja yang membawanya menyaksikan kekejaman dan transaksi gelap seorang Ethan, juga menjadi awal hidup rumit nya.

Ethan tidak pernah membiarkan saksi mata transaksi terlarang nya hidup. Tapi, Glenca adalah pengecualian. Membawanya ke Mansion dan dijadikan mainan, cukup menghibur dirinya yang penuh dengan keseriusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Merindukannya

Glenca terduduk diam di dalam kamarnya dengan wajah pucat pasi. Kejadian yang baru saja menimpa seorang pelayan—yang berusaha meracuni Adeline—membuatnya sangat syok.

Pelayan itu tewas di tempat setelah mendapat satu tembakan yang diloloskan oleh Adeline tepat di keningnya.

"A-apa menghabisi nyawa seseorang adalah keahlian keluarga mereka?"

"Pelayan itu memang salah. Tapi, Nona bisa menghukumnya setimpal. Tidak perlu membunuhnya."

"Bagaimana dengan keluarganya?"

"Itulah hukum yang berlaku disini."

Glenca sontak menolehkan wajahnya ke arah pintu. Terlihat Letty yang sudah kembali menutup pintu.

"Bibi Letty." Glenca mendekat dan memeluk sosok wanita paruh baya itu.

"Aku sangat terkejut."

Wanita itu tersenyum. Dia kemudian mengajak Glenca duduk di tepi ranjang.

"Aku merasa bersalah padanya karena aku sudah memberitahu Nona mengenai ulahnya. Tapi, keselamatan Nona Adeline juga penting."

"Bukan salahmu." Letty mengusap pelan rambut Glenca. Bagaimana pun dia hanyalah seorang gadis sembilan belas tahun yang memiliki sisi kemanusiaan yang begitu lembut.

"Inilah hukum di dunia klan Denaro. Untuk memutus mata rantai pemberontak, si pemberontak sebelumnya harus dihabisi. Pelayan tadi mungkin salah satu kaki tangan dari Casper."

"Casper? Siapa dia?"

"Musuh Tuan Ethan."

Glenca terdiam. Ada apa sebenarnya dengan keluarga Denaro? Siapa Ethan sebenarnya? Pertanyaan itu berputar di pikiran Glenca.

"Tapi, pelayan tadi tidak mengakui dia utusan Casper. Kenapa Nona mengambil keputusan sendiri dan membunuhnya?"

"Mereka tidak akan mengakui siapa yang mengutus mereka."

"Dia sangat setia."

"Ya, antara setia dan keselamatan orang tersayang. Seperti itulah cara kerjanya."

"Maksudnya?"

"Kau akan paham nantinya." Letty kembali tersenyum. "Sekarang kau tenang kan dirimu. Aku akan kembali malam nanti. Aku harus menemui Nona sekarang dan menyelesaikan pekerjaan ku."

Glenca mengangguk. Dia berusaha menenangkan pikirannya sebelum akhirnya kembali ke dapur untuk lanjut membuatkan Cake yang di inginkan Adeline.

***

Malam hari, di kota terpencil Negara I, Ethan berjalan pelan sambil menyesap batang rokoknya. Darah mengalir dari pelipisnya yang terluka tak membuatnya terusik. Fokusnya hanya pada beberapa jasad yang tergeletak di jalanan.

Langkahnya berhenti tepat di jasad yang terluka pada bagian kening karena tembakan. Ia menatapnya, melepaskan rokok dari bibir dan menghembuskan asapnya.

Jasad yang tertembak di kening mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan Glenca. Segaris senyum muncul di bibir.

Aku merindukannya.

"Ethan!"

Senyum Ethan seketika lenyap. Pria itu kembali menyesap rokoknya.

"Eth... haaahh... Mike tertembak!"

Ethan membalikkan tubuhnya, tatapannya langsung mengarah pada Martin yang berdiri tak jauh darinya.

"Maksud mu?"

"Mike tertembak tepat di dada dan perut."

"Sialan!" Ethan melepas asal barang rokok nya kemudian melangkah lebar ke tempat Mike. Martin pun mengikuti dengan langkah cepat.

Saat tiba, Lucas tengah berusaha memberi pertolongan pertama sambil menunggu Janis datang bersama Mickey.

"Mike?" Ethan mencengkram pelan kedua rahang Mike, mengarahkan wajah pria itu untuk menatap ke arahnya.

"Kau dengar aku?" Suara Ethan begitu tenang begitu juga dengan raut wajahnya. "Kau tidak akan mati."

Mike tersenyum tipis dalam rasa sakit yang tengah ia rasakan, lalu mengangguk lemah. Wajah pucat nya menggambarkan sebanyak apa darah yang sudah terbuang dari tubuhnya.

Tak berapa lama, Janis tiba bersama Mickey dengan mobil Van yang dimodif sedemikian rupa menjadi ruang operasi darurat. Penanganan langsung dilakukan di dalam mobil.

Setelah beberapa waktu menunggu, Janis bersama Mickey dan Lucas yang ikut membantu pun keluar dari mobil tersebut.

"Beruntung peluru yang tertanam dalam tubuh Tuan Mike tidak mengenai organ vitalnya."

"Semuanya baik-baik saja."

Ethan mengangguk. Dia lalu menekan earpiece yang tertempel di telinganya.

"Zack?"

"Sudah ku selesai kan." Zack menyahut melalui earpiece.

"Kembali ke M2."

"Ya."

Ethan lalu berjalan menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri, diikuti Martin di belakangnya. Sementara Lucas satu mobil bersama Mickey dan Janis, juga Mike yang masih terbaring dalam mobil.

Mobil yang membawa Mike melaju terlebih dahulu, kemudian di ikuti mobil yang membawa Ethan dan Martin.

Saat tiba di M2 yang merupakan markas mereka di negara I, Zack sudah berada disana, menunggu dengan tenang sambil mengobati beberapa luka di wajah dan lengannya.

"Mike?" Zack bertanya sambil tetap fokus mengobati lengannya.

"Ethan memilih untuk membawanya ke rumah sakit." Lucas meraih bungkus rokok lalu mengeluarkan sebatang. Mendudukkan tubuhnya, dia lanjut menyalakan api di ujung batang rokok.

Di rumah sakit, Ethan dengan segala pembawaannya yang tenang dan misterius duduk memperhatikan Mike yang terbaring di ranjang.

Tatapannya tak terlepas dari Mike. Hingga beberapa saat kemudian, mata Mike perlahan terbuka.

"E-Eth?" Suaranya terbata menyapa Ethan ketika matanya terarah pada lelaki dingin itu.

"Diamlah. Dokter akan segera kemari."

Mike menurut. Tak berselang lama, seorang dokter datang bersama Janis. Pemeriksaan pun segera dilakukan.

"Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Namun, Tuan harus tetap di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari kedepan."

"Tidak. Aku langsung—"

"Baik."

"Kalau begitu, saya permisi, Tuan." Sang Dokter segera berpamitan pergi usai mendapat persetujuan Ethan agar Mike di rawat lebih lama di rumah sakit.

"Eth, kenapa harus di rumah sakit? Di markas kita juga memiliki fasilitas perawatan yang tak kalah dengan rumah sakit. Dari pada kalian harus menjagaku di rumah sakit, lebih baik—"

"Sepertinya tembakan itu belum cukup untukmu."

Glek.

Mike langsung terdiam. Sulit sakali mengubah keputusan Ethan ketika lelaki itu sudah memutuskan sesuatu. Dan pada akhirnya, Mike harus menerima semuanya tanpa membantah sedikit pun.

***

Ethan meninggalkan rumah sakit ketika hari sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Martin dan Mickey menggantikan dirinya untuk menemani Mike di rumah sakit.

"Letty mengabari sesuatu?" Sambil bersandar dan memejamkan mata di jok belakang, Ethan bertanya pada Janis yang tengah mengemudikan mobil.

"Iya, Tuan. Nona Adeline hampir sebulan ini jarang masuk kuliah. Dia lebih sering di rumah, dan menyulitkan Glenca. Nona hanya keluar ketika malam hari, dua kali seminggu. Kemarin Nona hampir di racuni oleh salah seorang pelayan. Tapi, Glenca mencegah kejadian tersebut."

"Untuk Glenca, kemampuan berenangnya sudah berkembang pesat. Dia memang gadis yang cerdas." Janis tersenyum bangga. Glenca sudah seperti putrinya sendiri.

"Hm." Hanya deheman sebagai jawaban dari Ethan. Sebenarnya, Ethan mengetahui semua kejadian yang terjadi di mansion. Hanya saja, dia ingin mendengarnya sekali lagi.

Saat tiba di M2, Ethan langsung menuju kamarnya. Menanggalkan semua kain yang melekat di tubuhnya, Ethan berlalu ke kamar mandi dan berendam.

Matanya terpejam, dan dengan cepat bayangan wajah cantik Glenca muncul. Gadis itu duduk di pinggir kolam dengan sebagian kaki yang terendam dalam air. Wajahnya ditekuk. Sepertinya gadis itu sedang kesal.

"Tersenyumlah," ucap Ethan. Dia sangat ingin melihat gadis itu tersenyum di hadapannya. Namun, hingga ia kembali membuka mata, gadis itu tak kunjung tersenyum.

Menyelesaikan kegiatan berendamnya, Ethan segera mengguyur tubuhnya kemudian kembali ke kamar dengan kimono mandi yang melekat di tubuh. Ia mendudukkan tubuhnya di sofa lalu meraih IPadnya.

Tangannya bergerak lincah di layar IPad, dan tak berapa lama kemudian, ia terhubung dengan CCTV Mansion.

"Selamat pagi, kelinci manis," ujarnya sambil tersenyum tipis saat fokusnya hanya pada layar yang menampilkan sosok Glenca.

1
Qital Karimah
author up lagii
Mrs. Kan
Lanjut thor
Mia Camelia
ayooo eth, tangkep lagi glecha nya😔
Tevina Anggita: kapan upp nya kakk
total 1 replies
@Biru791
ayo dong upp
Mia Camelia
mendingan glencha di tangkap lagi deh🤣🤣🤣ethan nya udh ngliat nih🥰
Siti Zaid
Dengan susah payah nya glenca melarikan diri...kalau akhirnya dia kembali terkurung dan dihina juga sering kali dipukul oleh adeline...😠
Zahira Saskia
maaf mau tanya author ini up nya setiap hari kah? setiap up berapa episode?
terimakasih ❤️
Aquilaliza: Gak setiap hari kak🥺 kalau gak sibuk aku cukup rajin Up😊. Kalau sibuk ya wasalam😅😅 tunggu waktu luang😅🙏.
total 1 replies
Mia Camelia
itu serigala yg dimaksud julie kah ???
untung aja glecha bisa kabur 😄
Siti Zaid
Terima kasih author sudah update pagi..ditunggu terus lanjutan cerita nya..semoga saja glenca selamat dan hidup bahagia...🤭
Mia Camelia
ehm jdi gak rela klo glenca kabur😂😂😂
Siti Zaid
Author...terima kasih sudah update cerita nya..ditunggu terus lanjutan nya🤭
Mia Camelia
ayo thor up date lgi😄
ini glencha beneran mau kabur ?? aduh pasti klo ethan tau bisa ngamuk nih😂🤔
Mia Camelia
sering up date ya thor🥰🥰🥰
@Biru791
thour ayo dong rajin up nyaa nungguin nih
Siti Zaid
Terima kasih sudah update episode baru..👍ditunggu lanjutan terus ceritanya🤭
Siti Zaid
Terima kasih sudah update..ditunggu lanjutan ceritanya dengan sabarrr🤭👍😄
Aquilaliza: Hehehe... Makasih ya Kak😅
total 1 replies
@Biru791
kapan upppp
@Biru791
lama kali lah up nya
Siti Zaid
Terima kasih author..akhirnya update juga..walau pun lama menunggu😄semoga author dipermudahkan segala urusan..🤭
@Biru791
ihh kok gk up trss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!