Medina Khaled, gadis cantik bermata Hazel dari Ghaza yang telah di adopsi oleh seorang dokter relawan bernama Yasmin Ameena, dan suaminya bernama Ardan Mahesa, memiliki putra tunggal Rendra Mahesa.
Dokter Yasmin menolong Medina di bawah reruntuhan bangunan. Gadis itu masih bisa di selamatkan.
Dokter Yasmin merasa iba pada Medina yang sebatang kara, ia membawa Medina pulang ke Indonesia dan menjadikan nya anak angkat.
Setelah dewasa, Medina menolak tawaran dokter Yasmin untuk melanjutkan studinya di Amerika menyusul Rendra yang sudah disana. Medina ingin bekerja, belajar mandiri. Dokter Yasmin tidak ingin kehilangan Medina. Akhirnya ia menyuruh Rendra untuk pulang, dan menikahi Medina. Mau tak mau, ke-duanya harus menuruti keinginan dokter Yasmin, walau Rendra sudah memiliki kekasih. Rendra menyayangi Medina, tapi ia punya selera di luar sana. Membuat Rendra bermain di belakang Medina.
Bagaimana kah kelanjutan Rumah Tangga nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosseroo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Rendra memasuki kamar mandi, lalu ia menyalakan air keran. Ia menjawab panggilan Vanessa.
"Hallo Nes. "
"Ren, kamu udah pulang kan. Aku tahu! "
"Iya, aku sedang beristirahat. "
"Aku kangen Ren, aku pengin ketemu!"
Rendra terdiam sejenak.
" Nes, sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini. "
" Apa? Kamu bercanda kan Ren. Ayolah sayang, aku tahu kamu ngomong kaya gitu karena kita belum bertemu. "
"Vanessa! Sebentar lagi anak ku lahir. Aku tidak mungkin menyakiti Medina lebih dari. "
"Gak! Aku gak mau, pkoknya kita harus ketemu. "
"Mulai sekarang kita bekerja secara profesional saja. "
"Tidakkk! Ren...."
Rendra langsung menutup panggilan itu, lalu ia memblokir kontak Vanessa.
Rendra kembali menuju ranjang, dan tidur memeluk Medina.
Esoknya, saat Medina tengah menyiapkan setelan jas untuk dikenakan Rendra sebelum ke kantor. Rendra melihat raut wajah masam dari istrinya.
"Kenapa, hem? " ucap Rendra dengan memeluk tubuh Medina dari belakang.
"Aku pengen ikut kamu ke kantor."
"Boleh."
"Serius mas?"
Rendra mengangguk lalu mengecup pipi Medina.
"Kamu penasaran sama kantor aku bukan?"
"Iya mas. Aku pengen lihat kantor kamu."
"Tentu, tapi kita sarapan dulu."
Selesai sarapan, mereka pergi menuju kantor Rendra di antar supir pribadi.
Sampailah di kantor Rendra, semua mata tertuju pada Medina dengan tatapan kagum akan kecantikan istri bosnya.
"Bay, nanti kalau Vanessa datang. Cegat dia, jangan biarkan masuk! " bisik Rendra.
"Siap, sir. "
Masuk lah mereka ke dalam ruangan. Medina menoleh ke kanan dan kiri melihat seluruh sisi ruangan itu.
"Ini kamu banget ya mas, warna hitam dan abu-abu. "
"Kamu gak suka? "
"Kok aku, kan kamu yang kerja mas. Ya senyamannya kamu aja. "
"Ayo, duduk di sofa. Aku mau kerja dulu ya."
Medina mengangguk dengan senyuman. Ia kemudian duduk di sofa sambil bermain ponsel. Sedang Rendra sibuk dengan beberapa berkas dokumen yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
Seorang OB masuk membawakan cemilan beserta kopi dan susu almond hangat untuk mereka.
"Kalau kamu lelah, bisa tidur di kamar."
"Kamar? Memang ada kamar disini mas."
"Ada dong, ayo ku antar."
Rendra mengantar Medina ke dalam kamar, nuansa gelap abu-abu dan elegan sesuai selera Rendra. Medina duduk di ranjang lalu merebahkan tubuhnya ke samping.
Semenjak hamil besar, ia susah tidur terlentang. Rendra mengusap punggung Medina hingga istrinya tertidur. Pria itu mengecup pipi dan bibir Medina yang selalu jadi candu baginya.
"Manis." lirih Rendra setelah mengecup bibir istrinya.
Rendra kembali dengan tumpukan kerjaan yang sudah melambai-lambai di atas meja.
Selang beberapa jam Medina terbangun. Ia merubah posisi namun ada sesuatu yang mengganjal di bawah bantal yang ia tiduri.
"Apa ini? "
Medina mencoba mengambil sesuatu di bawah sana. Dan, ia terkejut dengan apa yang ia temukan.
"Lipstik? Milik siapa ini, gak mungkin kan mas Rendra pakai lipstik. "
Medina terdiam, sejenak berpikir keras dengan beberapa keadaan yang selama ini diam-diam telah membuat nya curiga.
Saat malam pernikahan, kontak bernama Vanessa Queen sempat menelfon. Saat Rendra beberapa kali berbalas pesan dengan senyuman menyungging di sudut bibirnya. Saat Rendra masuk ke dalam kamar mandi hanya untuk mengangkat telefon. Dan sekarang, sebuah lipstik tertinggal di atas ranjang, di kantor nya.
Dada Medina terasa sesak, berbagai pertanyaan sudah menggunung di benaknya.
Medina berjalan keluar, melihat suaminya masih sibuk dengan tumpukan dokumen di depannya.
'aku akan bertanya nanti saat di rumah.' bisik Medina dalam hati.
"Sudah bangun sayang? " tanya Rendra saat ia mendengar suara pintu terbuka.
"Hmm aku tidur berapa jam ya mas, kayak lama banget."
"Gak papa sayang, apa kamu bosan?"
"Ah..sebenarnya sedikit. "
"Nanti ku suruh Tania menemani mu jalan jalan. "
"Oke... "
Tania mengetuk pintu, lalu ia masuk ke ruangan. Rendra lalu menyuruh nya untuk menemani Medina.
"Tania, temani istri saya jalan-jalan agar tidak jenuh. "
"Siap, sir. "
Di sebuah caffe yang di sediakan kantor. Tania membawakan beberapa makanan dan minuman hangat untuk istri bosnya.
"Mbak Tania, apa kamu senang bekerja dengan mas Rendra. "
"Yes miss. "
"Panggil saja Medina. "
"Saya tidak berani. "
"Kamu sekertaris yang di rekrut mas Rendra dari perusahaan ayah kah?"
"Betul miss, saya dan Bayu. Kami dari perusahaan pusat yang di rekrut sebelum nya oleh Mr. Rendra."
"Miss mau apa lagi, nanti saya bawakan."
Medina terkekeh. "Ini sudah banyak loh. Jangan panggil miss ah, aku baru mau sembilan belas tahun loh. Panggil Medina saja mbak Tania. "
Tania hanya tersenyum. Ia dan Bayu memang dulu ikut mengurus segala keperluan pernikahan Rendra dan Medina.
Namun, disisi lain. Tania dan Bayu juga tahu tentang hubungan tersembunyi Rendra bersama Vanessa.
Tania tersenyum getir, melihat istri bos nya yang begitu cantik, muda dan ramah. Sungguh berbanding terbalik dengan kepribadian Vanessa.
'semoga bos taubat. istri secantik dan sebaik ini, tidak berhak sakit hati.' batin Tania.
Medina dan Tania saling bercengkrama, dan tertawa. Tania merasa senang bisa berhadapan langsung dan mengenal sosok Medina lebih dekat. Dari pada beberapa waktu lalu, saat pernikahan mereka. Tania hanya sebatas tahu saja.
Di sisi lain. Vanessa sedang memaksa Bayu untuk bisa masuk ke ruangan Rendra, namun Bayu justru menyuruh sekuriti untuk membawa wanita itu pergi dari sana.
"Sorry miss Vanessa. Kontrak kerja Mr. Rendra tinggal beberapa bulan lagi. Setelah itu, Mr. Rendra tidak akan menjadi sponsor anda lagi. "
"B*lshit! Kau bilang apa hah? Berani sekali kau. Mana Rendra, aku mau ketemu dia! Aku harus ketemu dia! "
Bayu memberi kode agar sekuriti menyeretnya keluar. Dua sekuriti di kerahkan untuk membawa Vanessa pergi.
...----------------...