NovelToon NovelToon
You Are My Husband

You Are My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Pengganti / Beda Usia
Popularitas:77.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: daundia

Semuanya berawal dari Wasiat yang di berikan Rima. Perempuan yang sudah ia anggap sebagai penolong hidupnya, meminta hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa Rima meminta Asyna untuk menikah dengan suaminya? Asyna memang sangat mencintai pria itu, tapi semenjak hatinya patah ia takut melangkah dalam aliran sakit itu lagi. Tapi demi apapun, Asyna akan melakukan semua permintaan perempuan itu, meskipun risikonya adalah di benci oleh laki-laki yang dicintainya, Raihan.

Akankah Asyna mampu membuat Raihan jatuh cinta dan melupakan masa lalunya bersama Rima?

Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah. Happy Reading ☺️☺️☺️.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon daundia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semanis Cupcake

Ibu dan Ayah Yusuf sudah berkumpul di ruang keluarga. Mereka menatap Yusuf penasaran, jarang sekali Yusuf menunjukkan wajah serius seperti saat ini.

“Ada apa Suf? Kenapa kau terlihat tegang sekali?” Ucap ayah Yusuf.

“Emm, begini yah,bun.”

“Ya?” Ibu Yusuf bertanya saat Yusuf tak kunjung mengutarakan keinginannya.

“Yu- Yu suf ingin menikah.” Yusuf menunduk tak berani melihat mata kedua orang tuanya.

“Alahamdulillah, kalau boleh tahu siapa perempuan itu Suf?” Ibu Yusuf bertanya sumringah.

“Namanya Efra bun, Yusuf takut mengecewakan ayah dan bunda.” Yusuf berkata sedih.

“Kecewa kenapa?”

Kali ini ayah Yusuf yang bertanya.

“Dia bukan perempuan yang agamis yah.” Yusuf berkata jujur.

“Ayah dan ibu percaya kamu bisa membawanya menjadi perempuan yang lebih baik. Mungkin ini takdir yang sudah Allah gariskan pada kalian berdua. Ayah hanya berharap agar kamu mampu bersabar dan tidak meninggalkan perempuan yang imannya lemah.” Ucap Ayah Yusuf panjang lebar.

“Iya ayah Yusuf mengerti.” Yusuf sedikit lega mendengar nasihat sang ayah.

“Kapan kita bisa melamarnya Suf? Ibu tidak mau menunda-nunda hal baik ini.”

“Kemungkinan minggu depan Bun. Yusuf juga sudah menelpon Abinya Efra.”

Dalam hati Yusuf meringis pilu.

“Baiklah, kalau begitu. Apa ada hal lain lagi yang ingin kau katakan?”

“Tidak yah, hanya itu.”

Ibu Yusuf menepuk pundak Yusuf dan berlalu pergi bersama Ayah Yusuf.

“Terima kasih bun, yah.” Yusuf mengecup tangan kedua orang tuanya yang kini sudah berjalan pergi.

“Fiuhhh…” Yusuf menghembuskan napasnya pelan. Saat-saat menegangkannya sudah terlewati.

Suara ponsel mengalihkan perhatian Yusuf. Yusuf membuka ponselnya dan menggeser tanda hijau saat ada panggilan masuk dari perempuan gila.

“Heh!”

Ucap kasar perempuan gila di seberang sana.

“Waalaikumsalam.” Yusuf berjalan pelan menuju kamarnya sembari menempelkan ponsel ke telinga.

“Hiss, kau sengajakan hah, bilang saja kalau kau suka jadi aku tidak perlu berakting di depan semua orang seperti orang gila kemarin!”

“Kau memang gila kan?” Yusuf berucap datar

“Apa katamu?”

“Iya kan? Mana ada perempuan waras yang mengajak pria tak dikenal menikah!”

”Hei aku sama sekali tidak mengajakmu menikah!” Ucap Efra tak terima

“Sudahlah, lagipula kau harus menerima kenyataan yang ada. Sebentar lagi aku akan memenuhi keinginanmu.”

“Aku tidak pernah memintamu untuk menikahiku!”

“Ya memang, tapi aku ingin menikah denganmu. Aku hanya mengikuti semua ucapanmu itu,”

“Kau memang menjengkelkan!”

“Tunggu saat kita sudah menikah, saat itu aku akan menjadi laki-laki yang paling kau cintai dan sayangi. Assalamu”alaikum.”

Yusuf menutup ponselnya sepihak.

Sementara di ujung sana,perempuan bernama Efra meberengutkan bibirnya. Efra mulai merasa khawatir, percuma saja. Lelaki itu sepertinya ingin membuatnya jera. Laki-laki itu benar-benar serius dengan ucapannya. Laki-laki itu ingin menikahinya. Apa yang harus Efra lakukan . Dia berbohong pada abi dan uminya agar tidak dinikahkan tapi lihatlah sekarang, dia tetap akan menikah juga bahkan lebih buruknya, dia akan menikah dengan laki-laki yang tak dikenalnya. Oh tuhan, rasamya Efra ingin tenggelam saja.

***

“Sudah siap?” Raihan bertanya pada Asyna yang sibuk berias.

“Sudah. Ayo,”

Asyna berdiri menghampiri Raihan.

“Tante maya pasti kesepian di rumah sendiri.”

“Hemm, yuk buruan kita harus hibur mama biar dia gak kesepian.”

Raihan menggenggam tangan Asyna dengan lembut. Setelah pertengkaran mereka beberapa waktu yang lalu, Raihan selalu mencoba bersikap lembut. Raihan tidak ingin mengecewakan Asyna lagi. Ia tidak ingin menyakiti Asyna seperti yang dia lakukan selama ini.

“Kamu udah denger kabar kalau Yusuf mau nikah?”

Raihan berbicara pelan saat mobilnya sudah melaju di jalan raya.

Asyna berpikir sejenak untuk menjawab Raihan.

“Hm, aku sudah mendengarnya dari Rika.” Asyna menjelaskan singkat.

“Kamu masih suka sama dia?”

“Iya, masih suka.”

Raihan menghela napasnya merasa kecewa dengan jawaban yang Asyna berikan.

“Rika masih sangat suka sama Yusuf, tapi Yusuf malah mau nikahin perempuan lain. Pasti Rika sedih banget.” Imbuh Asyna

Raihan menghembuskan napas lega atas jawaban istirnya.

“Kamu cuma boleh suka sama aku Asy.” Raihan berdeham untuk menghilangkan rasa gugupnya.

Asyna mengepalkan tangannya, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat. Seperti saat seseorang sedang jatuh cinta.

Raihan memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang dulu pernah dia tinggali bersama Rima. Rima lagi, Raihan memang belum bisa melupakan Rima. Apakah berdosa jika Raihan masih mencintainya? Benar kata orang, manusia bisa mencintai lebih dari satu orang di waktu yang sama. Terdengar jahat bukan?

“Assalamualaikum tante!” Asyna mencium tangan Maya yang sudah menunggu di depan rumah.

“Waalaikumsalam Asy, yuk masuk tante udah bikin es serut kesukaanmu.”

Maya merangkul Asyna masuk ke dalam rumah.

Raihan yang sibuk mengambil barang dari bagasi mengikuti mereka dari belakang.

“Tante gak kesepian di sini sendiri?” Asyna bertanya saat sudah duduk di ruang makan.

“Kalau pas sepi si sepi Asy, cuma temen-temen suka main ke sini aja, Yusuf juga.”

“Iya sih tan,em tante gak pengen tinggal sama Asyna?" Asyna bertanya pelan.

“Heheh, udah Asy enggak. Tante punya kenangan di rumah ini. Tante juga kerjanya di sini, kalau pindah ikut kamu siapa yang rawat rumahnya.” Maya menunduk sedih teringat dengan Rima.

“Iya tante, Asyna juga bingung mau gimana. Tante sama Rima udah baik banget sama Asyna.”

“Sttt, gak papa Asy. Kamu malam ini nginep sini kan?”

“Iya tante, Asyna sama mas Rai nginep di sini.”

“Alhamdulillah kalau gitu.”

Raihan masih sibuk dengan tas yang dibawanya. Dia menaiki tangga dan menuju ke kamar, tepatnya kamar istrinya, Asyna. Ini kedua kalinya Raihan menginjakkan kaki di kamar Asyna.

Begitu memasuki kamar Asyna, nuansa laut langsung menyambut indra penglihatan Raihan. Walpapper dinding memang sedang hits, Raihan juga cukup menyukainya.

Raihan meletakkan tas ranselnya di atas ranjang, setelah itu dia mengambil pakaiannya untuk diletakkan di lemari milik Asyna. Lemari itu kini bahkan sudah kosong, tak ada satu pun baju yang Asyna tinggalkan di sana.

Saat masih sibuk menata baju, tiba-tiba Asyna memasuki kamarnya.

“Mas Rai ngapain?”

“Em, lagi nata baju kita Asy!”

“Gimana si, biar Asyna aja. Mas temenin tante Maya makan sana.”

“Emang kenapa, Mas cuma mau bantu Asy.”

“Ihh, gak perlu Asyna bisa sendiri.”

Asyna malu jika baju-bajunya dilihat oleh Raihan, karenanya dia bersikeras ingin menata bajunya sendiri.

“Emm, kenapa merah pipinya?” Raihan bertanya menggoda.

“Mana ada? Enggak kok!”

“Hehe, kamu lucu.”

Asyna memalingkan wajah agar Raihan tak melihat wajahnya yang sudah seperti tomat busuk.

Raihan menarik lengan Asyna lembut kemudian memeluknya. Menghantarkan sensasi hangat yang mengalir di setiap aliran darah hingga membuat jantungnya berdegup sangat kencang.

“Aku mau mandi dulu aja, gerah Asy.”

“I-iya mas.” Asyna menjawab pelan.

Raihan melepaskan pelukannya perlahan.

Asyna yang terbebas dari pelukan lengan Raihan pun berniat pergi tapi di cegah lagi oleh suaminya. Dengan cepat Raihan meraih lengan kanan Asyna hingga membuat Asyna berhadapan lagi dengan Raihan.

Raihan menatap wajah Asyna yang terkaget. Mata Asyna melotot seperti hendak keluar saat Raihan mendekati wajahnya. Asyna tahu apa yang coba dilakukan oleh suaminya itu. Adegan ini sangat tidak asing seperti di dalam drama Korea yang sering ditontonnya. Asyna tidak menyangka Raihan akan melakukannya.

Raihan merasa jantungnya berdetak sangat tidak normal, rasanya gugup seperti saat pertama kali kau akan berciuman. Entahlah, tapi Raihan kali ini merasa lebih gugup dari pada saat dia pertama kali berciuman.

“Ma-mas….” Asyna mencicit

“Ssst…” Raihan membalas dengan suara lirih.

Raihan menempelkan hidungnya dan menggesekkannya pada hidung Asyna yang biasa saja alias tidak mancung.

Asyna menutup matanya saat merasakan gesekan di hidungnya. Dia tidak kuat, kakinya sudah terasa sangat lemah seakan berubah menjadi jelly.

Raihan yang tidak ingin kehilangan momen pun, tak tinggal diam. Raihan mendekatkan wajahnya hingga dapat menyentuh bibir milik Asyna. Ini adalah ciuman pertama di antara mereka.

Asyna terus menutup matanya dan tak berani melihat apapun. Rasanya seperti melayang ke awan. Asyna tidak bisa memikirkan hal apapun lagi saat Raihan sudah menciumnya berkali-kali, lagi dan lagi.

Beberapa menit berlalu Raihan akhirnya melepaskan ciumannya, keningnya menempel pada kening Asyna. Raihan tersenyum lebar terlihat sangat bahagia.

Asyna yang masih berada di dalam kungkungan Raihan hanya terdiam. Rasanya sangat memalukan, bahkan tubuhnya gemetar kecil. Asyna menunduk dan tidak berani menatap suaminya.

“Aku mau mandi.” Ucap Raihan sedikit salah tingkah.

Raihan mengusap kecil bibir Asyna yang emm ya begitulah dan kemudian berlalu pergi.

Asyna terduduk lemas di ranjang saat Raihan sudah masuk ke dalam kamar mandi.

Jadi begini rasanya berciuman? Uhh, rasanya-sangat panas.

Asyna memukul kepalanya saat tersadar akan pemikirannya itu. Bagaimana bisa dia terdiam seperti patung begitu, pasti Raihan menertawakan kelakuannya itu. Uhh Asyna sangat malu.

TBC.......

😄 hai guys, apa kabar. Aku up lagi ya, jangan lupa like n rated ya, karena like n rate kalian itu sangat penting untuk kelangsungan hidup cerita ini 🤧.

Sampai jumpa di episode selanjutnya ya.

Salam sayang dari AZ❤️💕

1
kang teamoon🥒
,
Ketut Aritya
kasian .. 😭😭😭😭😭 kok bs gini ???????????????????????
Bayangan Ilusi
Lima like mendarat
kang teamoon🥒
next 👀
kang teamoon🥒
🏃
kang teamoon🥒
🐊
❄️Rona Aristizuma🌸: dasar kau buaya buntung tung. pacaran kok itung itung tung . dasar kau buaya buntung mencari untung 🤓😚
total 1 replies
السلام عليكم
kapan up
السلام عليكم: semoga lekas sembuh kak
total 3 replies
Nia jeje
like semangat
السلام عليكم
semangat
السلام عليكم
lanjutkan
السلام عليكم
komentar az 🤭🤭
السلام عليكم
keren,kak
السلام عليكم
bagus
السلام عليكم
lanjutkan kak
Nia jeje
like semangat
🍒 شيري 🍒
up donk otor cantik 🥰
𝓔𝓴𝓪𝓛𝓾𝓷𝓪♀🍆𝕸y💞👏
aku favorit dulu nih kak,,, cari waktu senggang buat baca
Susi Ana
aku datang
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
bersambung lagi, az 🤭🤭🤭 semangat ya 💪💪💪💪💪
❄️Rona Aristizuma🌸: iya lanjut kok, sabar 😂😂🤣🤣🤣
total 3 replies
印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ
seharusnya ada lanjutannya ini,az 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!