NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Cinta Terlarang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:251.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 - Tenggelam Dalam Emosi

Pagi itu datang terlalu cepat bagi Nabila. Matanya sembap ketika ia berdiri di depan cermin kamar hotel. Air dingin yang membasuh wajahnya sama sekali tak mampu menghapus bayangan semalam. Setiap kali dia memejamkan mata, wajah Nathan muncul, tatapannya, napasnya yang dekat, dan rasa bersalah yang menyesakkan dada.

“Aku harus profesional,” gumamnya pelan. Ia mengenakan busana syuting dengan tangan sedikit gemetar. Di balik riasan sempurna, hatinya kacau. Berkali-kali Nabila menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri. Ia datang ke lokasi lebih awal, berharap bisa menyiapkan mental sebelum bertemu Nathan.

Namun harapan itu runtuh ketika suara yang sangat ia kenal terdengar di belakangnya.

“Pagi.”

Satu kata itu saja cukup membuat Nabila menegang. Ia menoleh perlahan. Nathan berdiri tak jauh darinya, terlihat rapi dan tenang, seolah tak ada apa pun yang terjadi di antara mereka semalam.

“Pagi,” jawab Nabila singkat. Tak ada pembicaraan lanjutan. Tak ada permintaan maaf. Tak ada penjelasan. Justru keheningan itulah yang terasa paling menyiksa.

Hari syuting dimulai. Adegan demi adegan berjalan lancar, hingga asisten sutradara mendekat sambil membawa naskah revisi.

“Untuk adegan inti hari ini,” katanya, “emosinya ditingkatkan. Chemistry kalian sudah bagus, jadi sutradara ingin momen ciumannya terasa lebih… dalam. Lebih meyakinkan.”

Jantung Nabila serasa berhenti berdetak.

Ia membaca ulang halaman naskah itu. Adegan yang sama, dua karakter yang terjebak perasaan terlarang, namun kali ini durasinya lebih panjang. Lebih intens. Lebih dekat dengan kenyataan yang ingin ia lupakan.

“Bisa?” tanya sutradara, menatap mereka bergantian.

Nabila mengangguk, meski tenggorokannya kering. Nathan hanya tersenyum tipis.

“Siap,” jawabnya mantap.

Lokasi mendadak hening ketika kamera siap. Lampu sorot menyala. Dunia di sekitar Nabila terasa menyempit, menyisakan dirinya dan Nathan.

“Action!”

Mereka mulai beradu dialog. Kata-kata mengalir, emosi naik perlahan. Nathan melangkah mendekat sesuai blocking. Nabila bisa mencium aroma parfumnya, aroma yang sama seperti semalam.

Tangannya gemetar, tapi dia bertahan. Ini hanya akting. Ia mengingatkan dirinya berulang kali.

Lalu momen itu tiba.

Nathan menunduk. Nabila mendongak. Bibir mereka bertemu, awal yang singkat, sesuai arahan. Seharusnya begitu.

Namun sesuatu berubah. Tak ada yang kasar. Tak ada yang berlebihan. Tapi ada jeda yang terlalu lama. Ada perasaan yang terlalu nyata. Keduanya larut dalam emosi yang tak lagi sepenuhnya milik karakter. Mereka berciuman begitu panas. Benar-benar seperti dua kekasih yang lagi dimabuk cinta.

Nathan tak segera menjauh. Nabila pun tak langsung memutuskan sentuhan itu. Waktu seolah melambat.

“Cut!”

Suara sutradara terdengar jelas. Namun Nabila dan Nathan masih berciuman, seakan kata itu tak sampai ke kesadaran mereka.

Seluruh lokasi sunyi. Kru saling berpandangan. Ada yang terkejut, ada yang canggung, ada pula yang pura-pura sibuk agar tak perlu menatap langsung apa yang baru saja terjadi.

"Ekhem! Cut!" Pak Eddy kembali berseru, dan kali ini Nabila dan Nathan bisa mendengar. Mereka langsung berhenti dengan wajah yang memerah padam, serta nafas yang memburu.

Sutradara berdeham. “Oke… kita istirahat sepuluh menit.”

Nabila menunduk, wajahnya memanas. Tanpa menatap siapa pun, dia berjalan cepat menuju sudut ruangan. Tangannya dingin, dadanya sesak. Sementara Indy bergegas mengikutinya.

Nabila merasa gagal. Bukan sebagai aktris, tapi sebagai istri, sebagai perempuan yang seharusnya tahu batas.

Di kejauhan, Nathan berdiri diam. Wajahnya tak lagi tenang. Tatapannya mengikuti langkah Nabila, menyimpan sesuatu yang tak sempat terucap.

"Apa-apaan itu tadi, Nath!" timpal Zidan. Menuntut penjelasan. "Itu tadi ciuman kalian hot banget!" tambahnya.

1
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Eva Nietha✌🏻
Selalu suka karya mu thor
Eva Nietha✌🏻
Merapat lah dsini
Yulita Saja
kena karma
Harry Atmaja
mantep
Happy Kids
ewh ga takut penyakit
Happy Kids
ketauan lukman trs disogok kali 🤣
Rommy Wasini Khumaidi
selamat Nathan & Nabila
Yulia Sunarya
bagus👍👍👍
Yulia Sunarya
terima kasih othor semangat selalu 💪
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Wah akhirnya Alhamdulillah tamat, makasih banyak ya Thor...🙏
Karyamu luar biasa menghibur, memukau dan menyentuh relung hati.
Semoga sukses selalu dengan karya² yang lainnya...👍💪🥰
LibraGirls
Makasih Thor semoga makin sukses dgn karya²nya 🙏🙏🙏🥰🥰🥰
Ekka
lanjut thor
D_wiwied
akhirnya.. happy ending ya Nab n Nath, bahagia selalu yaa
😆
Tiara Bella
akhirnya nikah dan bahagia Nathan Nabila.....lanjut gpp tamat gpp aku mah ikut aja🤭
MamDeyh
Tamat aja Kak, trus ke novel baru😄
vania larasati
lanjut
Mita Paramita
emang penyesalan datangnya terakhir setelah kita jatuh...😭😭maka ny luka jangan arogan.
LibraGirls
Bodooohhhh kau lukman klo bapak mu kyk gitu harusnya kau lindungin ibu mu klo dapat istri jagan perlakukan istrimu kyk bapak mu yg monster tu perlakukan istri ini kok malah ngikut jejak bapak mu klo bapak mu jadi home kau ikut juga BEGOOOOO
W I 2 K
buah g bakalan jatoh dari pohonnya..., yg bisa merubah cuma angin besar yang bikin pohon itu tumbang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!